
Hari sudah mulai Senin, yang di mana pembagian asrama pun akan di tempel di kertas dan di tempel di dinding koridor sekolah. Semua murid tidak sabar akan melihat pembagian Asrama.
"YEAYYY SATU ASRAMA SAMA AULIN!" Teriak Kanaya yang senang karena satu asrama dengan Sahabat nya sendiri.
"Gua Satu asrama sama Aulin" Jawab Cakra yang tiba tiba menyambung seperti kabel listrik.
"Satu Asrama isi nya empat orang, itu Gua, Naya, Aulin, sama Cakra" Ucap Galfirl.
"Tch, males kali bah satu asrama sama ni dua orang meresahkan" Batin Aulin yang sebenar nya tidak ingin satu asrama dengan Cakra dan Galfirl.
"Tch! Kenapa sih Cakra sama Galfirl harus satu asrama sama tunangan gua!" Ketus Fadli yang sedari membatin.
Kinara yang melihat Cakra satu asrama dengan Aulin pun marah besar pada Aulin, dia mempunyai rencana untuk membunuh Aulin nanti malam.
Ya begitulah keluarga Adibtra, Setiap ada orang yang merebut hal yang mereka sukai pasti mereka akan menyusun rencana untuk membunuh nya nanti malam, Begitu pun dengan Keluarga Yuraa, Kanaya dan lain lain.
Aulin yang melihat raut wajah Kinara yang masam pun mengerti apa yang sedang ia pikirkan, Aulin sangat mengenal Kinara adik dari sahabat nya itu.
"cil" panggil Cakra pada Aulin.
"Paan sih lu a*jeng, gua bukan bocil!" Ketus Aulin.
"Tapi kok lu pendek sih, kayak bocil tau ngga"
"A*jeng! Lu nya aja yang terlalu tiang!" Jawab Aulin yang sedari kesal.
"Lu lagi pms yak? perasaan dari kemaren marah marah terus" Ledek Cakra, Cakra sangat suka meledek Aulin.
"A*Jing! ngintip ya lu!" Kesal Aulin.
"E-eh, ngga kok, jangan asal pitnah deh"
"A*Jing! ngintip bestie gua yang lagi pms ya!" Timpal Kanaya yang ikut kesal pada Cakra.
"ngga cok, gua cuma asal nebak aja" Jawab Cakra.
Ya begitulah, Kalau Yuraa sedang pms pasti bawaan nya marah marah terus, bahkan sahabat sahabat nya menjadi korban dari marahan Yuraa.
"Maka nya kalo cewe Lagi Pms jangan di pancing amarah nya" Balas Nathan.
"Nanti lu yang malah kena imbas nya, kayak kita kita semua yang pernah jadi korban amarah ni cewe, si yu-" Balas Zein yang tiba tiba menyahut perkataan Nathan namun terpotong.
Aulin yang mendengar perkataan Zein yang ingin bilang 'yuraa' pun segera melototi nya.
"yu?" Tanya Cakra heran.
"Ah.. ngga kok ngga!" Balas Aulin panik.
"Eh tunggu bentar? emang gua kenal sama Cakra ya dulu?" Batin Aulin.
"Andai Lo ngga pergi cil, mungkin gua bakal nepatin janji gua buat nikahin lu" Batin Cakra. Yang Cakra maksud adalah Yuraa.
Saat ini otak Aulin sangat berantakan, Kadang mikirin Tanggal nikah diri nya dengan Fadli, terus satu asrama dengan Galfirl dan Cakra, terus tentang Kantor kantor milik papa nya itu, Argh! Saat ini otak nya sangat kacau.
Mereka semua pun segera menuju ke asrama masing masing, Aulin pun seperti biasa memakai kaos pendek dengan lengan yang pendek, dan juga celana pendek yang melihat kan lekuk tubuh Aulin yang sangat indah itu, yang bisa membuat lelaki lain tergila gila oleh body nya.
