Time Teaches Me To Love

Time Teaches Me To Love
Part 2


__ADS_3

Fang Chi malah merasa sebaliknya. Dia sangat memikirkannya. Ia juga sama sibuknya dengan Lin Sen. Fang Chi mengancam kalo Lin Sen nggak ingin Cinderella dan bisnis lainnya pergi, kan?


Lin Sen memotong, dia mengaku nggak ingin menikah cuman buat membantu keluarganya keluar dari masalah itu. Fang Chi sesumbar kalo uangnya bisa membantu Huanzhen buat mengatasi kesulitannya. Dan dia percaya cepat atau lambat dia akan bersama Lin Sen.


Lin Sen mempersilakan kalo Fang Chi mau berpikir begitu. Ia mengingatkan kalo dia nggak bercanda. Lin Sen lalu pamit.


Zhichen yang berdiri di dekat Lin Lu menyuruh Lin Lu untuk mendatangi Fang Chi. Lin Lu mengerti dan segera kesana. Ia menanyakan apakah Fang Chi masih menginginkan kopi dan saladnya?


Fang Chi mengiyakan karena dia sudah memesannya. Lin Lu mengiyakan dan menyampaikan kalo ia akan segera membawakannya. Nggak tahu kenapa Zhichen menatap Fang Chi dengan tatapan aneh.


Malamnya Lin Lu ngumpul sama teman-temannya, Jing Jing dan Master Long. Mereka minum-minum sambil makan membahas tentang pekerjaan Lin Lu di Huanzhen.


Sepengetahuan Jing Jing, Huanzhen hanya menerima lulusan terbaik. Dia heran kenapa mendadak bisa ada banyak posisi kayak gitu.


Master Liang mengingatkan kalo perusahaan itu punya Presdir baru dan mereka sedang meluncurkan produk baru jadi ia rasa wajar kalo persyaratan buat rekrutmen baru berkurang. Jing Jing merasa kalo Presdir barunya pasti sangat tampan.


Lin Lu memberitahu kalo dia sudah mencari Presdir baru di internet tapi nggak menemukan satu fotopun. Menurutnya kalo Presdirnya tampan, kenapa nggak mau mempublikasikan diri?


Lin Lu dan Jing Jing lalu kompak menatap Liang. Mungkin Liang pernah lihat? Liang minta agar mereka nggak usah melihat mereka kayak gitu dan sesumbar kalo dia jauh lebih tampan dari Presdir baru. Mereka lalu bersulang.


Keesokan Harinya...

__ADS_1


Hari sudah pagi. Lin Lu dan Lian Shen bangun bersamaan. Lian Sen langsung lari di treatmil sedangkan Lin Lu meyisir rambut. Lian Sen naik mobil, Lin Lu-nya naik otoped.


Di tengah perjalanan Lin Lu melihat penjual makanan. Kurang tahu makanannya apaan. Dia membayar secara online.


Tiba-tiba angin bertiup agak kencang. Otopednya Lin Lu jatuh dan langsung kelindes sama mobilnya Lian Sen.


Lah? Lin Lu kesal banget. Dia mau ngejar mobilnya Lian Sen tapi nggak bisa dan hanya ingat nomor plat mobilnya aja.


Akhirnya Lin Lu sampai juga di Huanzhen. Tempatnya sangat besar. Dia langsung selfie di lobi kantor. Nggak lama kemudian Lian Sen masuk.


Lin Lu langsung menghampirinya dan minta difotoin. Lian Sen menerima ponsel Lin Lu dan nggak ada niat sedikitpun buat ngambil foto sementara Lin Lunya udah pasang banyak gaya.


Lin Lu nggak terima. Dia pun mengejar Lian Sen. Karena Lin Lu belum dapat kartu pengenal, ia pun minta satpam buat membukakan akses untuknya karena ia akan ikut interview. Satpam mengiyakan dan membukakan untuk Lin Lu.


Lin Lu lalu menemui Lian Sen dan pasang wajah sinis. Apa Lian Sen lupa nyimpan? Dia pun mengajari Lian Sen gimana caranya menyimpan gambar.


Lian Sen memalingkan wajahnya malas. Lin Lu tersenyum dan menduga kalo Lian Sen juga karyawan Huanzhen. Sambil menyentuh lengan Lian Sen ia merasa kalo perawatan teh Huanzhen nggak buruk.


Lian Sen merasa risih disentuh-sentuh sama Lin Lu. Ia lalu membersihkan lengannya.


Lin Lu memberitahu kalo dia datang buat interview menjadi make up artis. Ia memperkenalkan diri dan merasa kalo mereka akan jadi kolega nantinya. Ia mengulurkan tangannya bermaksud ngajak salaman tapi Lian Sen sama sekali nggak respon.

__ADS_1


Pintu lift terbuka. Lian Sen masuk dan meninggalkan Lin Lu begitu saja.


Lin Lu kesal. Dia menarik tangannya kembali dan ikut masuk lift. Lin Lu memperhatikan penampilan Lian Sen dari ujung kaki sampai ujung kepala.


Nggak mau salaman, nggak mau ngomong dan wajahnya kaku. Menurut Lin Lu Lian Sen pasti orang yang takut bersosialisasi.


Bermaksud buat basa-basi Lin Lu menanyakan apa Lian Sen sering diatur sama orang lain saat di kantor?


Lian Sen hanya melirik Lin Lu sambil membatin, gadis ini g*la apa, ya? Lin Lu juga jadi malas jadinya. Dia memalingkah wajahnya.


Fang Qi menunggu Lian Sen di ruangannya ditemani Maggie, sekretarisnya Lian Sen. Fang Qi mengaku mendengar kalo dengar kalo Manajer senior mengundurkan diri secara bersamaan. Ia menanyakan apa yang terjadi?


Maggie memberitahu kalo pagi ini ada berita laporan pengunduran diri kolektif. Fang Qi lalu menanyakan apakah itu akan mempengaruhi peluncuran produk baru?


Maggie merasa kalo Fang Qi mungkin punya rencana khusus untuk menanganinya.


Nggak lama kemudian Lian Sen datang. Ia meminta Maggie untuk mengirimkan resume dari masing-masing departemen ke emailnya.


Maggie mengiyakan lalu pergi. Lian Sen duduk di dekat Fang Qi. Fang Qi mengajaknya sarapan. Lian Sen menolak dan bilang kalo dia sudah sarapan.


Fang Qi mengaku sudah mendengar situasi di Huangzhen. Dia punya ide dan nggak masalah kalo manajer senior mengundurkan diri bersamaan, menurutnya itu akan membuat peluncuran produk baru Lian Sen jadi laris.

__ADS_1


__ADS_2