
Hari sudah menunjukkan pukul 15.00, Semua murid sudah di nyatakan boleh Pulang, Geng black wolf Enalekasgasin pun segera menuju tempat parkir, Aulin di tawari untuk naik mobil bersama Keano, Denis, Fadli, atau Satria, Namun Aulin bingung ingin memilih siapa.
Aulin teringat akan rencana nya nanti malam, jadi Aulin berpura pura pingsan, Lalu ntah siapa yang akan menggendong nya pulang ke rumah, saat semua orang sudah tertidur maka Aulin segera melakukan rencana nya.
Aulin berpura pura memegang kepala nya, seolah olah penyakit nya kambuh lagi, Aulin pun pura pura terjatuh dan semua orang yang berada di situ terkejut, untung saja Fadli tepat waktu untuk menangkap Aulin, kalau tidak, ugh.. mungkin rencana Aulin tidak akan berhasil.
"BAWA KE MOBIL FAD!" Titah Riko. Fadli pun segera membawa Aulin ke dalam mobil nya, masing masing mobil berisi tujuh orang.
Sesampainya di rumah, Fadli segera menaruh Aulin di Kasur kamar milik nya, yaitu di kediaman Seijuro.
Di waktu yang tepat, Aulin akan mudah menculik mereka semua saat mereka sudah tertidur lelap.
Fadli pun khawatir pada Tunangan nya sendiri, Fadli segera berpikir 'Apa tadi siang ni anak gak makan ya? jadi kambuh darah rendah nya' Seperti itu yang saat ini Fadli pikikan.
Fadli pun segera ke ruang keluarga milik keluarga Seijuro, di situ keluarga Seijuro dan keluarga yang lain sudah berkumpul.
"Apa Aulin baik baik saja nak?" Tanya Violet yang khawatir akan keadaan Anak nya sendiri.
"Baik kok tan, cuma darah rendah nya Aulin kambuh lagi"
Fadli pun teringat akan pertanyaan nya tadi dan segera menatap Red Number, yaitu geng Aulin.
"Tadi siang Aulin makan gak? pas di kantin?" Tanya Fadli pada sahabat sahabat Aulin dan menatap tajam mereka.
"Ga"
Ck! sesuai dugaan nya, Aulin sangat susah di bujuk untuk makan.
"Siapkan nasi goreng udang, nanti gua aja yang nyuapin Aulin" Titah Fadli.
"Awas aja ya lu kalo berani sentuh Adek gua" Pinta Denis yang geram pada Fadli.
"Sentuh? bukan kah setiap hari gua selalu sentuh Adek lu?" Jawab Fadli santai.
Semua orang yang mendengar perkataan Fadli pun melotot lebar.
"Kalian dah gituan?!" Tanya Rey seakan tidak percaya akan apa yang ia dengar tadi, Ya Tuhan, semoga diri nya salah dengar tadi.
"Ya, Why not?"
"FADLI..." Ucap Keano, Dimas, dan Denis kompak dengan wajah yang tertekan dan seperti ingin menerkam Fadli.
"Apa? Mama sama Papa aja ngerestuin"
"S*alan lu ban*sat" Ucap Denis dengan wajah yang tertekan.
Di Posisi Aulin saat ini, diri nya sudah bangun dari pingsan nya, ia tadi hanya berpura pura pingsan supaya diri nya bisa melakukan rencana nya dengan hasil yang maksimal.
Aulin sudah memakai Baju serba hitam, dan jangan lupa, Masker dan topi pun hitam, inti nya sekarang, Aulin sedang memakai Baju serba hitam.
"Waktu nya menjalankan misi!" Batin Aulin senang.
Aulin segera melihat ke arah bawah balkon kamar nya, ia sudah melihat salah satu anggota Black mafia milik Abang nya sendiri yang sudah menunggu diri nya sedari tadi.
Anggota Black Mafia milik Abang nya sendiri memberikan Tali yang panjang nya sesuai dengan tinggi rumah keluarga Seijuro pada diri nya.
Aulin dengan sengaja menjatuhkan pot bunga beling yang menghasilkan sebuah suara yang kencang, sampai terdengar di telinga mereka masing masing yang sedang di ruang keluarga.
