
"Huh, Untung Minggu, Jadi bisa nyantai deh!" Ucap Kanaya yang agak sedikit mengeluh akan hari hari nya selama di sekolah.
"Yaelah , inget besok senin, Mana lagi matematika a*crit" Balas Zein yang menimpali ucapan Kanaya.
Zein Adibtra atau sering di panggil Zein. Zein salah satu anggota dari geng Astro Boy, Zein terkenal akan sifat nya yang kekanak Kanakan dan suka bercanda, Zein dan Kanaya sering bertengkar, ya seperti hal nya Tom and Jerry.
"A*crit , besok matematika yak ?!" balas Lauren dengan agak sedikit terkejut.
"Iya"
"a*crit gua males banget kalo matematika, mana lagi yang ngajar Bu Rahma lagi" keluh Lauren yang membalas ucapan Alea.
Bu Rahma adalah guru BK di sekolah SMA Galaksi. Ya dengan umur nya yang sudah tak terbilang muda lagi, bu Rahma terkenal akan kegalakan nya, tetapi, di balik sifat galak nya ada sifat lemah lembut nya kepada orang lain.
"woy nyed, Lu liat Fadli gak?" tanya yuraa kepada Zein.
nyed atau istilah nya monyed. itu adalah nama panggilan Zein yang di buat oleh yuraa, Kanaya dan Yuraa memanggil Zein dengan nama monyed, akan tingkah laku Zein yang membuat Yuraa dan Kanaya kesal dan sifat Zein yang mirip dengan tingkah Monyed monyed yang tidak pernah di kasih makan saja.
"Kata nya sih pergi gak tau ke mana, iya kan ged?" Tanya Zein kepada semua orang yang ada di rumah yuraa.
"Gua gak tau, tapi setahu gua sih, Fadli pergi pengen ketemu Diyah" Timpal Nathan.
Nathan Sky blue atau sering di panggil Nathan. Nathan adalah anggota Astro boy sekaligus sahabat Zein sejak masa SMP kelas satu. Nathan dan Zein sangat dekat hingga membuat kedua nya sudah seperti saudara kandung.
"Si Ninje?" Tanya Michel dengan raut wajah heran.
Michel Ainsley adalah salah satu anggota Red Number atau istilah nya Sahabat dekat yuraa, Michel sudah bersahabat dengan Yuraa sejak mereka masih balita.
"Ninje sapa cok" Jawab Zein dengan nada sedikit tertekan.
"Hish! Ninje tu si Diyah Go*lok, dulu gua, Diyah, sama yuraa temenan sama Dia pas jaman SD" Jawab Michel dengan sedikit Kesal Terhadap Zein.
"owh"
"Gaes, boleh gak sih lempar satu makhluk ini ke mars?" ucap Michel dengan muka sedikit tertekan.
"Ayo sini gua bantuin buat Lempar monyed satu ini" ucap Kanaya menimpali.
"Ged gua mau ke mall dulu yak, shopping shoping" ucap yuraa dengan nada santai.
"Anak Konglomerat memang beda dari yang lain" Balas Lyaa menimpali Perkataan yuraa.
"Lah kayak situ bukan anak konglomerat juga"
"Iya dah" Balas Lyaa dengan pasrah.
"yur gua ikut yak hehe, bosen gua"
"Serah" Jawab yuraa santai sembari membawa tas gucci milik nya.
Sesampainya di mall. Yuraa dan Kanaya berkeliling menjelajah Mall yang sangat luas itu. Posisi yuraa dan Kanaya saat ini sedang berada di Cafe, Hingga kejadian yang tak terduga, ia melihat Fadli sedang menyuapi Diyah sembari tersenyum ke arah nya, Yuraa yang melihat itu Langsung tidak nafsu untuk makan.
"Napa muka lu cemberut gitu?" tanya Kanaya yang melihat wajah yuraa yang tiba tiba berubah menjadi masam.
Yuraa memberi kode ke Kanaya lewat mata nya, Kanaya yang mengerti maksud yuraa pun langsung menoleh ke arah sumber yang yuraa beri kode tadi. Seperti yang di duga, Raut wajah Kanaya tiba tiba menjadi marah. Wajah nya memerah seakan menahan Amarah.
