The Rival Beside Me

The Rival Beside Me
Rintangan dan Kebahagiaan


__ADS_3

Bangkit terlihat sedang membeli sesuatu untuk keperluan apartemennya. Namun semua kartunya sudah bisa dipakai.


" Ini pasti ulah Ayah." Guman Bangkit.


Bangkit bergegas menemui Ayahnya untuk mengkonfirmasi perihal pemblokiran kartunya.


" Apa Ayah memblokir semua kartuku?"


" Iya Ayah yang melakukannya."


Ayahnya membenarkan jika Dia yang sudah melakukannya.


Bangkit tentu saja protes,


" Bagaimana bisa Ayahnya melakukannya? Kakek sudah mewariskan uang untukku dan juga Aku sudah bekerja keras akhir-akhir ini."


" Ayah akan mengembalikan semuanya kembali kepadamu, jika Kamu mau kembali ke rumah dan membatalkan pernikahanmu dengan gadis itu."


" Aku tidak mau." Sahut Bangkit.


Bangkit sangat kecewa dengan sikap Ayahnya, yang memanfaatkan kelemahan orang lain untuk memuluskan rencananya.


" Aku kecewa pada Ayah, Apa menikah dengan orang biasa akan membawa penyakit menular pada Ayah?"


" Ayah juga kecewa padamu. Saat Kau lahir ke dunia, Ayah sangat senang dan berharap bisa membuatmu menjadi orang yang hebat walaupun tak menjadikanmu presiden. Dan berharap Kau bisa menikah dengan gadis dari keluarga yang baik. Semua yang Kulakukan untuk kebaikanmu Kit." Jelas Pak Sanjaya.


" Jika memang untuk kebaikanku, seharusnya Ayah melakukan hal yang membuat anaknya bahagia, bukankah kebahagiaan seorang anak adalah kebahagiaan orang tua? Ayah hanya mementingkan harga diri dan omongan orang sekitar." Sahut Bangkit.


" Ok lakukan semua keinginanmu, Tapi semua saham yang diatasnamakan atas nama Kau telah Ayah blokir. Jadi berjuanglah sendiri." Ucap Pak Sanjaya dan langsung meninggalkan Bangkit yang terlihat kesal mendengarnya.


Bangkit akhirnya memilih mengembalikan semua barang-barang yang dibeli dengan menggunakan uang Ayahnya, termasuk jam tangan dan mobil yang selama ini digunakannya. Ibunya tak bisa melakukan apa-apa untuk mencegahnya termasuk membujuk suaminya. Ibunya sama sekali tidak memiliki keberanian bahkan untuk marah ataupun membentak, dirinya tak berani.


Bangkit berjalan menyusuri taman dengan kesedihan. Ayahnya benar-benar lebih menyayangi dirinya sendiri dan martabat keluarga. Padahal yang diinginkan Bangkit adalah sedikit saja kasih sayang serta pengertian dari Ayahnya. Hp Bangkit berbunyi. Saat melihat nama penelepon di layar kaca, Bangkit berdehem, berusaha membuat suaranya tak terdengar sedih.


" Hallo La."


" Kau tahu, Aku sudah menemukan orang tua asliku." Jelas Lala to the point.


" Benarkah?" Tanya Bangkit berusaha tidak terdengar sedang ada masalah.


" Benar. Apa Kau baik-baik saja?" Tanya Lala merasa ada yang sedang dialami oleh Bangkit.

__ADS_1


" Aku baik-baik saja. Kalau begitu selamat. Aku sedang sibuk sekarang. Nanti kuhubungi lagi." Ucap Bangkit.


" Ok."


Lala terdiam seusai menelepon Bangkit. Lala bisa merasakan ada nada kebohongan disana. Bangkit bisa saja berbohong jika dirinya tak kenapa-kenapa, tapi Lala mengetahui dengan jelas jika sesuatu hal yang buruk sedang menimpa orang yang dicintainya tersebut.


Akhirnya Lala memutuskan menghubungi Bangkit kembali dan mengajaknya ke sebuah taman. 


Bangkit pun menyetujui dan akhirnya Mereka sedang berada di taman.


" Aku sudah keluar rumah. Namun Aku tidak bisa bekerja di perusahaan temanku juga, karena Ayahku sudah menghubungi Mereka semua." Jelas Bangkit


Bangkit merasa kesal dan jengkel dengan sikap Ayahnya, setelah memblokir semua asset miliknya sekarang menghalangi dirinya untuk mencari nafkah.


" Jangan membenci Ayahmy, semua ini terjadi karena pilihanmu itu Aku." Ucap Lala.


“Sekarang Aku belum bekerja dan tidak memiliki uang, apakah Kau masih mencintaiku?” Tanya Bangkit.


“Isssssshhh.” Ucap Lala sambil memandang Bangkit dan kemudian memeluknya erat.


