
Episode sebelumnya..
Mereka bertiga terus berjalan hingga sampai di tangga yang berada di ujung ruangan.
###
Happy Reading and Enjoy Guys.
"Maya. " Panggil seorang perempuan berusia sekitar 50 tahun, namun masih terlihat cantik.
Stela hanya tersenyum melihat perempuan itu, ia tidak tau biasanya Maya bersikap bagaiamana jika bertemu perempuan yang ada di depannya saat ini, yang Stela pikir itu adalah Nyonya Berlin.
"Maya, oh sayang bagaimana kabarmu? Apakah Tuan Jon memperlakukanmu dengan baik? Jika tidak kembali saja kesini aku akan menikahkan mu dengan laki-laki yang lebih kaya. " Ucap Nyonya Berlin yang terlihat sangat antusias melihat Stela dalam wujud Maya ini.
Mereka bertiga sudah berada di dalam kamar Nyonya Berlin, sementara Murni sudah kembali ke bawah setelah mengantarkan kedua gadis itu.
"Bibi, bukannya menyapa keponakannya terlebih dahulu, malah Menyapa Maya. " Sindir Widi melihat bibinya terlihat lebih memperhatikan Maya dari pada keponakannya sendiri.
"Maya sudah seperti anakku sendiri sementara kau? Pembuat onar yang selalu membawa Maya ku kabur dari sini. " Balas Nyonya Berlin menatap sinis ke arah Widi.
Stela yang mendengar itu menatap ke arah Widi ekspresi wajah Stela seaka-akan bertanya apa maksud membawa kabur itu?.
"Itu bukan kabur, aku hanya membawanya berjalan-jalan, jika berada disini sepanjang hari Maya bisa stres mendengar ocehan bibi sepanjang hari, mengaturnya harus memakai ini, memakai itu, makan ini dan makan itu, setidaknya aku bersyukur Maya akan menikah dengan Bos Kasino itu. " Oceh Widi membalas ucapan bibinya.
"Dasar, membalas saja kerjaanmu jika orang tua sedang berbicara harusnya kau dengarkan bukan kau lawan. " Blas Nyonya Berlin lagi.
Bibi dan keponakan itu sama saja, tidak ada yang ingin mengalah.
"Ah sudah-sudah, aku kesini hanya ingin berkunjung bersama Widi, karena penasaran ingin melihat kamarku pada saat masih tinggal disini. " Stela mencoba menengahi dua orang yang sedang berdebat itu.
"Kamarmu tidak banyak berubah Maya, kau baru meninggalkannya satu minggu ini. " Ucap Nyonya Berlin.
Nyonya Berlin kemudian menuntun Stela dan Widi dengan berjalan terlebih dahulu lalu diikuti kedua gadis itu.
"Aku berencana tidak akan mengubah apapun yang berada di dalam kamar itu, dan tidak akan memberikannya kepada anak-anak ku yang lain. " Ujar Nyonya Berlin.
Nyonya Berlin, menyebut para perempuan ataupun gadis penghibur di rumah bordil nya sebagai anaknya.
"Dimana anak-anak muda yang lain?. " Tanya Stela membuat Nyonya Berlin langsung menghentikan langkahnya dan menatap wajah gadia itu lekat-lekat.
"Apakah kau Maya?. " Nyonya Berlin mengernyitkan alisnya, merasa seperti ada yang berbeda dengan Maya yang ada di hadapannya saat ini.
"Ah te-tentu saja aku Maya. " Ucap Steka sedikit gugup.
__ADS_1
"Kau agak berbeda. " Nyonya Berlin mendekatkan memajukan tubuhnnya laku mendekatkan wajahnya ke arah wajah Maya dan menatap mata gadis itu, Stela yang berada di dalam tubuh Maya reflek menatap balik mata Nyonya Berlin.
Stela menelan ludahnya, perasaan gugup di tatap seperti itu membuatnya merasa di intimidasi.
Suasana menjadi hening.
"Ah bibi, jangan salah paham sebenarnya Maya mengalami lupa ingatan. " Widi segera memecah keheningan.
Nyonya Berlin menarik kembali tubuhnya dan terlihat agak bingung mendengar perkataan Widi barusan.
"Lupa ingatan?. " Tanya Nyonya Berlin.
"Iya Bibi, dua hari yang lalu Maya dan Diana bertengkar sehingga mengakibatkan kepala Maya terbentur dan pingsan, bangun-bangun ia sudah tidak mengingat apa-apa kecuali namanya sendiri. " Jelas Widi membantu Stela yang berwujud Maya itu menjelaskan keadaannya.
Stela akhirnya bisa bernafas sedikit lega setelah merasa sedikit tegang tadi saat Nyonya Berlin menatapnya dengan tatapan penuh intimidasi.
"Sungguh Maya?. " Nyonya Berlin menatap Stela lagi.
