
kamarnya. Ia mematikan lampu. Lin Lu langsung menanyakan bukannya Lian Sen belum mau tidur? Dengan seenaknya Lian Sejkbilang kalo dia hanya ingin melakukannya. Lin Lu kesal. Ia lalu masuk ke kantung tidurnya, siap untuk tidur.
Tiba-tiba Lian Sen turun lagi dan menyalakan lampu. Lin Lu bangun dan protes, bukannya Lian Sen sudah mematikan lampu?
Lian Sen tersenyum dan mengaku senang melakukannya. Lin Lu lalu menanyakan kenapa Lian Sen belum tidur? Lian Sen mengaku belum mengantuk.
Lin Lu kembali bertanya kapan Lian Sen akan tidur? Lian Sen menjawab tergantung moodnya.
Lin Lu mengeluarkan penutup matanya dan memakainya. Ia lalu kembali berbaring. Lian Sen dengan seenaknya membuka penutup mata Lin Lu dan minta dibuatkan kopi.
Lin Lu kesal habis tapi nggak bisa nolak juga. Ia membuatkannya dan mengantarkannya ke kamar Lian Sen. Lin Lu mengakui kesalahannya dan bertanya apa Sen Ge bisa melepaskannya?
Lian Sen pura-pura nggak tahu. Kesalahan apa? Lin Lu mengatakan, meminta pahlawan untuk memandu jalan kebenaran. Artinya apa, ya?
Lian Sen menghela nafas panjang. Kayaknya berat banget menghadapi Lin Lu. Ia menyuruh Lin Lu untuk keluar, belok kiri dan turun. Lin Lu menurut. Ia keluar. Dan di luar ia menggerutu sendiri.
Lian Sen menutup laptopnya dan berusaha untuk tidur. Nggak tahu kenapa ia sama sekali nggak bisa tidur. Ia lalu bangkit dan mengambil beruangnya.
Rupanya beruang itu adalah hadiah dari ibunya untuk menemani Lian Sen kalao ibunya nggak ada di rumah. Jadi Lian Sen nggak perlu takut. Dengan memegangnya di malam hari akan membuatnya merasa kalo ibunya bersamanya.
Fang makan bersama Zichen. Zichen heran dengan rambut Fang. Fang bertanya apa dia terlihat cantik? Zichen asal mengiyakan. Menurutnya Fang akan selalu tampak cantik di matanya. Fang malah nggak suka mendengarnya. Gombal!
Fang mennayakan apa yang Zichen pikirkan tentang Lin Lu? Zichen langsung menjawab kalo Lin Lu nggak secantik Fang dan nggak terlihat cerdas sama sekali.
Fang tersenyum. Ia lalu bertanya lagi apa karakter Lin Lu lebih menyenangkan ketimbang dirinya? Zichen mengangguk tanpa sadar tapi sedetik kemudian dia menggeleng. Nggak sama sekali.
__ADS_1
Ia melanjutkan kalo Lin Lu sangat sangat terlihat sedikit b*doh. Fang nampak mulai nggak semangat. Kalopun ia memilikinya, Lian Sen masih berpikir kalo Lin Lu lucu. Bahkan laki-laki seperti Zichen juga sama. Mereka nggak b*doh seprrti itu, kan? Apa yang nggak Zichen pahami?
Zichen menyatakan kalo Fanglah yang nggak paham. Menurutnya sebagian besar yang menyukai Lin Lu adalah tipe pria kulit hitam yang membosankan. Dan matahari kecil seperti dirinta yang sederhana dan ceria hanya menyukai Fang selama 20 tahun tanpa melewatkan seharipun.
Fang menyimpulkan kalo maksud Zichen Lian Sen memyukai Lin Lu? Zichen langsung mengingatkan kalo keduanya hidup bersama. Dan itu sudah sangat jelas. Bukankah Fang juga sudah melihatnya sendiri? Fang menatap Zichen kesal. Ia meletakkan sendoknya dengan kasar lalu pergi.
Zichen merasa kalo apa yang ia katakan adalah benar. Berdasarkan kenyataan ia mengatakan kalo Sen ge menyukai Lin Lu. Dan detik berikutnya ia bilang menyukai Fang.
Ia berpendapat kalo Fang kesulitan untuk bisa melepaskan Sen ge. Wanita Zhulian memang sangat sulit dipengaruhi. Untuk saat ini ia nggak akan mengganggunya. Ia yakin kalo ia akan baik-baik saja.
Karena semalaman nggak bisa tidur, Lian Sen menguap terus saat di kantor. Maggie memberinya secangkir kopi. Ia melihat Lian Sen yang nampak lesu dan menanyakan apa beberapa hari ini ia nggak bisa tidur?
Lian Sen mengangguk mengiyakan. Maggie menawarkan akan menelpon Dr. Chen. Lian Sen melarang dan akan menunggu selama 2 hari lagi. Ia lalu menyuruh Maggie untuk keluar.
