
Pagi hari yang cerah, Aulin beserta sahabat dan Abang nya bersekolah seperti biasa.
"Bang, harus nya kan lu dah Kuliah, Napa masih sekolah?" Tanya Zein yang heran pada Abang nya yuraa yaitu Keano.
"Entahlah, hanya bahan gabut balik ke sekolah" Jawab Keano singkat.
Kanaya yang tengah bersantai menikmati Minuman Coca cola yang baru ia beli di kantin pun tiba tiba tersedak akan penampakan makhluk astral yang lewat barusan.
"Pelan pelan dek" Ujar Satria.
Kanaya pun segera minum, Makhluk apa tadi? bagaimana diri nya bisa melihat makhluk astral secara tiba tiba? padahal diri nya tidak memiliki mata merah seperti Aulin, ah entahlah...
Aulin pun yang sedari pergi entah kemana pun segera menghampiri mereka semua yang sedang berada di kantin dan melempar buku berjudul 'Hidden Secret' yang kemarin ia ambil dari perpustakaan sekolah.
Michel pun yang merasa hawa nya sangat mencekam dan dingin pun merasa menggigil.
"Sopan dikit nga" Ucap Vano.
Aulin pun menatap tajam Vano, Vano yang di tatap tajam oleh Aulin pun diam mematung.
Keano pun mengambil buku yang di berikan Aulin tadi yang berjudul 'Hidden Secret'.
Keano pun mulai membaca nya dengan teliti dan mengganti ke lembar berikut nya.
"Liat geh bro, pelit banget lu" Gerutu Alex yang sudah kepo akan isi dari buku tersebut.
Keano pun mulai menaruh buku nya di atas meja dan membiarkan mereka semua membaca nya. Setelah mereka semua membaca buku yang berjudul 'Hidden Secret' tersebut saling menatap satu sama lain.
"Jadi? Kenapa lu gak kasih tau kita dari kemarin kemarin Lin?" Tanya Lauren yang berusaha memecahkan keheningan.
"Tanya diri sendiri kenapa gua gak kasih tau dari kemarin kemarin, apalagi ada orang yang buat mood gua rusak" Cibir Aulin yang menatap tajam ke arah ketiga Abang nya.
Ketiga Abang nya yang di tatap tajam oleh Aulin pun hanya bisa menunduk dan mengingat kembali sikap sikap mereka pada adik nya sendiri di masa lalu.
Tetiba saja ada makhluk tak kasat mata yang merupakan sosok anak kecil yang sekitar umur 10 tahunan di hadapan mereka. Mereka yang di kejutkan oleh makhluk astral itu pun segera menutup mata mereka.
"Lebay Lo pada" Cibir Aulin.
"H-Hai, maaf kalau aku mengejutkan kalian, aku hanya kesepian tidak ada teman" ucap makhluk astral tersebut.
"Kalo mau Dateng itu ngucapin salam, jangan ngagetin orang" Keenan yang menatap tajam ke arah Makhluk astral tersebut.
Makhluk astral yang umur nya sekitar 10 tahunan tersebut merasa sedih dan takut karena di tatap tajam oleh Keenan barusan.
"Sudahlah nan, jangan begitu dengan anak kecil" Jawab Lyaa yang berusaha menenangkan Keenan.
"Nama mu siapa gadis cantik?" Tanya Alea dengan Lembut.
"Shila kak"Jawab makhluk tersebut yang nama nya adalah Shila.
"Nama yang bagus" Jawab Lauren.
"Aku akan bantu kalian semua tentang mata kalian itu" Ujar Shila dan tersenyum ke arah mereka semua.
"Apa yang kau ketahui tentang mata ku?" Tanya Aulin yang mengernyitkan dahi nya.
"Siapa yang mengirim mu ke sini?" Belum saja pertanyaan Aulin di jawab Oleh Shila, Alan sudah bertanya kepada Shila.
"Satu satu dong"
"Pertama, Aku mengetahui semua tentang mata keturunan dari keluarga kalian"
"Kedua, Entahlah siapa yang mengirim ku ke sini, selama aku di dunia, aku merasa kesepian dan tidak memiliki teman, aku di jauhi oleh teman ku karena aku selalu menggunakan Jaket" Jelas Shila yang tangis nya sudah tak tertahan.