Kanaya langsung beranjak dari tempat duduk nya lalu menghampiri Fadli dan Diyah.
"Bagus ya bagus!" Ucap Kanaya sembari bertepuk tangan dengan Keadaan yang tidak sedang bercanda.
"L-Lu?!" Jawab Fadli gemetar ketakutan, seakan tidak percaya kalau mereka akan kebetulan bertemu di Cafe yang sama.
Kanaya Refleks menampar Fadli di hadapan orang banyak, Lalu Diyah pun turun tangan dan menampar balik ke Kanaya Karena sudah menampar Fadli.
"S*alan!"
Semua orang di Cafe Mall seakan tidak percaya akan apa yang mereka Iihat. Waw? impresif. Diyah Prastiwi orang terkaya nomer 3 menampar Kanaya Nakagawa, anak Konglomerat? Dari kalangan masyarakat bahkan tidak ada yang berani menampar atau menyakiti Kanaya Nakagawa, Jika ada yang berani menyakiti Kanaya Nakagawa anak dari keluarga Nakagawa, Maka Satria dan Areta yang merupakan Kakak dan Abang dari Kanaya akan turun tangan.
"wah apa aku tidak salah lihat? Diyah Prastiwi menampar Kanaya? Anak dari keluarga Nakagawa?" Bisik salah seorang Pelayan Cafe.
semua orang di Cafe Mall mulai berbisik tentang Diyah. Bagaimana bisa Diyah prastiwi menampar Kanaya anak dari keluarga Nakagawa?
Diyah yang mendengar bisikan orang orang di Cafe kalau Kanaya adalah Anak dari keluarga Nakagawa, Refleks langsung menundukkan pandangan nya ke arah bawah sembari merenungi kesalahan yang baru saja ia lakukan.
Kanaya Refleks Tersenyum miring dan terkekeh akan sifat Diyah, Padahal Baru saja Diyah menampar diri nya Lalu Langsung menundukkan pandangan nya ke arah bawah? Apakah Diyah baru tau kalau yang baru saja ia tampar adalah anak dari keluarga Nakagawa? atau Diyah hanya berpura pura tidak tau? sungguh memalukan!
Yuraa langsung beranjak dari tempat duduk nya, Kanaya dan Fadli pun menoleh ke arah yuraa, Tanpa pikir panjang Fadli langsung mengejar yuraa, Waw? Impresif, Tungangan nya yang baru saja ia khianati langsung mengejar tunangan nya? apakah Fadli merasa bersalah akan tindakan nya tadi?
Yuraa pun langsung meninggalkan Mall tersebut dan Langsung menaiki motor matic nya. ya begitulah, Awal nya saat yuraa ingin ke mall bersama Kanaya, Dimas sudah memerintahkan bodyguard nya untuk mengikuti yuraa, tetapi yuraa menolak, ia lebih memilih naik motor matic nya.
"YURAA!" teriak Fadli kepada yuraa.
Namun itu sia sia. Yuraa sudah pergi jauh dari mall. Fadli pun langsung menaiki mobil yang ia tumpangi tadi bersama Diyah, Kanaya mengikuti Fadli dari belakang menggunakan motor matic nya.
Di tengah tengah pinggiran kota yang begitu ramai. Yuraa tiba tiba saja oleng dan..
BRAKKKK!!
__ADS_1
Tubuh yuraa terpental jauh, motor matic yang di tumpangi yuraa hancur akibat tabrakan yang baru saja yuraa alami.
Fadli yang melihat kejadian tersebut, Langsung turun dari mobil nya dan menuju ke tubuh yuraa yang sekujur tubuh nya penuh dengan darah berceceran di pinggir jalan.
"AMBULANCE! CEPAT TELEPON AMBULANCE!" teriak Fadli kepada orang orang yang menyaksikan adegan tersebut.
Kanaya Refleks turun dari motor nya dan menghampiri Fadli dan Yuraa.
"MINGGIR LU DASAR SA*PAH!" Titah Kanaya.
"Y-yuraa.." Air mata Kanaya mulai mengalir deras, Bagaimana bisa sahabat yang sangat ia sayangi kini tubuh nya penuh dengan darah.
