Time Teaches Me To Love

Time Teaches Me To Love
Part 4


__ADS_3

Lin Lu mengiyakan dan mengambil ponselnya dari Liang. Telpon itu dari rumah sakit Xiamen yang mengabarkan kalo ada keluarga lain yang telah menandatangani donasi organ. Dan pasien selanjutnya adalah Lin Cheng.


Pihak rumah sakit mengharapkan agar keluarga mempersiapkan segalanya dengan baik. Lin Lu mengiyakan. Ia berjanji akan mempersiapkan semuanya dengan baik.


Maggie baru saja keluar dari ruangan Lian Sen. Ia lalu menelpon Lin Lu dan memintanya untuk datang ke kantor Presdir. Presdir ingin menemuinya.


Lin Lu datang ke kantor Lian sen bersama dengan Maggie. Maggie langsung pergi setelahnya. Lin Lu malah jadi sebel banget. Masalahnya Lian Sen terus diam. Padahal dia yang memanggil Lin Lu untuk datang tapi malah nggak mau bicara.


Ia jadi bertanya-tanya apa Lian Sen ingin memberinya teguran keras? Atau Lian Sen ingin memecatnya gara-gara gosip mereka? Lin lu merasa kalo itu nggak mungkin karena calon istri Presdir sendiri yang merekrutnya.


Dengan senyum lebar Lin Lu menghampiri Lian Sen dan mengakui kalo dia salah. Harusnya dia nggak ngambil tanahnya. Harusnya dia nggak mengirimkan surat ancaman. Dan harusnya dia juga nggak membuat rumor tentang kedekatan mereka.


Lian Sen masih nggak bilang apa-apa dan hanya melirik Lin Lu dikiiittt. Lin Lu menambahi kalo dia juga nggak tahu apa-apa. Dia juga korban. Lin Lu meminta agar Lian Sen mempertimbangkan hal itu dari sudut pandangnya. Bisa nggak Lian Sen... .


Lian Sen mengangkat wajahnya menatap Lin Lu dan membuat Lin Lu jadi takut. Dia langsung mundur dan dalam hati jadi tambah kesal karena Lian Sen masih saja nggak mau ngomong. Dia merasa kalo dia akan benar-benar berakhir sama seperti yang Jing Jing bilang.


Lian Sen lalu mengambil sebuah dokumen dan memberikannya ke Lin Lu. Baca, gih! Lin Lu mengambilnya dan mengira kalo itu adalah kompensasi pembatalan kontrak. Tapi setelah dibaca ternyata itu adalah kontrak juru bicara untuk produk-produk Huanzhen. Lah, Lin Lu sampai nggak percaya sama matanya sendiri. Dia menatap Lian Sen dan nanya, apa itu?

__ADS_1


Tanpa melihat Lin Lu, Lian Sen memberitahu kalo itu adalah kontrak perjanjian. Bukankah Lin Lu sudah tahu?? Lin Lu nengaku tahu tapi dua nggak ngerti, apa hubungannya dengannya?


Lian Sen menyuruh Lin Lu untuk menandatanganinya kalo dia setuju dan ia akan jadi juru bicara untuk produk Cinderella.


Lin Lu sangat terkejut dan menyadari kalo Jing Jing benar-benar salah. Ia pun mulai menemukan kembali kepercayaan dirinya. Dengan pd-nya dia mendekati Lian Sen dan sesumbar kalo penampilannya nggak buruk buat dilihat orang lain. Kalo enggak maka nggak ada yang akan menjadikannya model promosi. Lian Sen nggak menjawab dan hanya menghela nafas.


Lin Lu merasa kalo mereka akan jadi sekutu yang hebat. Ia pun menanyakan apa yang pertama-tama harus ia lakukan? Pemotretan untuk poster, wawancara atau..  . Lian Seh tahu-tahu nyambung dan menyinggung tentang klausal kedua dari kontrak. Hak dan kewajiban dari pihak kedua.


Lian Sen bangkit dan pindah duduk di sofa. Ia memberitahu kalo Lin Lu nggak boleh melakukan hal yang membahayakan Huanzhen di semua aspek. Lin Lu duduk di kursinya Lian Sen dan mengiyakan. Dia tahu dan meminta Lian Sen buat nggak usah khawatir. Lin Lu memutar kursi Lian Sen dan merasa nyaman.


