Transmigrasi Ke Tubuh Aulin Seijuro

Transmigrasi Ke Tubuh Aulin Seijuro
5. Hampir Mati


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 AM, Galfirl memutuskan untuk mengajak Aulin jalan jalan dan meminta izin kepada kedua orang tua Aulin untuk mengajak nya jalan jalan. Awal nya Aulin menolak ajakan Galfirl karena ia sudah berjanji pada Denis untuk pergi berdua. Tetapi Karena Galfirl memaksa, Aulin hanya pasrah dan membatalkan perjanjian nya dengan Denis.


Kevin yang melihat Galfirl mengajak adik nya keluar pun hanya menatap tajam Galfirl dari kejauhan.


Galfirl mengajak Aulin jalan jalan sembari membelikan nya ice cream rasa coklat.


"Nih, mau gak?" Tawar Galfirl pada Aulin.


"Maaf, gua gak suka rasa coklat" Tolak Aulin dengan Lembut.


"Bukan nya lu dulu suka ice cream rasa coklat ya?" Tanya Galfirl.


Aulin yang mendengar perkataan Galfirl pun bingung ingin menjawab apa.


"Ehm, gua sekarang gak suka lagi sama rasa coklat, Karena coklat pahit, jadi, gua lebih suka sama rasa Vanilla" Jelas Aulin.


"Jadi percuma dong gua beli ni ice cream? terus gua harus kemanain ni ice cream?" Tanya Galfirl.


"Buang ke isekai" Titah Aulin yang cengengesan.


"Dasar Wibu"


"Apa Lo bilang? gua? Wibu? Dih enak aja!" bentak Aulin.


"Gua bukan Wibu ya! gua animeloper!" Aulin yang membentak ke Galfril.


"Iya dah, cewe selalu benar" Galfirl yang kali ini mengalah pada Aulin.


Galfirl pun duduk di sebelah Aulin, Galfirl yang melihat Aulin bersender di bangku tersebut sambil memejamkan mata nya pun Terpanah akan kecantikan Aulin.


"Gua bakal bisa dapetin lu Aulin! Semangat Galfirl!" Batin Galfirl yang menyemangati diri nya sendiri.


Aulin tidak tersadar kalau diri nya tertidur, Aulin bermimpi bertemu dengan seseorang di mimpi nya, entah siapa orang itu.


Dalam mimpi Aulin


"Hai Yuraa" Sapa Orang itu.


"Siapa lu! tunjukkan diri lu yang sebenarnya!" Bentak Yuraa.


Ternyata Orang yang menyapa diri nya adalah Aulin Seijuro, yang kini tubuh nya di tempati oleh yuraa.


"Lu?"


"Ya ini aku, Hehe gimana rasa nya di tubuh ku?" Tanya Arwah Aulin pada yuraa.


"Hem, ada enak nya ada nggak nya" Ketus yuraa.


"Kek kenapa sih setiap hari gua harus liat wajah nya si ular? si Amanda S*alan" Ketus Yuraa kembali.


"Haha sabar aja"


Yuraa sangat kesal terhadap Aulin, dan tetiba saja ia teringat sesuatu.


"Oh ya, Lin? gua mau nanya, kenapa lu kasih tubuh lu ke gua? dan kenapa harus lu yang pergi?" Tanya Yuraa


Aulin pun hanya tersenyum simpul ke arah Yuraa.


"Hehe maaf ya, aku udah gak tahan sama semua nya, Dunia terlalu kejam untuk ku yang lemah ini, saat aku melihat diri mu di Mall, dan membentak Tunangan mu yaitu Fadli, aku rasa kau adalah Wanita Kuat dan tangguh yang bisa pendam semua nya sendiri an" Jelas Aulin pada Yuraa.


"Oh ya satu lagi"


"Apa?"


"Nanti malam, kau tidak boleh keluar rumah" Titah Aulin pada Yuraa.


"Why? Why can't I leave the house tonight? apa yang akan terjadi?" Tanya Yuraa yang mengernyitkan dahi nya.


"Amanda akan membunuh mu nanti malam, Amanda sangat membenci mu yang berada dalam tubuh ku, karena aku dekat dengan kak Galfirl, Sifat mu yang Friendly terhadap semua orang termasuk kak Galfirl, itu yang membuat Amanda marah dan dendam kepada mu" Jelas Aulin lagi.


