
Pagi hari yang cerah.. Entah siapa yang datang ke kediaman Seijuro, Aulin sangat tidak asing dengan suara wanita tersebut, setelah Aulin melihat wanita tersebut, Wanita itu adalah Amanda. Tch, untuk apa wanita itu ke sini?
Entah mengapa Aulin yang melihat Andra, Violet, dan Amanda yang sedang mengobrol dan tertawa, entah apa yang mereka bicarakan Aulin merasa Cemburu, bukan berarti Egois, Entahlah, apa cuma perasaan nya saja?
Aulin segera turun menuju dapur, di sana sudah ada Kevin dan Gavin, entahlah apa yang sedang mereka lakukan.
"Oy, ngapain lu berdua?" Tanya Aulin.
"Buat Makanan untuk lu dek, Kita berdua buat makanan yang berbeda, terus nanti lu nyicip punya kita berdua" Jelas Kevin.
"oke oke" Aulin pun mengangguk mengiyakan.
Aulin sudah menunggu di meja makan untuk mencipipi makanan buatan Abang nya sendiri. Usai Kevin dan Gavin selesai membuat makanan nya, Aulin pun segera menyicipi nya.
"Uwaaaa! nasi goreng udang!" Batin Aulin dengan mata berbinar binar.
"huaaaa kue ini terlalu lucu, jadi gak tega buat di makan hiks" Batin Aulin dengan mata berbinar binar.
"Bang Kepin, ini kue isi nya apa?" Tanya Aulin dengan menggunakan wajah andalan nya.
"Isi nya coklat, terus kue nya rasa matcha" Balas Kevin.
"uwaaaa coklat!" Batin Aulin yang mata nya tambah berbinar binar.
"cepet lah dek nyoba makanan nya" Pinta Gavin.
"Sabar napa" Ketus Aulin.
Aulin pun memakan masakan Gavin, Ehm.. Enak! karena Nasi goreng udang adalah makanan Favorit nya.
"Rating nya dong tuan putri" Ucap Kevin.
"10/10! Aulin suka!" Balas Aulin sembari tersenyum ke arah kedua nya.
Andra, Violet, dan Amanda pun yang mendengar keributan dari arah meja makan pun segera menemui mereka bertiga.
"Ada keributan apa ini" Tanya Andra yang tersenyum ke arah ketiga nya dan menghampiri ketiga nya.
"Ini loh pah, kan bang Kepin sama bang gapin buat makanan, terus nanti Aulin yang nyicipin" Jawab Aulin yang ngomong nya nyerocos dan membuat wajah andalan nya.
"Utututu, Mama mau dong" Violet pun menghampiri Keempat nya.
"Mama boleh nyicip yang ini gak?" Tunjuk Violet pada makanan yang Kevin buat.
"Boleh kok ma" Jawab Kevin.
Violet pun segera mencipipi Kue Matcha yang berisi coklat itu.
"Ehm, enak, Pinter banget kamu nak buat nya" Jawaban dari Violet yang membuat Aulin menoleh, sedangkan Kevin yang mendengar jawaban Violet pun Senang.
"Enak kah ma?" Tanya Aulin Heran dan segera mengambil kue nya.
Aulin pun menyicipi Kue Matcha buatan Kevin.
"ihhhh enak!" Rengek Aulin.
Amanda yang melihat Aulin, yang wajah nya di buat buat akan terkesan imut pun merasa jijik pada Aulin. Aulin yang merasa di perhatikan sedari tadi oleh Amanda pun smirk kepada nya.
"Tapi gua mau kue matcha itu" Batin Amanda.
Amanda pun menghampiri Kelima nya.
"Ehm, Aulin, Manda boleh gak? nyicip kue matcha nya Aulin?" Tanya Amanda dengan wajah sok imut, Apalagi suara nya yang di buat buat untuk terkesan imut, Hih! Menjijikkan!
"Mempan juga lu godaan dari gua" Batin Aulin dan smirk pada Amanda.
"Tapi lu gak boleh nyoba kue matcha gua!" batin Aulin dan menatap tajam Amanda.
Entah perasaan apa ini, saat Amanda di tatap tajam oleh Aulin pun bergidik ngeri, Amanda pikiran nya segera tertuju 'siapa Aulin sebenarnya? mengapa tatapan tajam itu sangat persis dengan Queen Mafia terkejam nomer satu di dunia ini?'
"You are very right Amanda Ulfa Candra Kinara" Batin Aulin dan smirk pada Amanda.