Yuraa yang melihat sahabat nya itu pun tersenyum manis.
"Lu lemah banget sih!" Ledek yuraa kepada Kanaya.
"Gitu doang nangis"
"Please.. jangan tinggalin gua.." Timpal Kanaya yang air mata nya semakin deras.
"Kata siapa gua ninggalin lu? bukti nya gua ada di samping lu" Jawab yuraa dengan sedikit bercanda.
Yuraa yang sudah tidak tahan dengan kondisi nya saat ini, langsung meraih pipi sang sahabat.
"Gua tidur dulu yak, gua ngantuk hehe" Ucap yuraa gemetar dan sudah tidak tahan lagi.
"NGGAK! LU GAK BOLEH TIDUR!"
Tangan yang sedari menyentuh pipi Kanaya pun tersungkur ke tanah, Yuraa pun di nyatakan meninggal.
Di RS.
Semua orang yang berada di rumah sakit yang tak jauh dari tempat kejadian pun menangis histeris, Salah satu yang menangis histeris adalah Denis. Siapa yang tidak sedih, Adik perempuan satu satu nya yang nakal dan galak meninggalkan diri nya dan yang lain?
Dimas pun beranjak dari tempat duduk nya dan menghampiri Fadli dan menampar nya sebanyak 4 kali.
semua orang yang melihat Dimas menampar Fadli pun terkejut.
"S*ALAN! LU UDAH BUAT ADEK GUA JADI GINI BAN*SAT!" Teriak Dimas dengan Air mata yang sedari deras.
"M-maafin gua.." Ucap Fadli gemetar, Fadli menundukkan pandangan nya ke arah bawah dan merenungi semua kesalahan nya.
"Seharusnya dari dulu orang tua lu dim, gak usah buat yuraa sama Fadli tunangan, Kalau Fadli nyata nya kayak gini, tch, mu*afik Lu Fad, Lelaki macam apa kalo di depan orang tua Pasien baik kalau di dalam nya mu*afik" Satria pun angkat bicara dan mulai memecahkan keheningan.
Fadli yang mendengar Ucapan Satria pun semakin merasa bersalah kepada yuraa. Seharusnya ia sebagai tunangan harus menjaga perasaan tunangan nya sendiri, bukan malah menyakiti hati atau perasaan tunangan nya.
Tak berselang lama, Dokter yang di Pandu oleh suster di belakang nya pun keluar dari ruang pemeriksaan yuraa.
"Maaf sebelumnya nya Tuan Keano, Tuan Denis,dan Tuan Dimas, pasien yang bernama Yuraa Edogawa tidak bisa kami selamatkan, Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, Mungkin ini sudah menjadi rencana Tuhan, Kita tidak bisa menghalangi nya"
Semua orang yang berada di situ pun menangis sejadi jadi nya. Yuraa orang yang selama ini menghibur mereka, pergi untuk selama lama nya.
Di Posisi Yuraa.
"Alhamdulillah gua gak mati, gua kira tadi gua mati" Ucap yuraa yang tiba tiba terbangun.
Yuraa yang melihat keadaan di situ pun menjadi heran. Dan menoleh ke sembarang arah sembari menganalisi ruangan yang ia tempati.
"Gua ada di mana a*crit, gua tersesat please" Gumam Yuraa.
Yuraa yang melihat ada seorang wanita tua atau bisa di bilang seorang ibu pun terlonjak Kaget.
Wanita tua yang bernama Violet Seijuro terbangun dari tidur nya. Violet Seijuro adalah ibu dari Aulin Seijuro.
"A-AULIN?! KAMU SUDAH BANGUN NAK?!" Ucap Violet ibu dari Aulin.
"Maaf Tante siapa ya? dan kenapa saya ada di sini?" Tanya yuraa yang mengernyitkan dahi nya.
"Kamu lupa sama mama nak?" tetiba saja wajah Violet berubah menjadi murung, bagaimana bisa murung kalau anak sendiri melupakan diri nya?
Yuraa yang mendengar ucapan Violet pun bingung harus melakukan apa.