Refleks mereka semua yang berada di kediaman Seijuro pun segera naik dan menuju kamar Aulin, Aulin dengan sengaja mengunci pintu nya, supaya mereka mengira kalau Aulin telah di Culik.
Keano, Kevin, Denis, Gavin, Satria dan Rey pun berusaha mendobrak pintu kamar Aulin dengan kuat, sehingga salah satu dari mereka tidak ada yang berhasil membuka pintu nya.
Kanaya pun segera turun tangan dan berdiri di ambang ambang pintu.
"Gini nih cara buka pintu yang benar" Ucap Kanaya dengan Narsis.
Kanaya pun refleks menendang pintu dengan sekali tendangan, Alhasil pintu itu pun terbuka.
Semua orang yang melihat ke arah Kanaya yang bisa membuka pintu dengan mudah pun segera menganga tak percaya.
"Buset, tenaga cewe bukan main" Timpal Alex.
Semua orang pun segera masuk ke kamar Aulin dan mencari keberadaan Aulin, Rayyan pun melihat ada selembar kertas menangkring di atas meja.
Rayyan pun segera menuju ke selembar kertas yang ia lihat tadi dan segera mengambil nya dan membaca nya.
Rayyan pun terkejut akan isi dari kertas tersebut.
"GES! AULIN DI CULIK!" Teriak Rayyan yang membuat semua orang terkejut, marah, dan Panik.
"A*JING! SIAPA YANG BERANI NYULIK ADEK GUA!" Bentak Rey.
"Lebih baik kita segera ke Lokasi yang penculik itu kasih" Pinta Gavin. "Kalau tidak, nyawa Aulin yang akan menjadi taruhan nya" Jelas Gavin.
Tak berselang lama ada seseorang yang memakai Jubah berwarna hitam menangkap mereka semua dan membawa mereka ke lokasi yang penculik itu kasih tadi.
Sesampainya di tempat penculik itu, Mereka semua di ikat di salah satu bangku menggunakan Tali.
Ternyata di situ ada Andra, Bastian, Erawati, dan Violet, mereka sama sama di Culik juga.
Akhir nya satu persatu dari mereka sudah ada yang bangun. tak lama kemudian datanglah seseorang yang memakai Jubah warna putih dan menggunakan topeng.
Denis yang melihat orang yang memakai jubah putih dan topeng itu pun terkejut, apa orang itu yang telah menculik adik nya?
"OH! TERNYATA LU YANG NYULIK ADEK GUA!" Bentak Denis, Denis sangat marah, sangat marah kepada orang yang sudah menculik adik nya.
"Wah, sudah bangun ternyata kalian semua" Ucap seseorang yang memakai jubah putih dan menggunakan topeng itu.
"SIAPA KAMU! BERANI SEKALI KAMU MENCULIK KAMI SEMUA!" Bentak Bastian.
"T-tuan Bastian?!" Ucap Andra terkejut.
"Tuan Andra?"
"Anda di Culik juga?" Tanya Andra.
"Entahlah"
"Aneh, padahal kan biasa nya kalo orang di culik itu tempat nya gelap terus seram, tapi kenapa tempat ini begitu berbeda?" Ucap Lauren yang menganalisi tempat yang diri nya di culik sekarang.
"Lah iya ya? Serba biru a*crit" Timpal Kanaya dengan terkejut.
"Buka Topeng mu" Titah Fadli dan menatap tajam ke arah orang yang memakai Jubah putih dan topeng tersebut.
Orang yang memakai Jubah Putih dan memakai topeng tadi mengacuhkan perkataan Fadli dan menunjuk ke atas. Refleks mereka semua melihat ke arah atas.
"MANDA?!" Ucap mereka kompak.
"D-Daddy Andra..." Ucap Amanda dengan Lesu.
"M-Mommy Violet..."
"MANDA!" Ucap Andra dan Violet kompak.
"LEPASKAN AMANDA!" Bentak Violet.
"Baiklah, sebelum itu kalian harus Pilih terlebih dahulu, siapa yang pilihan nya lebih banyak, maka ia akan ku selamat kan, jika kalian memilih yang di sebelah Amanda itu sedikit, maka ia akan hilang untuk selama lama nya" Jelas Remaja tersebut.