Ahah! Apa yang barusan ia dengar? Amanda akan membunuh nya nanti malam? tch! Impossible, Pasti nanti malam Amanda akan menyuruh anak buah nya untuk membunuh ku nanti malam, tch! lemah! nanti malam yuraa akan menggunakan jurus bela diri nya untuk melawan anak buah Amanda, dan nanti diri nya akan mengajak Denis untuk membantu nya.


"Huh? Tapi aku sangat gemas kepada mereka, seperti, ingin sekali aku membunuh mereka lewat jalur VIP" Ketus Yuraa.


"Lagipun aku juga sudah lama tidak menggunakan jurus bela diri ku"


"Jangan! mereka akan membawa senjata tajam, saat kau lengah mereka mempunyai kesempatan untuk menusuk perut mu dari belakang!" Perintah Aulin.


Flashback off


"Sayang?" Violet yang mengobrak abrik tubuh Aulin sedari tadi.


Aulin terbangun dari tidur nya, ia berusaha untuk mengumpulkan nyawa untuk melihat dengan jelas.


"Enak ya tidur nya, temen mu aja Sampe gendong kamu ke kamar mu" goda Violet pada Aulin.


"Hah? Maksud mama Galfirl?" Tanya Aulin.


"Mama gak tau siapa nama nya, yang jelas dia Sangat tampan"


"Apa benar yang di katakan Aulin dalam mimpi gua tadi?" Batin Aulin.


Violet yang melihat anak nya bengong pun segera mencubit hidung Aulin.


"Awh! sakit ma!" Rengek Aulin.

__ADS_1


"Maka nya jangan bengong! Kemasukan setan nanti" Ledek Violet.


"Huh ya sudah, nanti turun dan makan"


Aulin hanya mengangguk mengiyakan, ia segera bangun dan membasuh wajah nya dengan air.


Saat diri nya bercermin, ia sangat kangen dengan keluarga nya, sahabat nya, dan orang orang yang sangat ia sayang.


"Gua kangen sama bang keong, dan Bang Dimas, Huaaa bestie gua" Aulin yang saat ini bercermin di kamar mandi.


"Sebenar nya lu ini cantik Lin, tapi kenapa lu tutupin kecantikan lu?" Batin Aulin.


Usai membasuh wajah, Aulin segera turun ke bawah untuk makan siang, Saat ini jam menunjukkan pukul 03.00, Sudah mulai menjelang Sore.


"Ma, Pa, Aulin nanti malam boleh keluar gak sama temen Aulin?" Tanya Aulin.


DEG!


Jantung Gavin berdetak kencang. Adik nya ingin keluar dengan siapa? apakah dengan Galfirl, atau Cakra?


"Sama siapa?" Tegas Andra pada sang anak.


"Ehm, Denis pa" Balas Aulin.


"Wah, anak papa ada hubungan apa sama tuan muda Denis?" Tanya Andra dengan gembira.


"E-eh? ngga ada hubungan apa apa kok pa, cuma hubungan bisnis doang" Jelas Aulin dengan berbohong.


"Bisnis apa? papa baru tau kalo kamu punya bisnis" Tanya Andra kembali.


"Ada deh" Ucap Aulin yang cengengesan.


Jam menunjukkan pukul 04.00 hari sudah mulai sore, Aulin saat ini sedang memikirkan sebuah rencana untuk membunuh Amanda.


Tiba tiba saja pesan masuk di ponsel milik Aulin.


KRING!


Ternyata pesan itu adalah dari Denis, Abang nya sendiri. Denis menanyakan kabar adik nya yaitu yuraa.


Yuraa yang membaca pesan dari Abang nya pun terkekeh, Untuk apa Denis menanyakan kabar nya? Menurut Yuraa Denis terlalu alay dan terlalu khawatir tentang keadaan dirinya.


Tiba tiba saja ada sosok makhluk halus berada di belakang Aulin. dan Aulin pun...


AAAA!!


Teriak Aulin dari dalam kamar nya, sehingga membuat penghuni rumah terkejut karena Aulin tiba tiba teriak.


Andra, Violet, Gavin, dan Kevin segera menghampiri Kamar Aulin.


"DEK! BUKA PINTU NYA DEK!" Teriak Gavin.


Sementara keadaan Aulin pun membuat jantung nya berdetak sangat kencang.


