Transmigrasi Ke Tubuh Aulin Seijuro

Transmigrasi Ke Tubuh Aulin Seijuro
4. Menang Olimpiade


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 03.00 dini hari, Aulin sudah bangun sedari tadi. Aulin segera menuju meja belajar nya dan Membaca semua buku tentang fisika dan berharap menang di perlombaan nanti. Aulin yang mendapat pesan lewat ponsel nya pun segera mengambil ponsel nya dan melihat pesan masuk yang entah dari siapa. Dan ternyata yang mengirimi Aulin pesan adalah Kanaya. dari keluarga Nakagawa.


Tumben sekali sahabat nya ini bangun di jam 03.00 dini hari, Biasa nya sahabat nya saat di jam segini masih ngebo.


Aulin yang membaca pesan dari Kanaya pun muncul senyuman di sudut pipi dan bibir nya yang mengembang. Tumben sekali Sahabat nya ini memberi semangat kepada orang lain.


Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 Dini hari. Aulin beranjak dari meja tempat ia belajar tadi dan segera mandi, Huh.. Air yang sangat dingin.


Usai setelah Mandi, Aulin segera memakai Pakaian seragam sekolah milik nya dan jangan lupa berdandan dulu supaya terkesan cantik. Setelah mengganti pakaian dan berdandan, Aulin segera turun ke bawah untuk sarapan. di situ sudah ada Kevin, Gavin, Dan kedua orang tua nya yang sedang sarapan.


"wah, bidadari papa sudah sembuh dan sekarang penampilan nya sungguh mengesankan" Puji sang Papa pada Aulin sembari mengecup pipi nya.


Andra Seijuro adalah Papa dari Aulin dan suami dari Violet Seijuro.


Aulin yang mendapat kecupan dari Andra pun menjadi terharu, ia menjadi teringat dengan Almarhum Sang Papa yaitu Bastian Edogawa.


"Hehe makasih Pa" senyuman mengembang di pipi Aulin.


"Mama dengar dengar, Kamu ikut Olimpiade Fisika ya? dan mewakili sekolah Bimantara" Tanya Violet pada sang anak.


"Iya ma hehe" Ucap Aulin dengan cengengesan.


Kevin yang merasa teracuhkan pun menjadi sedih, tak biasa nya sang adik menyapa diri nya beserta Gavin.


"Lawan dari sekolah mana?" Tanya Andra pada Aulin.


"Kayak nya sih dari sekolah SMA Garuda" Balas Aulin sembari mengunyah makanan yang berada di mulut nya.


"Owalah, Papa kira dari sekolah SMA Galaksi, Kalo dari SMA Galaksi sih sudah pasti kalah, karena murid murid di sekolah SMA Galaksi otak nya pada cerdas, Bahkan SMA dari sekolah lain pada kalah" Jelas Andra.


"Oh jelas, SMA Galaksi gitu loh" Gumam Aulin yang sedari senyum senyum sendiri.


Jam menunjukkan pukul 07.00 Aulin, Gavin, Dan Kevin segera berangkat menuju ke sekolah.


Sesampainya di sekolah, di sana sudah ada Kepala sekolah, Lyaa, Fadli, dan Cakra.


"Sudah datang?" Tanya kepala sekolah.


Aulin pun hanya mengangguk mengiyakan perkataan Kepala sekolah nya atau istilah nya Paman dari Aulin.


Author : Astaga, gua Sampe lupa ngasih tau kalo kepala sekolah di SMA Bimantara itu paman nya Aulin. Jadi, sebenarnya Kepala sekolah di SMA Bimantara itu paman nya Aulin, Nama Paman Aulin itu Arka Seijuro.


"Baiklah, Ayo kita segera berangkat, Siswa Lain sudah berangkat dan sampai duluan" Ucap Arka, Paman dari Aulin.


