
Episode sebelumnya..
"Ah, apakah mungkin bar itu di tahun ini belum menjadi sebuah bar?. "Stela berpikir mungkin inilah alasan dirinya tidak menemukan jalan pintas yang mirip dengan jalan pada kejadian yang terjadi padanya semalam.
###
Stela yang sangat tidak sabaran kemudian keluar lagi dari kamar tersebut dan mencari-cari seseorang yang bisa ia ajak untuk berkomunikasi.
Tempat ini sungguh sangat asing baginya, meskipun berada di kota yang sama dengan dirinya yang berada di masa depan, namun tetap saja ada banyak perbedaan.
Tidak lama berjalan, kemudian ada seorang gadis yang melambai-lambaikan tangannya dari kejauhan.
Stela yang menyadari bahwa gadis itu sedang melambaikan tangan kepadanya lalu balas melambaikan tangannya, gadis tersebut kemudian berlari ke arah Stela.
"Maya." Panggil gadis itu.
Lagi-lagi Stela belum terbiasa dengan nama barunya itu.
"Ah i-iya?. " Jawab Stela.
"Wah kudengar kau akan menikah dengan bos kasino itu. " Ucap gadis itu setelah mengajak Stela duduk di sebuah kursi yang dekat dengan penjual makanan cepat saji yang bau masakannya langsung menggelitik indra penciuman Stela.
"Hah? Bos Kasino?. " Stela kemudian memikirkan Jonathan yang akan menikah dengannya tiga hari lagi.
Stela mengangguk-anggukkan kepalanya,
"Jadi, pekerjaan laki-laki itu adalah sebagai Bos Kasino di kota ini. " Batin Stela.
"Pura-pura bodoh lagi kau yah, selalu saja seperti itu, tapi kupikir kau akan menikah dengan Pras. "
"Pras?. "
Gadis itu menganggukkan kepalanya lalu menjambak rambut Stela.
"Pura-pura lagi kau yah, selalu saja seperti itu, kau selalu pura-pura tidak mengenaliku jika sudah bersama dengan orang-orang kaya itu tapi aku selalu ada di saat kau sedang butuh tempat untuk berlari dari mereka. " Ucap gadis itu lagi, membuat Stela semakin tidak mengerti dengan apa yang sedang di bicarakan oleh gadis yang ada di sebelahnya saat ini itu.
Krrrrrrkkkk
Bunyi yang Terdengar dari dalam perut Stela yang kemudian langsung memegangi perutnya.
"Aduh sakit. " Gumam Stela.
"Hmm percuma saja kau bergaul dengan para orang kaya itu jika kau masih kelaparan seperti ini. "
"Aw." Stela kambali mengeluh, gadis itu kemudian mengeluarkan lembaran uangnya dan berlari ke penjual di seberang jalan dan membeli beberapa potong roti.
__ADS_1
"Ini, makanlah. " Ujar gadis itu membagikan rotinya kepada Stela.
Stela yang melihat potongan roti itu merasa sedikit risih karena tangan gadis yang memegang roti itu kotor.
"Kalau tidak mau ya sudah. "
"Eh tidak, aku mau berikan padaku. "
Stela kemudian memakannya dengan lahap tidak ada pilihan lain, laki-laki yang kata gadis ini Bos Kasino itu tidak memberinya uang selembar pun bahkan tidak ada makanan yang disediakan di dalam kamarnya.
Setelah menghabiskan roti tersebut, Stela merasa dirinya memiliki energi yang cukup untuk melanjutkan jalan-jalannya hari ini.
"Eh kau mau kemana?. " Tanya gadis tadi melihat Stela pergi meninggalkannya begitu saja.
"Mau pergi. " Stela cuek.
"Dasar tidak tau berterima kasih. " Sinis gadis itu.
"Terima kasih. " Ucap Stela kemudian dan melanjutkan langkahnya lagi.
Stela merasa gadis tadi tidak terlalu penting untuknya, awalnya Stela pikir akan mendapatkan banyak informasi dari gadis tadi namun melihat tubuhnya yang dekil dan selalu mengatai Maya pemilik tubuh asli yang Stela tempati saat ini, membuat Stela merasa gadis tadi menyebalkan.
Setelah berjalan agak jauh, stela merasa ada yang mengikuti dirinya dari belakang, merasa dirinya sepertinya tidak aman Stela berniat akan kembali ke perumahan tempatnya tinggal saja lalu menunggu hingga Jonathan pulang.
