Transmigrasi Ke Tubuh Aulin Seijuro

Transmigrasi Ke Tubuh Aulin Seijuro
6. Siapa Aulin yang sebenar nya?


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 09.00, Sudah Larut malam, tetapi Aulin tetap saja belum bangun.


Kevin berada di samping adik nya dan menggenggam tangan adik nya itu. Gavin yang melihat Kevin memegang tangan Aulin pun tersenyum bahagia melihat kedua nya.


"Semoga lu bisa berubah vin" Batin Gavin.


Denis, Keano, dan Dimas pun datang ke rumah sakit untuk menjenguk Aulin sekaligus membawakan oleh oleh untuk Aulin.


"Kalian ternyata" Ucap Andra tersenyum kepada mereka bertiga.


"Terima kasih tuan muda Keano, Terima kasih karena anda sudah ingin mendonorkan darah untuk Aulin" Ucap Violet yang tersenyum ke arah Keano.


"Sama sama Tan, sudah jadi tugas saya untuk membantu orang lain" Balas Keano dan tersenyum ke Violet.


"Adik saya mengajar kan kepada saya untuk selalu baik kepada orang lain" Ucap Keano sembari tersenyum simpul pada Violet, ia jadi teringat Adik nya yaitu yuraa.


"Saya turut berduka cita atas meninggal nya nona yuraa, maaf belum bisa datang ke pemakaman nona yuraa" Balas Violet.


Denis pun mendekat ke arah Aulin yang sedang tertidur.


"Nyenyak banget ya tidur nya, bangun kek, Semua orang kangen sama lu" Ketus Denis.


Keano dan Dimas yang melihat tindakan Denis pun seperti nya tidak sopan.


"Anu maafkan adik saya kalau sudah tidak sopan" Ucap Keano dengan sopan.


"tidak apa" Jawab Andra.


"Bangun dek, gua kangen sama senyuman lu" Ucap Denis lagi.


DEG!


Semua orang yang mendengar perkataan Denis yang agak kelewatan pun terkejut.


"DENIS! JAGA SIKAP MU!" Bentak Keano.


"APA APAAN LU BANG! JELAS JELAS AULIN INI ADEK KITA!" Bentak Denis yang tidak mau kalah dengan Keano.


"ASAL LU TAU YA! AULIN INI SEBENAR NYA ADALAH YURAA! ADIK KITA SENDIRI! DIA CUMA TRANSMIGRASI KE TUBUH AULIN!" Bentak Denis lagi.


DEG!


Jantung Keano dan Dimas pun berdebar dengan kencang. Apa benar yang di katakan Denis tadi?


"Maaf tuan muda? Maksud anda apa ya?" Tanya Kevin yang mulai merasa kesal pada Denis.


"Jika kalian tidak percaya, tanyakan saja nanti pada Yuraa, Huh!" Ketus Denis dengan wajah datar nya.


Keesokan pagi nya, Aulin pun sudah sadar dari pingsan nya. Aulin belum boleh bersekolah hari ini, Karena Kondisi nya belum sembuh total.


Denis, Keano, Dimas, dan yang lain nya izin tidak masuk ke sekolah hari ini, begitu pun Kevin dan Gavin.


Sahabat sahabat yuraa dan Abang yuraa pun datang menjenguk yuraa.


"Udah sadar lu Lin?" Tanya Kanaya.


Aulin pun hanya mengangguk mengiyakan saja.


"Aulin?" Panggil Keano pada Aulin.


Aulin yang di panggil oleh Keano pun hanya menoleh ke arah nya.


"Siapa lu sebenar nya? Lu bukan Aulin kan? Jujur aja" Ucap Keano dengan lembut.


DEG!


Ya Tuhan! apa yang baru saja ia dengar? apa Abang nya sudah mengetahui diri nya yang sebenar nya?


"Huh.. sebelum itu, gua bakal manggil kalian make nama panggilan khusus kalian yang gua buat, mungkin kalian akan tau siapa gua yang sebenar nya" Balas Aulin.