Aulin pun segera menghampiri Shila dan memeluk Shila, kok bisa? padahal kan Shila makhluk tak kasat mata, tapi kok bisa di peluk? Karena Aulin mempunyai mata keturunan keluarga Edogawa, Selain bisa melihat makhluk halus, mata Keturunan keluarga Edogawa itu bisa memegang ataupun menyentuh makhluk halus.
"Hangat" Batin Shila dengan tersenyum.
Tak lama kemudian ada makhluk halus lagi yang datang dan mengejutkan mereka semua yang berada di situ.
"Terus ya ngagetin kita semua, kagak tau apa ni jantung hampir mau copot" Ucap Kanaya dengan wajah yang tertekan.
"Maaf kak hehe" Jawab Makhluk tersebut dengan cengengesan.
"Oh ya kak, kenalin ini adik ku, nama dia Shina" Ujar Shila yang berusaha membuat mereka tenangan dikit.
"Kalau boleh tau nama panjang kalian siapa?" Tanya Ken pada Shila dan Shina.
"Nama ku Shinaya Aurelius Devina, Panggil aja Shina, Umur ku 10 Tahun" Sahut Shina.
"Kalau aku Ayshila Aurelius Devina, Panggil Shila, Aku Lahir tanggal 15 Juli" Di Lanjutkan dengan Shila yang menjawab pertanyaan Ken.
"Buset, Beda berapa hari sama lu pad" Kejut Riko.
"Eh bentar? Lu kan tanggal 6 Juli, iya gak sih?" Tanya Rayyan.
"Hmm" Jawab Fadli singkat.
"Wih pas banget, sama kayak Aulin dong, Aulin 6 Juni, terus lu 6 Juli, wih kece sih, emang pasangan yang cocok" Seru Dimas.
Shila dan Shina sebelum mereka menjadi makhluk halus.
Yang Jadi Kepala sekolah berikut nya adalah Kesya, mama dari Kanaya, Kesya mengganti kan Arka yang menjabat sebagai Kepala sekolah tersebut.
Kanaya meminta izin pada mama nya untuk tidak mengikuti pelajaran di karenakan ingin mencari tau tentang mata keturunan keluarga nya, Kesya pun hanya mengangguk dan memperbolehkan anak nya pergi.
Di Taman, Shila dan Shina segera menuju ke Rumah pohon yang sepi dan tidak ada orang nya sama sekali. Kebetulan di taman lumayan sepi, di waktu yang tepat, Alan membeli Ice cream untuk mereka semua. Michel yang melihat ke arah dua bocah yang sedang sendirian pun menyuruh Kanaya dan Aulin yang menghampiri mereka.
"Hai, nama kalian siapa?" Tanya Kanaya.
"Kakak siapa?"
"Kakak bukan orang jahat kok" Jawab Kanaya.
"Nama ku Azka kak"
"Kalau aku Caca"
"Caca sama Azka mau Ice cream gak? tadi kakak sempat beli di supermarket" Tawar Kanaya pada kedua nya.
Azka dan Caca yang di tawari Ice cream pun mata mereka segera berbinar binar.
Kanaya pun mengasih ice cream pada Azka dan Caca.
Caca.
Azka.
"Kalian tunggu sini bentar ya, Kakak mau ngomong sama sahabat kakak" Ujar Kanaya.
Azka dan Caca tidak mendengar kan perkataan Kanaya karena sedang asik menikmati ice cream milik sendiri sendiri.
"urok, Lu kasian gak sih sama Azka sama Caca?"
"Kasian sih, cuma, gimana ya, Mereka ni masih kecil, apalagi Azka yang kalo di lihat lihat umur nya 7 tahun, harus nya Azka di umur nya yang sekarang ini harus sekolah" Jawab Aulin.
"Nah, kenapa gak lu adopsi aja mereka berdua, siapa tau Mak bapak lu seneng karena dapet cucu secantik Caca dan seganteng Azka" Ledek Kanaya pada Aulin, Hadeh, Kanaya memang suka meledek sahabat nya sendiri.
Seketika Wajah aulin berubah menjadi merah memanas, Ya Tuhan! mengapa harus salting gini sih!
"serah"
Aulin dan Kanaya pun kembali ke dua bocah yang bernama caca dan Azka tadi.
"Azka sama Caca mau tinggal di rumah kakak gak?" Tanya Aulin sembari mengajak Azka dan Caca tinggal di rumah nya.
"Mau Mommy!" Jawab mereka berdua kompak.
"M-Mommy?!" Batin Aulin yang kesal dan Wajah nya yang memerah.
