Time Teaches Me To Love

Time Teaches Me To Love
Part 3


__ADS_3

Lin Lu nonton tv bareng Jing Jing dan Liang. Yang satu asik makan dan yang satu asik main ponsel.


Lin Lu kesal melihat komentar orang-orang tentang hubungannya dengan Lian Sen. Dia mau membalas komentar-komentar itu tapi dilarang sama Jing Jing.


Soalnya gara-gara Lin Lu, yang mem-forwardnya saat memposting foto ke internet tadi siang 1300. Selama dia jadi selebriti sosmed, yang forward belum pernah lebih dari 3 digit. Dia bilang kalo itu semua berkat Lin Lu.


Liang tiba-tiba nanya Lin Lu mau berita baik apa berita buruk? Lin Lu milih berita baik. Liang tersenyum lalu menunjukkan ponselnya ke Lin Lu. Mulai besok Lin Lu resmi kerja di Huanzhen.


Lin Lu seneng banget dan sesumbar kalo dia yakin banget kalo pemberitahuannya tertunda. Liang mengingatkan kalo Lin Lu belum dengar berita buruknya.


Lin Lu langsung nggak semangat dan menanyakan apa berita buruknya? Liang memberitahu kalo kemungkinan Lin Lu bakal gabung dengan departemennya. Membuat teh buat dia.

__ADS_1


Lin Lu kembali tersenyum dan mohon bimbingan Liang dalam segala hal nantinya. Liang tersenyum dan mengelus kepala Lin Lu.


Jing Jing menakut-nakuti kalo kemungkinan Lin Lu bakal cepat dipecat. Dengan beritanya dengan Presdir kemungkinan juga dia bakal di bully sama karyawan lain nantinya.


Lin Lu nggak mau percaya. Jing Jing kembali memperingatkan kalo mimpi buruk Lin Lu akan seperti di neraka.


Lin Lu makin nggak percaya. Menurutnya di tengah malam cuman ada para dewa dan hantu.


Dengan santainya Lian Sen bilang kalo itu hanya gosip dan kecelakaan. Zichen menasehati kalo Lian Sen nggak boleh meremehkan kecelakaan karena banyak hal dimulai hanya dengan kecelakaan. Apa Lian Sen nggak melihat pesan dari para penggemarnya? Mereka menganggap kalo Lian Sen dan gadis itu adalah versi modern dari pangeran dan cinderella.


Lian Sen nggak menjawab sementara Zichen terus mendesaknya. Lian merasa kalo obrolan mereka membosankan. Zichen memberitahu kalo dari mereka kecil sampai mereka dewasa, dia selalu bertanya-tanya, apa Lian Sen nggak suka sama wanita? Lian Sen langsung menatap Zichen. Lah, bukannya menjawab malah pergi.

__ADS_1


Setelah agak jauh, Lian Sen kembali memikirkan apa yang tadi Zichen katakan kalo mereka seperti pangeran dan Cinderella dalam versi modern. Dia lalu mengambil ponselnya dan menelpon Maggie. Lian Sen menyuruh Maggie untuk menyiapkan kontrak juru bicara.


Lin Lu sudah mulai bekerja. Seorang gadis menghampirinya. Lin Lu langsung menyapanya ramah dan menanyakan apa yang bisa ia bantu?


Gadis itu memberitahu kalo dia akan kencan buta dan menanyakan apakah Lin Lu bisa membuatnya nampak cantik?


Lin Lu mengiyakan dan mempersilakannya untuk masuk. Liang yang diam-diam memperhatikan Lin Lu tersenyum melihatnya.


Lin Lu selesai merias wajah gadis itu dan gadis itu sangat puas terhadap pelayanan yang Lin Lu berikan.


Lin Lu lalu memperkenalkan produk baru Huanzhen pada gadis itu. Tiba-tiba ponsel Lin Lu bunyi. Liang menyuruh Lin Lu untuk mengangkatnya dan ia yang akan melayani pelanggan.

__ADS_1


__ADS_2