Transmigrasi Ke Tubuh Maya

Transmigrasi Ke Tubuh Maya
Chapter 1 : AWAL MULA


__ADS_3

Stela, terbangun dari mimpi buruknya dengan nafas yang tidak beraturan keringat mengucur deras di dahinya. Stela memperhatikan sekeliling kamarnya yang sangat gelap.


Stela mencoba mencari-cari sesuatu di sampingnya dan kosong, tidak ada orang lain di atas kasurnya selain dirinya sendiri. Suaminya tidak pulang lagi. Entah sudah malam ke berapa, Stelah melalui malam-malamnya seorang diri.


Tit.. Tit.. Tit..


Ponsel Stela bergetar menandakan ada seseorang yang menelponnya.


"Siapa yang menelpon jam segini?. " Gumam Stela melihat jam di ponselnya yang menunjukkan puk 02.00 dini hari.


"Halo?. " Ucap Stela setelah mengangkat telepon dari nomor baru yang masuk ke ponselnya.


"Halo, suamimu sedang mabuk bisakah kau menjemputnya di bar kami?. " Ujar suara seorang perempuan dari balik telepon.


"Hah? Mabuk? Di Bar mana? Aku akan segera kesana. " Stela langsung terbangun dari tempat tidurnya mendengar suaminya sepertinya sedang tidak sadarkan diri.


"Datanglah ke Bar xxx sekalarang juga. " Ucap perempuan itu lalu menutup teleponnya.


Stela langsung bergegas mengambil jaket panjang yang menutupi tubuhnya hingga sampai ke lutut perempuan itu, tanpa pikir panjang berlari keluar rumah dan masuk ke dalam mobilnya.


Stela segera menyalakan mesin mobilnya dan melaju di jalanan, pemukiman tempat rumahnya berada terlihat sangat sepi dan hanya ada beberapa rumah di dekat rumah mewah Stela dan suaminya.


Stela berkendara melewati pepohonan yang rimbun di kanan kirinya, udara di luar terasa sangat dingin Stela sengaja membuka sedikit kaca mobilnya karena merasa pengap dengan bau alhlkohol pada mobil yang biasa suaminya gunakan ini, entah mengapa suaminya hari ini bersikap baik dan meminjamkan Stela mobil untuk berkunjung ke makam orang tuanya sore tadi.


Tidak lama kemudian, tiba-tiba saja hujan deras turun di sertai angin yang lumayan kencang.


Stela segera menutup kembali kaca mobil dan melajukan mobil tersebut dengan kecepatan yang lebih tinggi agar segera sampai ke tempat suaminya berada saat ini.


Setelah 20 menit berkendara dari rumahnya Stela menyadari bahwa ada sesuatu yang membuat perasaannya tidak tenang.


Brukk


Duarrrr


Sebuah pohon besar tiba-tiba saja tumbang di jalan yang akan Stela lalui dan tentunya akan menghalanginya untuk sampai di Bar xxx.


"Astaga, oh Tuhan. " Jerit Stela melihat kejadian pohon tumbang de depan matanya itu, untungnya mobilnya tidak di jatuhi oleh pohon tumbang tersebut.


Stela kemudian memundurkan mobilnya mencoba mencari jalan yang lain.


Brukkkk

__ADS_1


Terdengar sestau dari arah belakang mobil Stela yang sepertinya menabrak sesuatu.


"Apa itu?. " Gumam Stela yang langsung ke luar dari mobilnya untuk mengecek sesuatu yang sepertinya tidak sengaja ia tabrak.


Stela berjalan pelan dan mendapati ada sebuah pergerakan di belakang mobilnya. Stela memperhatikan sekelilingnya dan mendapati hanya ada dirinya di tempat yang gelap ini, hujan gerimis membasahi tubuhnya dan angin yang bertiup lumayan kencang membuat Stela kedinginan.


Setelah sampai di belakang mobilnya Stela langsung shock dan menganga melihat apa yang di tabraknya tadi dan tiba-tiba saja ada seseorang dengan tangan besar yang membekap mulutnya dari belakang, sementara beberapa orang lainnya keluar dari balik pepohonan.


Stela mencoba memberontak namun naas kesadarannya semakin lama semakin menghilang dan akhirnya perempuan itu pingsan, hal terakhir yang di ingatnya adalah suara seseorang yang sangat di kenalnya selama satu tahun terakhir.


"Angkat dan bawa dia masuk ke dalam mobil, buat seakan-akan perempuan itu di jatuhi pohon yang tumbang bersama mobil itu. "


"Pram?. " Lirih Stela, kemudian gadis itu benar-benar tidak mengingat apapun lagi.


###


Stela terbangun dan sedang berada di dalam ruangan yang sangat gelap namun perlahan-lahan cahaya menyinari ruangan itu, Stela melihat ada bayangan seseorang gadis yang sedang tersenyum kepadanya.


Stela mencoba membuka mulutnya untuk berbicara kepada gadis itu, namun perlahan-lahan bayangan gadis itu hilang dan kegelapan kembali menguasai tempat Stela berada saat ini.


Stela kemudian berteriak sekeras mungkin sambil menutup matanyabberharap ada seseorang yang akan mendengarnya dan membantunya keluar dari ruangan yang gelap itu.


