Thread Of Destiny

Thread Of Destiny
^Gumpalan Putih^


__ADS_3

“Agh!” Lestayra mengeram kesal ketika dirinya tidak mendapati jalan keluar. Dia bahkan selalu terdorong ke jalan yang semakin sulit untuk dimengerti.


“Kenapa sulit sekali, seharusnya aku mengikuti Melyra atau Tamayra. Mereka pasti sudah keluar sekarang.” Lestayra melangkah ke arah depannya. Tidak ada jalan lain selain lurus ke depan oleh Labirin ini.


Saat Lestayra melihat jalan didepannya akan berakhir, tiba-tiba saja labirin ini bergeser didepan matanya. “Lah!”


Labirin yang tadinya satu jalur seketika berubah menjadi berbagai macam belokkan. Di depan Lestayra, ada empat jalan yang harus dia pilih.


“Aku tidak mengerti jalan labirin ini. kenapa selalu memberi pilihan disaat jalan telah berakhir. Seakan memberi peluang yang tidak menunjukan hasil akhirnya.”


Lestayra melirik ke arah kanan, ada dua jalan. Dia melihat kedua jalan ini sama-sama memiliki belokkan di dalamnya.


Pandangan Lestayra tertuju pada kirinya, dia melihat ada dua jalan yang sama tapi sedikit perbedaan didalamnya. Salah satu dari jalan itu hanya memiliki satu jalan lurus kedepan.


“Aku tidak suka kehidupan yang berliku-liku....” Lestayra segera melangkah ke kirinya dan masuk ke jalan yang hanya terdapat satu jalur lurus ke dalam.


Mata Lestayra begitu fokus berjalan pada tujuannya, hingga dia melihat sesuatu yang menarik perhatian. Ada sebuah cahaya putih yang lumayan jauh di dalam sana.


“Hantu?” pikir Lestayra saat melihat cahaya putih itu. Matanya memperhatikan lebih dekat apa yang terjadi hingga dia sadar kalau itu adalah cahaya putih yang seperti asap dengan bergumpal.


“Kenapa ada cahaya di siang hari? Ditambah cahayanya begitu terang.” Lestayra mendekat perlahan dan tidak mengalihkan perhatiannya dari cahaya tersebut.


“Kau ingin menangkapku?”


Lestayra terbelak mendengar suara tersebut dan segera melihat kesegala arah.


“Aku didepanmu bodoh!”


Rasa keterkejutan Lestayra semakin menjadi ketika suara itu dekat dengannya dan dia berhenti didepan asap putih dengan cahaya terang itu.


Entah apa yang terjadi, Lestayra seperti mendengar dirinya sendiri berbicara.


“Sepertinya kau menikmati duniamu di sini bukan? Apa sangat menyenangkan tinggal dikerajaan dari pada duniamu yang sesungguhnya?”


Lestayra mengerutkan alis. “Apa maksudmu?”


“Kau, apa kau sadar siapa dirimu dan dari mana kau berasal?”


“Tentu saja aku sadar! Aku tidak seharusnya berada di sini!” sahut Lestayra dengan cepat.


Suara tertawa terdengar ditelinganya. Lestayra mengerutkan alis dan berusaha untuk meraih gumpalan didepannya.


“Lucu sekali, kau bahkan tidak mencari tahu alasan dirimu berada di jaman ini.”


Lestayra terkekeh. “Jutru aneh jika aku mencari tahu. Aku yang terjerat di sini pasti tidak akan tahu apa yang terjadi. Dan untuk mencari tahu, aku sudah mencarinya tapi otakku tidak bisa mengerti apa pun yang terjadi disini.”

__ADS_1


“Kau itu bodoh!”


“Jika kau pintar, kenapa kau tidak memberitahuku saja, Apa yang sebenarnya terjadi di sini?”


Perdebatan yang terjadi antara kedua tidak terlihat di dalam gambaran air yang sedang disaksikan oleh Raja, Ratu dan yang lainnya.


“Apa yang terjadi kepada Lestayra?” tanya Yang Mulia Ratu dengan wajah khawatirnya.


Semua bisa melihat kalau saat ini Lestayra berdiri diam ditempat tanpa bergerak sama sekali. Lalu, mata Lestayra tertutup dalam kondisi berdiri.


“Aku pun tidak tahu, apa yang terjadi kepada Putriku itu.” sahut Yang Mulai Raja.


Sedangkan Para Tetua juga tidak bisa mengatakan apa-apa karena mereka baru pertama kali mengalami semua ini.


Di tempat lain, Melya juga mendapati hal yang sama. sebuah gumpalan putih bercahaya ada di depannya.