“Ini adalah jawabanku." Ucap Lala.


“Melihat bagaimana dirimu, Aku yakin ke dua orang tuamu saling mencintai. Mereka mungkin hal yang tidak disengaja dan membuatmu teradopsi.” Ucap Bangkit. Mengingat Lala terhadap kedua orang tua kandungnya. Yang ternyata Bangkit jelas sudah mengenalnya.


" Iya." Sahut Bangkit.


" Maafkan Aku belum bisa membahagiakanmu."


Tambah David.


" Tidak. Bersama denganmu sudah membuatku bahagia." Sahut Lala.


Pelukan dan semangat dari Lala membuat Bangkit merasa bersemangat kembali, Dia tidak sendiri. Dirinya memiliki Lala yang sangat mencintainya dan juga menjadi sumber penyemangatnya dikala dirinya sedang bersedih ataupun down.


...***...


Pulang dari arisan, Istri Pak Sanjaya langsung menemui suaminya. Tentunya Dia berharap putra kesayangannya bisa kembali kerumah dengar kabar tersebut.


" Ada kabar mengejutkan Pa. Ini menyangkut asal usul Lala." Ucap Istrinya membuat Pak Sanjaya yang sedang menikmati susu jahe seraya nonton piala dunia teralihkan.


" Aku sudah memperjelas padamu Ma. Aku belum bisa menerimanya. Apalagi merestui Mereka." Jelas Pak Sanjaya.

__ADS_1


" Bukan itu maksudku Pa. Ternyata Lala itu putri kandung Pak David." Jelas Istrinya.


Pak sanjaya tentu saja terkejut ketika mendengar kabar dari istrinya tersebut. Kalau Pak David dan istrinya adalah orang tua kandung Lala.


" Rasanya tak masuk akal." Ucap Pak Sanjaya.


" Tapi itu kenyataannya." Istrinya.


Pak Sanjaya menghela nafas. Beliau merasa malu jika harus bertemu dengan sahabatnya tersebut nanti. Karena bagaimanapun Dia sudah mengusir Bangkit dari rumahnya karena keputusannya memilih Lala.


Sementara itu,


Bangkit terlihat juga sangat terkejut mendengar kabar itu, Jika Lala ternyata adalah anak kandungnya Pak David. Semuanya terasa seperti mimpi di siang bolong. Siapa yang menyangka jika Mereka ternyata memiliki hubungan keluarga dan ikatan darah. Sayang, hal tersebut cukup menyedihkan untuk Devina.


" Aku masih tidak percaya. Ini sangat mengejutkan." Ucap Bangkit.


" Sama. Aku juga masih seperti mimpi." Sahut Lala. Mengingat Dia pernah bekerja dengan setia diperusahaan Pak David, Yang ternyata sekarang Ayah kandungnya sendiri.


" Aku kasihan dengan Devina." Tambah Lala.


" Dia pasti sangat terpukul dengan kejadian ini." Ucap Lala.


" Iya. Kuharap Dia bisa menerima kenyataan ini." Sahut David mengingat Devina sosok yang keras.


Pak David yang mendengar permasalahan tentang Lala dan David dari Ibunya David, langsung menemui Pak Sanjaya selaku sahabat dan rekan bisnisnya.


" Kau tahu, Aku merasa sudah menelantarkan putriku sendiri selama ini. Walaupun itu semua tidak sengaja. Tapi Dia benar-benar hidup dengan keras diluar sana." Jelas Pak David.


" Jadi intinya. Kumohon restui hubungan Mereka." Pinta Pak David.


Pak Sanjaya menghela nafas panjang.


" Ok. Mengingat Lala itu putrimu saat ini, Aku tidak bisa berkata-kata lagi. Kau tahu sendiri, Aku melakukan itu semua demi putraku. Agar Dia benar-benar bisa bertanggung jawab dengan keputusannya sendiri." Jelas Pak Sanjaya.


" Aku mengerti. Jadi Apa Kau sekarang merestui Mereka?" Tanya Pak David memastikan.


Pak Sanjaya menganggukkan kepalanya, tanda menyetujui permohonan Pak David.


Akhirnya Mereka bersama mengurus pernikahan putra putrinya. Namun Lala tetap bersikeras ingin menikah dengan sederhana. Dia tidak ingin menikah bermewah-mewahan, Walaupun faktanya keluarga kandungnya sekarang adalah seorang konglomerat. Lala hanya mengingat bagaimana Dia dibesarkan dahulu, dikeluarga yang sederhana. Dia ingin menghargai Ibunya juga, yang mengadopsi dirinya. Yang kini sudah meninggalkan dirinya.


Mau tidak mau, Semua menyetujui kemauan Lala. Secara yang terpenting saat ini adalah kebahagiaan Lala. Itu sudah cukup bagi Pak David dan istrinya.

__ADS_1


...THE END...


__ADS_2