"Tolooooonggggggggg." Teriak Stela.


"Aw ah sakit. " Stela segera membuka matanya dan merasakan sakit pada pipinya.


"Maya? Oh syukurlah kamu akhirnya bangun juga aku merasa sangat khawatir." Ucap laki-laki tersebut, setelah Stela berhasil mengumpulkan seluruh kesadarannya Stela menyadari dirinya sudah berada di ruangan lain.


"Dimana ini?. " Tanya Stela kebingungan melihat seorang pria yang menunjukkan ekspresi sangat senang melihatnya sudah terbangun.


"Ini kamar barumu, kau tidak perlu lagi bekerja terlalu keras karena aku akan menanggung seluruh biaya hidupmu, Maya. " Ucap laki-laki itu memegang tangan Stela.


"Maya?. "


"Iya, kau sepertinya mengalami benturan yang cukup keras di kepala harusnya aku membawamu ke rumah sakit. " Laki-laki itu terlihat panik dan membantu Stela untuk bangun.


"Benturan apa? Maya siapa? dan maaf siapa anda? . " Ucao Stela semakin bingung.


"Kau tidak kenal aku? Sungguh setelah malam-malam yang sudah kita lalui kau dengan gampangnya melupakanku. " Laki-laki itu menjauh dari tubuh Stela terlihat kesal karena dirinya tidak mengenali laki-laki itu.


"Maaf, aku benar-benar tidak tahu. " Ucap Stela.

__ADS_1


Laki-laki itu kemudian mengambil sesuatu dari balik kantung celananya dan mengeluarkan sebuah dompet yang di dalam dompet itu ternyata ada sebuah photo.


"Lihat, ini adalah photo saat kita pertama kali berkencan. " Ucap laki-laki itu memperlihatkan photo dari dompetnya tadi, photo itu menunjukkan wajah laki-laki tersebut yang sedang tersenyum dan seorang gadis di sampingnya yang sedang tertawa.


"Gadis itu?. " Lirih Stela mengingat saat dirinya di ruangan gelap tadi.


"Iya, itu kamu dan ini adalah aku, Jonathan. " Ucap si Laki-laki menunjuk gambar yang ada di photo itu.


"Hah?. " Stela terkejut dan tidak percaya dengan ucapan laki-laki yang menyebut namanya sebagai Jonathan itu.


Jonathan kemudian tersenyum ke arah Stela dan menganggukkan kepalanya.


Stela yang merasa dirinya sedang di bodohi langsung berlari ke arah meja rias untuk melihat wajahnya sendiri, dalam hati Stela penasaran juga kenapa laki-laki itu memanggilnya Maya?.


Setelah melihat wajahnya di dalam cermin Stela langsung mundur dan berteriak.


"Aaaaaaaaaaaaahhhhhh."


"Siapa itu? Kenapa dia ada disana? Kenapa wajahnya ada di tubuhku?. "


Stela memperhatikan jari-jarinya yang dicat berwarna merah hal yang tak biasa ia lakukan, Stela melihat tangannya jauh lebih langsing dan lentik kemudian ia maju ke arah cermin lagi untuk melihat tubuhnya lebih dekat.


"Oh Tuhan, Astaga. " Stela sangat shock melihat perubahan pada tubuhnya, ini sudah sangat jelas bahwa tubuh itu bukan miliknya. Apakah dirinya baru saja mengalami operasi bedah plastik yang di lakukan secara ilegal oleh orang-orang yang menagkapnya semalam?


"Oh tidak mungkin, tidak mungkin itu bisa di lakukan dalam waktu semalam. " Stela berjalan mondar mandir dan perhatiannya terfokus pada kalender kecil yang terpajang di lemari kecil samping tempat tidurnya.


"Tahun 2000?." Stela semakin kaget melihat kalender tersebut dan langsung membuangnyamembuangnya dan langsung beralih pada surat kabar yang tergeletak tidak jauh dari kasurnya.


"Tahun 2000 juga?. " Batin StelaStela dan melihat penampilannya di cermin lalu memperhatikan penampilan Jonathan.


"Maya? Ada apa?. " Tanya Jonathan yang terlihat khawatir melihat Stela berjalan mondar mandir seperti itu.


"Apakah kau mengenalku?. " Tanya Stela kemudian. Setelah menyadari dirinya sepertinya terjebak di tubuh seseorang bernama Maya di tahun 2000.


"Tentu saja, aku sangat mengenalmu, Maya, kita baru saja merayakan hari perkenalan kita yang 100 semalam, aku sudah mengenalmu sejak usiamu 18 tahun namun, baru berani mendekatimu akhir-akhir ini karena aku merasa tidak percaya diri. " Jelas Jonathan kemudian.


"Aku tidak peduli, bisa kah kau membantuku? . " Stela berharap bisa menjawab teka teki yang terjadi kepada dirinya dengan bantuan Jonathan.


"Tentu saja, apa yang bisa kubantu. "


Bersambung.. .

__ADS_1


Klik like, vote, subscribe dan berkomentar lah sesuai dengan isi cerita untuk membantu perkembangan author. Terima kasih. I love you guys.


#kimel#


__ADS_2