"Siapa yang akan anda pilih, Nona Violet?" Tanya Remaja berjubah Putih tersebut yang di mulai dari violet.
"Tentu saja Amanda!" Bentak Violet.
"Yang memilih Amanda ada satu orang"
"Lalu, Anda? Tuan Bastian?"
"Saya Pilih yang di sebelah Amanda" Jawab Bastian.
"Oh? Yakin? Anda memilih Aulin?" Tanya Remaja yang memakai topeng tersebut.
"AULIN?!" Jawab mereka semua kompak dan terkejut.
"Sebenarnya yang lu culik ada berapa orang sih! banyak banget perasaan" Gerutu Kanaya.
"Ya gak banyak sih, cuma orang orang yang dekat dengan Aulin" Jawab Remaja tersebut dengan santai.
"Lalu Anda? Nona Erawati"
"Aulin"
"Anda? Tuan Andra?"
Andra saat ini sedang berpikir, ia tidak tau harus memilih siapa.
"Pilih aku Dad!" Teriak Amanda.
"DIAM!" Bentak Remaja berjubah putih tersebut.
Refleks Amanda diam tak berkutik, diri nya bergetar hebat, ia sangat takut pada remaja yang memakai jubah putih tersebut.
"Silahkan, Tuan Andra"
"Amanda"
"Baiklah"
"Lalu anda? Nona Kanaya?"
"Aulin"
"Sial! Jelas mereka semua akan memihak pada Aulin!" Batin Amanda kesal.
"Tuan Denis?"
"Aulin"
"Tuan Dimas?"
"Aulin"
"Nona Alea?"
__ADS_1
"Jelas Aulin dong"
"Nona Lauren?"
"Aulin"
"Tuan Rayyan?"
"Aulin"
"Kalau Anda? Tuan Arka?"
Refleks Andra, Violet, Erawati, dan Bastian segera menoleh pada Arka.
"Ehm.. saya bingung" Ucap Arka gemetar.
"Di satu sisi, saya harus memihak pada anak saya sendiri, Di sisi lain, saya harus memihak pada Ketua saya sendiri, yaitu Aulin" Jelas Arka dengan tubuh yang gemetar.
"Maksud anda apa? Tuan Arka" Tanya Violet.
"Jangan kau bocorkan dasar tua Bangka!" Bentak Remaja berjubah putih tersebut.
"Lihat? Aulin sudah tak berdaya, Jika kalian Lebih memihak pada Amanda, maka Aulin akan saya jatuhkan, begitu pula sebaliknya nya"
"Baiklah, Saya memihak pada Amanda, anak saya sendiri"
"Baiklah"
"Tuan Kevin?"
"Amanda!"
"Tuan Gavin?"
"Aulin"
"GAVIN!" Bentak Andra.
"DIAM KAU DAD!" Bentak Gavin.
"Anda? Tuan Sean?"
"Aulin"
"SEAN!" Bentak Amanda dari ketinggian.
"DIAM KAMU AMANDA!" Bentak Sean balik.
"Tuan Dipta?"
"Amanda"
"Tuan Bayu?"
"Amanda"
"Nona Lyaa?"
"Aulin"
"Nona Yuki?"
"Aulin"
"Tuan Ash?"
"Aulin"
"Tuan Cakra?"
"Aulin"
"Tuan Galfirl?"
"Aulin"
"Dan anda, Tuan Seto dan nona Diana?"
"Amanda"
"Sebenarnya saya tidak mau membuang buang tenaga saya, jadi langsung aja ya kan?"
"Yang memihak pada Amanda ada delapan orang, sedangkan yang memihak pada Aulin ada Lima belas orang, Jadi sudah saya putuskan, siapa yang akan saya jatuhkan" Ucap Remaja berjubah putih tersebut dengan smirk di wajah nya yang tertutup oleh topeng nya.
Remaja berjubah putih tersebut bertepuk tangan seakan memberi kode, suruh salah satu dari mereka yang di jatuhkan, sesuai dengan Remaja berjubah putih tersebut tadi.
Bukan nya Amanda yang di jatuhkan tetapi malah Aulin yang sudah tak berdaya yang di jatuhkan.
"S*ALAN LU! BAJI*GAN EMANG!" Bentak Dimas.
