
Lin Lu bangun dan segera melepaskan kantong tidurnya. Lian Sen menuruni tangga dan menghampirinya.
Lin Lu langsung menutup matanya. Lian Sen pakai baju nggak, sih? Lian Sen hanya tersenyum. Emangnya apa yang Lin Lu pikir? Dia akan ganti baju dan ngajak Lin Lu bicara nanti.
Lin Lu mengangguk. Lian Sen pun pergi dan Lin Lu merasa lega. Tiba-tiba ponselnya bunyi. Kurang jelas telponnya dari siapa. Yang jelas habis terima telpon dia langsung pergi. Lin Lu berseru ke Lian Sen buat bicara lain kali saja.
Lian Sen sudah ganti baju dan mencari Lin Lu yang sudah nggak ada. Dia malah jadi kesal sama Lin Lu. Dikira nggak terjadi apa-apa.
Fang sedang berjalan di atas treadmil. Zichen terus menatapnya. Fang kesal. Belum cukup menatapnya? Zichen seperti nggak sadar mengiyakan. Zichen mengaku nggak mengkhawatirkan Fang karena semalam mabuk dan menangis. Dia sudah memghabiskan banyak waktu sama Fang.
Fang mengaku sudah menemukan jawaban. Zichen terkejut dengan apa yang Fang katakan. Ia mengira Fang akan mencari pengganti Lian Sen. Mikirin perasaannya barangkali.
__ADS_1
Fang menyangkalnya. Apa Zichen bisa memberikan pendapat yang berguna? Zichen merasa kalo itu untuk kebaikan Fang. Menurutnya Fang harus... .
Fang nggak mau mendengarkan Zichen dan meninggalkannya. Zichen menyusul Fang. Fang mengingatkan kalo mereka sudah bersama selama 20 tahun. Dikira dia b*doh? Apa mereka yang terlalu naif?
Fang memperlihatkan foto Lian Sen dan Lin Lu yang selama ini ada di pemberitaan. Menurutnya mereka nggak sedekat itu.
Zichen nggak sependapat. Menurutnya mereka jatuh cinta. Fang merasa kalo ada yang salah. Zichen menanyakan apa yang akan Fang lakukan? Fang tersenyum sambil bilang kalo itu bukan urusan Zichen lalu pergi.
Fang menatap Maggie tajam lalu masuk. Dia cuman mau minta waktu 3 menit dan akan pergi setelahnya. Fang mengaku nggak peduli Lian Sen mau menikah dengannya atau enggak. Dan walaupun dia kehilangan akal sehatnya.
Fang memberitahu kalo mulai hari ini dia akan mengejar Lian Sen. Nerima atau enggak itu hak Lian Sen. Tapi mengejarnya atau enggak itu adalah kebebasannya.
__ADS_1
Lian Sen hanya menatap Fang dan nggak bilang apa-apa. Fang berbalik dan hendak pergi. Mendadak dia berhenti dan kembali menatap Lian Sen. Ia mengingatkan kalo teater akan diadakan jam 4 sore nanti. Dan dia akan terus menunggu sampai Lian Sen datang.
Lian Sen ingin menyampaikan keberatannya tapi Fang keburu pergi. Maggie bangkit selepas Fang keluar dari ruangan Lian Sen untuk menutup pintu.
Lian Sen mengambil ponselnya dan menelpon seseorang. Lin Lu sendiri sedang ada di rumah sakit akan menjenguk Lin Cheng. Ia berdiri di pintu dan melihat Lin Cheng yang sedang mainan ponsel.
Ponselnya bunyi. Ia mematikan telponnya dan menghampiri adiknya. Lin Cheng asik main sampai nggak menyadari kedatangannya. Lin Lu memarahinya karena main terus.
Lin Cheng mengaku ingin menanyakan satu hal. Lin Lu mempersilakan. Lin Cheng menyinggung tentang berita tentang Lin Lu belakangan di internet. Apa itu benar?
Lin Lu mengambil berondong Lin Cheng dan memakannya. Dia nghak ingin menjawabnya. Lin Cheng kembali bertanya apa semua gara-gara dia? Lin Lu jadi melakukan hal yang sebenarnya nggak ingin ia lakukan?
__ADS_1
Lin Lu menanyakan apa yang adiknya pikirkan. Ia memberitahu kalo ia bukan orang yang akan melakukan apa saja demi uang. Lin Cheng berpikir kalo berita itu nggak benar. Ia bilang ke Lin Cheng kalo ia ingin ketemu dengan kakak iparnya.