Aulin satu mobil dengan Kanaya, Alea, Yuki, Fadli, dan Denis. Sesampainya di tempat Perlombaan Olimpiade, Banyak peserta yang sudah hadir, Bahkan penyemangat dari sekolah SMA Garuda pun sudah hadir semua.


Aulin, Fadli, Lyaa, dan Cakra pun sudah di meja khusus perlombaan. Banyak soal soal yang di lontarkan pada peserta Olimpiade. Tim SMA Bimantara yang bisa di katakan paling banyak yang mencetak poin. tinggal satu pertanyaan lagi, dan sesuai dugaan, SMA Bimantara memenangkan Olimpiade tersebut akibat banyak yang mendo'a kan supaya menang.


Arka, Aulin, Cakra, Fadli, Lyaa, Kanaya, dan yang lain nya berkumpul dengan hati yang sangat senang.


Ini semua berkat bantuan dari Aulin dan Lyaa. Semenjak diri nya dahulu menjadi Yuraa, Yuraa banyak mencetak rekor atau prestasi Olimpiade, Bahkan piala sudah numpuk berjejer di rumah Yuraa. Bahkan sebalik nya, Lyaa pun berhasil mencetak rekor atau prestasi dalam Olimpiade, tidak cuma Olimpiade yang Lyaa ikuti, bahkan Lomba menyanyi dan menari Lyaa selalu menang, begitu pun yuraa.


"YEAYY MENANG!" Ucap sang Arka, Paman dari Aulin.


"Wah, gak gua sangka, ternyata SMA Bimantara menang, ini semua berkat Kalian berdua" Ucap Cakra, Yang Cakra maksud adalah Aulin dan Lyaa.


"Hehe nggak juga, ini juga berkat bantuan otak dari kalian berdua juga" Timpal Aulin sembari tersenyum kepada Cakra.


Cakra yang melihat senyuman Aulin pun menjadi teringat akan sahabat nya dahulu. dahulu Cakra dan Yuraa bersahabat.


Flashback on


"Cicak!" teriak salah seorang gadis kecil. Gadis kecil tersebut adalah Yuraa Edogawa.


"ih apaan sih! nama ku bukan cicak! nama ku cakra! dasar bocil!" Ledek Cakra kecil. Cakra sangat suka meledek yuraa dengan sebutan bocil.


"ih! yulaa bukan bocil! cakla aja yang bocil! ngomongin Olang segala lagi" yuraa yang tidak mau kalah dengan Cakra.


"Sudah sudah Kalian ini, nanti ujung ujung nya malah Abang yang di marahin sama mama" Ucap Pria kecil tersebut, Pria kecil tersebut adalah Dimas Edogawa.


"Ya lagian cakla duluan bang!" ucap yuraa yang marah nya sudah tak bisa di tahan.


"ih! kok Cakra sih! kan yuraa duluan yang manggil Cakra dengan sebutan cicak!" teriak Cakra kecil pada yuraa.


Ya begitulah, Cakra dan yuraa saat masih kecil sangat suka bertengkar seperti istilah nya Tom and Jerry.


Flashback off


"Woy bro!" teriak Ash pada Cakra.


Ashley Yudhistira atau sering di panggil Ash, Ash adalah salah satu sahabat Cakra. Mereka sudah bersahabat sejak mereka duduk di bangku kelas 2 SMP.


"S*alan lu! Kaget tau ngga!" Bentak Cakra pada Ash.


"Ya sorry, Lagian lu bengong aja dari tadi, kemasukan Laler mampus lu wkwk" Ledek Ash pada Cakra.


Ingin sekali Cakra melempar Ash ini ke mars, tapi sayang nya Ash ini adalah sahabat nya, Di lempar sayang, gak di lempar malah bikin orang naik darah saja.


"wkwk bocil" Batin Cakra sembari senyum senyum sendiri.

__ADS_1


"Bocil gua keadaan nya gimana ya sekarang? apa dia udah tenang di alam sana?"