"A*jir! Jangan make baju pendek as*! di liatin sama Galfirl dan Cakra malah mimisan mereka ntar ngeliat body lu yang terlalu sexy itu!" Ketus Kanaya. Kanaya memang tidak suka melihat sahabat nya itu di kelilingi oleh lelaki lain hanya karena body nya yang indah dan sexy itu.
Galfirl dan Cakra pergi ke supermarket, dan segera kembali ke asrama mereka.
__ADS_1
Sesampainya di Asrama, Galfirl dan Cakra yang melihat body Aulin yang sexy dan indah itu pun segera mimisan, Aulin dan Kanaya yang melihat kedua lelaki itu yang mimisan pun terkejut dan panik harus melakukan apa.
Aulin dan Kanaya segera menyumbat hidung kedua lelaki tersebut menggunakan tisu supaya tidak mimisan lagi.
"Body lu terlalu bagus a*jir, gua beruntung banget punya pacar kayak lu" Timpal Galfirl yang terpesona akan Body Aulin.
Kanaya pun segera menampol Galfirl dengan kuat.
"BERANI BANGET YA LU MES*M KE BESTIE GUA!" Bentak Kanaya.
"A*JIR! YA GAK USAH NAMPOL GUA JUGA BAN*SAT!" Bentak Galfirl yang tidak mau kalah dengan Kanaya.
Cakra yang sedari bengong melihat body Aulin pun teringat pada sahabat nya yaitu Yuraa, body nya sangat mirip sekali dengan Yuraa saat kelas satu SMP.
"Apa benar itu lu cil?" Batin Cakra.
"Auk ah, gua mau masak aja" Ucap Aulin yang beranjak dari duduk nya dan segera pergi ke dapur.
Aulin yang sedang memasak jadi tidak fokus, mengapa bisa? Karena suasana Asrama yang sedang ia tempati menjadi seperti Pasar murah yang sangat ramai, sedangkan di posisi Kanaya dan Galfirl sedang mempermasalahkan body Aulin yang terlalu sexy dan indah itu.
Fadli pun datang ke asrama tunangan nya yaitu Aulin, di waktu yang bersamaan pintu asrama tidak di kunci dan Diri nya sudah menebak kalau Aulin ada di Dapur dan sedang memasak, di waktu yang bersamaan, Cakra memeluk tubuh Aulin yang pendek itu dari belakang dan menenggelamkan wajah nya di tubuh Aulin yang Wangi itu. Fadli yang Melihat Tunangan nya di perlakukan tidak baik pun segera melepaskan tubuh Cakra dengan kasar dan memeluk tubuh tunangan nya yang kecil itu.
"MAU NGAPAIN LU SAMA TUNANGAN GUA!" Teriak Fadli yang membuyarkan Lamunan Aulin, Kanaya dan Galfirl.
Kanaya dan Galfirl segera menuju ke dapur.
Kanaya yang mendengar kalau Fadli menyebut sahabat nya itu 'tunangan gua' pun merasa kesal pada Fadli, sudah berapa kali diri nya memperingatkan pada Fadli supaya tidak membocorkan Rahasia Sahabat nya itu.
"Tunangan?" Tanya Cakra heran.
"YA! AULIN INI SEBENAR NYA YURAA! DAN YURAA TUNANGAN GUA! DAN LU! BERANI BANGET LU UDAH NGELECEHIN TUNANGAN GUA!" Bentak Fadli dan menunjuk nunjuk tubuh Cakra dengan jari telunjuk nya.
Cakra yang mendengar 'Aulin ini sebenar nya yuraa' pun seakan tidak percaya, jadi selama ini Aulin adalah Yuraa? mengapa yuraa tidak memberi tau kepada nya?
BRUKK!!
Aulin pun Pingsan, untung saja Fadli sudah memegang tubuh nya sedari tadi.