Dokter pun masuk ke ruangan Aulin yang sekarang yuraa tempati tubuh nya.
"Dok? apa anak saya sudah melupakan saya dok?" tanya Violet kepada dokter dengan hati yang bergetar.
Tanpa basa basi, Doker pun Langsung mengecek kondisi Yuraa atau bisa di bilang Aulin. Yuraa yang di periksa dokter tersebut hanya diam mematung.
"Mungkin Anak Anda mengalami amnesia, tidak apa, jangan memaksa kan pasien untuk mengingat semua nya, langkah demi langkah akan membuat nona Aulin ingat kembali" Nasihat dokter yang di berikan kepada Violet.
"Baiklah dok"
Dokter pun keluar dari ruangan Aulin, yuraa yang sedari diam mematung di tatap lekat oleh Violet. Yuraa yang di tatap lekat oleh Violet sejak sedari tadi pun merasa tidak enak.
"Huh.. Kamu beneran lupa sama mama nak?"
Yuraa pun mengangguk seperti mengasih kode 'iya' kepada Violet.
__ADS_1
"Baiklah, sebelum itu mama akan memperkenalkan diri mama, nama mama Violet Seijuro, dan Nama mu Aulin Seijuro" Ucap Violet.
"Oh? Jadi sekarang gua ada di tubuh Aulin Seijuro? anak orang kaya nomer 3? Barengan nya Diyah Prastiwi, si cewe bre*gsek" Gumam yuraa.
"Kenapa bengong nak? eh? mama lupa hehe kalau kamu amnesia, baiklah mama gak akan maksa kamu buat ingat semua nya"
Yuraa yang mendengar ucapan tersebut, Langsung Panik ingin menjawab apa.
"Ah, tidak kok ma, Aulin cuma berusaha ingat nama mama sama Aulin hehe" Ucap yuraa yang sedikit cengengesan.
Violet yang mendengar ucapan yuraa pun hanya geleng geleng kepala. Ya begitulah sifat yuraa, suka bercanda, Nakal, dan Galak.
"Oh ya ma? Aulin boleh minta cermin gak?"
Violet pun Langsung mengambilkan cermin untuk Yuraa dan mengasihkan cermin tersebut.
Author : Sekarang kita manggil yuraa dengan nama Aulin ya ges
Aulin pun mengambil cermin tersebut. Aulin pun terlonjak Kaget. Bagaimana tidak terkejut? Cantik tapi culun? Ish Ish ish bukan style yuraa!
"Oh ya ma? Aulin boleh minta beliin Nasi Goreng gak? Aulin Laper hehe" Ucap yuraa, Banyak sekali Alasan yuraa ini.
"Baiklah, kamu tunggu sini ya"
Tanpa pikir panjang, Violet pun keluar dari ruangan Aulin. Yuraa yang melihat Violet sudah pergi jauh pun langsung menuju ke kamar mandi dan melihat diri nya di cermin.
"A*crit, Gua kok bisa pindah ke tubuh Aulin Seijuro sih, S*alan huaaa, Mana lagi culun penampilan nya, gak pernah dandan apa yak?" Tanya yuraa kepada tubuh Aulin yang saat ini ia bercermin.
"Anja*, kayak novel novel" Ucap yuraa yang senyum senyum sendiri.
Yuraa pun kembali ke Ranjang yang ia duduki tadi, Lalu di waktu bersamaan, Violet datang membawa Nasi goreng pesanan Aulin.
"Mau mama Suapin?" Tanya Violet ke Aulin.
"ah? ehm, yasudah"
Violet pun menyuapi Aulin dengan pelan pelan dan penuh kasih sayang, yuraa yang melihat tatapan kasih sayang Violet terhadap Aulin pun membuat Yuraa teringat akan mama nya sendiri.
"Eh? biasa nya kan kalo orang transmigrasi ke tubuh orang lain itu kayak punya Abang gitu gak sih?" Gumam Yuraa. "Apa gua tanya aja ya sama emak nya Aulin?" Gumam Yuraa.
"Ehm? ma? apa Aulin punya Abang?" Tanya yuraa ke Violet.
"Aulin punya Abang kok, Nama Abang mu Gavin Seijuro, sama Kevin Seijuro" Timpal Violet.