"Huh, seperti nya aku sudah tidak perlu memakai topeng" Ucap Remaja berjubah putih tersebut dan membuka topeng nya.
"Wohohoho, Gini ya rencana lu penyihir licik" ucap Fadli dengan smirk di wajah nya.
"Of course honey" Jawab Aulin yang kembali mengasih smirk pada Fadli.
"Nak Aulin.. mengapa kamu melakukan seperti ini?" Tanya Erawati memelas.
"Ya? Hanya saja ingin sedikit bermain main dengan kalian" Balas Aulin dengan santai.
"Turunkan Amanda" Pinta Aulin.
Amanda pun segera di turunkan ke bawah.
"M-Mommy, D-Daddy" Ucap Amanda yang sudah Lesu.
Aulin pun segera menuju ke Amanda dan mendekatkan diri nya ke Amanda sembari berbisik pada nya.
"Oh, Jadi lu yang udah ngerebut keluarga Aulin?" Bisik Aulin tepat di telinga Amanda.
Amanda pun diam tak berkutik, diri nya sangat takut pada Aulin.
"S-siapa lu sebenarnya? k-kenapa gua rasa lu bukan Aulin?" Tanya Amanda bergetar.
"Later you will find out for yourself" Jawab Aulin dengan smirk.
"Baiklah" Aulin pun mulai mengelilingi mereka satu persatu.
"Ternyata gini ya rencana anda, Nona Violet" Bisik Aulin tepat di telinga Violet. "Membela orang asing yang sudah menghancurkan keluarga kita" Aulin yang sekali lagi membisik di telinga Violet.
Violet yang mendengar bisikan Aulin pun tubuh nya sedikit bergemetar takut.
"kalian tau kan apa yang bakal gua lakuin?" Tanya Aulin pada Abang Abang nya dan sahabat nya.
"Tentu saja, Lu kan Penyihir Licik yang otak nya gak mudah di baca oleh orang lain, tetapi hanya orang terdekat yang bisa baca pikiran lu" Jawab Fadli dan smirk.
"Anda benar, Dasar rubah Licik" Cibir aulin.
"Kalian mau Lihat sesuatu?" Tanya Aulin pada semua orang dan smirk pun berada di mulut dan pipi aulin.
Aulin segera menayangkan sebuah adegan yang di Vidio tersebut ada Amanda dan om om yang entah siapa itu sedang menuju ke hotel, Amanda yang menyaksikan diri nya di tayangan Vidio yang di putar Aulin pun Panik dan tubuh nya bergemetar.
"HEI HENTIKAN!" Teriak Amanda dengan wajah nya yang Panik dan tubuh nya yang bergemetar hebat.
"Kenapa? apakah itu diri mu yang sedang berduaan di hotel oleh om om?" Tanya Aulin yang menaikkan satu alis yang sengaja memancing amarah Amanda.
Amanda yang mendengar itu pun diam mematung, ia tidak tau bagaimana diri nya bisa mencari alasan lain lagi.
"Sangat keren sayang" Ucap seseorang yang tiba tiba muncul, orang tersebut adalah Arthur.
"Tch, kau meragukan kemampuan ku?"
"Bukan begitu, Hanya saja, Kau ini terlalu tergesa gesa, harus nya kau bermain cantik dulu dan mengumpulkan bukti bukti" Jawab Arthur.
Arthur dan Yuraa dahulu nya berpacaran, mereka sudah berpacaran selama tiga tahun, tetapi karena Arthur ketahuan selingkuh oleh yuraa pun, akhir nya mereka putus.
"Tidak usah ikut campur" Timpal Aulin dan menatap tajam Arthur.
"Ayolah sayang, aku ingin kita balikan seperti dulu" Ucap Arthur dan memegang kedua tangan Aulin.
"Lepas!" Bentak Aulin.
"Hei? Lepaskan aku!" Teriak seseorang dari kejauhan.
"Adrian?!" Ucap mereka semua kompak.
"Ya? Kaget?"
"A-Aulin?!" Ucap Adrian terkejut. "Lu kenapa nyulik gua Lin? gua punya salah apa sama lu Lin?" Tanya Adrian memelas.
