
Jam sudah menunjukkan pukul 04.00, Yuraa yang masih berada di tubuh Aulin pun di izinkan untuk menginap sementara di rumah Yuraa yang asli. Yuraa yang melihat Abang Abang nya belum bangun pun segera membuat rumah heboh dan kerusuhan.
Yuraa yang berada di tubuh Aulin pun segera masuk ke kamar Denis dan segera membangun kan nya.
"gua godain ah bang Denis" Ucap Aulin sembari senyum senyum sendiri.
"Sayang" Panggil Aulin pada Denis.
"Hmm"
"Bangun dong, dah pagi nih" Timpal Aulin.
"5 menit lagi yang"
"Hih! sebenar nya gua jijik ngelakuin kek gini, tapi mau gimana lagi? terpaksa dah" Ketus Aulin yang mempunyai ide Jahil tetapi sebenar nya tidak ingin ia lakukan.
Aulin pun menggelitik kan tubuh Denis, Denis yang kegelian pun tidak sengaja menarik kepala Aulin dan membuat Aulin terjatuh dalam pelukan Denis.
"BANG KEONG! HUAAA TOLONGIN GUA!" Teriak Aulin.
"JA*COK! PUNYA ABANG GINI AMAT SIH!" Bentak Aulin yang berusaha melepaskan diri nya dari Pelukan Denis yang semakin erat.
Dimas yang masuk ke dalam Kamar Denis pun terkejut akan apa yang ia lihat.
"WOY AS*! JANGAN PE*KOSA ADEK GUA BAN*SAT!" Teriak Dimas.
Denis yang mendengar teriak kan Dimas pun segera membuka mata nya.
"HIH A*JING! IYUH! TUBUH GUA TERNODAI!" Ketus Denis.
"Syalan lu bang asal main nuduh aja, lu sendiri yang mau pe*kosa gua" Timpal Aulin yang kesal terhadap Abang nya.
"Idih najis, mana ada cowo secakep gua mau pe*kosa cewe Wibu kek lu, udah suka ngehalu ayang nya nyata, padahal ayang lu gepeng!" Ledek Denis.
"SYALAN LU A*JING!" Bentak Aulin.
"Terus ya, terus, Gelud aja terus, gak liat sekarang jam berapa?" Titah Dimas.
Aulin dan Denis pun segera melirik ke arah jam dinding, dan ternyata mereka kesiangan.
"A*JENG! GUA KESIANGAN!" Teriak Denis.
Aulin dan Denis pun segera terbirit birit dan segera melakukan aktivitas masing masing.
Usai Denis mandi dan memakai baju seragam SMA Bimantara pun segera berangkat ke sekolah dan membonceng Aulin.
Sesampainya di Sekolah, Denis, Dimas, dan Keano segera memarkir kan motor mereka masing masing.
"Syalan lu bang" Ucap Aulin yang masih teringat akan kejadian tadi.
"Ya maap, lagian tadi gua lagi ngehayal punya istri yang cantik, sexy" Balas Denis yang mengingat ingat kembali ia semalam mimpi apa.
"Hih! Huaaa eyot, gua udah di nodai sama cowo mesum" Timpal Aulin yang memasang wajah cemberut nya.
Dimas dan Keano yang melihat kedua nya pun hanya geleng geleng kepala, Aulin dan Denis seperti orang yang sedang berpacaran, bahkan mereka sangat cocok dan serasi, walaupun asli nya kedua nya adalah Adik dan Abang.
Denis pun segera memeluk Aulin dengan Erat, saking kangen nya ia kepada sang adik sehingga membuat nya tak ingin melepas kan pelukan nya. Aulin
yang di peluk oleh Denis pun membalas pelukan Denis.
Keano dan Dimas yang melihat Denis dan Aulin yang berpelukan pun meratapi nasib jomblo nya.
"Masih ada gua sama Bang Keano loh" Ucap Dimas dengan wajah tertekan.
"Iri bilang bos" Ledek Aulin pada Dimas.
Galfirl dan Cakra yang melihat Aulin dari kejauhan sembari memeluk Denis pun merasa cemburu berat, Hati mereka seperti di giling oleh duka.
"Kalian cocok loh kalo pacaran" Ledek Keano.
"Idih! males amat gua pacaran ma si kebo!" Ledek Aulin pada Denis.
"Apa lu bilang? Gua? Kebo? idih! gua bukan kebo ya! lu kali yang kebo! susah di bangunin pula huh!" Ketus Denis.
Kevin dan Gavin yang melihat perdebatan antara adik dan kakak itu pun teringat akan masa masa mereka pada Aulin.
"Hai Gaes!" Sapa Kevin.
"Hai juga Bang vin" sapa Aulin balik.
"Hehe, btw jangan Panggil bang kevin, panggil nama aja" Timpal Kevin.