"Hei jangan takut, ini Aku Aulin, Arwah ku belum tenang" Jelas Sosok Makhluk itu yang nyata nya adalah Aulin.


"Hih! bikin orang kaget aja" Ketus Aulin.


"Hei ayo ikut dengan ku, ada hal yang ingin ku tunjukkan" Titah Arwah Aulin.


Arwah Aulin pun menghilang dengan sendiri nya.


"Enak ya jadi hantu, apa apa tinggal ngilang" Batin Aulin.


"Eh? tunggu dulu? Sejak kapan gua punya mata batin?" Batin Aulin lagi.


Aulin atau istilah nya yuraa mengikuti Arwah Aulin yang asli. Sementara itu Gavin berhasil mendobrak pintu kamar Adik nya yaitu Aulin.


Violet, Andra, Kevin, dan Gavin yang melihat Aulin tidak ada di kamar nya pun segera panik, karena tiba tiba saja Aulin tidak ada. Pikiran mereka segera tertuju kalau Aulin Telah di Culik, padahal diri nya mengikuti Arwah Aulin yang Asli.


"AULIN!" Teriak Andra lagi.


"Ya Tuhan, Tolong selamatkan anak ku" Violet pun mulai menangis dan membasahi pipi nya.


Gavin pun segera memeluk Violet dan berusaha menenangkan diri nya.


Sementara di posisi Aulin dan arwah Aulin yang asli sedang berada di sebuah Hotel, yang di mana mereka melihat Amanda sedang berada di Hotel bersama om om.


"A*crit, si manda" Ucap Aulin yang terkejut akan apa yang ia lihat.


"Kita ikuti mereka berdua"


Aulin dan Arwah Aulin yang Asli pun mengikuti Amanda dan om om tersebut.


Sesampainya Aulin dan arwah Aulin yang asli mengikuti Amanda beserta om om tadi di sebuah kamar dengan nomer 444.


Aulin pun segera bersembunyi.


"Kamu tunggu sini ya sayang" Ucap pria tersebut.


Aulin atau istilah nya yuraa yang merasa tidak asing dengan Suara nya pun mulai menajamkan kembali pendengaran nya.


"Iya sayang" Balas Amanda sembari tersenyum ke arah pria tersebut.


Saat Pria itu membalikkan tubuh nya, ternyata ia adalah Gerry Mahesa atau sering di panggil Gerry, Gerry termasuk salah satu Anggota Black mafia, Geng dari Abang nya, yaitu Denis.

__ADS_1


"uwah, berita yang sangat bagus!" Batin Aulin.


Aulin atau istilah nya yuraa segera merekam kedua nya dan segera memberikan Vidio tersebut ke Denis. Denis yang melihat adik nya mengirim sesuatu pun segera membuka nya.


Denis yang terkejut akan apa yang adik nya kirim pun merasa marah besar pada Gerry, bisa bisa nya Anggota Black mafia berkhianat pada ketua nya.


Aulin menyuruh Denis segera menuju ke hotel yang saat ini diri nya kunjungi, untuk berjaga jaga kalau Aulin di gerombolin oleh anak buah Gerry, Denis pun sudah sampai di Hotel yang di maksud kan adik nya tadi dan tunggu di luar hotel sesuai yang adik nya suruh kepada nya.


"iyuh! mata saya ternodai" Ketus Aulin dengan suara pelan.


"Ayo kita segera pergi, kalau tidak, kita akan ketahuan" Ucap arwah Aulin asli.


Aulin dan Arwah Aulin yang asli pun segera pergi, Saat ingin pergi, Aulin tidak sengaja menyenggol sebuah meja sehingga membuat meja tersebut berbunyi dengan keras.


"LARI! LARI!" perintah Aulin pada arwah Aulin yang asli.


"SIAPA DI SANA!" Teriak Gerry.


Aulin dan Arwah Aulin yang asli pun segera menuju ke pintu keluar kamar hotel.


"Oh tenyata Kau! dasar culun! ingin bermain main dengan ku ternyata" Timpal Gerry sembari tersenyum miring.


Aulin segera berlari dengan kencang, Anak buah Gerry sudah mengejar diri nya. sesampainya di depan pintu keluar hotel, Aulin sudah berada di belakang Denis. Anak buah Gerry beserta Gerry pun sudah keluar dari hotel tersebut.


Gerry yang terkejut karena melihat Denis di depan pintu keluar hotel pun ketakutan.


