Thread Of Destiny

Thread Of Destiny
^Pelatihan Khusus^


__ADS_3

Di meja makan semua berkumpul dengan menikmati makan malam mereka. kesunyian memenuhi ruangan, tidak ada satu suara pun yang terdengar, selain suara garpu dan sendok yang saling bertemu.


Setelah makan malam selesai, pelayan-pelayan kerajaan menyajikan makanan penutup. Makanan penutup kali ini adalah roti berselai stoberi.


Semua menikmati makanan penutup tersebut, tapi keadaan terasa sedikit menakutkan saat Tamayra yang berhadapan dengan Selir Vian-Ji.


“Putriku, Tamayra, Lestayra dan Melyra. Ayahanda ingin memberitahukan kepada kalian bertiga.


Besok, Tiga Prajurit Bertopeng ayah, akan melatih kalian untuk mengunakan kekuatan yang ada di dalam diri kalian bertiga,” kata Ayahanda.


Tamayra, Lestayra dan Melyra segera menatap ke arah Ayahanda yang tidak lain adalah Raja Tiran-Rya.


“Pelatihan ini khusus untuk kalian, jangan ada yang tidak menginginkan pelatihan ini. akan lebih baik, jika putriku bisa mengunakan kekuatan yang telah didapatkan oleh kalian sendiri.” Raja menatap ketiga putrinya dengan tenang.


Tatapan yang diberikan oleh Sang Raja Tiran-Rya, membuat Tamayra, Lestayra dan Melyra bersama-sama meneguk saliva mereka.


Ibunda Ratu mengelus lembut tangan Melyra yang kebetulan duduk disampingnya.


Melyra yang merasakan bagaimana elusan tersebut, segera tersenyum hangat dan mengangguk.


“Latihan khusus ini akan dilakukan pada pagi hari. Jadi, jangan sampai kalian telat bangun sayang,” ucap Ratu Destia-Rya.


Ketiganya segera mengangguk bersama dan menghabiskan makanan penutup mereka.


...°°°...


Pagi harinya, apa yang telah disampaikan oleh Raja membuat ketiga gadis segera bersiap. Ketiganya memperhatikan pakaian mereka dan berusaha sebisa mungkin untuk bergerak bebas dengan pakaian yang penuh lilitan ini.


“Tamayra, apa kau sudah memikirkan rencananya?” tanya Lestayra.


Tamayra yang sibuk menguncir rambutnya menjawab, “Belum. Tidak ada yang bisa ku pikirkan saat ini. tapi tenang saja, aku akan berusaha untuk mencari jalan terbaik bagi kita.”


“Bukan hanya dirimu, kami juga akan memikirkan hal yang sama,” ucap Melyra yang telah bersiap.


Ketiganya segera keluar kamar dan melangkah menuju ke halaman belakan istana. Pelayan dan prajurit sendiri yang mengatakan kalau Tiga Prajurit Bertopeng sudah menunggu mereka di halaman belakang.


“Aku sedikit penasaran, apa kita akan dilatih bersamaan?” tanya Melyra dengan berbisik kepada Lestayra.

__ADS_1


Tamayra sibuk memperhatikan sekitar dan mencoba memikirkan cara terbaik untuk bisa memasuki ruang rahasia di perpustakaan.


Selama pencarian Tamayra, Selir Rosita tidak pernah terlihat lagi. Mungkin semua itu karena permasalahan mereka di gazebo. Saat, Tamayra membalas ucapan Selir Vian-Ji.


“Silahkan Putri,” kata pelayan dengan memberikan hormat menunduk.


Setelahnya, mereka pergi meninggalkan ketiga putri yang saat ini tengah memperhatikan sekitar.


“Kita akan berlatih di lapangan luas ini?” tanya Melyra dengan wajah bingung.


“Dimana lagi kita akan berlatih? Justru bagus jika kita bisa berlatih di ruang terbuka.” Lestayra menjawab perkataan Melyra sambil melangkah dengan tenang.


Tamayra mengikuti langkah Lestayra bersama dengan Melyra. Di lapangan yang luas ini, udara menyejukan membuat ketiganya memejamkan mata.


Saat membuka mata setelah menikmati suasana, ketiganya membelak melihat tiga pria bertopeng yang membungkuk.


“Perkenalkan, Namaku Alang.” ucap Prajurit yang berada dibarisan paling tengah. Dia memberi hormat yang tulus seperti ksatria.


“Namaku Drake,” ucap Prajurit bertopeng yang berada di bagian kiri dari Prajurit Alang.


“Dan namaku Hart,” kata Prajurit bertopeng bagian kanan dari Prajurit Alang.


“Selama kenal juga,” ucap Melyra dengan sedikit membungkuk. Tamayra dan Lestayra melakukan hal yang sama seperti dirinya.


