
Lin Lu nunggu lift bareng Lian Sen. Ia merasa mengantuk dan ketiduran sambil bersandar ke Lian Sen.
Lian Sen merasa nggak nyaman dan meminta Lin Lu untuk melepaskannya. Ternyata Lin Lu mengantuk gara-gara semalaman mempelajari persyaratan nikah kontrak mereka.
Lian Sen mulai kesal. Ia mengingatkan tentang poin keempat dari pasal 2.
Lin Lu mau mengingat isinya tapi lupa. Ia menanyakan kemana mereka akan pergi?
Lian Sen hanya bilang kalo mereka akan pergi ke tempat Lin Lu harus pergi. Dia melarang Lin Lu buat nanya lagi. Pintu lift terbuka dan mereka pun masuk.
Di rumah Lin Lu sudah ada banyak orang. Hari ini adalah hari pertunangan Lian Sen dan Fang.
Semua tamu sudah datang tapi Lian Sen belum ada. Ayah mulai bingung. Sekretarisnya datang dan membisikkan kalo mereka nggak bisa menemukan Presdir. Ayah lalu menelpon Lian Sen.
Lian Sen sendiri sedang ada di butik sama Lin Lu milih gaun. Lin Lu merasa seperti berada di dongeng. Memakai gaun cantik dan berputar-putar sambil memejamkan mata. Lah, malah kejedod tembok. Hadeuh, tepok jidad!
__ADS_1
Lian Sen lalu menyuruhnya untuk merias wajah. Lin Lu mengiyakan dan pergi. Setelah Lin Lu nggak ada tiba-tiba Lian Sen senyum lagi. Ponselnya bunyi. Telpon dari ayah tapi Lian Sen nggak mau mengangkatnya dan sengaja mematikannya.
Ia menghampiri Lin Lu yang sedang dimake up. Ponselnya bunyi lagi. Kali ini yang nelpon Zichen. Lian Sen juga nggak mau mengangkatnya dan mematikannya.
Zichen nggak ngerti kenapa Lian Sen mematikan ponselnya. Fang Qiao yang berdiri di belakang Zichen juga ikut cemas.
Orang yang merias wajah Lin Lu memberitahu kalo kulit wajah Lin Lu sangat buruk, kusam dan pori-porinya besar.
Lian Sen mendekat. Ia memberitahu kalo dia cuman punya waktu 5 menit dan meminta agar dipercepat.
Semuanya sudah siap dan mereka sedang dalam perjalanan. Lin Lu nggak ngerti sebenarnya mereka mau kemana, sih? Dia mesti berpakaian anggun dan bahkan pakai navigasi segala. Tempatnya jauh?
Ternyata Lin Lu tahu tempat itu. Ia pernah kesana untuk mengantar paket. Setelah 5 km lalu belok kanan di lampu merah selanjutnya.
Lin Lu nggak ngerti kenapa Lian Sen pakai navigasi padahal tempatnya dekat. Apa dia buta arah? Lin Lu sampai geli sendiri. Lian sen nggak suka dan menyalakan musik keras-keras biar Lin Lu diam
__ADS_1
Acara terpaksa dimulai meski Lian Sen belum datang. Ayah memberi sambutan bersama dengan orang tua Fang.
Tahu-tahu Lian Sen muncul dengan menggandeng Lin Lu. Semua orang langsung menatap mereka.
Lin Lu dan Lian Sen sudah sampai di depan rumah. Lian Sen memberitahu kalo itu adalah misi pertama Lin Lu.
"Bekerja sama dengannya untuk memainkan sebuah adegan. Hanya sebagai sebuah mesin."
Ia mengingatkan konsekuensinya kalo sampai Lin Lu gagal.
Lin Lu merasa kalo itu hanya masalah kecil. Dia sangat pandai berakting dia akan berperan sebagai pacarnya.
Lian Sen menyarankan agar Lin Lu santai. Lah, emangnya dia kelihatan gugup? Ia lalu menggandeng tangan Lian Sen dan melangkah bersama.
Semua orang berbisik-bisik, bertanya-tanya siapa dia? Aysh juga kelihatan marah sekaligus malu.
__ADS_1
Lin Lu nggak ngerti kenapa situasinya seperti itu. Katanya Lian Sen nggak akan menikah.
Indera keenamnya memberitahu kalo dia harus melarikan diri sekarang.