“Hei Melyra.”


Mata Melyra berkedip cepat dengan ekspresi terkejut. “S-siapa?”


“Aku adalah dirimu.”


Jari telunjuk Melya tertuju kepadanya dan dengan ekspresi bingung dia berucap. “Aku?”


Gumpalan putih bercahaya itu bergerak mengelilingi Melyra. “Iya, kamu. Apa kau senang berada di dunia ini? apa kau menikmatinya?”


“Melyra, kau sadar seharusnya bukan berada di sini ‘kan? Jika kau sadar, kau harus mencari tahu kenapa kalian berada di sini. Dan....”


Kerutan alis Melya semakin menjadi saat dia melihat gumpalan putih itu mendekat di samping wajahnya. Lalu, dia mendengar gumpalan itu berbisik.


“Jangan sampai, Tamayra yang mengetahui semuanya.”


Setelah berkata seperti itu, cahaya berbentuk gumpalan segera menghilang di depan Melyra. Dia membuka matanya setelah berkedip dan mendapati didepan ada sebuah jalan keluar.


“Tunggu? Apa maksudnya semua itu?”


...°°°...


Tamayra melipat tangannya untuk melihat gumpalan putih yang sedang mengerutuk.


“Apa kau bodoh hah? Kau terlihat seperti anak kecil yang menikmati semua ini. ingatlah, kau sedang berada di jaman yang bukan jamanmu.”


“Siapa kau yang berbicara seperti itu.” kata Tamayra dengan mendengus. Dia melewati gumpalan putih dan berjalan untuk mencari jalan keluar.


“Hei bodoh! Kau tidak mendengarkan perkataanku? Aku akan pastikan semua yang kau cari akan menghilang.”

__ADS_1


“Diamlah!” pekik Tamayra sambil menunjuk kearah gumpalan dengan tongkatnya.


Gumpalan itu segera tertegun dan menjauh dari Tamayra. “Kau mengangguku tahu. Dan siapa dirimu? Beraninya kau meniru suaraku!”


Gumpalan tersebut menghilang tanpa berkata apa-apa. Tamayra yang melihat hal itu segera menghela napas dengan kasar dan melanjutkan langkahnya.


“Si*l sekali, kenapa ada orang seperti itu. tidak, gumpalan aneh yang bodoh!” gerutuk Tamayra.


Disaat semua mengalami masalah yang sama, akhir dari labirin itu telah mengeluarkan Melyra.


Semua yang melihat Melyra keluar dari labirin segera mendekat. “Melyra sayang!” pekik Yang Mulia Ratu dengan segera memeluk Melyra.


Wajah Melyra menunjukkan kebingungan. “Ada apa sayang, kenapa kau seperti ini. apa yang terjadi?” tanya Yang Mulia Ratu dengan bertubi-tubi.


Melyra segera menggeleng. Dia sendiri tidak mengerti apa yang terjadi. Kenapa setelah gumpalan putih itu dia bisa keluar dari labirin.


“Tamayra dan Lestayra?” gumam Melyra dengan melihat sekeliling.


“Mereka belum keluar.” Yang Mulia Ratu menujukkan gambaran dari air yang memperlihatkan dua orang, Lestayra dan Tamarya.


“Sayang, katakan kepada Ibunda apa yang terjadi di dalam sana?”


Melyra melihat kearah Ibunda Ratu. Dia segera menjawab, “Hanya tantangan mencari jalan keluar dan....”


“Dan?”


Semua orang begitu penasaran dengan apa yang akan Melyra katakan.


Sedangkan ditempat lain, Lestayra baru selesai dengan pembicaraannya bersama gumpalan putih berbentuk asap.


“Aku tidak percaya dengan apa yang ku dengar, kenapa kau menyuruhku mewaspadai mereka?” tanya Lestayra.


“Kau akan tahu nanti.”


Setelah berkata sepeti itu, gumpalan putih bercahaya segera menghilang dan Lestayra tertegun ketika melihat Tamayra.


“Eh!”


Keduanya sama-sama terkejut dengan apa yang terjadi. Seharusnya labirin menghalangi jalan di depan mereka. Tapi labirin tersebut sudah membuka jalan untuk keduanya.


“Apa yang terjadi dengan wajahmu Tamayra, kau terlihat kesal.” kata Lestayra sambil melangkah mendekat.


Tamayra menyandarkan tubuhnya sambil menghela napas. “Aku bertemu gumpalan aneh.”


“Gumpalan? Aku juga.”

__ADS_1


Keduanya saling menatap dengan wajah mengerut. Mereka merasakan sesuatu yang salah telah terjadi.


__ADS_2