
Yahahaha Hari Senin.. Zein, Kanaya, dan Vano sangat tidak suka dengan hari Senin, karena hari Senin itu sangat membosankan! huh! sungguh menyebalkan!
"A*jay ini sekolah lu mi?" Tanya Fahri pada adik nya.
"Kamu nanyeak?"
"Kebiasaan lu" Dengus Fahri.
"monyed monyed yang ku sayang" Panggil Kanaya yang memanggil Vano dan Zein.
"Ada apa wahai monyed ku" Jawab Zein.
"Seperti biasa, mau?" Kanaya seperti biasa memberi kode pada Zein dan Vano.
"HAYYUK!"
"Mau ikut!" Timpal Aulin dengan suara yang sedikit di manja kan.
"Gua juga mau!" Sahut Fahri.
"Kebiasaan lu bolos terus bang, ga di marahin mom kah?" Tanya Fahmi.
"Nggak sih, mom aja gak tau"
"Serah lu lah bang" Balas Fahmi yang hanya menghela nafas dan pasrah akan sifat Abang nya yang begitu meresahkan.
"Belum masuk nih, padaan mau ke kantin ngga?" Tanya Aulin pada semua orang yang berada di situ.
"Mau dong princess, iya kan ges?"
"Iya dong"
"Apa sih yang ngga buat Nona muda yuraa yang syantik" Ledek Kevin pada Aulin.
"Paan sih lu"
semua orang pun pada ke kantin dan bell sudah berbunyi menandakan jam pelajaran sudah masuk, tetapi ke dua puluh enam orang tersebut malah bolos.
"Dek, lu kemaren di Culik sama Fadli terus di bawa ke mana lu?" Tatap Denis dengan tajam ke arah adik nya itu.
Aulin yang mendengar perkataan Denis pun mulai membayangkan mereka berdua kemarin malam, Ya Tuhan, sungguh memalukan..
"Ng.."
"APA JANGAN JANGAN?!" Ledek Kanaya yang otak nya mulai ngeres.
"YEAY DAPET BAYI!" Timpal Kanaya dengan senang.
"HEH! GUA JUGA OGAH BUAT BAYI SAMA NI ANAK" Teriak Aulin sembari melirik pada Fadli.
"Affa Iyah?"
"Beneran gak mau?"
"Paan sih lu! gua emang gak mau kok!" Ketus Aulin.
"Bang Keano, Lu mau bayi?"
"Hm? Pasti nya dong" Jawab Keano.
"Dim, lu mau bayi?" Tanya Fadli.
Aulin pun memberi kode pada Dimas supaya menolak tawaran Fadli. Dimas yang di beri kode oleh adik nya itu pun mengangguk paham.
"Gak"
"Whats? lu beneran gak mau?" Kejut Fadli.
"Gak" Jawab Dimas.
Ya begitulah suasana kantin yang sangat ramai karena kehebohan Ke dua puluh enam remaja SMA Bimantara tersebut.
Sementara di posisi Cakra, ia selalu memikirkan bocil nya itu atau istilah nya Aulin di asrama milik nya, sudah tiga hari Aulin tidak berada di asrama, begitu pun Kanaya. Hanya diri nya dengan Galfirl yang tidur di asrama.
Flashback on
Tok tok
"Siapa?"
"Ah salam kenal kak, aku Kinara adik dari Bang Zein, eh anu itu, aku mau nganter makanan buat kak Cakra" Ucap Kinara malu malu.
"Maaf tapi gua gak laper, gua juga bisa beli sendiri ke Supermarket" Timpal Cakra yang sebenarnya tidak ingin dekat dekat dengan Kinara, karena diri nya hanya milik Aulin.
"Tapi makanan di Supermarket kan makanan cepat saji, gak baik buat kesehatan kakak, jadi aku nganterin makanan ini buat kak Cakra" Jawab Kinara yang wajah nya agak sedikit kecewa.
"Yaudah, lu bisa kasih ke Galfirl aja" Timpal Cakra yang sedikit cuek dan Jutek pada Kinara.
"Tapi ini aku buat khusus buat kak Cakra" Kinara yang sedikit kecewa dan memajukan bibir nya.