Lin Lu nendatangi Maggie dan membawakan makanan untuknya. Maggie berterima kasih dan memberitahu kalo Presdir ada di dalam. Lin Lu menyangkal kalo dia nggak datang untuk Presdir. Ia hanya merasa bosan di rumah jadi ingin mengobrol dengan Maggie.
Lin Lu menanyakan apakah peeusahaan menghadapi sesuatu? Maggie merasa nggak ada. Lin Lu kembali bertanya alasan Lian Sen nampak mendung? Maggie menjawab kalo belakangan Presdir mengalami insomnia jadi moodnya nggak menentu.
Oh, ternyata itu masalahnya. Lin Lu sih nggak heran kenapa Lian Sen ingin menyiksanya. Lin Lu memastikan kalo Lian Sen menderita insomnia? Maggie mengangguk membenarkan. Lin Lu mengerti. Ia lalu pamit.
Lin Lu datang ke rumah lamanya dan bertanya tentang insomnia ke Liang dan Jing Jing. Liang serasa nggak percaya kalo Lin Lu mengalami insomnia. Begitu juga dengan Jing Jing. Ia mengingatkan kalo saat Lin Lu tidur dengannya, ia bersenandung seperti ****.
Lin Lu meyakinkan kedua temannya kalo dia benar-benar mengalami insomnia. Liang menanyakan penyebab Lin Lu bisa insomnia? Lin Lu memberitahu kalo Shi Lian Sen nggak bisa tidur semalaman. Dan kalo dia nggak tidur Lin Lu juga nggak bisa tidur.
Jing Jing langsung tertarik. Apakah mereka berdua sudah... . Lin Lu langsung melemparnya dengan boneka ****. Apa sih yang dia omongin? Liang mengambilkan boneka Lin Lu dan memberikannya sambil memarahi Jing Jing. Nggak biasanya Lin Lu bisa pulang. Jing Jing langsung terdiam.
__ADS_1
Lin Lu kesal karena mereka nggak peduli padanya. Liang mengatakan kalo dia peduli. Lin Lu lalu ingat kalo ibu Liang juga menderita insomnia.
Ia menanyakan obat apa yang diminum? Liang menberitahu kalo ibunya punya resepnya. Ia akna memberikannya pada Lin Lu. Ia berprsan kalo di masa deoan Lin Lu berada dalam masalah,Lin Lu harus memberitahunya dan Jing Jing. Disana akan selalu jadi rumahnya dan Lin Lu bisa kembali kapanpun.
Lin Lu tersenyum sambil mengatakan kalo nggak akan ada masalah lagi kalo dia bisa tidur nyenyak.
Ponsel Liang bunyi. Ia pamit untuk mengangkatnya. Jing Jing meminta Lin Lu untuk memberitahunya lebih detil. Apakah ... . Lin Lu langsung memotong dan memibta agar Jing Jing nggak bergosip.
Liang nampak serius. Ia memberitahu pada orang di seberang kalo itu nggak mungkin. Ia nggak punya hubungan apa-apa dengannya. Liang meminta agar orang itu nggak menghubunginya lagi. Liang langsung menutup telponnya setelahnya.
Lin Lu memasak resep dari ibu Liang. Ia mengambil mangkuk dan mengambil ramuan itu. Ia yakin kalo setelah minum itu Lian Sen nggak akan lagi mengalami masalah insomnia. Dan ia bisa istirahat dengan nyaman.
Lin Lu memberikannya pada Lian Sen. Lian Sen nggak suka dengan baunya. Ia menanyakan apa itu? Lin Lu memberitahu kalo itu adalag resep herbal untuk mengobati insomnia.
Lian Sen heran gimana Lin Lu bisa tahu kalo ia menderita insomnia? Lin Lu rasa itu nggak penting. Ia meminta Lian Sen untuk segera meminumnya. Itu adalah terapi organ. Lian Sen nggak ngerti, organ?
Lin Lu lalu nemberitahukan bahan-bahannya. Hati ****, merica, dan lemak ****. Minum satu kali sehari setelah hati **** matang.
Lian sen terus menutup hidungnya. Ia ngfak tahan dengan baunya dan menyuruh Lin Lu untuk membawanya pergi. Lin Lu memberitahu kalo dia sudah memasaknya selama berjam-jam dan itu sangat manjur. Ia menyendokkannya dan menyuapi Lian Sen.
Lian Sen nggak mau dan mendorongnya. Sekali lagi ia meminta agar Lin Lu membawanya pergi.
Lin Lu berbalik. Ia punya ide.
ck..ck..ck.. Sen Gege! Aku tahu kok apa yang kamu rasain, betapa tidak enaknya menderita insomnia. Capek!!! **
__ADS_1