Kanaya pun hanya tertawa, hadeh, Langgeng terus deh Fadli sama Aulin.
"Yaudah, ayo ikut mommy pulang" Aulin pun mengulurkan tangan nya pada Caca dan Azka.
Aulin menggandeng tangan kedua nya dan yang di ikuti oleh Kanaya di belakang.
Aulin pun mendekat ke arah Fadli dan menarik baju Fadli, seolah Fadli harus ikut dengan nya. Black wolf Enalekasgasin belum sadar kalau Fadli di bawa oleh Aulin, mereka malah bersenang senang bermain dengan Shila dan Shina.
Aulin memaksa Fadli untuk menyetir, yang membuat Fadli heran akan sifat Aulin yang seketika berubah, dan apa? Aulin membawa dua bocah?
"Maksud lu ini semua apaan nj*m" Ketus Fadli.
__ADS_1
"Masuk" Titah Aulin yang memaksa Fadli masuk ke dalam mobil.
Caca dan Azka masuk ke dalam mobil, Aulin duduk di sebelah Fadli, sedangkan Caca dan Azka duduk di belakang.
"Ke Mansion kita berdua" Pinta Aulin dengan nada dingin nya.
"Eits, bentar bentar, maksud lu apaan nj*m, ada dua bocah? dan sifat lu berubah?"
"Cepat Lakukan apa yang aku perintahkan" Aulin yang sedang menatap layar ponsel nya tetapi menatap tajam ke arah Fadli.
Fadli yang di tatap tajam oleh Aulin pun menelan Saliva nya dan segera menuju ke mansion milik mereka berdua.
Sesampainya di mansion, Caca dan Azka segera turun dan keluar dari mobil.
"Ayo Mommy kita masuk!" Ucap Caca yang tiba tiba menarik tangan Aulin.
"Mommy?!" Batin Fadli terkejut.
"Ayo dad masuk" Ajak Azka.
"D-DADDY?!" Batin Fadli terkejut lagi.
Entahlah, apa yang sedang terjadi di dunia ini? Sifat Aulin semakin dingin, Ada dua bocah di mansion milik mereka berdua, di tambah panggilan Mom and dad yang di sebut oleh Azka dan Caca tadi.
Mereka berempat pun masuk ke dalam mansion, di perlihatkan ada semua pelayan yang sudah menghidangkan makanan di atas meja, apa yang sedang terjadi hari ini?
POV KANAYA
Setelah Kanaya melihat mobil Fadli dan Aulin sudah jauh, ia segera menelepon pelayan di mansion milik Fadli dan Aulin.
Dalam Telepon.
Kanaya π² : Halo Bi
Pelayan π² : Iya non, kenapa?
Kanaya π² : Tolong hidangkan makanan untuk Fadli, Aulin, Azka, dan Caca
Pelayan π² : Emang ada apa non?
Kanaya π² : Cepat Lakukan, ngga usah banyak tanya
Pelayan π² : Baiklah non, saya tutup dulu
TUTT
POV AULIN
"Bibi!"
"Iya non, kenapa?" Jawab Salah satu pelayan dengan sopan.
"Tolong Mandikan Azka dan Caca ya"
"Baiklah Non" Balas seorang pelayang yang di hadapan Aulin dengan Menunduk sopan.
Azka dan Caca di bawa Pelayanan untuk di mandikan, Sedangkan Aulin sedang mandi.
Fadli yang sedang menunggu Aulin mandi pun duduk di kasur kamar nya, ia berpikir akan perkataan Azka tadi.
'Ayo Dad Masuk'. Perkataan Azka selalu terngiang ngiang di kepala nya.
Fadli pun melihat Aulin yang sudah keluar dari kamar mandi pun melihat Aulin yang hanya saja memakai handuk pun tergoda akan body Aulin.
Fadli mendekatkan diri nya pada Aulin, Aulin yang mendapat perlakuan ini pun akhir nya gugup dan pipi nya merah memanas.
Fadli dan Aulin pun sudah terjebak di tembok, yang membuat Aulin tidak bisa kabur dari rubah Licik ini.
Yah.. mereka tenggelam akan ciuman mereka, Aulin yang tidak bisa kabur dari rubah licik ini pun hanya pasrah saja.
Fadli pun memperdalam ciuman nya dan sampailah Fadli pada dada Aulin. Fadli pun mulai menjelajah dada Aulin, sehingga membuat Aulin tersadar dan melepaskan ciuman nya.
