Time Teaches Me To Love

Time Teaches Me To Love
Part 3


__ADS_3

Lin Lu masuk ke toilet dengan marah-marah. Ia ngomong di depan cermin. Kalo Lian Sem berani menciumnya sekali lagi maka ia akan menghajarnya.


Tiba-tiba Fang keluar. Lin Lu langsung berubah takut. Dia mau menyapa Fang tapi malah dicuekin. Fang berjalan begitu saja meninggalkannya.


Lin Lu ikut keluar mengejar Fang. Fang berhenti berjalan dan menatap Lin Lu. Kalo mau minta maaf lupakan.


Lin Lu mengaku ingin menjelaskan sesuatu. Fang menanyakan apa yang ingin Lin Lu jelaskan padanya. Apa Lin Lu cuman berakting?


Lin Lu bertanya-tanya kalo dia bilang maka dia akan melanggar kontrak. Kalo itu sampai terjadi...


Lin Lu bekerja di restoran dan menyajikan minum ke pelanggan. Ternyata orang itu adalah Lian Sen. Dia meminta uang pelanggaran kontrak pada Lin Lu. Lin Lu kaget dan langsung pingsan.


Lin Lu di rumah sakit merawat Lin Cheng. Lian Sen tahu-tahu datang meminta uang pelanggaran kontrak. Lin Lu kaget dan langsung pingsan.


Lin Lu berjalan tiba-tiba Lian Sen menariknya. Lin Lu memohon agar Lian Sen melepaskannya. Ia sudah mengikutinya sepanjang jalan.


Lin Lu mengaku nggak punya uang sepeserpun. Lian Sen nggak peduli dan tetap minta uang pelanggaran kontrak. Saat itu juga Lin Lu langsung pingsan.


Lin Lu bilang ke Fang kalo dia nggak bisa akting. Dia cuman mau bilang kalo ...  .


Fang nggak peduli. Ia menanyakan sejak kapan Lin Lu bersama dengan Lian Sen. Lin Lu menjawab sejak dua hari lalu.


Fang kembali berjalan dan mencibir. Dua hari yang lalu? Sama dengan pertemuan pertama mereka. Fang nggak ngerti kenapa saat itu Lin Lu nggak berani memberitahunya.

__ADS_1


Lin Lu nggak bisa menjawab secara rinci. Intinya hanya terjadi kesalahpahamam. Fang mengira kalo mereka jatuh cinta pada pandangan pertama. Lin Lu rasa nggak juga.


Fang kembali menanyakan apa Lin Lu menyukai Lian Sen?


Lin Lu nggak bisa langsung menjawabnya. Fang melarang Lin Lu bersama Lian Sen kalo memang dia masih ragu.


Lin Lu nggak bisa mengatakannya untuk sementara waktu. Ia menatap Fang dan ingin mengatakan yang sebenarnya.


Tapi Lian Sen tahu-tahu datang dan menutup mulutnya. Dia menatap Fang dan menanyakan apa yang ingin ia bicarakan.


Nggak lama kemudian Lian Sen sudah duduk bersama Fang. Lin Lu membawakan minum untuk Fang lalu pergi.


Fang memberitahu kalo kerjasama Lian Sen dengan Fang akan putus. Ia mengaku akan mencoba yang terbaik. Lian Sen hanya senyum dan mengaku tahu.


Lin Lu datang lagi membawakan minum buat Lian Sen. Ia berniat mengantar Fang tapi Lian Sen melarangnya. Ia menyuruh Lin Lu untuk menutup pintu dan duduk di sampingnya. Lin Lu menurut.


Lin Lu menatapnya sinis dan membuatnya takut. Ia pun duduk agak jauhan.


Lin Lu merasa nggak habis pikir. Fang itu cantik dan baik tapi kenapa Lian Sen malah menandatangani kontrak dengannya? Jangan-jangan Lian Sen ingin menjadikannya sebagai tameng?


Lian Sen mengaku nggak ingin mengulangi untuk yang ketiga kalinya. Ia meminta Lin Lu untuk mendengarkannya baik-baik. Dia nggak menyukai Fang Qiao dan nggak akan bersamanya.


Ia meminta Lin Lu untuk nggak berusaha membatalkan kontrak. Bersihkan semua untuknya kalo enggak,... menurut pasal 14 dalam kontrak, apabila pihak A atau pihak B ingin membatalkan kontrak, maka harus melewati persetujuan dari pihak A.

__ADS_1


Tandatangan dikonfirmasi dengan baik. Tapi bila pihak B ingin nengakhiri kontrak secara sepihak, maka dianggap nggak sah.


Lin LU nggak terima. Dia kan nggak mengungkit masalah kontrak?? Tapi karena Lian Sen sudah mengungkitnya maka ia akan mengatakannya.


Lin Lu mengaku nggak puas atas apa yang telah Lian Sen lakukan kemarin. Ia merasa harus menambahkan ketentuan lain.


Pihak A nggak boleh melakukan kontak fisik dengan pihak B dan berpikir untuk mencoba. Pegangan tangan, ciuman, bahkan merangkul bahunya juga nggak boleh. Kalo enggak maka perjanjian kontrak akan ... .


Lin Lu menyadari kalo dia nggak punya sesuatu untuk ancaman dan mengatakan itu sudah cukup. Apa Lian Sen sudah menulisnya?


Lian Sen mengangguk. Lin Lu mendekat dan ingin membacanya. Pihak B nggak akan mengungkapkan hubungan kerja dengan pihak A ke orang ketiga.


Jika pihak B gagal maka pihak B harus mengembalikan semua remunerasi ke pihak A. Dan membayar kompensasi 6 kali lipat.


Lin Lu nggak setuju. Itu nggak adil. Lian Sen santai. Menurutnya mulut orang lain dikendalikan oleh otak tapi mulut Lin Lu hanya bisa dikendalikan oleh uang.


Lin Lu menawar jadi 2 kali lipat. Lian sen malah menaikkannya jadi 10 kali lipat. Lin Lu lalu setuju dengan 6 kali lipat.


Deal. Dia janji kalo nggak akan mengatakannya meskipun ia terbunuh.


Lian Sen meminta Lin Lu untuk mengatakannya berkali-kali. Ia nggak akan mengatakannya meskipun ia terbunuh.


Dan saat Jing Jing menanyakan gimana bisa Lin Lu punya hubungan dengan Presdir ia buru-buru menutup mulutnya pakai bantal.

__ADS_1


__ADS_2