
Lian Sen bekerja di kamarnya. Lin Lu mengetuk pintu dan ia mempersilakannya untuk masuk.
Lian Sen kaget lihat Lin Lu pakai masker kopi. Dikira hantu barangkali. Lin Lu menanyakan merk beruang Lian Sen. Lian Sen menyuruh Lin Lu untuk keluar. Dia mau tidur.
Lin Lu berniat mematikan lampu tapi Lian Sen melarangnya. Lin Lu merasa kalo Lian Sen aneh karena tidur tanpa mematukan lampu.
Lian Sen menutup laptopnya. Ia nggak akan bisa tidur karena beruangnya sudah nggak ada.
Lin Lu menemui Liang di tempat kerja dan membawakannya teh. Liang menerimanya dan bertanya kenapa Lin Lu punya waktu untuk menemuinya? Mereka tampak dekat dan hal itu dimanfaatkan oleh orang yang mengambil gambar diam-diam.
Lin Lu menunjukkan ponselnya dan menanyakan apa Liang pernah melihat boneka seperti itu? Liang memberitahu kalo di lantai 2 ada yang menjual boneka seperti itu. Tapi seingatnya Lin Lu nggak suka boneka.
Lin Lu memberitahu kalo boneka itu bukan untuknya tapi untuk Presdir. Ia lalu pamit mau ke atas.
Liang memanggil Lin Lu dan menanyakan apa sekarang ia sedang nggak bahagia? Lin Lu memaksakan senyumnya sambil menggaruk kepala. Ia pamit. Dan kalo nggak ada maka ia akan mencari di tempat lain.
Pria yang mengambil foto Lin Lu diam-diam mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.
CEO Sally meminta orang yang ia telpon untuk menyelidiki latar belakang seseorang. Ia meminta agar orang di seberang melaporkan segala sesuatu padanya.
__ADS_1
Seorang pria menghampiri CEO Sally dan memanggilnya papa. Ia memberitahu kalo ia punya rencana baru untuk mengalahkan Huanzheng. CEO Sally menatap anaknya dan mengingatkan kalo tiap kali ia mengatakannya, tiap itu juga kekeringan terjadi.
Ia melarang anaknya untuk ikut campur dan menyuruhnya untuk mencari tempat lain untuk bermain. Ia mengaku sudah punya rencana sendiri.
Anak CEO Sally malah senang diijinkan untuk bermain. Ia akan pergi dan meminta uang pada ayahnya. CEO mengangguk dan pria itu lalu pergi dengan senangnya.
Lin Lu datang ke toko boneka dan melihat kalo boneka yang ia cari ternyata harganya mahal. Ia nggak habis pikir gimana bisa mahal padahal nggak dibuat dari emas juga. Penjaga toko sampai menegurnya yang dari tadi milih mulu tapi nggak beli. Kalo nggak mampu, beli saja di pasar.
Lin Lu melangkah sambil mengatakan kalo Presdirnya nggak suka boros. Ia akan beli di tempat lain. Penjaga toko menanyakan apa yang dimaksud adalah presdir Huanzheng? Lin Lu mengangguk. Pemilik toko nampak menyesal karena sudah bilang begitu pada Lin Lu.
Fang sedang berada di butik dan memilih gaun. Seorang pria kemayu bernama Tony menghampirinya. Ia mendengar kalo Fang ingin merubah penampilannya?
Lin Lu nggak sengaja melihat penjual boneka di depan store. Kata penjualnya harganya hanya 9 yuan. Lin Lu berhenti dan melihat-lihat. Ada satu boneka yang seukuran dengan milik Lian Sen. Ia langsung mengambilnya dan membayarnya. 10 yuan.
Ternyata harga dari boneka beruang itu 80 yuan. Lin Lu protes, kan tadi dibilangnya 9 yuan??!! Penjualnya mengambil boneka **** dan bilang kalo yang 9 yuan yang itu. Yang beruang 80 yuan. Lin Lu menawar 40 yuan.
Penjualnya nggak mau. Nanti dia bisa rugi. Ia mengambil beruang yang lebih kecil dan memberikannya pada Lin Lu untuk mengganti yang besar. Lin Lu nggak mau. Dia meletakkannya dan nggak jadi beli.
Lin Lu berjalan sambil menghitung dalam hati, 1, 2, 3,... . Tahu-tahu penjualnya memanggil dan setuju dengan 40 yuan. Lin Lu tersenyum. Ia kembali dan membayarnya.
__ADS_1
Lin Lu sudah sampai di rumah. Ia memakaikan pita ke beruang yang baru saja ia beli dan menyandingkannya dengan boneka milik Lian Sen.
Nggak lama kemudian Lian Sen pulang. Lin Lu menyapanya tapi Lian Sen sama sekali nggak melihatnya.
Lin Lu memberitahu kalo dia sudah menemukan boneka Lian Sen. Lian Sen menoleh sedikit dan bilang tahu habis itu naik ke kamarnya. Lin Lu tersenyum dan menyusul ke atas.
Lian Sen sudah selesai mandi dan berganti pakaian. Ia masuk ke kamarnya dan melihat beruang dari Lin Lu sudah ada di samping tempat tidur bersama dengan beruang miliknya.
Lian Sen maju dan mau mengambilnya tapi tahu-tahu malah bersin. Ia berusaha menahannya dan berhasil mengambil beruang itu.
Tiba-tiba beruang itu mengeluarkan suara. Aku beruang kedua. Aku selucu Xiong Da. Aku berharap bos mau menerimaku. Lian Sen kaget dan menjatuhkannya.
Ia lalu membuka laci dan mengambil masker dan sarung tangan untuk membuang beruang dari Lin Lu.
Hari sudah makin malam tapi Lian Sen masih sibuk kerja. Ia mau minum tapi gelasnya ternyata sudah kosong. Ia bangkit dan mau mengambil minum. Ia melihat beruang Lin Lu di keranjang sampah dan terpikir sesuatu.
Lin Lu sendiri juga masih belum tidur. Ia sedang asik membaca buku di sofa. Lian Sen duduk nggak jauh darinya dan menuang air ke dalam gelas. Belum tidur? Lin Lu hanya melihat Lian Sen dan nggak menjawab.
Lian Sen bangkit dan mau kembali ke kamarnya. Ia mematikan lampu. Lin Lu langsung menanyakan bukannya Lian Sen belum mau tidur? Dengan seenaknya Lian Sejkbilang kalo dia hanya ingin melakukannya. Lin Lu kesal. Ia lalu masuk ke kantung tidurnya, siap untuk tidur.
__ADS_1