"Mau gua sleding muka lu?" Aulin yang menatap tajam wajah Kevin.
Kevin yang di tatap tajam oleh yuraa yang berada di tubuh Aulin pun ketakutan.
__ADS_1
"Maap nona yuraa yang syantik" Ledek Kevin.
"Huh!"
"Cie Kepin ma Yuraa" Ledek Kanaya.
"Nama gua kevin a*Jing! bukan Kepin!" Ketus Kevin.
"Ba*ot" Kanaya yang mengejek Kevin.
"Sudah lah" Timpal Gavin.
"Oy, bolos kuy" Ajak Kanaya.
"HAYYUK!" Jawab Aulin, Zein, Satria, Rey, Alex, Rayyan, Riko, Lauren, Vano, dan Kevin kompak.
"Eits" Denis yang menarik baju Aulin dari belakang.
"Apa sih lu a*jeng! iri aja kalo orang mau bolos! kalo mau bolos ya ayok! gak usah make acara segala narik baju gua!" Bentak Aulin.
"Lu gak boleh bolos" Titah Denis.
"Abang ku yang cakep, yang bernama Frans Ainsley, yang di panggil Rey, kalau anda bolos, saya bilang ke mommy loh" Ancam Michel.
"Jangan lah, nanti gua beliin Baju dah, yang banyak" Tawar Rey pada Michel.
"Hayo loh yang jadi ketua osis, kan ketua osis tidak boleh bolos" Ledek Keano pada orang orang yang mau bolos.
"Bodo, Gua aja bisa beli ni sekolah" Kanaya yang menjulurkan lidah nya yang pertanda meledek Keano.
"Iya dah kanaya Nakagawa" Balas Keano pasrah.
"yok yok ges, bolos" Ajak Kanaya dan Berjalan duluan di depan.
Orang orang yang ingin bolos pun segera mengikuti Langkah Kanaya yang menuju ke kantin.
Sesampainya di Kantin, banyak yang melihat ke arah Aulin, Kanaya, dan Lauren karena di kelilingi oleh cowo cowo tampan.
Amanda yang melihat Kevin dari kejauhan yang dekat dengan Aulin pun merasa cemburu dan marah besar, ia berniat nanti malam akan membunuh Aulin.
Bayu yang melihat Kevin dari kejauhan yang sangat nempel pada Aulin pun entah mengapa ia sangat cemburu karena bisa keluar dengan sangat mudah dari geng Sevigayuta.
Galfirl pun yang melihat juga ke arah Kevin yang menempel pada Aulin pun merasa cemburu berat, ia pun memutuskan ingin keluar dari geng Sevigayuta.
"Se, gua izin keluar dari geng Sevigayuta" Pinta Galfirl lalu berlalu pergi meninggalkan keempat orang tersebut.
Adipta Prasetyo adalah salah satu anggota Sevigayu.
"Se, gua izin keluar juga ya, gua lama lama bosen di geng Sevigayuta, maaf gua beban geng doang" Ucap Bayu lalu berlalu pergi.
Tinggal lah mereka bertiga, Yaitu Sean, Amanda, dan Dipta.
"Pokok nya lu harus tetap suka dan tetep ngejar gua Aulin!" Batin Sean.
"Sudah lah kak Sean, kak Galfirl sama Kak Bayu gak usah di pikirin, kan masih ada Kak Dipta sama Manda yang nemenin kak Sean" Ucap Amanda yang suara nya di buat buat untuk menjadi imut.
Sean menatap Amanda dan menghela nafas.
"Ya sudah, Sekarang Manda mau apa?" Tanya Sean dengan Lembut.
"Ice cream aja deh"
"Nanti batuk loh" Cemas Sean.
"Ihh! pokok nya Amanda mau ice cream!" Timpal Amanda yang wajah nya di buat cemberut.
"Huh.. Ya sudah, dip, beliin ice cream noh si Manda, rasa strawberry aja, kayak biasa nya" Ucap Sean.
"oghey, tunggu" Balas Dipta dan segera bangun dari tempat duduk nya.
Dipta pun berlalu pergi untuk membeli kan Amanda Ice cream, sementara Dipta menengok sekilas ke arah Aulin dan yang lain nya.
"Asik banget, gua jadi pengen gabung" Batin Dipta.
Galfirl dan Bayu pun datang ke gerombolan Aulin dan yang lain nya.
"Hai? Asik banget, boleh gabung gak?" Tanya Galfirl sembari tersenyum dan jangan lupa curi curi pandang ke Aulin.
"Tentu" Jawab Lauren.
Galfirl dan Bayu pun segera duduk. Galfirl duduk di sebelah Aulin.
Kanaya yang mengerti maksud Galfirl untuk duduk di sebelah Aulin pun segera memberi kode pada Zein dan Vano.
Kanaya pun meyenggol kaki Zein dari bawah meja, Zein yang kaki nya di senggol oleh Kanaya pun segera menoleh ke arah nya.