"Maaf nona, anak ini saya keluarkan dari tempat persembunyian yang anda suruh tadi, karena anak ini sungguh berisik, awal nya ingin saya Bu*uh anak ini karena berisik, tapi takut nyawa saya duluan yang melayang" Ucap Anggota dari geng Aulin, yaitu Black wolf Enalekasgasin.
"Sudah ku bilang jangan berisik, dasar bodoh" Gerutu Aulin.
"Dasar kalian ini! ingin sekali kalian di bodohi oleh wanita seperti dia!" Tunjuk Amanda pada Aulin dengan sangat geram.
"Ngomongin orang sama om om di hotel, apa sediri nya kayak gitu?" Amanda yang mulai memfitnah Aulin.
"Mungkin saja ini editan, masa kalian langsung percaya" Amanda pun mulai mengasih Aulin smirk.
Salah satu dari mereka ada yang percaya, tetapi yang lain tidak.
Aulin pun terkekeh akan perkataan Amanda. Hadeh, dasar tikus kecil.
"Amanda Amanda, Lu kira ini editan? Tch, untuk apa gua buang buang waktu gua buat ngedit semua ini?" Tanya Aulin dan menaikkan satu alisnya.
"Lagipula, Bukti ini juga gua di kasih sama Zera"
"Z-Zera?!" Tanya Amanda terkejut dan panik.
"Zera, silahkan masuk"
__ADS_1
"Aku ingin bertanya, apakah kau yang memberikan ku Flashdisk ini? Sehingga aku menunjukkan Tayangan Vidio yang sangat menjijikkan ini?" Tanya Aulin panjang lebar.
"Ya, aku memberikan Flashdisk ini kepada mu hanya ingin membongkar kebusukan Amanda yang selama ini semua orang gak tau" Jawab Zera.
"Hei Bodyguard, Panggil Om om yang berada di Vidio itu dan Panggil Cellyn" Titah Aulin.
"Baik nona" Balas Bodyguard tersebut dan menunduk pada Aulin.
Cellyn beserta om om yang berada di Vidio tersebut pun di bawa ke hadapan Aulin.
"A-Aulin?!" Ucap Cellyn terkejut.
"Tenang lah Lyn, gua gak bakal apa apain lu kok"
"Hei kau, tatap mata ku" Ucap Aulin dan menatap tajam om om tersebut.
Om om tersebut pun menatap mata Aulin, diri nya ketakutan setengah bingung.
"Apa kau kenal gadis di sana?" Tunjuk Aulin pada Amanda.
"Y-ya nona, S-saya mengenal nya, dia yang telah memuaskan saya di hotel, awal nya saya bertemu dia di Bar, Lalu Gadis itu membayar saya sebesar seratus juta, dan mengajak saya ke hotel, Saya sudah memakai gadis itu sebanyak enam kali" Jelas Om om tersebut dengan gemetar.
"Buset, Enam kali cog" Kejut Zein.
"Tetapi kesekian ke tujuh kali nya, saya sudah tidak memakai gadis itu lagi, karena punya dia sudah Longgar" Jelas Om om tersebut lagi.
"Buset Longgar" Timpal Kanaya yang ingin tertawa atau pun menangis, Entahlah.
"Sial! dasar om om itu!" Batin Amanda yang geram terhadap om om itu.
"Apa kau ingin ku bebaskan?" Aulin mulai menatap tajam ke arah om om itu.
Om om tersebut yang di tatap tajam oleh Aulin pun ketakutan, ia hanya mengangguk mengiyakan saja.
Aulin pun menyuruh Bodyguard melepaskan ikatan tali yang melingkar di tangan Om om tersebut dan menyuruh nya pergi.
Aulin pun menepuk tangan nya, seolah memberi kode mengganti Tayangan Vidio nya.
Di Vidio kedua, di perlihatkan Amanda dan Aulin yang sedang berada di rooftop, posisi mereka saat itu hanya berdua di Rooftop, di dalam tayangan tersebut seperti saat Aulin dan Amanda sejak masih SMP, Mereka berdua Sekolah di SMP Margaretha.
Amanda yang melihat tayangan kedua pun panik, ia tidak mau ada yang melihat Vidio tersebut yang di perlihatkan Amanda yang telat mendorong dan memfitnah Aulin selama ini, Sejak mereka duduk di bangku SMP Margaretha kelas tiga, Amanda mengajak Aulin ke Rooftop, dan saat itu Amanda segera mendorong Aulin dari Rooftop, Sekolah Margaretha memiliki tiga Lantai.