"Aaaaaa! Fadli me*um!" Rengek Aulin, diri nya sangat tidak suka kalau tubuh nya di buat aneh aneh oleh lelaki me*um.
Aulin pun segera lari ke walk in clothes milik nya, Fadli yang melihat tingkah tunangan nya pun hanya terkekeh.
"Sebentar lagi lu bakal jadi milik gua selama nya Yuraa Edogawa" Batin Fadli dan juga smirk wajah nya.
Aulin pun mengatur nafas nya yang terengah engah akibat tadi.
Aulin pun segera mengganti baju dan segera turun ke bawah.
Baju yang di pakai Aulin.
"Ugh, cakep amat gua ya, ya dong, anak dari tuan Bastian dan nyonya Erawati gitu loh" Ujar Aulin narsis yang sedang bercermin di kaca rias milik nya.
Fadli pun selesai mandi dan keluar dari kamar mandi, Fadli melihat Aulin yang memakai baju biru hoodie yang mungkin agak sedikit kebesaran untuk nya membuat Fadli terpesona akan kecantikan Aulin.
Aulin yang melihat Fadli dari arah kaca cermin rias nya pun segera berlari keluar kamar, ia takut akan di apa apakan oleh Fadli lagi nanti. Fadli yang melihat tingkah tunangan nya lagi pun terkekeh akan sifat nya.
Semua nya pun segera turun kebawah untuk makan.
"Uwah! makanan nya banyak banget!" Ucap Caca senang.
Caca duduk di sebelah Aulin sedangkan Azka duduk di sebelah Fadli, serasa sudah jadi keluarga ya bundπΏπ π»
"Mommy, Caca mau itu" Tunjuk Caca pada salah satu Roti Lucu berbentuk kelinci tersebut.
Kue bentuk kelinci yang di tunjuk Caca.
"Iya, tapi makan dulu, oke?"
"Oke!" Balas Caca nurut.
Tak terasa.. Padahal baru tadi siang ia bertemu dengan Caca dan Azka, tetapi mengapa Aulin begitu dekat dengan Caca dan Azka?
Aulin pun memotong Daging steak untuk Caca. Caca pun memakan nya dengan Lahap.
Azka dan Caca sedang menikmati makanan mereka, Fadli yang mengerti Aulin, seperti ingin menyampaikan sesuatu namun tidak bisa pun menyuruh Aulin untuk berbicara.
"Huh.. Baiklah, Lu mau kalo kita adopsi mereka?" Tanya Aulin.
DUAR! πΏ
Bagaikan Kilat yang menyambar pada diri nya, Mana mungkin diri nya mengadopsi dua anak ini? bagaimana kalau orang tua nya mencari mereka?
"Boleh sih boleh, cuma, gua takut kalau orang tua mereka nyariin mereka berdua, kita kan gak boleh asal adopsi" Balas Fadli dengan tutur kata yang Lembut.
"Huh? Tapikan kasian mereka berdua, Lu tau kan? awal gua sama Kana ketemu Azka sama Caca di taman tadi siang, si Caca muka nya pucet banget, kayak gak pernah makan sehari gitu, apalagi Azka" Jelas Aulin pada Fadli.
"Setelah Liat perbandingan antara tadi siang sama Sekarang beda jauh kan? yang tadi nya pucet dah balik lagi muka nya" Lirih Aulin, Fadli yang melihat Aulin sedih pun merasa tidak tega.
"Huh, yasudah, Kita Adopsi mereka, dan besarkan mereka menggunakan cara kita sendiri" Balas Fadli, Sebenarnya Fadli ini hanya terpaksa, diri nya tidak mau melihat Aulin sedih, jadi Fadli menuruti saja permintaan Aulin.
"Nama mereka siapa nih?"
"Azka sama Caca"
"Gimana kalau kita buat nama marga buat mereka?" Ajak Fadli.
"Boleh tuh"
"Kalau Caca, nama nya Caca Adeloise Mukhlisina E" Ujar Aulin.
"Kalo Azka, Angkasa Rexi Azka Mukhlisina E" Ujar Fadli.
"Baiklah, Deal!" Ucap Aulin senang.
Caca yang melihat Makanan Aulin yang belum habis pun heran pada Aulin.
"Mommy? Kenapa makanan mommy gak habis? mommy lagi gak enak badan ya?" Tanya Caca yang khawatir akan keadaan Aulin.