__ADS_1
Kanaya Langsung senyum senyum sendiri seperti menahan tawa, Vano dan Zein yang heran pada Kanaya pun Langsung menoleh pada kode yang Kanaya beri lewat mata nya.
Vano dan Zein sama seperti Kanaya yang menahan tawa.
"Kalian Napa dah?" Tanya Rey heran.
Riko yang mengerti maksud Kanaya, Zein, dan Vano pun ikut menahan tawa.
Kanaya pun berdehem dengan keras sehingga membuat Aulin sedikit tersinggung.
"S*alan lu a*jing" Batin Aulin.
Galfirl pun beranjak dari tempat duduk nya.
"Lin, Ikut Gua jalan jalan yok? dari pada sama orang orang setres, nanti malah ikutan stres" Ledek Galfirl pada semua orang yang duduk di bangku kantin.
"Ayok dah, nanti yang ada gua malah naik darah" Ucap Aulin sembari menghela nafas.
"Gua boleh ikut jalan jalan gak?" Tanya Cakra yang tiba tiba datang dengan sendiri nya.
"Tentu" Balas Aulin.
Semua orang seperti menahan tawa akan melihat Aulin, Galfirl, dan Cakra, seperti cinta segitiga.
Tiba tiba Lauren pun tertawa dengan kencang dan memukul meja, yang membuat semua orang menoleh pada nya.
Semua orang seperti Kanaya, Vano, Rayyan, Riko, Zein, Gavin, Bayu, Kevin, Rey, dan Alex pun ikut tertawa dengan kencang.
Aulin yang mengerti maksud mereka semua adalah menertawakan diri nya saat ini yang sedang terlibat cinta segitiga.
"Ku tuliskan sebuah cerita cinta!" Teriak Kanaya sembari menahan tawa nya.
"SEGI EMPAT" Ucap mereka kompak.
"Aulin yang menjadi peran utama nya" Lauren pun melanjutkan lirik nya dan mengasal.
"Galfirl, Cakra, Fadli pun merebutkan!" Teriak Lauren.
"AULIN!" Ucap mereka kompak lagi dan tertawa lepas.
"A*Jing lu pada!" Ketus Aulin.
Astro boy atau istilah nya geng Fadli pun menghampiri mereka semua.
"cebol gua!!" Teriak Fadli dari kejauhan sembari memanggil Aulin.
"Apasih lu a*jeng" Ketus Aulin.
"Ikut gua yok hehe, gua mau ngasih lu sesuatu" Pinta Fadli.
"Ekhem" Kanaya yang berdehem dengan kuat dan sengaja untuk menggoda Aulin.
Semua orang yang mengerti kode dari Kanaya pun ikut menahan tawa.
"Maaf Fad, gua dulu yang ngajak Aulin duluan" Pinta Galfirl yang tidak mau kalah dari Fadli.
"Lu siapa nya Aulin?" Tanya Fadli dengan wajah datar nya.
"Gua Pacar nya" Jawab Galfirl dengan percaya diri.
Semua orang yang mendengar Galfirl menyebut Aulin sebagai 'pacar' nya pun terkejut.
"APA NYA LU A*JENG! GUA BUKAN PACAR LU YA BAN*SAT!" teriak Aulin yang membuat seisi Kantin pun menoleh ke arah nya.
"Sekarang Lu Jadi pacar gua" Ucap Galfirl lalu memegang tangan Aulin dan mengajak nya pergi dari Kantin.
Fadli yang melihat Aulin atau istilah nya yuraa yang asli nya adalah tunangan nya, merasa cemburu dan marah besar pada Galfirl.
"Cie ada yang cemburu nih" Ledek Zein pada Fadli.
"Diem lu ban*sat!" Ketus Fadli.
Galfirl yang menggandeng tangan Aulin pun merasa sangat bahagia karena diri nya bisa menghabiskan waktu berdua dengan Aulin. Arka atau istilah nya Paman Aulin pun hanya bisa meratapi nasib nya yang Jomblo dan belum memiliki pasangan pun padahal umur nya sudah 30 lebih tetapi wajah nya masih tampan dan Muda, seperti papa nya Aulin pun hanya bisa menghela nafas.
"Maksud lu apa a*jeng?! ngaku ngaku jadi pacar gua!" Ketus Aulin kembali.
"Kan udah gua bilang, sekarang lu jadi pacar gua" Jawab Galfirl dengan santai.
"Idih, Gua udah pacar ya, Pacar gua tu Kazuha" Timpal Aulin sembari berkacak pinggang.
"Ih bau bawang"
"Nih gua ada panci, mau gua lempar?" Tekan Aulin.
"Hehe maap nona Aulin yang cantik" Galfirl yang masih meledek Aulin yang terlihat sangat kesal.
__ADS_1
Bersambung_____