
Aulin pun setelah membaca buku yang berjudul 'Hidden secret' tersebut segera menaruh nya dan segera kembali ke rumah nya.
Saat Aulin keluar dari perpustakaan, ia menyusuri koridor sekolah, banyak makhluk tak kasat mata yang menatap diri nya, Makhluk itu sungguh mengerikan, Aulin berusaha tetap tenang supaya diri nya tidak di bawa ke dunia ghaib mereka.
Saat Aulin sudah berada di Lantai dua, ia melihat ada makhluk tak kasat mata yang seperti nya sedang menunggu nya.
Aulin adalah orang yang sangat istimewa, diri nya adalah kunci dari semua makhluk tak kasat mata, saat makhluk tak kasat mata berkeliaran, Aulin bisa sangat mudah di tarik ke dunia ghaib mereka ketika sedang kelelahan saja.
Makhluk tak kasat mata tersebut menatap tajam ke Aulin seolah ingin menekan Aulin, padahal diri nya ingin meminta bantuan pada nya.
"Apa kau bisa melihat ku?" Tanya Makhluk itu yang mungkin tinggi nya sama dengan diri nya.
Makhluk tak kasat mata yang di depan Aulin saat ini.
Aulin pun melanjutkan Langkah kaki nya menuju keluar sekolah, saat diri nya hendak ingin pergi, makhluk itu memegang tangan Aulin seolah memberi kode lewat wajah nya yang tetiba sedih.
Aulin yang merasa kasihan pada makhluk satu ini pun hanya menghela nafas dan mendengarkan permintaan tolong dari makhluk ini.
"Apa yang kau inginkan dari ku?" Tegas Aulin pada makhluk di depan nya saat ini.
Bukan nya menjawab pertanyaan Aulin, makhluk ini malah menangis entah karena apa, Aulin yang melihat makhluk di depan nya menangis pun hanya mengernyitkan dahi nya.
"Aku kangen dengan keluarga ku, aku ingin balas dendam" Ucap Sosok Makhluk yang saat ini di depan Aulin.
"Keluarga mu dimana? siapa yang ingin kau balas?" Tanya Aulin, Aulin saat ini tidak mempunyai banyak waktu, kalau diri nya berlama lama di sekolah, maka diri nya akan di bawa ke dunia ghaib mereka.
"Balaskan dendam ku pada orang yang bernama Sara" Ucap Makhluk yang di depan Aulin yang sedari tadi masih menangis.
Aulin yang mendengar nama Sara pun terkejut, siapa yang tidak terkejut coba? Sara adalah teman masa SMP nya di SMP Raya melati, Sara sangat suka mengganggu diri nya, Sara dahulu suka mempamerkan harta nya pada Aulin dan yang lain nya, Bahkan saat di acara Fashion show pun Sara suka mengolok olok diri nya dan mengatakan kalau gaun yang di pakai Aulin terlalu norak, namun Aulin sama sekali tidak menggubris perkataan Sara, Sahabat sahabat Aulin yang melihat Aulin suka di olok olok hingga di bully pun marah besar pada Sara.
Flashback on
SMP Raya Melati, Yuraa dan yang lain nya sedang berada di kantin.
Saat jam menunjukkan waktu nya istirahat, Aulin beserta sahabat sahabat nya menuju ke kantin. Mereka ke tempat duduk yang biasanya menjadi tempat nongkrong mereka selama di kantin.
Sara yang sangat membenci Yuraa akan kecantikan nya yang bisa memikat hati cogan cogan di sekolah SMP Raya Melati pun menaruh sesuatu yang berwarna merah di kursi kantin yuraa.
Saat mereka sudah duduk, yuraa merasa tidak nyaman dengan duduk nya, ia pun berdiri dari tempat duduk nya dan melihat ke arah rok belakang nya, ternyata di rok belakang milik nya ada bercak noda berwarna merah, ya seperti nya itu adalah pewarna makanan.
Sara, Laura, dan Dea pun datang menghampiri yuraa dan menertawakan yuraa karena terjebak dalam perangkap mereka bertiga.
Kanaya yang emosi nya sudah tidak tertahan kan lagi, Kanaya segera menampar Sara dengan kuat dan menjambak rambut sara dengan kuat.
PLAK PLAK
Kanaya menampar dua kali pipi Sara yang mulus itu sehingga berubah menjadi merah. Kanaya pun menjambak rambut Sara dengan kuat sehingga rambut sara ada yang sebagian rontok.
"BERANI BANGET LU JAMBAK BESTIE GUA!" Bentak Dea pada Kanaya dan hendak ingin menampar Kanaya balik.