"Terus temen gua gimana? masa gak gua bagi ni makanan ke Galfirl" Balas cakra yang semakin jutek.
Kinara yang merasa di rendahkan diri nya pun merasa kesal, malu, sedih, dan kecewa, Bagaimana cara nya agar diri nya bisa dekat dengan Cakra? orang yang sangat ia sukai.
"Oh ya, buat makanan lu ini, lu bawa pulang aja, nanti gua minta Aulin yang masakin buat gua sama Galfirl" Timpal Cakra lagi, Padahal diri nya sedang mencari alasan supaya Kinara pergi dari asrama nya, dan diri nya mencari alasan lain, padahal Aulin
sudah tiga hari tidak masuk ke Asrama.
Kinara yang mendengar nama 'Aulin' pun menahan Amarah supaya tidak ia lampiaskan Amarah nya pada orang yang ia sukai, yaitu Cakra.
"Begitu ya kak? yasudah, aku pergi dulu ya kak hehe, maaf udah ganggu"
__ADS_1
Flashback off
"Btw, nga, lu dah lama gak masuk asrama ya?" Tanya Zein pada Aulin.
"Gatauk"
"Lah, kan lu sih yang gak masuk"
"Kalo dah tau ngapain nanya lagi?" Ucap Aulin yang sedari menatap layar ponsel nya tetapi ia menatap tajam ke arah Zein.
Zein yang di tatap tajam oleh Aulin pun bergidik ngeri, padahal Aulin sedang menatap layar ponsel nya tetapi diri nya merasa di tatap tajam oleh Aulin, ya begitulah yuraa sebelum pindah ke tubuh Aulin, yuraa memiliki indra keenam, yaitu bisa melihat semua nya secara jelas Walaupun diri nya sedang membaca buku kah atau sedang menatap layar ponsel nya.
Fadli yang sedari melihat Tungangan nya memainkan ponsel nya pun kesal kepada nya dan mengambil ponsel milik Aulin.
"Hish! kembaliin a*jeng!" Ketus Aulin.
"Tch, lu nge chat siapa ini? nomer gak di kenal tapi dari grup SMA Bimantara" Dengus Fadli yang tidak suka kalau tunangan nya itu mengechat lelaki lain selain diri nya dan orang orang terdekat nya.
Fadli yang melihat balasan dari nomer yang tak di kenal itu pun ternyata benar dugaan nya, kalau bukan Arthur pasti Bara yang mengechat tunangan nya, karena kedua nya menyukai Aulin, tetapi saat ini yang mengechat tunangan nya yaitu Bara.
"Hish! kembaliin gak lu a*jing! nomer yang gak di kenal itu sapa! gua belum sempat lihat!" Ketus Aulin.
"Bara"
"Ha?" tanya Aulin heran. "Jadi yang ngechat gua tadi si Bara? anak kelas 12 ips 4?" Tanya Aulin lagi.
"uwaw, ips 4, kalo gua sih 12 ips 2" Sahut Denis.
"Gak ada yang nanya sumpah" Balas Yuki.
Kevin dan Gavin sedari hanya diam dan menyimak perkumpulan keluarga keluarga yang mungkin damai dan harmonis. Berbeda dengan keluarga mereka berdua.
"Maafin gua dek, gua tau gua salah" Batin Kevin dan merenungi semua kesalahan kesalahan yang ia lakukan pada adik nya sendiri.
"mi, kata nya lu sama tu cewe" Tunjuk Fahri pada Michel.
"Ha? Gua?" Tanya Michel heran.
"Bukan, ada kucing lewat bawa sapu mau ngegebuk lu"
"Hehe" Jawab Michel cengengesan.
"Nama lu sapa sih, gua lupa, nama lu terlalu susah buat di sebut sih" Dengus Fahri.
"Michel bang Fahri"
"Nah itu dia, nama lu susah banget sih buat di sebut, heran gua" Gerutu Fahri.
"Lu nya aja yang terlalu introvert, jarang ngomong pula" Michel yang ikut kesal pada Fahri.
Hadeh, Michel dan Fahri pun mulai bertengkar.