"Bang Keong" Ucap Aulin sembari tersenyum ke arah Keano.


Keano yang di panggil 'keong' oleh Aulin pun terharu dan mengeluarkan air mata nya.


"Bang singa" Aulin yang memanggil Dimas.


Dimas yang mendengar panggilan nama nya yang di buat oleh adik nya yaitu yuraa pun segera meneteskan air mata nya.


"Tiang listrik gua" Aulin yang bergantian menoleh ke arah Fadli.


Fadli yang mendengar perkataan Aulin pun tak tahan untuk menahan air mata nya.


"Hehe Hai monyed, pa kabar?" Ledek Aulin pada Zein.

__ADS_1


Zein yang di panggil Monyed oleh Aulin pun segera meneteskan air mata nya.


"Ukik" Ledek Aulin pada Yuki.


"Lanlan" Panggil Aulin pada Alan.


"Ayyan"


"eyot"


Kanaya yang di panggil eyot oleh Aulin pun segera meneteskan air mata nya dan mulai menderas.


"leklek"


"Kenken"


"ran ran"


"Bangsat"


Satria yang di panggil 'Bangsat' pun merasa kesal, Ya walaupun fakta nya nama nya adalah 'Satria'


"Ale Ale"


Alea yang teringat nama nya yang di panggil Ale Ale oleh yuraa dahulu pun, Air mata nya mulai menderas dan membasahi pipi nya.


"botak" ucap Aulin cengengesan.


Fahmi yang di panggil Botak oleh Aulin pun mulai menangis, Hanya boleh Michel dan yuraa yang memanggil nya 'botak'.


Keano refleks memeluk erat Aulin, saking kangen nya diri nya pada sang adik sehingga membuat diri nya tidak ingin melepas pelukan nya dari sang adik.


"Hiks, kenapa lu bilang dari dulu dek! kalo lu itu Adek gua!" Bentak Keano dengan lembut.


Fadli yang mendengar nama nya yang di panggil oleh Aulin dengan sebutan 'tiang Listrik ku' membuat nya teringat pada yuraa, tunangan nya itu. Diri nya sudah mengkhianati yuraa tetapi yuraa masih menyebut nya 'tiang Listrik ku'.


Kevin dan Gavin yang melihat semua nya pun merasa terharu, siapa yang tidak terharu? Adik dan kakak yang tepisah selama Sebulan lebih kini sudah di pertemukan dengan Tuhan? Mereka berdua teringat akan adik nya yaitu 'Aulin' yang Asli.


Arwah Aulin yang asli pun muncul di hadapan yuraa.


"Hai Yuraa" Sapa Arwah Aulin yang asli.


"Hai juga Lin hehe, terima kasih sudah memberikan tubuh mu kepada ku" Balas Aulin atau istilah nya yuraa.


Semua orang yang mendengar Aulin berbicara sendiri pun merasa heran dan menganggap Aulin 'gila'.


Arwah Aulin yang asli pun mendekat ke arah Gavin dan Kevin, yaitu Abang nya.


Arwah Aulin yang asli pun memeluk Kevin dari belakang, Kevin yang merasakan diri nya seperti di peluk oleh seseorang pun terkejut.


"A*jir, gua kok kayak lagi di peluk ma orang ya dari belakang, tapi di belakang gua gak ada siapa siapa" Timpal Kevin, Andai saja Kevin tau kalau saat ini yang sedang memeluk nya adalah Aulin.


Aulin atau istilah nya Yuraa yang melihat Arwah Aulin yang asli memeluk Kevin dari belakang pun ketawa ketawa sendiri, Yuraa yang melihat Kevin ketakutan dan tubuh Kevin terasa berat pun membuat Yuraa Ketawa ketawa sendiri.


Semua orang yang menatap heran ke yuraa karena ketawa ketawa sendiri pun, Menganggap Yuraa sudah gila.