"Hmmm." Stela menganggukkan kepalanya.
"KURANG AJAR! itu artinya Jonathan sialan itu tidak dapat menjagamu dengan baik, aku akan berbicara dengan laki-laki tua itu dan mengomelinya. " Teriak Nyonya Berlin berjalan kembali ke dalam kamarnya.
Stela dan Widi saling berpandangan tidak tau harus melakukan apa.
"Oh astaga Tuhan, Nyonya Berlin? oh Maya kau selalu memanggilku dengan panggilan Ibu, bukan Nyonya Berlin!. " Tegas Nyonya Berlin menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kamarnya.
Stela yang mendengar itu sontak terkejut, lalu memandang Widi. Gadis itu hanya mengangguk.
"Ah, matilah aku. " Batin Stela merasa akan ada keributan setelah ini.
Nyonya Berlin masuk ke dalam kamarnya dan segera menelpon Jonathan.
Widi dan Stela hanya bisa pasrah menunggu Jonathan datang, sepertinya laki-laki itu akan kena omelan Nyonya Berlin.
"Dia harusnya tau diri, jika ingin menikahi gadis muda secantik dirimu Maya, hal ini tidak bisa di biarkan, jika Jonathan tidak bisa menjagamu dengan baik aku akan mengembalikan seluruh uangnya dan membatalkan pernikahanmu, kau bisa kembali ke tempat ini. " Oceh Nyonya Berlin.
Stela yang mendengar ucapan itu tidak tau harus melakukan apa, harusnya tadi ia tidak usah datang ke tempat ini dan mengikuti Widi.
"Maafkan aku Maya, aku tidak tau akan jadi seperti ini. " Bisik Widi.
Mereka berdua saat ini sedang berada di kursi sofa yang berada di dalam kamar Nyonya Berlin. Sementara Nyonya Berlin mondar mandir di hadapan kedua gadis itu.
Setelah sepulu menit berlaku, Murni datang memanggik Nyonya Berlin, mengabarkan bahwa Tuan Jonathan sudah berada di ruang tamu di luar rumah.
__ADS_1
"Nyonya, Tuan Jonathan sudah tiba. " Ucao Pelayan itu.
"Baiklah, ayo anak-anak kita turun ke bawah. " Ajak Nyonya Berlin kepada kedua gadis itu.
Nyonya Berlin keluar lebih dulu dari kamarnya dan diikuti oleh Stela dan Widi.
Kedua gadis itu berbisik-bisik.
"Kenapa disini sangat sepi, kemana anak-anak Nyonya Berlin yang lain?. " Tanya Stela penasaran, pertanyaan ini sudah ia simpan sejak tadi.
"Mereka hari ini sedang berlibur dan akan datang lagi besok, makanya aku membawamu kesini karena hari ini tidak ada banyak orang. " Jawab Stela.
"Hah? Libur?. "
"Iya, mereka libur setiap hari senin. " Jelas Widi.
"Oh, bagaimana ini apakah pernikahan ku akan di batalkan?. " Tanya Stela lagi.
"Entahlah, tapi tenang saja aku akan membantumu keluar dari sini jika pernikahanmu di batalkan, kau sudah merencanakan keluar dari sini sejak lama, jadi ini adalah kesempatan besarmu untuk menikah dengan Tuan Jonathan dan terbebas dari rumah bordil ini. " Jelas Widi.
Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di luar rumah Nyonya Berlin, mereka kemudian berjalan ke sruangbtamu khusus yang berada di samping rumah besar Nyonya Berlin ini.
"Tuan Jonathan. " Sapa Nyonya Berlin ketika mereka sudah sampai.
Di ruang tamu itu ada Jonathan yang sedang duduk, terus menatap ke arah Stela sejak tadi.
"Nyonya Berlin. " Balas Jonathan.
"Aku akan langsung saja ke intinya, aku ingin kau mengembalikan Maya kepadaku dan membatalkan pernikahanmu!. " Tegas Nyonya Berlin.
"Itu tidak akan pernah terjadi, aku sudah membayarmu. " Balas Jonathan.
"Aku akan mengembalikan seluruh uangmu, apakah kau tidak malu? Kau tidak merasa bersalah kepada gadis itu?. " Cecar Nyonya Berlin
"Apa maksudmu?. " Jonathan tidak mengerti.
"Kau tidak memperlakukannya dengan baik! Baru berapa hari dia ada bersamamu dan gadis itu sudah lupa ingatan bagaimana jika dia tinggal lebih lama lagi denganmu. "
"Itu hanyalah kecelakaan. "
"Kecelakaan? Pertengkaran itu kesengajaan bukan kecelakaan. " Nyonya Berlin terus memojokkan Jonathan.
Bersambung...
__ADS_1
Klik like, vote, subscribe dan berikan komentar kalian untuk membantu perkembangan author.