"Sayang? Amanda nanya loh, Amanda boleh gak minta kue matcha mu?" Tanya Violet Lembut dan Mengurai rambut Aulin.
__ADS_1
"Ngga boleh!" Bentak Aulin. Aulin sangat tidak suka kalau makanan nya di rebut orang lain, apalagi orang lain mengganggu waktu makan nya.
"Dih pelit banget sih! cuma kue murahan kan? gua juga bisa beli" Gumam Amanda. Semua orang memang tidak mendengar perkataan Amanda, namun Aulin mendengar nya.
Amanda yang di kasih smirk oleh Aulin pun merasa heran apa kode yang barusan Aulin kasih kepada nya, yang Aulin katakan pada nya 'Gua tunggu permainan kalian Berenam Amanda'. Ha? Bagaimana Aulin tau? memang Aulin nanti malam akan ikut berperang? tapi kata Yoona dia akan menculik seseorang tapi nama nya masih di rahasia, dan orang yang di Culik itu akan di Bu*uh.
"Auk ah, Aulin jadi gak selera makan" Ucap Aulin yang beranjak dari tempat duduk nya dan smirk pada Amanda.
"Ma, Pa, Aulin ke taman belakang dulu ya? Mau bales chat nya Bang Denis" Teriak Aulin yang sudah hampir jauh dari dapur.
"Iya sayang" Balas Violet.
Aulin pun segera ke taman belakang, diri nya tau kalau Amanda mengikuti nya, Jadi Aulin bersembunyi entah di mana itu.
"Dimana Anak itu!" Batin Amanda yang geram pada Aulin.
"Apa kau sedang mencari ku?" Tanya Aulin yang tiba tiba saja muncul dari belakang dan mengejutkan Amanda.
"e-eh, n-nggak kok" Jawab Amanda gugup.
"Lantas, mengapa kau mengikuti ku ke sini?" Tanya Aulin yang masih ingin bermain main dengan Amanda.
"Memang nya tidak boleh? kan Manda cuma pengen main sama Aulin" ucap Amanda yang berusaha menutupi kegugupan nya.
"owh, kau ingin bermain dengan ku?" Tanya Aulin yang smirk dan entah mengapa Amanda pikir bermain dengan 'pisau/pistol'
Sesuai dugaan nya, Aulin mengeluarkan Pistol dari saku nya.
Amanda mundur perlahan, saat ini Amanda tidak membawa senjata tajam, Karena diri nya lupa saat ingin ke sini.
"Mengapa mundur? bukan kah kau dulu bermain dengan ku menggunakan ini?" Tanya Aulin yang wajah nya sedikit mengerikan yang bisa membuat orang yang melihat wajah nya ketakutan dan tidak ingin mendekati nya.
"M-mau ngapain kamu" Tanya Amanda gugup.
"Ya? Just want to play with you" Ucap Aulin yang semakin dekat ke tubuh Amanda.
Amanda semakin mundur perlahan dan Posisi Amanda sudah mentok ke pohon, begitu pun Aulin yang sudah mendekati tubuh dan wajah nya.
"Besok, Kita akan bermain Amanda, seperti nya akan sangat seru" Bisik Aulin tepat di telinga Amanda.
Aulin yang mengerti isi otak Amanda lewat ekspresi wajah nya pun smirk pada Amanda.
"Belum saat nya lu tau siapa gua yang sebenar nya Amanda Ulfa Candra Kinara" Batin Aulin. "Mungkin di permainan besok gua akan bongkar siapa gua sebenar nya" Batin Aulin lagi.
"Ah, maafkan aku membuat mu takut, Ini hanya pistol mainan, Lihat?" Aulin menunjukkan pistol yang berwarna hitam, dan pistol itu mengeluarkan Sebuah Permen.
Amanda yang melihat itu diam tak berkutik, diri nya sangat gugup dan takut, ia kira aulin akan membu*uh nya.
Amanda sudah di anggap oleh keluarga Seijuro sebagai anak nya, karena kedekatan Gavin dan Kevin pada Amanda, membuat Andra dan Violet menganggap Amanda Sebagai anak mereka.
Aulin mengingat kembali masa lalu nya, Arwah Aulin memberi sedikit ingatan tentang masa lalu nya.
Flashback on
"Astaga manda, lihat tuh wajah mu haha, blepotan tau ngga, kayak anak kecil aja" Ucap Kevin dan mengelap wajah Amanda menggunakan tisu.
