Time Teaches Me To Love

Time Teaches Me To Love
Part 2


__ADS_3

Fang Qi datang ke kantor Lian Sen dengan diantar oleh Maggie. Ia membawa dua contoh undangan dan meminta pendapat Lian Sen. Yang ceria apa sederhana?


Tanpa menoleh Lian Sen bilang kalo dia nggak mau milih. Nggak akan dipakai juga.


Fang tetap sabar. Ia meletakkan dua undangan itu di atas meja dan mengingatkan kalo semuanya sudah diumumkan dan jamuan pertunangan juga hampir siap.


Ia menuduh kalo Lian Sen ingin menghindari pernikahan. Itu bukan gayanya. Atau apa Lian Sen ingin menikahi wanita lain?


Lian Sen memberitahu kalo dia sudah punya pacar. Fang langsung tahu kalo yang Lian Sen maksud adalah Lin Lu. Tapi dia nggak percaya karena selama 20 tahun ini satu-satunya wanita yang ada di samping Lian Sen hanya dia. Maggie juga ding. Dan cuman dalam beberapa hari Lian Sen bilang kalo dia punya pacar? Dikiranya dia bakal percaya?


Lian Sen santai. Dia bangkit dan merasa kalo harusnya Fang lebih tahu kalo mereka nggak akan pernah tunangan. Lian Sen berbalik dan menaruh sebuah dokumen ke dalam rak.


Fang hanya bisa menghela nafas. Dia bersikukuh akan tetap melanjutkan pertunangan itu dan menyuruh Lian Sen untuk melanjutkan pekerjaannya sementara ia akan melihat persiapannya.

__ADS_1


Fang keluar dengan perasaan marah. Para karyawan terusĀ  menatapnya. Zichen tiba-tiba menelponnya. Mereka lalu ketemuan di jembatan.


Zichen berniat menghibur Fang dengan nyanyian tapi Fang benar-benar nggak mau mendengarnya. Dia berniat pergi tapi Zichen malah menanhannya.


Ia mengucapakan selamat atas pertunangan Fang dengan Lian Sen. Ia lalu kembali bernyanyi memuji senyuman Fang dan berhasil membuatnya tersenyum. Biasanya dia selalu terlihat serius.


Fang pun berterima kasih. Zichen mengaku sulit pas latihan. Dia sendiri nggak pandai nyanyi. Dan kalo nggak salah lagu itu adalah lagu favoriitnya Fang. Fang meralat, bukan lagu favoritnya tapi ibunya.


Ia merasa harus melakukan sesuatu buat pria yang dia benci dan wanita yang ia sayangi. Ia sangat tertekan karena dalam hubungan itu Fang yang paling banyak memberi. Tapi ia akan memberikan restunya kalo itu adalah kebahagiaan yang Fang inginkan.


Fang menatap Zichen dan nggak ngerti kenapa tiba-tiba jadi puitis gitu. Zichen hanya tersenyum lalu merentangkan tangannya minta dipeluk.


Fang nggak mau. Ia berbalik dan mau pergi. Zichen menyusulnya dan merengek minta dipeluk.

__ADS_1


Lin Lu menghitung semua uang yang ia dapatkan dari bekerja paruh waktu. Jing Jing menanyakan berapa lagi kurangnya?


Lin Lu menghitungnya, 337.804 Yuan. Jing Jing nggak ngerti kenapa masih banyak aja kurangnya. Lin Lu memberitahu kalo untuk kontrak yang ia dapatkan belum dibayar full. Baru 30.000 Yuan aja yang ia dapat.


Jing Jing menyarankan agar Lin Lu minta dibayar di muka. Lagian Presdirnya kan sangat kaya dan 100.000 Y nggak ada artinya bust mereka.


Jing Jing menyarankan agar Lin Lu nenemui Presdir dan meminta bantuan. Ucapkan beberapa kalimat dan kalo perlu tereskan beberapa air mata.


Lin Lu nggak yakin apa itu akan berhasil? Jing Jing menghela nafas dan bertanya apa Lin Lu punya cara lain? Lin Lu menggeleng. Nggak.


Lian Sen mendapat kiriman foto Lin Lu saat di klub malam. Dia kesal. Beberapa saat setelahnya Lin Lu datang. Ia meminta pembayaran di muka untuk kontrak perwakilan.


Lian Sen menyindir, Lin lu masih ingat kalo dia seorang perwakilan? Ia melemparkan foto yang baru saja ia dapat ke Lin Lu.

__ADS_1


__ADS_2