Di dalam mimpi Aulin, Aulin bertemu dengan seorang pria kecil yang di mana pria kecil tersebut adalah Cakra dan Galfirl, What? Apa hubungan diri nya dengan Cakra dan Galfirl dahulu?
Flashback on
"bocil!" teriak Cakra kecil pada yuraa kecil.
"Apa?"
"eheh, ngga kok, Cakra cuma bosan aja" jawab Cakra kecil yang cengengesan.
Yuraa yang melihat ada pria kecil yang sedang duduk di bangku taman pun segera memanggil Cakra.
"Cicak? lihat deh, itu ada anak kecil yang mungkin seumuran sama kamu yang duduk sendirian, kasian deh, kita samperin yok!" Ucap Yuraa kecil, diri nya di ajarkan untuk mempunyai hati baik dan tidak boleh sombong, saat ini diri nya kelas dua sekolah dasar dan Cakra kelas tiga Sekolah dasar.
"Ayok!"
"Hei kamu! kenapa kamu duduk sendirian di sini?" Tanya Yuraa.
"Ehm, aku tidak mempunyai teman untuk di ajak main, aku melihat anak anak lain pada bermain dengan teman nya, tetapi aku tidak di ajak" Ucap pria kecil itu dengan sedih, Pria kecil tersebut adalah Galfirl.
"Kalo mau ayo mainan sama yuraa!" Ajak yuraa pada Galfirl.
__ADS_1
"Oh ya nama mu siapa?" Tanya Cakra.
"Nama ku Galfirl"
"uwah! salam kenal gafil! aku yuraa hehe" jawab yuraa cengengesan.
"Galfirl yuraa, bukan gafil"
"Hehe, soal nya nama Gafil susah"
"hadeh, yasudah"
Yuraa sangat cerewet, ngga kecil ngga dewasa diri nya tetap menjadi cerewet.
"Kalo Galfirl mau, Galfirl mau gak jadi sahabat kita berdua?" Tanya Cakra.
"eh? Galfirl? sahabatan sama kalian berdua?" Tanya Galfirl.
"Iya! ayo jadi sahabat yuraa! kalo di tambah sama Galfirl, sahabat yuraa jadi banyak deh!" Jawab yuraa senang.
"Ehm ehm" Jawab Galfirl yang masih ragu.
"Ayo!" Ajak Yuraa yang memegang tangan Galfirl kecil sembari tersenyum ke arah nya.
"Yasudah, kalau kalian memaksa"
"YEAY SAHABAT!" Ucap yuraa senang.
"Janji ya jangan ninggalin yuraa sama cicak!"
"cicak? cicak itu siapa?"
"Cakra hehe" Jawab Cakra cengengesan.
"owalah, kalian buat nama panggilan yang aneh aneh ya?" Tanya Galfirl.
"Iya nih"
"ehm, bagaimana kalau Galfirl manggil yuraa mentari ku? karena yuraa cantik jadi Galfirl manggil yuraa mentari ku" Gombal Galfirl.
Yuraa yang di gombal oleh Galfirl pun segera menutup wajah nya dengan tangan nya.
"Ih! terserah gafil aja!" Ketus Yuraa.
"Hehe"
Flashback off
Aulin pun sudah bangun dari pingsan nya, saat ini diri nya di kasur asrama, diri nya tahu siapa yang membawa nya ke sini.
Galfirl pun refleks memeluk Aulin dengan erat. Betapa kangen nya diri nya pada yuraa sahabat masa kecil nya itu.
"Mentari gua" Lirih Galfirl yang menangis dalam pelukan Aulin.
"Hehe ada Gafil"
Galfirl pun melepaskan pelukan nya dari Aulin, diri nya memang tau kalau Sahabat nya yaitu yuraa tidak suka di peluk dengan erat.
"Bocil gua!" Teriak Cakra dan bergantian memeluk Aulin.
__ADS_1
"Hehe Cicak"
Bersambung__