"Hehe" Jawab Amanda cengengesan.
"Wah Amanda, Kevin, sama Gavin, seperti nya kalian dekat ya dengan manda" Ucap Andra yang membuat Amanda blush.
"Hehe, cuma teman kok om" Jawab Amanda malu malu.
"No uncle dear, call me papa"
"Alright, daddy"
"Good"
"And call me mom" Sambung Violet.
"okay mom"
"Dan anggap mereka berdua Abang mu" Tunjuk Andra pada Gavin dan Kevin.
__ADS_1
"Aku? going to be Amanda brother?" Tanya Gavin heran.
"Yes boy" Jawab Andra.
"no dad, I don't want to" Ucap Gavin dengan nada dingin nya.
"GAVIN!" Bentak Andra pada Gavin.
"IF I SAY NO, NO DAD!" Gavin yang membentak balik ke Andra.
"I LOVE MY OWN SISTER MORE, AULIN!" Bentak Gavin lagi.
"Oh jadi kamu sudah menyayangi anak pembawa Sial itu?" Tanya Andra dan smirk pada Gavin.
DEG!
"A-aulin anak pembawa Sial?" Batin Aulin dan hati nya gemetar.
"TIDAK PA! PAPA SALAH!" Bentak Gavin.
Sementara di Posisi Aulin saat ini sedang nangis sesenggukan.
"A-apa benar Hiks Aulin anak pembawa Sial? Hiks, N-nenek" Nangis Aulin dengan gemetar.
"Bahkan mama, Papa, Kak Kevin, sama Kak Gavin gak pernah merayakan ulang tahun ku, Bahkan saat ini pun aku ulang tahun mereka tidak ingat" Ucap Aulin yang sedari nangis.
"Mengapa kalian semua berubah? apa salah Aulin sama kalian?" Sambung Aulin yang masih nangis.
"Hiks, n-nenek" Ucap Aulin yang nangis nya semakin deras.
"Aulin kangen nenek" Aulin yang tangis nya semakin deras sehingga membasahi guling nya.
Flashback off
"Oh jadi gitu, kasian banget lu Lin, setiap lu ulang tahun gak ada yang ngerayain" Batin Aulin. "Makasih udah kasih sedikit memori masa lalu lu, gua bakal balesin dendam lu ke manda" Batin Aulin lagi.
Amanda pun segera meninggalkan Aulin seorang diri di taman, ia takut diri nya akan di apa apain oleh Aulin.
Tak lama setelah Amanda pergi, Arwah Aulin yang asli pun mendatangi Aulin atau istilah nya yuraa.
"Makasih ya Lin, udah mau bagi ingatan masa lalu lu ke gua" Senyum pun mengembang di pipi Aulin.
"Sama sama raa, aku boleh minta tolong gak?" Tanya Arwah Aulin.
"Minta tolong apa?" tanya Aulin heran.
"Seperti nya kamu sepemikiran dengan ku" Senyum Arwah Aulin pun mengembang di pipi nya yang terkesan tembem itu.
Aulin pun segera smirk.
"Fine, I will help avenge you" Timpal Aulin yang sedari smirk.
"Terima kasih"
Aulin pun hanya mengangguk, ia senang membantu orang orang yang masa lalu nya kelam.
"Aku pergi dulu ya, waktu ku gak banyak" Ucap Arwah Aulin.
"Baiklah, semoga lu tenang di sana sama nenek lu" Jawab Aulin dan melambaikan tangan pada Arwah Aulin.
Arwah Aulin pun sudah pergi jauh di hadapan Aulin saat ini, Aulin memutuskan untuk segera masuk ke dalam rumah.
Aulin yang melihat sudah tidak ada lagi tanda tanda Amanda pun hanya terkekeh saat tadi.
"Amanda pulang ma?" Tanya Aulin pada Violet.
"Iya tuh, tumben banget buru buru, kata nya sih ada tugas yang belum dia selesaikan" Jawab Violet polos, Hahah! Ada ada saja violet ini, mau saja di tipu oleh nenek sihir itu.
"Gitu ya ma?"
"Iya"
"Gua dah nandain muka keluarga Seijuro, siap siap, besok kita akan bermain, permainan itu akan sangat seru" Batin Aulin.
__ADS_1
Auth : tebak, Permainan apa yang di maksud Aulin? komen ya, jangan lupa like, comment, and vote ya, bye!
Bersambung_____