"Hei Aulin, Kasihan sekali abang mu" Ucap Aulin atau istilah nya yuraa.


Arwah Aulin yang asli pun menjitak kepala Kevin dengan kuat sehingga membuat Kevin berteriak.


"A*JING! SIAPA SIH YANG JITAK GUA!" Teriak Kevin.


Aulin atau istilah nya yuraa pun tertawa semakin kencang.


"Lagi Lin Lagi!" Ucap Yuraa yang semakin kencang tawa nya, dan menyemangati Arwah Aulin.


Keano dan Satria yang melihat Aulin atau istilah nya yuraa yang tertawa bahagia pun merasa bahagia juga.


"Huh! ini buat kak Kevin yang sering nakal sama aku!" Kesal Arwah Aulin yang asli.


"Jitak lagi Lin!" Timpal Aulin atau istilah nya yuraa yang sedari tertawa kencang.


"Lu bisa liat makhluk halus nga?" Tanya Zein.


Nga atau istilah nya singa. Zein memanggil yuraa dengan nama 'singa' karena yuraa sangat galak, seperti singa lepas kandang.


"Iya, tapi nggak tau sejak kapan, tiba tiba aja gua bisa liat makhluk halus" Jelas Aulin.


"Anu, nona muda yuraa? bisa tolong bilang apa saja yang adik kami bilang gak?" Pinta Gavin.


"Sure" Balas Aulin dengan tersenyum simpul.


"Hei yuraa, tolong sampaikan kata kata ku ke Bang Gavin sama Bang Kevin ya" Arwah Aulin yang asli meminta tolong pada yuraa.

__ADS_1


Aulin atau istilah nya yuraa pun mengangguk mengerti.


Author : kita sementara manggil Aulin Yuraa dulu ya ges.


"Kak Gavin sama kak Kevin tau gak? Kalau Aulin bahagia tau di alam sana, cuma dendam Aulin belum terbalaskan, dan Aulin belum tenang" Ucap Arwah Aulin yang asli sembari tersenyum simpul pada kedua Abang nya itu.


"Kata Aulin, Kak Gavin Sama Kak Kevin tau gak? Kalau Aulin bahagia tau di alam sana, cuma dendam Aulin belum terbalaskan, dan Aulin belum tenang" Ucap yuraa yang menirukan perkataan Arwah Aulin yang asli.


Kevin yang mendengar 'Aulin sudah bahagia tau di alam sana' membuat Kevin nangis sesenggukan, Apa benar adik nya sudah tiada?


"Lanjutkan" Pinta Gavin.


"Kak Kevin, Walaupun kakak dulu udah sering melakukan kekerasan kepada Aulin seperti nampar Aulin di depan Kak Gavin, it's okey, tidak usah di perbesar masalah nya, Aulin udah maafin kak Kevin kok" Ucap Arwah Aulin dengan lembut memanggil nama kakak nya itu.


"Kata Aulin, Kak Kevin, Walaupun kakak dulu udah sering melakukan kekerasan kepada Aulin seperti nampar Aulin di depan kak Gavin, It's okey, tidak usah di perbesar masalah nya, Aulin udah maafin kak Gavin kok" Jawab yuraa yang kembali menirukan perkataan Arwah Aulin.


Kevin yang mendengar kalau diri nya sudah di maafkan oleh Aulin pun merasa bersalah pada adik nya, seharus nya ia sebagai kakak harus menjaga dan melindungi adik nya, bukan malah melakukan kekerasan kepada nya. Hati Kevin saat ini seperti di hantam oleh batu raksasa, Dan Mulai lah Kevin menangis sehingga membanjiri wajah nya yang tampan itu.


Ya begitulah, Sebenar nya Gavin ingin sekali membela Aulin saat Aulin di tampar oleh Kevin, Tapi diri nya lebih memilih diam saja, ia juga sebenar nya ingin meminta maaf atas semua kesalahan yang pernah ia lakukan terhadap adik nya itu, tetapi gengsi untuk mengatakan nya.