Lin Lu agak ngeri dengarnya. Ia menanyakan apa ia masih bisa bekerja di toko? Lian Sen mengiyakan. Lin Lu lega. Tadinya dia pikir akan berada du karpet merah tiap hari. Lin Lu memberitahu kalo dia nggak terbiasa dengan sepatu hak tinggi. Lian Sen meminta Lin Lu untuk tandatangan kalo memang nggak ada hal lain lagi.


Lin Lu mengiyakan. Dia meletakkan dokumen itu di atas meja dan siap buat tandatangan. Tapi... . Lin Lu bertanya berapa nilai kontraknya? Lian Sen menanyakan berapa yang Lin Lu ingin? Lin Lu mengangkat kedua tangannya. 100.000 Yuan. Lin Lu langsung bilang ok dan membuat Lin Lu nggak ragu lagi buat tandatangan. Ia lalu memberikan lampiran pertama pada Lian Sen.


Lian Sen mengatakan kalo Maggie akan memberitahu apa saja yang harus Lin Lu lakukan. Lin Lu berterima kasih lalu pergi. Lian Sen lega karena nggak ada lagi yang perlu ia khawatirkan karena semua masalah sudah selesai.


Lin Lu menari-nari di rumah. Ia memamerkan kontraknya pada Jing Jing. Jing Jing membaca kontrak Lin Lu dan nggak ngerti kenapa Lin Lu menjual dirinya sebesar 100.000 yuan? Apa Lin Lu b*doh?

__ADS_1


Lin Lu nggak ngerti maksudnya Jing Jing apaan. Jing Jing memberitahu kalo setiap orang terkenal online, hanya dengan iklan saja sudah bisa mendapatkan 4 sampai 5 ribu yuan.


Sedangkan kontrak itu adalah untuk juru bicara sebuah produk. Dan Lin Lu menandatanginya untuk waktu 3 tahun. Selain itu, produk itu dari  perusahaan Huanzhen. Saat Lin Lu minta 100.000 yuan orang lain pasti berpikir kalo Lin Lu menghinanya.


Lin Lu merasa nggak heran lihat ekspresinya Lian Sen saat itu. Harusnya dia minta 500.000 yuan. Jing Jing menghela nafas dan memberitahu kalo itu juga masih kecil. Dia kesal banget karena uang Lin Lu baru saja hilang. Dia mengembalikan kontrak Lin Lu dsb menyuruhnya untuk tertawa-tawa sendiri, dia mau nenenangkan diri. Hhh, rasanya Jing Jing mau nimpuk Lin Lu saking kesalnya.


Lin Lu merasa kalo 100.000 yuan juga sudah besar. Dia lalu kembali menari dan ketemu sama Liang. Ia menunjukkan kontrak itu ke Liang. Liang membaca kontrak itu dan merasa ada yang nggak beres. Ia merasa aneh karena Lin Lu baru aja diterima tapi sudah bisa menjadi juru bicara.


Lin Lu mengingatkan kalo dia membutuhkan uang itu. Ia meletakkan kedua tangannya di atas pundak Liang dan memintanya untuk mendukungnya. Liang mengangguk sambil tersenyum. Lin Lu mengambil dokumennya kembali lalu masuk ke kamarnya.


Lin Lu memeluk posternya sambil senyum-senyum kayak orang g*la. Rekan kerjanya menatapnya sinis. Wakil manajer sampai menanyakan apa pagi ini Lin Lu meminum obatnya? Lin Lu cuman senyum-senyum. Minum, minum, habis itu dia kembali ke tempatnya dan teman-temannya juga kembali ke tempatnya masing-masing.


Lin Lu merasa lelah memakai hak tinggi. Karena nggak ada orang, ia pun melepas sepatunya. Ah, nyamannya. Tahu-tahu Lian Sen datang untuk inspeksi bersama dengan Maggie. Ia melihat rak yang kurang rapi dan menyuruh Maggie untuk menata ulang.


Ia melangkah lagi dan melihat Lin Lu yang nggak memakai sepatunya. Dia meminta Lin Lu untuk memperhatikan penampilannya. Lin Lu mau memakai sepatunya tapi malah terjatuh dan menimpa Lian Sen.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2