"Anu Lin? boleh ikut sebentar gak sama gua?" Tanya Kanaya.


"Kemana?"


"Ikut aja"


"Gua mau ikut" ucap Michel secara tiba tiba.


Kanaya dan Michel yang sepemikiran pun mengangguk mengiyakan.


Ya Tuhan semoga kedua sahabat nya ini tidak menanyakan hal hal tentang siapa diri nya yang sebenar nya.


Kanaya dan Michel sudah meminta izin untuk berbicara sebentar di sebuah taman yang tak jauh dari area perlombaan tadi. Cakra yang curiga dengan mereka bertiga pun ber alasan ingin pergi ke WC sebentar, padahal diri nya ingin menguping pembicaraan mereka bertiga.


sesampainya di taman, Kanaya dan Michel saling beradu pandangan, seolah mereka berbicara lewat otak dan mata mereka, ya begitulah taktik yang di ajarkan yuraa pada sahabat sahabat nya.


"Huh.. Aulin Seijuro" Ucap Kanaya yang mengelilingi tubuh Aulin secara berulang ulang kali.


"Ya Tuhan selamat kan diriku!" Batin Aulin.


Michel pun menopang dagu Aulin, Aulin yang dagu nya di topang oleh Michel pun, Jantung nya seperti tidak beraturan.


"Siapa Lu sebenarnya? kenapa gua rasa lu kayak bukan Aulin Seijuro, yang berasal dari keluarga Seijuro" ucap Kanaya sembari mengelilingi tubuh Aulin secara bergantian.


Cakra yang mendengar perkataan Kanaya pun sedikit bingung. Sedikit masuk akal, tetapi kurang yakin.


"Ah.. ehm ehm" ucap Aulin yang bingung ingin bilang apa.


tak berselang lama, Arka Paman dari Aulin pun menghampiri mereka bertiga, siapa lagi kalau bukan Aulin, Kanaya, dan Michel.


"Bicara nya lama sekali, Paman sampai bingung mencari kalian di mana" Ucap Arka.


"Ya Tuhan terima kasih! terima kasih! terima kasih! terima kasih sudah menolong ku" Batin Aulin.


"Oh ya Paman mau mengucapkan terima kasih pada mu Aulin, Terima kasih karena sudah memenangkan Lomba olimpiade fisika ini, paman sangat bangga mempunyai Ponakan seperti mu" ucap Arka sembari mengacak acak rambut Aulin.


"Iya paman"


"Aulin kok pendek banget ya, bahkan tinggi nya sepinggang Paman" Ledek Arka pada ponakan nya.


"Ih paman! Aulin gak pendek yah! Paman nya aja yang terlalu tinggi!" Bentak Aulin pada paman nya itu.


"Sama aja, inti nya kamu itu masih bocil" Arka yang kembali meledek Aulin.


"Dih biarin, Pendek pendek gini dah SMA, daripada paman, Udah tua, tiang listrik lagi" Ejek Aulin pada Arka.


Michel dan Kanaya yang melihat hubungan Ponakan antara Arka dan Aulin tersebut mengingat kan mereka berdua pada sahabat mereka yaitu Yuraa. Yuraa sangat suka mengejek abang nya yaitu Denis. Denis dan Yuraa sangat suka bertengkar ya seperti hal nya Tom and Jerry.


"Sudah sudah, ayo kita segera kembali ke SMA Bimantara" Timpal sang paman.


Semua murid SMA Bimantara pun kembali ke sekolah. Banyak yang mengidolakan Aulin dan Lyaa. Semenjak saat Aulin berubah banyak yang menyukai Aulin, terutama Galfirl. Galfirl menyukai Aulin sedari dulu, tetapi rasa itu di pendam oleh Galfirl. Amanda yang mengetahui Kalau Galfirl menyukai Aulin pun Marah besar pada Aulin sehingga membully Aulin sampai parah.