Kanaya pun dengan cekatan meraih tangan Dea sebelum tangan Dea menampar diri nya, Kanaya memegang tangan Dea dan menampar pipi dea menggunakan tangan milik Dea sendiri.
"AWH!" Ringis Dea yang kesakitan dengan pipi nya karena tertampar sendiri dengan tangan nya.
__ADS_1
"Masih berani ganggu yuraa? gua usahain nyawa Lo pada ilang semua" Ancam Kanaya dan menatap tajam ke arah mereka bertiga.
"Awas aja ya lo! gua aduin ke Daddy gua mampus lu! gua bakal ngeluarin lu dari sekolah ini!" Ancam Sara pada Kanaya, Kanaya yang di ancam oleh Sara pun hanya terkekeh pada sifat Sara, sara belum tau siapa mereka bertujuh sebenarnya.
"KALIAN KOK KETAWA SIH?! EMANG APA YANG LUCU HAH?!" Bentak Sara dengan kuat.
Semua murid yang melihat ke arah Red Number, yaitu geng Yuraa dan geng sarade pun menatap sinis pada Red Number.
Apa itu sarade? sarade adalah singkatan dari Sara, Laura, dan Dea, Geng sarade adalah geng dari Sara, Laura, dan Dea yang terkenal dengan sifat mereka yang suka membully, selama di sekolah SMP Raya Melati, tidak ada seorang murid pun yang berani melawan ketiga nya atau akan tau konsekuensi nya.
Michel pun segera beranjak dari tempat duduk nya dan membela Kanaya dan Yuraa.
"Heh denger ya Lo dasar anak daddy"
"Emang Lo kira kita semua bakal takut gitu sama ancaman murahan Lo itu? nggak ya say" Ujar Michel dengan nada bicara yang di buat bercanda.
"Denger ya Lo tante, kita semua juga bisa beli ni sekolah" Sahut Yuki yang membalas perkataan Michel.
"Emang Lo doang yang bisa buat ni sekolah? hadeh udah deh Tan, sebelum tau konsekuensi akibat ngebully yuraa" Alea pun ikut dalam adu mulut tersebut.
Semua murid yang mendengar perkataan Alea pun segera berbisik dan heran akan perkataan Alea tadi, apa konsekuensi yang akan mereka dapat akibat ngebully yuraa?
"Emang Yuraa siapa? sok paling berharga aja dari kalian, yuraa ini orang nya gak bener tau gak" Cibir Laura pada Red Number.
Red number yang mendengar ketua nya atau istilah nya yuraa di bilang orang yang tidak benar pun merasa marah besar dan emosi mereka memuncak.
"Bukti nya aja, yuraa sering Gonta ganti cowo, iya gak ges?" Tanya Laura pada Dea dan Sara.
"Benar itu"
"Pertama, yuraa sama Fadli, awal nya gua ngeliat yuraa sama Fadli di mall" Jelas Laura.
"Ketiga, Yuraa sama Kak Denis,
anak orang kaya nomor satu, Bahkan Kak Denis suka menciumi Pipi Yuraa, bukan kah yuraa sudah ternodai dan terbukti cewe yang gak benar?" Cibir dan Tanya Laura pada Red Number.
Red number yang mendengar perkataan Laura dan Dea pun tertawa terbahak bahak, ntah lah apa yang baru saja mereka dengar terasa lucu.
"Hadeh, Laura Laura, apalagi Lo Dea, asal Lo pada tau ya, Bang satria itu Abang gua, terus Fadli itu tunangan nya yuraa terus Bang Denis itu Abang nya yuraa, maka nya kalo mau ngomongin orang itu nyari bukti dan informasi dulu, sebelum urat malu kalian putus" Cibir Kanaya yang membuat ketiga mental orang di depan nya berubah menjadi Kempes.
Semua murid yang mendengar perkataan Kanaya pun terkejut, bagaimana mungkin Yuraa adalah adik dari tuan Denis? orang kaya nomor satu, dan begitu pula sebaliknya, Satria dan Yuraa yang walaupun bukan hubungan adik kakak kandung, namun mereka sudah menganggap Yuraa sebagai adik dan anak mereka, begitu pun sebaliknya lagi, Fadli dan Yuraa sudah di jodohkan sejak mereka duduk di bangku kelas Lima SD, Yuraa yang di jodohkan oleh Fadli pun hanya pasrah dan menghela nafas.
Flashback off
"Baiklah, gua akan bantu lu" Ujar Aulin yang menerima permintaan tolong dari makhluk tersebut.
Aulin pun menganalisi dari bagian atas kepala sampai bagian bawah Makhluk di depan nya, seperti nya dahulu dia adalah siswa SMP Raya Melati yang sudah membincangi diri nya di masa Lalu.
