Time Teaches Me To Love

Time Teaches Me To Love
Eps.6 Part 1


__ADS_3

Lin Lu nggak nyangka kalo ternyata itu yang ingin Lian Sen bicarakan dengannya. Ia terang-terangan menolak. Ia memberitahu kalo ibunya berpikiran kolot. Kalo sampai tahu maka ia akan mematahkan kedua kakinya.


Lin Lu mengambil makanannya kembali dan membawanya pergi. Lian Sen santai lalu meminum kopinya.


Lin Lu di rumah sakit bersama ibunya menemui Lin Cheng. Ibu ingin tahu apakah Lian Sen benar-benar pacar Lin Lu apa enggak? Ibu mengaku nggak tahu kalo dia nggak dengar gosip dari orang dan diberitahu oleh Lin Cheng.


Lin Lu kesal dan mau memukul Lin Cheng tapi ditahan oleh ibu. Lin Cheng memberitahu kalo Lian Sen sangat baik padanya. Ia menasehati agar di masa depan Lin Lu nggak bertengkar dengan Lian Sen. Dengan IQ yang Lin Lu punya sebaiknya mendengarkannya. Ibu juga menasehati agar Lin Lu mendengarkan adiknya. Ibu meminta agar Lin Lu memegang Lian Sen erat-erat.


Ibu lalu menyuruh Lin Lu untuk kembali pada Lian Sen dan ia yang akan mengurus Lin Cheng. Lin Lu mengiyakan. Ia lalu pamit pada ibu dan adiknya.


Ternyata Lian Sen juga mau ke rumah sakit. Lin Lu langsung berbalik saat melihatnya. Lian Sen menghampiri Lin Lu dan menegurnya yang nggak menyapanya padahal sudah melihatnya. Bukannya itu nggak sopan?

__ADS_1


Lin Lu tersenyum dan melambaikan tangannya. Ia nggak ngerti kenapa Lian Sen ada di sana dan menuduhnya mengikutinya. Lian Sen tersenyum. Menututnya wajar ia mengunjungi keluarga Lin Lu sebagai pacarnya.


Lin Lu mengingatkan kalo mereka hanya pacar palsu. Lian Sen nggak perlu terlalu serius. Kan dia sudah pernah bilang. Ia menakut-nakuti kalo ibunya sangat menyeramkan. Ibunya akan mematahkan kaki Lian Sen. Ia lalu menyarankan agar Lian Sen pergi saja.


Lian Sen nggak takut. Ia justru ingin mencobanya. Lin Lu buru-buru melarangnya. Lian Sen mengiyakan. Ia menanyakan pendapat Lin Lu. Lin Lu merasa kalo tinggal bersama adalah masalah besar. Jadi ia harus mempertimbangkannya dengan baik.


Lian Sen menyindir, untuk hidup bersama Lin Lu harus memikirkannya lebih dulu. Tapi sekarang Lin Lu harus memenuhi kewajibannya sebagai perwakilan perusahaan. Lin Lu lalu berbalik dan meninggalkan Lin Lu. Lin Lu aja sampai bingung kenapa Lian Sen berubah pikiran. Ia merasa kalo ada yang salah.


Maggie datang membawakan beberapa dokumen yang harus Lian Sen tandatangani. Lian Sen menerimanya dan akan memberikannya pada Maggie besok. Ia mempeesilakan Maggie untuk pulang dulu.


Lin Lu senang mendengarnya. Ia mengemasi tasnya dan mau ikut pulang. Lian Sen memberitahu Maggie kalo ia mengirim beberapa foto ke emailnya dan nemintanya untuk menanganinya. Maggie mengiyakan lalu pergi.

__ADS_1


Lin Lu bangkit dan mau pulang tapi Lian Sen melarangnya. Ia bangkit dan menghampiri Lin Lu. Perasaan dia nggak menyuruh Lin Lu pulang. Lin Lu berpikir kalo Lian Sen sudah selesai kerja makanya menyuruh Maggie pulang. Lian sen memberitahu kalo dia akan lembur...bersama Lin Lu.


Lin Lu langsung lemas dan kembali duduk. Ia mengingatkan kalo ia sudah duduk di sana sepanjang hari dan itu nggak termasuk ruang lingkup kontrak perwakilan. Lian Sen malah terpancing. Apa Lin Lu keberatan? Menurut kontrak yang mereka buat... .


Lin Lu langsung berdiri dan minta agar Lian Sen nggak melanjutkannya. Senyumnya kembali mengembang. Gimana bisa ia keberatan? Semua yang Presdir katakan adalah benar. Lian Sen seolah puas dan kembali ke mejanya. Dalam hati ia ingin tahu sampai berapa lama Lin Lu bisa bertahan?


Lin Lu kembali membaca bukunya. Lian Sen tiba-tiba minta dibuatkan kopi. Lin Lu benar-benar kesal. Lian Sen mengetuk meja pakai pulpen dan kembali meminta kopi. Lin Lu terpaksa mengambilkannya. Tapi Lian Sen mendadak berubah pikiran dan bilang ingin air putih


Lin Lu berbalik dan mau mengambilkannya. Lian Sen tertawa. Lin Lu kembali menghadap Lian Sen dan menuduh kalo ia sengaja melakukannya. Lian Sen menatap Lin Lu tajam. Lin Lu nggak berani ngomong lagi. Ia pun mengambilkan apa yang Lian Sen pesan.


Lin Lu mengambil air putih. Ia ingin mengerjai Lian Sen dan pura-pura terjatuh sehingga air itu tumpah mengenai pakaian Lian Sen. Lin Lu meminta maaf dan mengaku nggak sengaja. Ia mau membersihkannya tapi Lian Sen melarang. Dia punya banyak pakaian. Ia menyuruh Lin Lu untuk duduk saja.

__ADS_1


Lin Lu kembali ke sofa sambil tersenyum puas bisa mengerjai Lian Sen. Lian Sen mengambil jasnya dan pergi untuk ganti baju.


__ADS_2