"Lalu mereka dimana ma?"
Violet yang mendengar perkataan Yuraa pun tiba tiba menjadi murung.
"Abang mu tidak mau menjenguk mu, Karena penampilan mu yang culun membuat mereka ilfeel untuk menjenguk mu" Jawab Violet dengan wajah yang murung.
"Ah? karena culun ya?" Timpal Yuraa.
"Ma? Apa Aulin boleh pulang ma? Aulin gak betah di sini"
"Yasudah, nanti mama minta pengajuan dari dokter" Balas Violet sembari mencium kening Aulin.
Hari sudah mulai Sore, Aulin pun di nyatakan sudah boleh pulang. Sesampainya di rumah, Yuraa atau istilah nya Aulin melihat ada Lima Laki laki dan satu Perempuan di antara rombongan laki laki tersebut.
"Tch, udah pulang lu? gua kira lu mati tadi, eh nyata nya masih hidup" Ucap Kevin, Kevin memang tidak menyukai Aulin karena penampilan nya yang culun, Lemah dan suka Caper.
"Omongan mu di jaga nak" Balas Violet.
Yuraa pun di antar Violet menuju kamar Aulin, Sesampainya di Kamar, Yuraa langsung membersihkan diri nya Lalu mengganti baju. Saat hendak membuka Lemari, Yuraa terkejut Akan apa yang ia lihat, Baju nya besar semua? kayak nggak ada baju yang sedikit pas gitu sama tubuh Aulin yang pendek ini? Perasaan Baju yang Aulin miliki terlalu besar untuk Aulin yang mungil ini.
"A*crit! Baju nya besar semua, kayak gak ada yang pas gitu sama tubuh kecil ini?" keluh Yuraa.
"Auk ah, make sweeter aja, biarin kebesaran, yang penting gua make baju" Timpal Yuraa yang asal ambil baju lalu membanting Pintu lemari tersebut.
Usai memakai baju, Yuraa langsung menuju ke Meja Rias milik Aulin, di sana Yuraa hanya memakai bedak tipis dan memakai sedikit Lipgols supaya terkesan cantik dan menarik. Setelah berdandan, Yuraa segera turun kebawah, yuraa tau kalau violet pergi menggunakan mobil, itupun yuraa melihat Violet dari atas balkon kamar nya yang terdengar suara mobil.
Cacing cacing di perut yuraa sudah berdemo seakan memberi pertanda kalau mereka sudah lapar.
Kevin dan Gavin yang melihat Penampilan Aulin yang tampak berbeda dari biasa nya pun Terpanah akan kecantikan Aulin. Bedak tipis, Rambut ikat satu di belakang, dan menggunakan Sedikit Lipgols, yang membuat Kevin dan Gavin tidak berkedip sama sekali, dan jangan lupa mulut mereka pun menganga karena melihat penampilan Aulin.
Yuraa yang mengetahui itupun, hanya terkekeh, Apa? kata nya benci karena culun, tapi kok setelah berubah penampilan, mulut mereka malah menganga, awas kemasukan Laler wkwk.
Setelah yuraa memanggang roti dan memberi selai pun langsung menuju ke kamar nya kembali, Kevin yang melihat kepergian adik nya itu pun langsung diam mematung.
"Tumben lu gak nyapa gua sama bang Gavin? kenapa lu berubah dek?" Gumam Kevin.
Ya begitulah kebiasaan yuraa, suka keadaan yang sunyi dan damai, Apalagi yuraa sangat betah di dalam kamar nya. Yuraa duduk di balkon kamar nya, sembari melihat para satpam satpam yang sedang bekerja.
Selang beberapa menit yuraa teringat akan keluarga, Sahabat dan orang orang yang ia sayangi.
"Kira kira gimana ya keadaan Bang Denis, Bang Keong, sama bang Dimas?" Tanya yuraa.
Keong atau Keano adalah Abang pertama yuraa. Yuraa sangat suka mengubah nama orang sembarangan.
__ADS_1
"Auk ah, gua mo beli baju aja, tu semua baju pada ke gedean ma gua" Ucap yuraa.
Bersambung__