
Lian Sen meminta Lin Lu untuk mengatakannya berkali-kali. Ia nggak akan mengatakannya meskipun ia terbunuh.
Dan saat Jing Jing menanyakan gimana bisa Lin Lu punya hububgan dengan Presdir ia buru-buru menutup mulutnya pakai bantal.
Lin Lu mengunjungi Lin Cheng di rumah sakit. Bibinya memintanya untuk cerita pelan-pelan gimana sekarang dia bisa jadi sangat mampu? Lin Lu hanya tersenyum dan bilang nggak akan mengatakannya.
Lin Lu baru pulang dan berpapasan dengan Liang. Liang menanyakan apa yang Lin Lu lakukan? Lin Lu menutup mulutnya dan langsung masuk.
Saat tidur pun Lin Lu menutup mulutnya. Tiba-tiba dia bangun dan janji nggak akan mengatakannya.
Lin Lu berjalan sambil mengirim pesan ke Lian Sen. Ia mengarang cerita pertemuan pertama mereka di game Love 020. Lian Sen tiba-tiba melamarnya dan mereka bekerjasama tiap hari.
2 orang yang saling mencintai. Lin Lu nggak nyangka kalo dalam kehidupan nyata Lian Sen adalah Presdir yang dingin dan sombong dan ia seorang adik kecil.
Lin Lu menanyakan pendapat Lian Sen tentang rencananya.
Lian Sen membaca semua pesan dari Lin Lu lalu menulis, sedikit bicara sedikit kesalahan. Eh, nggak jadi, ding.
Lian Sen menghapus pesannya dan membiarkan semua sesuai keinginan Lin Lu aja.
Lin Lu kesal karena Lian Sen nggak membalas pesannya. Akhirnya ia mengirimkan pesan suara.
Kenapa Lian Sen diam saja? Shan Shan akan datang. Dan Lian Sen tetap nggak menanggapinya.
__ADS_1
Tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti di dekat Lin Lu. Sopirnya keluar dan menyampaikan kalo Presiden ingin ketemu sama Lin Lu.
Nggak lama kemudian Lin Lu sudah ada di rumah ayah Lian Sen. Ia menceritakan pertemuannya dengan Lian Sen melalui dunia maya.
Panjang banget perjalanan mereka yang Lin Lu ceritakan sampai membuat ayah pusing. Dan tiap kali ayah mau ngomong selalu dilarang sama Lin Lu. Ayah makin pusing jadinya.
Ayah meminum tehnya dan meletakkan cangkirnya dengan agak keras sehingga membuat Lin Lu takut. Mana Lian Sen belum datang lagi.
Ayah menyampaikam kalo makan malam sudah siap. Mereka akan bicara lagi sambil makan. Lin Lu mengangguk. Ayah menanyakan impian Lin Lu. Lin Lu menjawab menghasilkan uang.
Ayah bertanya lagi, apa yang sangat ingin lakukan saat ini? Lagi-lagi Lin Lu menjawab menghasilkan uang.
Ayah rada gedeg dengarnya. Menurutnya anak muda memang perlu tahu cara bermimpi dan jangan dibtasi oleh kebingungan yang ada. Kalo enggak maka akan tersesat.
Ayah nggak bisa bilang apa-apa lagi selain menghela nafas.
Ayah menyimpulkan kalo Lin Lu dekat dengan anaknya karena uang. Dalam hati Lin Lu membenarkan. Tapi ia juga nggak bisa mengatakannya. Tiba-tiba Lian Sen datang.
Ayah menanyakan kenapa Lian Sen datang. Dengan senyum lebar Lian Sen bilang kalo dia akan menjemput pacarnya.
Ayah hanya menghela nafas. Lian Sen menarik Lin Lu dan membawanya pergi.
Dalam perjalanan Lin Lu mengeluh karena Lian Sen nggak juga datang. Untungnya dia sudah menyusun kisah cinta dengan sangat baik.
__ADS_1
Lian Sen mendengarkannya sambil senyum. Lin Lu menjanjikan kalo ayah nggak akan curiga. Tapi dia punya permintaan kecil.
Apa? Lin Lu mengaku lapar. Mereka bisa makan sambil minum.
Lin Lu mengajak Lian Sen ke klub malam. Lin Lu minum sampai mabuk dan menceritakan tentang hubungannya dengan Lian Sen. Gimana Lian Sen dimatanya.
Lian Sen menyalakan ponselnya dan merekam apa yang dikatakan Lin Lu. Lin Lu menyadari Lian Sen merekamnya dan marah. Ia mematikannya dan memberikan ponsel itu ke Lian Sen. Apa Lian Sen menyukainya?
Lin Lu menyandarkan tubuhnya dan mencubit pipi Lian Sen. Ia menasehati Lian Sen agar menjauh dari Lian Sen saat ketemu. Ia juga menyinggung saat Lian Sen menciumnya.
Lian Sen menanyakan tempat tinggal Lin Lu dan berniat mengantarkannya. Lin Lu malah bilang kalo dia tinggal di hati Lian Sen. Habis itu Lin Lu malah muntah di baju Lian Sen. Hadeuh.
Lian Sen menutup mulut Lin Lu biar nggak muntah lagi. Melihat muntahan Lin Lu di bajunya malah membuatnya ingin muntah juga.
Hari sudah pagi. Lin Lu tidur di dalam kantung tidur. Saat bangun dia bingung ada dimana dan kepalanya terasa pusing. Ia membuka kantung tidurnya dan mengingat-ingat apa yang terjadi semalam.
Lian Sen menggendong Lin Lu ke rumahnya. Lin Lu terus menyanyi nggak jelas. Lian Sen menidurkannya. Tapi saat ia mau melepaskannya tapi malah nggak bisa. Lin Lu terus memeluknya dan menganggapnya sebagai Jing jing.
Lin Lu ingat semuanya dan merasa malu banget. Kenapa dia sangat agrefif? Lin Lu melepaskan kantung tidurnya.
Lian Sen tahu-tahu datang pakai baju handuk. Lin Lu merasa geli. Ia menutup kedua matanya. Apa Lian Sen pakai baju di dalamnya? Lian Sen nggak bilang apa-apa dan hanya tersenyum.
Bersambung...
__ADS_1