"D-Denis?!" Ucap Gerry gemetar.


"Tch! Ternyata kau berkhianat oleh ketua mu ya" Timpal Denis tersenyum miring.


"M-maafin gua den" Lirih Gerry.


Ketua dari anak buah Gerry pun mulai menyerang Geng Denis. Aulin pun ingin sekali ikut dalam peperangan tersebut.


"Hem, seperti nya akan seru kalau gua ikut" Ucap Aulin.


"Jangan woy!" Teriak Denis pada Aulin.


Aulin pun segera masuk ke gerombolan Geng Denis dan ikut dalam peperangan tersebut.


Banyak yang sudah terkena pukulan Aulin, sehingga wajah dari semua anak buah Gerry pada bonyok. Saat Aulin dan Geng Denis memenangkan peperangan tersebut, ketua dari anak buah Gerry pun bangkit kembali sembari memegang Pisau di tangan nya Dan...


SK!


Ketua dari anak buah Gerry pun menusuk Perut Aulin dari belakang. Aulin pun pingsan dan tersungkur ke tanah dengan darah yang berceceran.


Denis yang menatap adik nya penuh dengan darah pun marah kepada Anak buah Gerry. Denis pun menonjok nonjok wajah Anak buah Denis lagi. Denis masih marah kepada anak buah Gerry, Denis pun mengeluarkan Pistol dari saku nya dan ingin sekali menembak kepala nya.


"WOY DENIS!" teriak Keano pada Denis.


Rey segera memegang tangan Denis dari belakang.


"LEPASIN GUA BAN*SAT! GUA PENGEN BUNUH ORANG INI!" Teriak Denis.


"Sadar nis sadar! kalo lu bunuh dia nanti lu yang malah masuk penjara! " Titah Rayyan.


"Bener apa yang di katakan Rayyan nis Lu gak boleh bunuh orang sembarangan" Timpal Ken.


"LEPASIN GUA!" Ucap Denis yang berusaha melepaskan diri nya dari cengkraman Rey.


"Lepasin aja Rey" Balas Dimas.


Rey pun segera melepaskan cengkraman tangan nya dari Denis. Denis pun mendekat ke arah Gerry. Gerry yang merasa di dekat kan oleh Denis pun mundur pelahan karena takut Denis akan menyerang nya.


"Kali ini gua lepasin lu, kalo lu macem macem lagi sama Adek gua, gua pastiin lu gak akan ada lagi di dunia ini" Ancam Denis pada Gerry.


Keano, Dimas, Satria, Ken, Rey, Riko, Rayyan, Alan, dan Alex, yang mendengar perkataan Denis pun terkejut akan apa yang mereka dengar, siapa yang Denis maksud 'adek' ?


Denis pun pergi dan menjauh dari Gerry. Denis pun segera menuju ke tubuh Adik nya yaitu Aulin atau istilah nya yuraa dan segera membawa nya ke rumah sakit.


Sesampainya di Rumah sakit, Aulin segera di bawa ke ruang UGD.


"Apakah kalian keluarga dari pasien?" Tanya sang dokter.


"Kami Teman dekat nya dok" Jawab Alan.


"Pasien kekurangan banyak darah saat ini, adakah dari kalian yang ingin mendonorkan darah nya untuk pasien?" Tanya dokter pada ke 10 Remaja Pria tersebut.


"Oh ya golongan darah Pasien adalah AB" Ucap dokter kembali.


"Saya dok" Keano pun mengangkat tangan nya.


"Yakin lu bang?" Tanya Dimas.


"Ya, gak ada salah nya kan membantu orang?" Balas Keano yang menaikkan satu alis nya dan tersenyum ke arah adik ketiga nya itu.


Dimas yang merasa tidak yakin pada Keano pun hanya mengangguk mengiyakan.


Keano pun mengikuti dokter dan berlalu pergi. Ke 8 remaja pria tersebut menatap Denis tajam.


Denis yang di tatap tajam oleh ke 8 sahabat nya pun hanya memasang wajah datar saja.


"Nis? tadi Lu sebut cewe tadi dengan sebutan 'adek' kan? emang hubungan lu sama cewe tadi apa?" Tanya Alex yang mulai angkat bicara.


"Ehm.." Jawab Denis dengan ragu.

__ADS_1


Bersambung___


__ADS_2