"Yeayyy duit gua gak ilang!" Senang Kanaya.
"Kan waktu itu gua nantangin Aulin buat gak bikin gaduhdi sekolah, eh si Aulin malah bikin Gaduh gara gara Sean sama Amanda" Jelas Kanaya.
"A*jir" Kejut Aulin.
"Yaudah, gua juga bisa beli sendiri motor matic sendiri, Huh" Dengus Aulin.
"Utututu, Aulin ngambek nih?" Ledek Kanaya.
"mi, kata nya lu pacaran sama Michel, tapi kok kalian jarang pergi berdua gitu, terus lu gak manggil si michel 'sayang' gitu" Tanya Fahri.
"Oh itu, gua cuma bercanda waktu itu" Balas Fahmi. "Sekali kali lah modus sama cewe terus ngaku ngaku jadi pacar nya" Timpal Fahmi.
"Lah a*jir"
Michel yang mendengar perkataan Fahmi pun merasa kecewa pada Fahmi, ia kira Fahmi beneran suka waktu itu pada nya eh malah cuma bercanda.
Flashback on
"Pahmi, kata nya lu dah punya cewe, mana cewe lu?" Tanya Fahri pada adik nya yaitu Fahmi.
"Noh"
Michel yang merasa di tunjuk oleh Fahmi pun menutupi wajah nya supaya tidak kelihatan memerah.
"CIEEEEE" Ledek semua orang yang berada di kediaman Edogawa.
"Apaan sih!"
Flashback off
"Huh..That's okay, Jangan di ambil di hati, cukup diam, seperti yang di ajarkan yuraa" Batin Michel. Saat ini diri nya sangat hancur, ia sangat kecewa pada Fahmi.
Aulin yang mengerti wajah Michel yang seketika berubah kecewa pun segera mengajak nya pergi jalan jalan untuk menenangkan nya.
"Cecel, jalan jalan aja yok, gabut gua" Ajak Aulin yang berusaha mengajak Michel jalan jalan dan menarik tangan Michel.
"Eh?"
Aulin mengajak Michel ke taman SMA Bimantara yang dekat dengan Lapangan Basket.
Aulin pun seketika memberi Michel pelukan yang hangat untuk nya dan mengelus punggung Michel dengan Lembut.
"Nangis aja nggak papa, gua tau lu gak bisa nahan semua nya" Ucap Aulin dengan Lembut sembari mengelus pelan punggung nya.
Refleks Michel segera mengeluarkan Air mata nya dan mulai membanjiri wajah nya.
"F-fahmi raa" ucap Michel yang terisak tangis.
__ADS_1
"K-kek bisa bisa nya F-fahmi kaya gitu ke gua" Timpal Michel yang masih terisak.
"Iya gua tau, udah gua bilang kan ke lu? cukup diam ketika masalah datang" Balas Aulin yang masih setia memeluk tubuh sahabat nya itu.
"Tapi gua gak bisa raa, sakit banget"
"Iya gua tau, gua pernah di posisi lu, tapi karena gua Pendiem, ya masalah semua kelar, dan gua juga dulu jadi bahan omongan orang, tapi gua gak peduli" Jelas Aulin.
"Jadi maksud gua sekarang, cukup diam saja walau banyak masalah dan omongan orang orang, pokok nya diemin aja udah, nanti juga ilang sendiri masalah nya" Jelas Aulin lagi.
Michel pun seketika memeluk erat tubuh Aulin.
"Makasih raa, Hanya lu yang bisa bikin gua tenang" Ucap Michel dan tersenyum ke arah Aulin.
"Gua beruntung banget punya sahabat kayak lu, Udah cantik, Cerdas, terus, incaran laki laki buaya deh hahah" Ledek Michel.
"Ih apaan sih" Gerutu Aulin.
"cecel"
"Ya?"
"cecel harus tetap senyum ya? dan hibur semua orang termasuk geng Black wolf Enalekasgasin, Awas aja kalo cecel sedih! tak lempar ke mars nanti!" Dengus Aulin.
"Hahah! gak akan kok, cecel bakal senyum terus"
"Janji?" Timpal Aulin yang mengacungkan jari Kelingking nya pada Michel.