Semua orang yang di situ pun terkejut, termasuk Kevin, Sean, Dipta, Dion, Seto, Diana, Andra, Violet, Bayu, dan Gavin.
"Oh, Jadi lu yang selama ini udah buat adek gua Koma! Akibat lu dorong dia dari ketinggian rooftop itu!" Bentak Kevin dan menundukkan pandangan nya dan Enggan untuk melihat wajah Amanda.
"Dan asal kalian tau, Amanda lebih Licik daripada gua" Jelas Zera.
Aulin pun segera melangkah kan kaki nya menuju Amanda, sembari membawa Pisau di tangan nya, Amanda perlahan lahan mundur ke belakang.
"Apa kau ingin bermain dengan ku? Amanda Seijuro, Hihi" Bisik Aulin pada Amanda.
"K-ku mohon, hentikan..." Lirih Amanda.
Aulin pun segera menyayat wajah Amanda perlahan lahan, Amanda pun meringis kesakitan, darah pun mengalir terus menerus di pipi Amanda.
DOR
Aulin menembak kaki Amanda, supaya saat ada sesuatu, Amanda tidak bisa Lari, Banyak darah berlumuran di kedua kaki Amanda, Semua orang yang menyaksikan tersebut ada yang ketakutan, ada yang senang akan sifat Aulin.
"Haduh, Jangan ma*i dulu dong, kan kita belum bersenang senang" Titah Aulin yang sengaja nada bicara nya ia buat main main.
"M-mama mohon Nak, maafin mama" Lirih Violet yang memohon maaf dan ampunan dari Aulin, ia kira Aulin adalah Tuhan?!
"Gua pengen lu kayak nasib gua selama di kehidupan ini!" Teriak Aulin yang membuat Andra, Violet, Kevin, dan Gavin ketakutan akan Perkataan Aulin yang selalu terngiang ngiang di kepala mereka.
DOR
Aulin menembak kaki Amanda kesekian dua kali nya dan tepat mengenai Lutut nya, Amanda pun sudah tak berdaya, ia sudah tidak bisa berjalan lagi.
"Belum puas sih sebenarnya gua" Ucap Aulin dan menopang dagu Amanda.
Aulin pun mengeluarkan mata asli nya, Yaitu mata keturunan Keluarga Edogawa, dan satu nya mata berwarna Biru yang khusus untuk mafia terkuat nomor satu di dunia.
Mata merah keturunan Keluarga Edogawa
Mata Biru Khusus mafia terkuat nomor satu
"J-jangan bilang kau..." Ucap Amanda yang tak percaya akan apa yang ia lihat.
"Ya? Aku adalah Mafia terkuat dan terkejam nomor satu di dunia, tidak ada yang bisa melawan ku" Ucap Aulin dan Lagi lagi Smirk pada Amanda.
"S-sayang..." Panggil Erawati dengan Lembut kepada Aulin.
Bastian pun hanya menganga tak percaya, apa benar diri nya salah lihat? atau itu hanya halusinasi belaka saja? tidak mungkin kalau itu adalah Yuraa, anak nya sendiri.
"Kenapa? Ada apa dengan anda? Tuan Bastian dan Nona Erawati?" Tanya Aulin yang menaikkan satu alisnya.
"Apa Kalian sudah tau siapa saya yang sebenarnya? apa anda merasa bersalah pada saya di masa lalu itu?" Tanya Aulin lagi.
"Dan Kalian bertiga" Tunjuk Aulin pada Keano, Denis, dan Dimas.
"Kalian dulu benci gua kan? karena gua selalu ganggu kalian?"
"Tapi sekarang gua dah gak bakal ganggu kalian lagi kok" Senyum pun mengembang di pipi Aulin.
Flashback on
"Bang Kean, uraa laper" ucap yuraa yang memegangi perut nya.
"Masak sendiri"
"Tapi kan, uraa mau nyoba masakan Abang" Yuraa yang berusaha untuk menahan air mata nya supaya tidak terjatuh.
"Kan ada Pembantu sih! manja banget!" Bentak Keano pada adik nya sendiri.