"Nggak kok sayang, mama cuma tadi ngobrol sama daddy, Jadi gak sempet ngabisin makanan nya" Jawab Aulin dengan senyuman nya yang manis.
"Kenapa hati gua kayak kangen sama nyonya Violet Seijuro ya?" Batin Aulin. "Oh, Lu pasti kangen kan Lin sama emak lu? yaudah, nanti gua temuin lu sama nyonya Violet" Batin Aulin lagi.
Usai makan, Aulin mengganti pakaian nya, yang awal nya memakai Hoodie, sekarang memakai Baju Feminim dan menggunakan rok pendek.
Baju yang di pakai Aulin sekarang.
__ADS_1
"Baiklah, mari kita ke kediaman Seijuro" Batin Aulin.
Saat melewati ruang keluarga, Fadli, Caca, dan Azka melihat Aulin yang berpakaian rapih pun heran pada Aulin.
"Mau kemana?" Teriak Fadli yang membuat Aulin menoleh pada nya.
"Ke kediaman Seijuro, kayak nya Aulin kangen sama nyonya Violet" Jawab Aulin.
"Caca mau ikut!" Teriak Caca dan berlari ke arah Aulin.
"Yaudah ayo" Aulin pun menggandeng tangan Caca dan keluar dari mansion nya.
Mansion milik Fadli dan Aulin.
Kediaman Seijuro.
Sesampainya di kediaman Seijuro, Aulin segera memakirkan mobil nya. Caca dan Aulin pun masuk ke dalam rumah keluarga Seijuro.
Kevin, dan Gavin yang terkejut akan kedatangan Aulin pun segera memeluk nya.
"Bisa Lepas?" Tegas Aulin.
Kevin dan Gavin pun melepaskan pelukan nya walaupun cuma sebentar, yang penting diri nya masih bisa memeluk Aulin.
"Dimana mama dan papa?" Tanya Aulin yang mengernyitkan dahi nya.
"Mama sama Papa udah 5 Hari gak keluar kamar, badan mereka kurus, bahkan mama pun nangis terus, manggil manggil nama mu dek" Lirih Gavin dengan mata yang sudah berkaca kaca.
Aulin yang mendengar itupun merasa sedih, air mata nya sudah hampir ingin jatuh, tetapi ia tahan.
"Panggil mereka berdua kesini" Timpal Aulin.
Gavin dan Kevin pun segera memanggil orang tua mereka.
"Mommy? tadi mereka siapa?" Tanya Caca polos.
"Oh itu, mereka kakak nya Mommy, kayak Caca, Caca kan punya kakak nama nya kak Azka" Balas Aulin dan mencium pipi Caca.
"Berarti mereka tadi Uncle nya Caca dong?" Tanya Caca senang.
Aulin pun hanya mengangguk mengiyakan perkataan Caca saja.
Violet dan Andra pun sudah di bawa ke ruang keluarga dan menemui Aulin.
"K-kau siapa, k-kenapa kau berani masuk ke sini? dimana putri ku?" Tanya Violet, Yang awal nya wajah nya yang ceria, Cantik, dan baik pun berubah menjadi Pucat, kurus, dan rambut acak acakan.
Aulin pun refleks memeluk Violet dengan erat.
"I-ini Aulin ma hiks, i-ini Aulin" Tangis pun pecah, yang sedari ia tahan pun menjadi pecah karena melihat penampilan Violet yang Pucat dan kurus.
"K-Kau putri ku?!"
Aulin pun hanya mengangguk saja, air mata nya tidak bisa berhenti dan tetap mengalir deras.
"Akhir nya mama bisa meluk kamu sayang hiks, Jangan tinggalin mama lagi nak, kamu hiks, kamu cuma putri mama satu satu nya" Tangis Violet yang terisak itu pun seperti susah untuk di berhentikan.
"I-iya ma, Hiks, Aulin, Hiks, Aulin bakal Selalu ada buat mama"
Gavin dan Kevin yang melihat itupun merasa sedih juga, mereka berdua merasa bersalah pada Aulin.
Aulin pun melepaskan pelukan nya dari Violet dan menuju ke Andra dan memeluk nya.
"Papa..." Lirih Aulin.
"Apa kau putri ku?" Tanya Andra yang tatapan nya kosong dan sedang tidak sadar diri.
Aulin pun hanya mengangguk mengiyakan saja, Andra pun membalas pelukan Aulin.
"Papa, ini hiks, ini Aulin, kenapa Papa hiks bisa hiks kayak gini?" Tangis Aulin pun kembali terisak.