Flashback on


"Aulin, gua suka sama lu, lu mau gak jadi pacar gua?" Ucap Remaja tersebut. Remaja tersebut adalah Galfirl.


"Maaf Kak Gal, Aulin gak suka sama Kak Galfirl, Aulin gak mau pacaran dulu, Bagaimana bisa kakak yang di idolakan siswi SMA Bimantara menyukai gadis culun seperti ku?" Balas Aulin.


"Kata siapa lu culun? terus kenapa lu pernah ke wc perempuan terus buka kacamata lu?" Timpal Galfirl dengan wajah datar nya.


DEG!


Aulin yang mendengar perkataan Galfirl pun jantung nya berdetak kencang, Ya Tuhan tolong selamatkan diriku dari situasi yang seperti ini.


Amanda yang mendengar perkataan di antara kedua nya pun merasa dendam pada Aulin.


"Gua bakal buat lu di benci sama semua orang Aulin! termasuk kak Galfirl, Kak Sean, dan Kak Gavin!" Batin Amanda.


Aulin pun menuju ke arah gudang untuk menyapu gudang tersebut. posisi Aulin saat ini sedang seorang diri di gudang, dan tiba tiba saja Amanda datang dengan membawa kayu di tangan nya dan...


BRUKK!!


Amanda memukul kepala Aulin dengan Kuat sehingga Aulin tersungkur ke tanah dan mengeluarkan Banyak Darah di bagian kepala nya.


"Rasain Lo dasar culun!" Teriak Amanda.


Aulin pun pingsan akibat pentungan keras di bagian kepala nya. Amanda pun segera meninggalkan Aulin di gudang sendirian, saat itu Galfirl belum kembali ke rumah nya, Galfirl menuju ke gudang dan Galfirl rasa Aulin sudah pulang.


Saat di gudang Galfirl terkejut akan apa yang ia lihat.


"AULIN!" Teriak Galfirl.


Galfirl yang melihat sosok orang yang sangat ia cintai penuh dengan darah. Galfirl pun segera mengecek cctv, ternyata benar dugaan Galfirl, yang membuat sosok yang sangat ia cintai sampai kepala nya penuh dengan darah adalah Amanda.


Sejak Saat itu Galfirl membenci Amanda, Amanda berusaha keras agar Galfirl menyukai diri nya, tapi itu sia sia. Galfirl susah untuk di taklukan hati nya.


Flashback off

__ADS_1


"Tch! gua bakal balas dendam nya Aulin ke Amanda" Batin Galfirl.


Galfirl segera mencari Aulin. Galfirl sudah keliling sekolah tetapi tidak menampakkan Aulin. Saat ia mencari ke taman, ia melihat Aulin dengan Cakra. Galfirl pun segera menghampiri Aulin, Di waktu yang bersamaan. Denis pun datang ke Aulin dan Cakra.


"AULIN!" Ucap Galfirl dan Denis kompak.


Aulin yang merasa di panggil oleh kedua nya pun hanya diam, ia saat ini sedang di rebuti oleh ketiga pria tampan, dan tiang listrik.


Denis tidak memperdulikan Galfirl, Denis hanya memutar bola mata malas ke arah Galfirl.


"Ikut gua" Perintah Denis sembari memegang tangan Aulin.


Galfirl pun tak ingin kalah dengan Denis. Galfirl segera memegang tangan Aulin dan...


"Ikut gua" Galfirl yang menarik tangan Aulin.


"Apa nya lu, gua duluan" Ucap Denis dengan wajah datar nya.


"Maaf tuan muda, saya ada urusan dengan Aulin dan berbicara dengan Aulin" Timpal Galfirl.


"Saya juga ada urusan dengan Aulin!" Ketus Denis.


"Teros!" bentak Aulin.


Wajah Aulin seketika berubah datar, ia sangat tidak suka kalau diri nya di tarik tarik.


"Maaf ya Galfirl, gua pengen ngomong dulu sama Denis" Timpal Aulin dengan Wajah datar nya.


