
Saat ini Geng black wolf Enalekasgasin akan kembali ke asrama mereka masing masing, karena mereka sudah lama tidak masuk ke asrama, mungkin sudah Lima atau empat hari tidak masuk asrama.
Ceklek
Aulin membuka pintu asrama dan Kanaya pun mengekor di belakang nya. Keadaan asrama saat itu sangat sepi, Saat Aulin dan Kanaya mengecek di kamar, ternyata Galfirl dan Cakra sedang tidur.
"Awh, Lucu nya" ucap Aulin yang memajukan bibir nya.
"Iya, udah cakep, Lucu lagi kalo tidur" Timpal Kanaya.
Aulin membelai rambut Cakra dengan Lembut.
"Huaa gua pengen jadi istri nya cakra, tapi si padli nya Jing ih" Batin Aulin yang kesal akan tingkah Fadli. "Kek kenapa sih, gua harus di jodohin sama Padli? gua kan bisa milih sendiri, huh" Batin Aulin lagi.
Kanaya pun sama seperti Aulin, namun Kanaya tidak membelai rambut Galfirl, tetapi malah menjahili nya.
Kanaya menjahili Galfirl seperti mencubit hidung Galfirl yang mancung itu sampai membuat Galfirl tidak bisa bernafas.
BRUK
Kanaya terjatuh dan di peluk oleh Galfirl, Aulin yang melihat sahabat nya di peluk oleh Galfirl pun hanya menahan tawa supaya tidak menghasilkan suara dan tertawa.
"Pstt, tolongin gua cug, huaa" Kanaya yang mendesah kecil meminta pertolongan dari Aulin.
Bukan nya menolong Kanaya, Aulin malah menertawakan nya.
Cakra pun melakukan hal yang sama seperti Galfirl, yaitu memeluk Aulin.
Kanaya yang melihat Aulin di peluk oleh Cakra pun meledek Aulin balik, yahahaha, suruh siapa Aulin menertawakan diri nya? kena karma kan.
"S*alan lu cak" Batin Aulin dengan wajah yang sedikit tertekan.
Cakra semakin erat memeluk Aulin, dan Cakra yang mata nya masih tertutup pun malah menciumi aroma tubuh Aulin, sangat Harum, seperti sahabat masa kecil nya.
"Bocil, jangan tinggalin cakra lagi" ucap Cakra yang mengigau.
__ADS_1
Kanaya dan Aulin yang mendengar perkataan Cakra pun agak heran pada Cakra. Kanaya pun malah menertawakan Aulin, sangat jelas bahwa Aulin terlibat cinta segiempat, yaitu Fadli, Aulin, Cakra, dan Galfirl.
"Awas lu eyot" Batin Aulin yang gemas pada sahabat nya sendiri, seperti ingin melempar nya ke pluto.
Galfirl pun melakukan hal yang sama pada Kanaya, Galfirl mempererat pelukan nya pada Kanaya, Galfirl pun sama seperti Cakra yang menciumi Leher Kanaya yang harum, Kanaya dan Aulin memiliki bau parfum yang sama.
"Aya, Sarga kangen sama Aya" Galfirl pun mengigau, sama seperti Cakra.
Aulin dan Kanaya saling tatap kembali dan heran pada dua orang yang sedang tertidur itu.
"Hiks, Sarga gak punya temen lagi, mentari Sarga udah ninggalin Sarga pas kelas satu smp di raya melati" Galfirl seketika menangis sembari memeluk Kanaya sedari tadi.
"Sarga kangen sama aya, Sarga sekarang kesepian Aya, kenapa aya juga ninggalin Sarga? sama kayak mentari Sarga" Galfirl masih saja menangis.
Kanaya yang melihat Galfirl menangis pun menjadi tidak tega pada nya.
"Apa kita biarkan mereka memeluk kita seperti ini?" Tanya Kanaya yang mungkin tidak akan di dengar oleh Cakra dan Galfirl.
"Biarkan saja lah, biarkan mereka tenang dan keluarin semua curhatan mereka" Jawab Aulin dengan Lembut.
"Hiks, kenapa Aya pergi ke London? itu pun saat ujian sekolah penaikan kelas dua smp" Seperti nya air mata Galfirl masih saja keluar.
DEG!
Kanaya yang mendengar perkataan Galfirl pun, entah mengapa diri nya menjadi ikutan sedih. Aulin yang mendengar perkataan Galfirl pun segera berpikir.
"Weh weh, bukan nya itu pas gua ke London kan, terus ujian penaikan kelas kan, itu juga tepat pas waktu lu kecelakaan" Tanya Kanaya pada Aulin.
"Kek ngerti gak sih lu? pas lu kecelakaan dan di nyatakan koma, itu gua kayak suka nangis terus mikirin lu, akhir nya gua ikut kak reta sama bang satria ke London" Jelas Kanaya, Kanaya masih ingat betul saat diri nya masih kelas satu SMP.
Aulin pun masih diam sejenak dan berpikir.
"Iya juga ya? tapi gua heran sama Galfirl, Aya tu siapa?" Tanya Aulin yang mengerut kan dahi nya.
Cakra membalik tubuh Aulin, hingga lah di situ Cakra dan Aulin wajah nya saling berdekatan.
__ADS_1
Pipi Aulin seketika merah, dia tidak suka kalau diri nya di perlakukan seperti ini. Kanaya yang melihat Aulin tubuh nya di balik pun terkejut.
"Ih! lepas ban*sat!" Aulin yang memberontak dan berusaha lepas dari pelukan Cakra.
Cakra semakin mempererat pelukan nya, sehingga membuat Aulin sesak nafas.
"Uhuk uhuk! mat* gua a*jing!" Ketus Aulin yang sesak nafas.
Argh! Tubuh Cakra terlalu besar untuk Aulin yang kecil mungil seperti ini, Aulin berusaha untuk bisa lepas dari pelukan Cakra.
Aulin pun akhir nya bisa lepas dari pelukan Cakra yang sangat erat itu.
"Huh! akhir nya! dari tadi kek" Ketus Aulin.
"Woy a*jing, tolongin" Pinta Kanaya.
Aulin pun membantu sahabat nya untuk lepas dari pelukan Galfirl, dan akhir nya pun terlepas juga.
"Hih a*jir, tubuh gua udah ternodai" Ucap Aulin yang bergidik geli karena Cakra mencium tengkuk leher nya.
"Halah, lu sama Padli aja dah kayak gitu, sok bilang ternodai" Timpal Kanaya yang sengaja untuk membuat Aulin pipi nya memerah.
Sesuai dugaan, wajah Aulin seketika memerah menahan malu.
"Hih! kagak ya!" Ketus Aulin.
"Halah"
"Auk ah! males gua sama kembaran dari dua monyed tadi" Ketus Aulin lalu berlalu pergi menuju Dapur.
"Enak aja ya! gua bukan kembaran nya pano sama Zein!" Teriak Kanaya yang kesal pada sahabat nya itu.
Author : Hai gaes, maaf ya, buat sementara, Author gak bakal Upload dulu, why? mengapa Author gak upload? karena Author hari ini Ujian, mana lagi Ujian nya enam hari ☺️💢 Jijik banget sumpah, jadi Auth harus belajar yang bener biar bisa dapet nilai yang bagus, baiklah, mungkin, cuma ini yang bisa Author kasih info nya, sehat selalu untuk kalian semua! papay!
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, SUBSCRIBE, AND VOTE! TATA!
__ADS_1
Bersambung_____