Time Teaches Me To Love

Time Teaches Me To Love
Part 3


__ADS_3

Lin Lu minum di atap bareng Jing Jing dan Liang. Jing Jing mengangkat gelas dan mengajak bersulang untuk merayakan promosi dan kenaikan gaji Liang Ge. Ia juga mengucapkan selamat pada Lin Lu atas perubahannya daru burung pipit jadi burung Phoenix.


Lin Lu meminta agar Jing Jing nggak usah ngomong lagi. Lebih baik mereka bersulang buat promosi Liang Ge.


Mereka bertiga sama-sama minum. Jing Jing kembali menuang buat yang kedua. Dia mendoakan agar Lin Lu bahagia bersama Presdir untuk waktu yang lama.


Anehnya Liang melarang Lin Lu buat minum lagi. Alasannya karena dia hampir mabuk. Dan lagi minum alkohol itu nggak baik. Jibg Jing membantahnya. Bagi orang bawah kayak mereka, minum seperti anugerah dari langit.


Lin Lu membenarkan. Ia memberitahu Liang kalo ia adalah peminum yang baik. Dan minuman itu adalah hadiah lotere dari minimarket jadi nggak boleh disia-siakan.


Liang nggak bilang apa-apa lagi. Tapi kelihatannya dia nggak dalam situasi hati yang baik. Lin Lu menuang minuman lagi. Ia mendoakan karir Jing Jing, bisa main film dan menghasilkan uang.


Dan untuk Master Liang, ia berharap ia juga menghasilkan banyak uang. Liang tersenyum sedikit dan merasa kalo itu juga nggak buruk. Jing Jing mengaku juga suka hal yang transparan. Mereka pun kembali bersulang.

__ADS_1


Liang meletakkan gelasnya lalu menatap Lin Lu. Ia berpesan agar Lin Lu memberitahunya kalo punya masalah.


Lin Lu mengiyakan. Jing Jing protes. Gimana kalo dia yang punya masalah? Liang mengiyakan. Jing Jing juga.


Jing Jing tersenyum dan bilang kalo dia suka mendengarnya. Ia lalu memberitahu Lin Lu kalo Liang sebenarnya adalah pria kaya. Lihat wajahnya. Tapi mestinya seleranya nggak seunik Presdir.


Mendadak suasana jadi nggak enak. Jing Jing tiba-tiba menanyakan apa keuntungan yang Lin Lu dapatkan dengan menjalin hubungan dengan bosnya? Harusnya Lin Lu melakukan SPA dan perawatan kulit. Dan menangkap hati pria itu.


Lin Lu nggak bilang apa-apa. Dia hanya senyum dikit dan nengangguk.


Jing Jing mengatakan kalo Liang tuh nggak ngerti. Setelah wanita menemukan seseorang yang dicintai, maka mereka akan melakukan perubahan ke sisi yang lain dan memberikan yang terbaik untuk berada di sampingnya.


Liang malas mendengarnya. Ia menyuruh Lin Lu dan Jing Jing untuk mengobrol sementara dia akan membeli minum.

__ADS_1


Jing Jing protes. Liang mau beli apa? Minumannya kan masih banyak. Liang menghela nafas. Ia hanya bilang kalo minumannya enggak enak lalu pergi.


Fang datang ke rumah Lian Sen sambil bawa anggur. Nggak lama kemudian Lian Sen membukakan pintu untuknya. Ia merasa kalo sudah malam dan menanyakan keperluan Fang. Fang bilang kalo dia ingin masuk dulu.


Lian Sen terpaksa mempersilakannya untuk masuk. Fang langsung menuangkan anggurnya dan minum banyak sekalu. Lian Sen nggak melakukan apa-apa dan hanya melihat Fang.


Lian Sen bangkit dan mengambil air putih. Ia memberikannya ke Fang. Dan saat ia berbalik menatap Fang.  Fang malah melepaskan pakaiannya.


Lian Sen tetap tenang dan bahkan nggak tergoda sama sekali. Ia mengambil kemejanya dan memakaikannya ke Fang.


Fang membuang pakaian itu lalu mendorong Lian Sen sampai ke dinding. Lian Sen menyingkirkan tangan Fang dan mengingatkan kalo dia sudah mabuk dan ia akan menelpon Zichen.


Fang merebut ponsel Lian Sen dan meletakkannya kembali ke atas meja. Ia ada di depan Lian Sen. Apa Lian Sen nggak akak bilang suka padanya? Mereka kan belum mencobanya. Gimana bisa Lian Sen nggak menyukainya?

__ADS_1


Lian Sen meminta Fang untuk nggak coba-coba karena dia sudah punya pacar. Fang langsung ngerti kalo yang Lian Sen maksud adalah Lin Lu. Menurutnya Lin Lu itu nggak pantas buat Lian Sen. Cuman dia yang layak untuknya.


Lian Sen meraih kedua lengan Fang dan menanyakan apa dia tahu apa yang ia lakukan? Fang mengaku tahu. Dia meyakinkan kalo dia bisa melakukan apa yang Lin Lu lakukan. Apa dia nggak sebanding dengan Lin Lu?


__ADS_2