"Janji!"
"Main basket yok? dah lama gak main" Ajak Aulin.
"Hayyuk lah"
Michel dan Aulin pun bermain basket, Kebetulan Jam sudah menunjukkan waktu istirahat dan bell pun berbunyi.
Geng Black wolf Enalekasgasin beserta Kevin dan Gavin melihat Aulin dan Michel yang sedang bermain basket, Kebetulan Cakra, Galfirl, dan Bayu melihat Aulin dan Michel yang sedang bermain basket juga.
Galfirl yang melihat mentari nya atau istilah nya sahabat masa kecil nya pun terpesona akan kecantikan Aulin yang sedang ia lihat sekarang.
Geng Black wolf Enalekasgasin, Kevin, Gavin, Cakra, Bayu, dan Galfirl pun menghampiri mereka berdua yaitu Michel dan Aulin. Di waktu yang bersamaan, Galfirl, Cakra, dan Fadli membawakan sebotol air putih dingin untuk Aulin.
"Nih minum nya" Jawab mereka bertiga kompak dan menyodorkan minuman yang mereka beli tadi pada Aulin.
"Apaan sih lu pada ngikut ngikut gua, gua duluan yang beli buat Aulin" Gerutu Fadli.
"Paan sih lu, gua duluan ya yang ngasih ke Aulin, sewot bener lu" Ketus Galfirl.
"Heh denger ya, gua duluan yang ngasih ke Aulin, Jadi aulin harus Nerima minuman dari gua" Timpal Cakra dengan percaya diri.
Hadeh.. Mulai lagi.
"Dahlah nih minuman buat lu" Ucap Denis yang menyodorkan minuman untuk adik nya.
"Arigatogozaimasu"
"Hih, dasar, punya Adek Wibu gini amat" Sahut Denis yang bergidik geli.
Aulin pun mengacuhkan perkataan Abang nya sendiri, am berselang lama kemudian, Fahmi membawa sebotol minuman untuk Michel.
"Nih buat lu" Fahmi yang menyodorkan sebotol minuman dingin.
Michel pun menengok ke arah Aulin untuk meminta pertolongan, apakah harus ia terima minuman yang di beri Fahmi tadi?
Aulin pun mengangguk mengiyakan ke Michel untuk menerima saja minuman yang di beri Fahmi tadi.
Michel pun hanya pasrah dan menerima minuman nya.
"Gua harap lu gak nyakitin Michel lagi mi" Batin Aulin.
Tak berselang lama kemudian ada seorang Pria remaja yang merupakan anak kelas 12 ips 2 yang mungkin satu kelas dengan Abang nya yaitu Denis pun menghampiri nya.
"Tanding basket kuy" Ajak Pria remaja tersebut dan smirk.
"Hayyuk sih" Balas Aulin.
"Gua pengen liat seberapa bisa nya lu main basket" Timpal Pria remaja tersebut yang sedari smirk ke arah Aulin.
"Salah milih lawan lu bro" Sahut Zein.
"Iyakah?"
"Oh ya sebelum itu kenalin, nama gua Adrian Martadinata"
"Aulin Seijuro" Ugh- kembali menjadi cuek.
"Woy, di sini ada kutub yak? dingin banget" Ledek Vano pada Aulin.
"Nih panci dah siap melayang ke pala lu" Aulin yang menatap tajam Vano.
"iya deh princess, maap"
Aulin dan Adrian pun tanding basket. Aulin mencetak sembilan poin sedangkan Adrian mencetak delapan poin.
Aulin pun smirk ke arah Adrian, Adrian telah salah milih lawan, Adrian malah memilih diri nya untuk tanding basket.
"udah kan?" tanya Aulin dengan sikap nya yang dingin. "Kalo udah gua mau ganti baju, yok cel" Aulin yang menarik tangan Michel.
"Menarik" Batin Adrian.
Michel dan Aulin pun segera mengganti baju nya dan kembali memakai seragam SMA Bimantara dan kembali ke geng Black wolf Enalekasgasin.
__ADS_1
"Gerah cug!" Keluh Aulin.
Bersambung____