Kevin pun mulai menangis sejadi jadi nya, ia merasa sudah gagal menjadi Kakak yang terbaik untuk adik nya.


Violet dan Andra yang masuk ke kamar ruang Aulin pun heran, mengapa Kevin menangis?


"Kevin? kenapa kamu nangis?" Tanya Andra dengan wajah datar nya.


Andra sangat membenci Kevin, mengapa bisa? Karena Kevin sudah pernah menampar dan memarahi adik nya sendiri, bahkan saat adik nya di bully pun Kevin hanya diam dan tidak membela adik nya sendiri.


"Eh ada kalian" Ucap Violet yang melihat ada Denis, Kanaya, dan yang lain nya.


"Halo Tante" Sapa Yuki pada Violet.


"Halo juga Nona Yuki" Balas Violet yang tersenyum pada Yuki.


"Eh anu, maaf tan, panggil Yuki saja hehe, kalo di panggil nona, saya merasa tidak enak dengan Tante nya" Pinta Yuki.


"Eh? Ah.. baiklah"


"Maafin gua Lin, gua emang udah gagal jadi kakak yang terbaik buat lu" Ucap Kevin yang sedari tadi menangis.


"Aulin? adik mu loh ini ada di depan mu sekarang" Ucap Andra heran.


"Eh, ehm.."


Semua orang yang berada di ruangan yang Yuraa di rawat pun bingung ingin menjawab apa.


Violet yang sangat mengenal anak nya yaitu Aulin seperti sedang menyembunyikan sesuatu.


"Aulin? Apa kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari kami berdua?" Tanya Violet dengan Lembut.


Aulin atau istilah nya yuraa pun panik ingin menjawab apa. Alan pun segera angkat bicara.


"Maaf tan om, kalau kami tidak pernah cerita ke Tante sama om" Timpal Alan sembari menghela nafas.


"Maksud mu apa Alan?" Tanya Andra yang semakin heran.


"Aulin yang di hadapan kalian sekarang bukan lah Aulin yang asli" Jawab Rey.


Violet pun semakin bingung apa yang mereka maksud.


"Maaf Nak Rey? Maksud anda apa? saya beserta istri saya tidak paham" Timpal Andra sembari mengernyit kan dahi nya.


"Huh.. Biar gua aja yang ngejelasin" Punya Yuraa.


"Sekali lagi maaf untuk Om Andra dan Tante Violet, Saya bukan Aulin Seijuro yang asli, saya sebenar nya adalah Yuraa Edogawa, Adik dari Keano Edogawa, Denis Edogawa, dan Dimas Edogawa" Jelas Yuraa.


Andra dan Violet yang mendengar ucapan yuraa pun sangat terkejut.


"Dan Aulin anak kalian yang asli berada di sini tetapi arwah nya saja" Jelas yuraa lagi.


Violet yang mendengar anak nya sudah Tiada tetapi arwah nya masih di sekitar ruangan ini pun menangis sesenggukan.


Arwah Aulin pun datang ke Violet dan memeluk nya, Violet yang merasa tubuh nya seperti ada yang memeluk nya pun terkejut dan sedikit ketakutan.


"Jangan Takut Tan, yang meluk tante sekarang itu adalah Arwah Aulin" Ucap yuraa.


"Maafin mama Aulin" Ucap Violet yang menangis sesenggukan sedari tadi.


"Aulin kembali nak, Papa kangen sama senyuman kamu yang indah itu" Lirih Andra.


"Aulin selalu ada di hati mama sama papa" Ucap Arwah Aulin.


"Kata Aulin, Aulin selalu ada di hati mama sama papa" Ucap Yuraa yang menirukan perkataan Arwah Aulin.

__ADS_1


Gavin yang menyaksikan semua nya pun semakin merasa bersalah kepada adik nya, begitu pun Kevin.


Bersambung___


__ADS_2