Setelah perkenalan, Tiga prajurit bertopeng itu segera menatap mereka. Ada kebingungan diwajah ketiganya saat melihat tiga prajurit ini.


Topeng yang dikenakan oleh Prajurit di depan mereka, tidak memiliki ruang untuk mata atau udara. Bisa di bilang, topeng tersebut full tanpa ada celah. Maka dari itu, mereka sangat penasaran dengan tiga prajurit ini.


“Putri Melyra, silahkan ikut dengan Hart, Hart akan melatih putri dengan kekuatan angin.” Prajurit bernama Hart itu mengulurkan tangan untuk menanti tangan Melyra.


Melihat keramahan dan bagaimana pria ingin bersikap anggun, Melyra segera menyambut uluran tangan tersebut dan melangkah mengikuti Prajurit Hart.


Tidak hanya dirinya, Tamayra dan Lestayra juga mendapatkan perlakuan yang sama dan mereka segera berpencar di lapangan luas tersebut.


Berhenti di tempat masing-masing, Tamayra, Lestayra dan Melyra dikejutkan dengan dinding dari tanah. Dinding tersebut membuat batas penghalan dan tingginya mencapai benteng kerajaan.


“Penghalang ini kami gunakan agar menghindari bentrokkan kekuatan. Mohon untuk tidak panik Putri.” kata tiga prajurit secara bersamaan.

__ADS_1


Berpisah dengan dinding dari tanah, membuat Melyra, Lestayra dan Tamayra merasa cemas. Tapi, mereka tidak bisa membuat rasa cemas itu berkembang. Ketiganya segera menenangkan diri dan mengangguk.


“Baiklah, kita akan mulai latihannya!”


...°°°...


Melyra menatap ke arah Prajurit Hart yang berdiri di depannya saat ini. prajurit tersebut memiliki tinggi yang membuat dirinya harus sedikit mengangkat dagu agar bisa melihat wajah pria tersebut.


“Putri Melyra, kekuatanmu adalah angin. Angin, memiliki dua tipe, angin sepoi dan angin badai. Tapi pada dasarnya semua angin sama. kecil dan besar akan menjadi musuh di tempat yang berbeda.”


“Maka dari itu, akan lebih baik untuk kita membuat kesepatakan terlebih dahulu. kekuatan juga sesuatu yang hidup. Mereka juga menentukan pilihan mereka sendiri.”


“Banyak dari penguna kekuataan yang membuat kesalahan. Mereka menganggap diri mereka adalah orang terkuat. Nyatanya, kekuatan itu sendirilah yang kuat karena kekuataan ini bisa mengendalihkan sang pemiliknya.”


“Sebelum itu, Hart akan mengajarkan kepada putri untuk membuat kekuatan tersebut mengakui Anda sebagai pemiliknya.”


Prajurit Hart menjelaskan tentang kekuatan luar biasa ini. Melyra yang mendengarkan penjelasan tersebut merasa sedikit pusing.


Namun, Melyra mengangguk dengan wajah mengerti. Dia hanya merasa lelah mendengar penjelasan yang sudah seperti guru di sekolahnya.


“Baiklah, kita mulai putri. Bisakah Anda mengulurkan tangan Anda?” tanya Prajurti Hart.


Melyra mengulurkan tangan kanannya. Dengan membungkuk Prajurit itu mengeluarkan sebilah pisau yang membuat Melyra membelak.


“U-untuk apa benda itu?” tanya Melyra dengan suara gagapnya.


Prajurit Hart berucap, “Sebilah benda tajam ini akan digunakan untuk mengores sedikit jari Anda. Membuat kekuatan mengakui diri kita, harus dengan meneteskan darah kita sendiri.” jelasnya.


Melyra hanya ber ‘oh’ dan melihat benda tajam itu mengores jarinya. Setelah darah mengalir dari goresan tersebut, Prajurit Hart meneteskan darah itu di telapak tangan kanannya.


Tanpa menunggu lama, Melyra merasakan kekuatan disekitarnya. Dia merasa hembusan angin yang kuat hingga depu dari lapagan terangkat.


Lalu, bagian punggungnya, ada rasa terbakat yang mengukir. Seperti mengambar sesuatu dipunggung Melyra.


“Aghhh!” Melyra berteriak dengan rasa sakit yang dia rasa. Kesakitan itu berasal dari punggungnya.


Angin yang keluar dari tubuh Melyra segera menggelilinginya, membuat Prajurit Hart mengeluarkan kekuatan yang lain.

__ADS_1


Tanah yang dingin membungkus tubuh Melyra dengan cepat dan rasa sakit di punggung menghilang seketika. Dia menatap ke arah Prajurit Hart.


“Dua kekuataan?” tanya Melyra dengan wajah kesakitan.


__ADS_2