Stela berpikir, mungkin dirinya akan kembali ke tubuhnya yang asli.
Tidak berselang lama gadis itu kemudian pingsan.
Satu jam kemudian, Stela terbangun dari pingsannya kali ini gadis itu terbangun di tempat yang berbeda lagi. Namun, tidak ada orang lain di sekelilingnya hanya ada Stela sendirian di dalam ruangan itu.
"Apakah aku bermimpi lagi?. " Gumam Stela, mencubit dirinya sendiri.
"Aw sakit. " Teriak Stela menyadari dirinya sedang tidak bermimpi.
Tidak lama kemudian seseorang masuk dan membuat Stela terheran-heran.
"Pram?. " Ucap Stela tanpa sadar dan memperhatikan sekeliling ruangan sekali lagi. Ini bukan kamarnya.
"Maya?. " Panggil laki-laki yang wajahnya sangat mirip dengan Pram itu.
Mata Stela kemudian menatap sebuah kalender yang terpajang di belakang pintu.
"Tahun 2000." Gumamnya lirih, ada rasa kecewa dalam suaranya.
Stela berpikir dirinya sudah kembali ke tahun dimana kehidupannua yang sesungguhnya,namun sepertinya Stela masih terjebak di dalam tubuh Maya.
__ADS_1
"Namun kenapa ada Pram disini?. " Batin Stela .
"Kamu siapa?. " Tanya Maya kemudian memastikan laki-laki yang berada di depannya saat ini.
"Ini aku Pras. " Ucap laki-laki itu kemudian memeluk Stela dengan sangat erat.
Stela yang mendapat perlakuan seperti itu tidak dapat melakukan apa-apa dan hanya pasrah saja.
Kepala Stela terasa pusing dan Stela kemudian kembali pingsan.
###
"Maya?Maya?. " Panggil suara seseorang yang sedari tadi mencoba membangunkan Stela.
"Hmmh." Stela bergumam pelan menandakan bahwa gadis itu sudah tersadar.
"Ah syukurlah. " Laki-laki itu langsung memeluk tubuh Stela dengan erat.
Gubrak
Terdengar suara pintu di luar yang sepertinya di tendang dengan sangat keras.
"Dimana Maya?. " Ucap suara laki-laki yang baru saja mendobrak paksa pintu pemilik rumah tempat dimana Stela saat ini berada.
"Apa-apaan ini kenapa kalian merusak pintu rumah orang lain. " Pras berteriak kepada orang yang mendobrak pintunya, namun sepertinya orang itu tidak menghiraukan Pras dan langsung masuk ke dalam kamar dimana Stela saat ini berada.
"Tuan Jon?. " Ucap Stela dengan nada suara yang lemah efek obat bius yang masih terasa di tubuh Stela saat Pras membekapnya siang tadi.
"Oh Tuhan, apa yang terjadi kepadamu?. " Jon langsung memegang kening Stela.
"Tuan." Lirih Stela.
Stela merasa sangat tidak nyaman berada di tempat Pras, padahal laki-laki itu sangat mirip dengan suaminya, namun entah mengapa Stela justru merasa aneh melihat laki-laki itu seperti sangat terobsesi pada Maya, yang tubuhnya saat ini menjadi tempat untuk Jiwa Stela.
Saat pingsan tadi, Stela merasakan tubuhnya habis di raba oleh laki-laki itu, untungnya Stela tidak kehabisan akal dengan beroura-oura bermimoi buruk dan berteriak-teriak yang membuat laki-laki bernama Pras itu langsung panik.
"Ayo kita pulang. " Jonathan mengangkat tubuh gadis itu dan membawanya keluar dari rumah Pras yang saat ini sedang di pukuli oleh beberapa orang bodyguard Jonathan.
Stela yang saat ini berada di gendongan Jonathan melihat Pras yang sedang menatap kepergian mereka berdua.
Jonathan kemudian memasukkan tubuh gadis itu ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobilnya menuju ke Perumahan Bintang, tempat gadis bernama Maya yang tubuhnya saat ini sedang di pinjam oleh Stela akan tinggal untuk beberapa hari ke depan hingga hari pernikahannya tiba.
Bersambung.. .
Note : like, subscribe vote dan berikan komentar yang sesuai dengan isi ceritanya yah untuk membantu perkembangan author. Terimakasih untuk dukungan kalian. I love you.
__ADS_1