Galfirl yang melihat wajah Aulin yang datar pun hanya pasrah. Tangan Aulin pun di tarik oleh Denis. Denis membawa Aulin di depan Parkiran mobil dan motor.


"Huh.. Pasti lu mau tanya siapa gua yang sebenarnya kan?" Jelas Aulin, Aulin memang sudah tau tujuan Denis membawa nya kemari untuk apa.


DEG!


Jantung Denis berdetak dengan kencang, bagaimana bisa orang yang di hadapan nya tau tujuan nya? Dia sama seperti Yuraa, yaitu adik nya.


Denis pun hanya diam dan memasang wajah datar nya.


"Huh.. Baiklah"


"Lu bakal percaya kalo gua bakal bilang gua transmigrasi ke tubuh orang lain?" Tanya Aulin sembari menaikkan satu alis nya.


Denis tetap diam mematung dan mendengarkan semua perkataan Aulin.


"Jadi, gua bukan Aulin Seijuro" Jelas Aulin.


DEG!


Jantung Denis semakin berdebar dengan kencang.


"Jadi gua adalah Yuraa Edogawa adik dari Denis Edogawa yang transmigrasi ke tubuh Orang lain, dan orang lain itu adalah Aulin Seijuro" Jelas Aulin.


Denis yang mendengar perkataan Aulin pun menahan air mata nya supaya tidak terjatuh.


"Ya mungkin lu gak bakal percaya sama apa yang gua omong, Jadi ya sudah, mungkin apa yang gua omong bakal sia sia" Jelas Aulin lagi.


Saat Aulin berbalik badan dan hendak ingin pergi, tiba tiba saja Denis memeluk nya dari belakang.


"M-maafin gua.." Lirih Denis.


Aulin yang merasa pelukan hangat yang di berikan oleh Denis pun kembali teringat akan dirinya saat kecil yang suka di peluk oleh Denis.


Walaupun diri nya berada di tubuh orang lain, tetapi jati diri nya yang Asli tidak akan pernah berubah, ia tetap menjadi Yuraa Edogawa.


"Maaf gua gak bisa jagain lu" Kini air mata Denis kembali deras dan membasahi tubuh mungil Aulin.


"Lu tetap Adek gua! Adik nakal gua, Adek singa gua yang orang nya galak" Lirih Denis, Saat diri nya di tinggalkan oleh sang adik untuk selama lama nya, ia merasa kesepian, begitupun Dimas dan Keano, Rumah terasa sepi tanpa suara teriakan adik nya yang selalu suka bikin rumah heboh.


Denis mengeluarkan semua isi hati nya pada Aulin. ia seperti Lem yang sangat merekat pada benda.


"Hehe maafin gua ya bang, maaf kalo gua ninggalin kalian bertiga sendirian di rumah" Senyum pun mengembang di pipi Aulin.


Galfirl yang melihat Aulin dan Denis yang berpelukan pun hati nya terasa sakit, seperti di hantam berkali kali dan di tusuk oleh jarum bertubi tubi, hati nya sangat hancur, sehancur hancur nya.


"Please, jangan tinggalin gua lagi dek" Lirih Denis.


DEG!


"Adek?" Batin Galfirl.


Galfirl pun menajamkan kembali pendengaran nya.


"ngga akan kok bang, kalo lu mau liat gua terus, datang aja ke rumah keluarga Seijuro, Lu pasti dah tau lah jalan nya, Lu kan Hacker" Ledek Aulin.


"Dih gua bukan Hacker ya! Cuma berkat bantuan dari Black mafia aja" Ketus Denis, Adik nya sangat suka meledek diri nya.


Galfirl yang mendengar perkataan antara adik kakak itu pun berpikir sejenak.


"Apa hubungan nya Aulin dengan Tuan muda Denis ya?" Batin Galfirl.

__ADS_1


Bersambung___


__ADS_2