"Kenapa papa sama Mama nyiksa diri sendiri cuma gara gara Aulin? kenapa hah!" Bentak Aulin pada Andra dan Violet, Andra dan Violet yang mendapat bentakan dari Aulin pun diam mematung dan saling memandang satu sama lain.
Andra pun kembali ke ingatan nya, Andra pun memeluk erat tubuh putri kecil satu satu nya itu.
"Maafin Papa sayang" Lirih Andra.
"Pokok nya! Papa sama Mama gak boleh kurus! mama sama papa harus kembali seperti dulu!" Bentak Aulin dengan nada manja nya.
"Hahah, emang mama sama papa dulu kayak mana?" Ledek Andra pada Aulin yang masih menangis.
"Ya Hiks seperti mama dan papa gendut itu" Jawab Aulin polos.
"Jadi? Mama sama papa harus gendut gitu?" Tanya Andra yang ingin menjahili anak nya itu.
"Iya hiks"
Violet pun mencubit hidung Aulin dengan gemas.
"Awh! sakit ma..." Rengek Aulin.
"Lagian sih, mama gemas sekali sama kamu, Kamu nya terlalu cantik, jadi mama gemes deh sampe Sampe mama cubit hidung mu" Ledek Violet yang kini air mata yang berada di mata nya tadi sudah hilang.
Aulin pun menghapus air mata nya dan memeluk Violet kembali.
"Sudah besar ya putri kecil mama" Ucap Violet dan tersenyum ke arah Aulin.
"Iyalah, mama kira Aulin bakal kecil terus gitu?" Ketus Aulin.
"Iya, kamu kan di mata mama sama papa masih kayak anak kecil" Ledek Violet kembali.
"ihhh mama!" Gerutu Aulin.
"Sini duduk dulu" Andra pun menyuruh semua nya duduk.
"Sini sayang duduk di pangkuan mommy" Ajak Aulin dan menarik tangan Caca.
Andra, Violet, Gavin, dan Kevin yang melihat Aulin membawa anak kecil dan Aulin baru saja menyebut 'mommy' pun membulatkan mata nya dan memikirkan bahwa Aulin sudah hamil tanpa sepengetahuan mereka berdua.
Violet pun kembali mencubit Hidung Aulin yang membuat Aulin kesal dan kesakitan.
"Lagian kamu sih! Kalo hamil tanpa sepengetahuan kami, terus Lahiran tanpa sepengetahuan kami semua juga" Ketus Violet yang kesal terhadap Aulin.
"ihhh mama! ini memang anak Aulin, tapi bukan kandung, tapi anak angkat" Jelas Aulin yang masih memegangi hidung nya.
"Kamu adopsi?" Tanya Andra.
Aulin pun hanya mengangguk saja.
"Wah, Cantik banget ya, kayak mommy nya" Puji Andra pada Caca.
"Sini sayang, sama Opa" Andra menyuruh Caca berada di pangkuan nya.
"Dia siapa ma?" Tanya Caca Polos.
"Dia Opa mu sayang" Jawab Aulin yang tersenyum manis pada Caca.
"Opa?!" Tanya Caca senang.
"Iya"
"Yeayyy!! ketemu Opa!" Ucap Caca dan berlari ke pangkuan Andra.
"Nama nya siapa?"
"Caca Adeloise Mukhlisina E, di panggil Caca" Balas Aulin.
"Nama nya make nama marga keluarga Fadli sayang?" Tanya Violet.
Aulin pun hanya mengangguk, ia tidak tau harus menjawab apa.
Gavin pun dengan iseng, menarik rambut Caca dari belakang secara terus menerus yang membuat akhir nya Caca menangis.
"Huaaa mama! rambut Caca sakit..." Rengek Caca yang kesal karena rambut nya di tarik oleh seseorang.
Aulin pun segera meraih Caca ke pangkuan nya dan merebut Caca dari Andra.
"Kak Gavin..." Tatap Aulin tajam. Diri nya sudah tau siapa yang menarik rambut caca, siapa lagi kalau bukan Gavin? Gavin yang di belakang Caca pun sudah pasti Gavin pelaku nya.
"Hehe, maap kanjeng ratu yang mulia" Tunduk Gavin yang sedang bercanda pada Aulin.
"Udah ya, Aulin mau pulang ke mansion dulu, Aulin di tungguin sama Azka sama Fadli" Ujar Aulin.
Bersambung_______
__ADS_1