Yuraa yang di bentak oleh Keano pun segera Lari ke kamar nya dan mengunci pintu kamar nya sembari menangis.
"Hiks, uraa mau nenek" Tangis pun pecah dan menderas di pipi Yuraa.
Saat itu yuraa masih kelas dua SMP di Raya Melati sedangkan Keano kelas satu SMA di SMA Galaksi, Sebenarnya Keano sekarang sudah Kuliah, Namun Keano menolak untuk kuliah, ia ingin bersekolah saja dan menemani yuraa.
Yuraa pun mendengar dering ponsel milik seseorang, ia kira yang berdering handphone milik nya, ternyata bukan, ia pun segera menghampiri ponsel yang berdering itu dan mengambil nya, di situ tertulis nama 'Mama' Jadi Yuraa pun segera mengangkat nya.
Dalam Telepon
"Halo"
"Keano"
"Mama mau kamu ke Amerika sekarang, Mama udah beliin kamu tiket pesawat nya, Jangan lupa ajak Adik adik mu, yaitu Denis dan Dimas"
Yuraa yang mendengar nama nya tidak di sebut pun merasa sedih.
"Halo? apa kamu mendengar kan mama?"
"Mama? Yuraa gak di ajak ke Amerika?" Tanya Yuraa yang berusaha menahan air mata nya.
"Maaf? Anda siapa? Setahu saya, saya tidak memiliki anak perempuan yang bernama yuraa, saya hanya memiliki tiga anak laki laki, begitupun kami tidak menginginkan anak perempuan" Ucap Erawati dalam Telepon yang menusuk hati Yuraa.
"Dimana Keano?"
"Di bawah, Lagi belajar"
"Oh, yasudah"
TUT
Sambungan Telepon di putuskan begitu saja, Tidak ada air mata yang membanjiri wajah nya lagi.
"Bukan Anak mama ternyata, yasudah, mungkin salah sambung" Ucap yuraa dengan tersenyum, ia sudah biasa di begitukan oleh keluarga nya, Hanya nenek nya saja yang perhatian penuh pada nya.
Yuraa pun segera turun ke bawah dan mengasih handphone milik Keano dan berlalu pergi saja.
Yuraa sangat bosan di rumah yang begitu luas ini, jadi yuraa memutuskan untuk turun ke bawah dan menuju ke taman yang tak jauh dari rumah nya.
Saat hendak ingin menyebrang, Yuraa tidak sengaja di tabrak oleh seseorang menggunakan Motor, bukan nya di tolong malah orang itu asal pergi saja, huh, sangat tidak sopan!
Yuraa pun segera kembali ke rumah nya dengan kaki pincang nya itu dan mengobati luka nya sendiri.
Setelah mengobati luka nya, Yuraa segera menuju ke meja rias nya sembari membatin sendiri.
"Apa benar? Yuraa anak yang tidak di inginkan?" Batin Yuraa.
"Apa benar? Mama sama Papa gak punya anak perempuan? ada nya cuma anak laki laki, yaitu Bang Keano, Bang Denis, sama bang Dimas?" Batin yuraa lagi.
Yuraa pun menjatuhkan kepala nya di meja rias milik nya dan mulai memejamkan mata nya,dan akhir nya pun tertidur.
Flashback off
"Maafin mama nak, Mama tau mama salah" Tangis pun pecah dan menderas di pipi Erawati.
"M-Maafin gua dek, gua tau gua salah, please, kali ini aja lu maafin gua" Dimas pun ikut menangis.
"Gua memang bodoh! bisa bisa nya dulu gua bentak Adek sendiri..." Entah mengapa semua orang yang mendengar perkataan Keano pun, merasa Keano sudah hilang akal.
"Maafin Hiks gua dek, dulu gua gak bisa ngertiin perasaan lu" Ucap Denis dengan wajah yang sudah di penuhi air mata.
"Permintaan maaf kalian, tidak saya terima"
DEG!
Jantung Bastian, Erawati, Keano, Dimas, dan Denis pun seakan ingin lepas dari tubuh mereka.
"Kalian sekarang, bukan keluarga saya lagi, bukan kah itu yang kalian ingin kan?"
Bersambung______
__ADS_1