
Jing Jing membantu Lin Lu membereskan barang. Lin Lu sendiri cuman duduk di atas tempat tidur fan nggak ngapa-ngapain. Jing Jing mengucapkan selamat padanya karena telah berhasil menjadi burung phoenix. Lin Lu nggak bilang apa-apa.
Jing Jing nggak ngerti kenapa Lin Lu malah mengeluh? Harusnya kan dia bahagia. Tadinya ia dan Liang sangat mengkhawatirkan masa depan Lin Lu. Jing Jing merasa kalo Lin Lu beruntung. Ia duduk di dekat Lin Lu dan memberitahu kalo minuman anggur favoritnya sudah dekat.
Lin Lu meminta agar Jing Jing nggak membahas masalah itu. Ia mengingatkan kalo Liang belum kembali. Ia ingin membayar sewa. Jing Jing merasa kalo itu nggak mudah. Ia akan memberikannya untuk Lin Lu.
Lin Lu tampak makin murung. Jing Jing merangkulnya dan mengaku mengerti kalo Lin Lu nggak bisa berpisah dengannya. Dia juga begitu. Tapi mereka tetap bersaudara. Kalo Lin Lu merindukannya maka ia akan menghubungi Lin Lu.
Lin Lu mengangguk dan tersenyum. Jing Jing mendorong Lin Lu agar bergegas. Jangan sampai keluarga barunya menunggu terlalu lama. Lin Lu bukannya bangkit malah memeluk Jing Jing. Jing Jing meminta agar Lin Lu melepaskannya. Lin Lu menggeleng. Nggak mau.
Fang berdiri di jembatan. Ia teringat apa yang dikatakan Lian Sen malam itu. Ia bisa memberikan apa yang Lin Lu berikan ke Lian Sen. Apa di mata Lian Sen ia sama sekali nggak sebanding dengan lin Lu?
__ADS_1
Fang menghela nafas. Zichen tahu-tahu datang membawa pelampung dan lumba-lumba. Fang nggak ngerti kenapa Zichen berpakaian seperti itu. Zichen menilai kalo suasana hati Fang sedang buruk. Harusnya dia olahraga atau pakai bikini.
Fang tersinggung dan menjewer telinga Zichen. Apa yang dia pikirkan? Zichen memberitahu kalo dia sedang membicarakan tenang olahraga pantai, mendayung, voli pantai. Bukankah Fang suka voli pantai. Apa yang salah dengan Fang? Apa dia sudah jadi patung budha, menghadap laut dan linglung.
Fang menatap Zichen kesal dan melarangnya bicara lagi. Ia melangkah dan menjauh dari Zichen. Zichen menyusul Fang. Fang bertanya apa menurut Zichen ia sudah gagal?
Zichen bilang sedikit. Fang meminta Zichen untuk memikirkan cara untuk mendapatkan hati Lian Sen. Selama berhari-hari kemarin ia merasa depresi. Zichen mengaku nggak bisa memikirkan apapun. Ia langsung dapat tatapan sinis dari Fang.
Zichen memberitahu kalo maksudnya bukan itu. Maksudnya adalah nggak ada gunanya Fang marah setelah apa yang sudah ia lakukan. Ia menyarankan agar Fang bersantai. Sudah bertahun-tahun. Apa Fang masih akan begitu? Khawatir dengan kegagapan itu bukan gaya Fang. Dimatanya Fang adalah wanita yant tegas dan selalu mendominasi. Ia menawarkan agar Fang turun dan berenang. Kali ini ia yang akan mendominasi.
Fang nggak mau. Apa Zichen pikir ia seorang pria? Ia membenarkan apa yang Zichen bilang kalo ia sudah mengalami kegagalan sekali dan dua kali. Menurutnya itu nggak buruk. Ia adalah seorang pejuang. Fang sudah bisa kembali tersenyum. Ia mengajak Zichen untuk pergi. Zichen nggak ngerti pergi kemana maksud Fang? Dia kasih ingin berenang.
__ADS_1
Jing Jing mengantar Lin Lu keluar rumah. Ia bahkan membawakan koper Lin Lu. Lin Lu sendiri masih berat. Jing Jing menyuruhnya untuk bergegas. Lin Lu ingin balik lagi, mau ngambil celengannya. Jing Jing memberitahu kalo dia sudah memasukkannya di dalam kopor. Lin Lu mencari alasan lain. Sabun wajah yang Jing Jing berikan... .
Jing Jing juga sudah memasukkannya. Ia meminta Lin Lu agar nggak membuang waktu lagi. Ia menghampiri Lin Lu dan merangkulnya. Jalan Lin Lu ada di depan. Di tengah jalan sana ada Presdirnya, si Pangeran tampan.
Liang kebetulan pulang. Jing Jing menyapanya. Ia memberitahu kalo Lin Lu akan pindah ke rumah presdir. Liang nggak menjawab. Ia seolah marah dan bahkan nggak mau menatap Lin Lu. Ia berjalan melewati Lin Lu tanpa bilang apa-apa.
Lin Lu juga merasa sedih. Ia memanggil Liang dan mengucapkan terima kasih atas kebaikannya selama ini. Liang meminta agar Lin Lu jaga diri baik-baik. Habis itu dia kembali berjalan dan masuk rumah.
Jing Jing kembali menarik Lin Lu agar nggak melihat Liang terus. Walaupun nggak bisa menjamu Lin Lu, tapi ia akan mengirimnya pergi dengan sesuatu yang beda. Jing Jing menatap Lin Lu dan menggenggam tangannya. Ia menasehati agar Lin Lu menjaga dirinya sendiri karena ia nggak ada di dekatnya lagi.
Lin Lu lalu memeluk Jing Jing dan janji akan kembali. Jing Jing mengatakan kalo Lin Lu nggak perlu kembali. Kalo di masa depan ada yang mengganggu Lin Lu, maka Lin Lu harus memberitahunya dan ia akan membalaskan dendamnya.
__ADS_1
Jing Jing melepaskan pelukannya dan menyuruh Lin Lu untuk cepat pergi. Ia lalu berbalik dan berjalan meninggalkan Lin Lu sambil melambaikan tangan. Lin Lu terus menatap Jing Jing sampai ia masuk rumah.