Wajah sosok yang berada di depan Aulin sebelum menjadi hantu yang berkeliaran.
"Gua pengen nanya deh, harus nya kan kalian berkeliaran di sekolah dulu yaitu Sekolah SMP Raya Melati, tapi kenapa kalian berkeliaran di sini?" Tanya Aulin yang masih heran pada makhluk satu ini yang berada di depan nya.
"Aku merasakan ada aura yang kuat di sekolah ini, dan aku mencoba mencari tahu sendiri, eh ternyata benar ada manusia yang energi nya sungguh besar" Jawab makhluk tersebut.
__ADS_1
Aulin pun hanya mendengus kesal pada makhluk di depan nya ini.
"Dahlah, gua mau pulang dulu, sebelum gua usir ya lu" Ancam Aulin pada makhluk di depan nya.
Makhluk yang di depan Aulin tadi segera pergi karena takut di bakar oleh Aulin.
Aulin pun keluar dari gerbang sekolah dan mengendarai mobil nya menuju ke mansion milik nya.
Aulin segera masuk ke dalam rumah nya dan membaca baca kembali buku yang ia bawa dari sekolah tadi.
Saat Aulin melewati dapur, Erawati melihat anak nya membawa sesuatu pun segera menanyai nya.
"Sayang? Kamu bawa buku apa?" Tanya Erawati sekali lagi yang berusaha mengajak Aulin bicara.
Aulin pun mengacuhkan perkataan Erawati dan segera menuju kamar nya. Diri nya duduk di meja rias nya untuk membaca kembali isi isi dari buku tersebut. tempat yang paling aman dari makhluk astral adalah rumah nya sendiri.
Aulin membuka Lembar selanjutnya yang di perlihatkan mata Keturunan keluarga nya lagi, mata keturunan keluarga Edogawa yang di wariskan oleh tuan Bastian pada sang anak dapat membuat makhluk tak kasat mata tak ada yang berani mendekati nya.
"Oh gitu, ni mata yang di wariskan dari papa ke gua, bang Denis, bang Dimas, sama bang Keano supaya tidak ada makhluk astral yang dapat mendekati diri nya.
Aulin membuka lembar selanjutnya, di perlihatkan kumpulan mata Keturunan dari keluarga lain.
"A*jay"
Author : Kita skip ya ges, Author lagi males ngetik panjang lebar, buat keturunan mata dan fungsi nya, nanti Auth kasih tadi di episode selanjutnya.
"Oh gitu, tapi kenapa gua sama yang lain belum tau ya soal ni mata" Batin Aulin yang tetiba melamun, tak berselang lama kemudian, ada yang mengetok pintu kamar nya, siapa lagi kalau bukan Keano?
"Dek, Kayak biasa nya ya, ngumpul di bawah sama mereka" Ucap Keano dari ambang ambang pintu depan kamar Aulin.
Aulin pun tak menjawab perkataan Keano, Keano yang perkataan nya tak di respon sama sekali sama Aulin pun hanya menghela nafas dan segera ke ruang keluarga.
Aulin pun segera keluar kamar nya dan menyimpan buku yang tadi ia bawa dari sekolah dan menuju ke bawah.
Aulin yang sama sekali tak memandang mereka dan enggan untuk berbicara dengan mereka pun membuat mereka semua yang berada di situ merasa sedih.
Kanaya pun mulai memberi kode pada mereka semua sembari melirik pada Aulin, dan menunjuk kan wajah nya yang merasa sedih.
Fadli pun berusaha mengajak Aulin berbicara.
"Sayang? tatap kami semua dong" Ucap Fadli dengan nada lembut pada Tunangan nya itu.
Hal yang sama pun terjadi, Aulin sama sekali tak menjawab perkataan Fadli dan raut wajah Aulin sedari tadi merengut saja.
mereka semua yang berada di mansion Edogawa pun hanya menghela nafas.
Keluarga Seijuro pun datang ke kediaman Edogawa, Violet yang melihat anak nya sedang memainkan ponsel nya pun segera memeluk nya.
"Hiks, mama kangen sama kamu nak" Tangis Violet dan memeluk erat tubuh Aulin.
"Maafin Hiks, mama sayang" Ujar Violet yang tangis nya terisak isak.
"Saya mohon Lepaskan nyonya Violet Seijuro yang terhormat" Timpal Aulin dengan wajah datar dan nada dingin nya.
__ADS_1
"NGGA! MAMA GAK MAU NGELEPAS KAMU LAGI!" Bentak Violet dengan Lembut.
Bersambung______