
Happy Reading and Enjoy Guys
Meskipun Stela sendiri tidak tahu bagaimana perasaan gadis bernama Maya itu kepada Tuan Jonathan. Namun, yang Stela pikirkan saat ini adalah keselamatan dirinya sendiri.
###
Hujan mengguyur kota Hujan, kedengarannya memang aneh bukan? Seperti itulah kenyataannya. Kota ini di beri nama kota hujan karena cuaca yang sangat sulit di prediksi.
Matahari pagi yang cerah tidak menjamin beberapa menit kemudian cuacanya akan terus seperti itu, curah hujan yang terkadang berlebihan memang, namun anehnya kota Hujan tersebut tidak pernah mengalami banjir besar-besaran.
Seperti yang terjadi malam hari ini, hujan telah mengguyur kota Hujan, sejak sore tadi. Beruntungnya acara pernikahan Tuan Jonathan dengan gadis itu berlangsung cepat.
"Maya... " Panggil Tuan Jonathan.
Stela redlek melihat ke arah Jonathan yang kini sudah berbaring di atas ranjang pengantin.
"Hmm? Ada apa Tuan?. " Balas Stela.
"Kesini, berbaring di sampingku." Panggil Jonathan.
Stela yang sedang duduk di depan meja rias memalingkan pandangannya.
"Apakah kami benar-benar harus melakukannya malam ini?. " Batin Stela.
__ADS_1
"Maya?. " Panggil Jonathan lagi.
"Ah iya tuan?. " Balas Stela.
"Kesinilah, cepat. " Ujar Jonathan.
"Ah hahahah iya. " Balas Stela beranjak dari tempatnya duduk dan melangkah dengan kikuk ke arah ranjang.
Jonathan langsung duduk dan menyambut Stela dengan pelukan.
"Akhirnya aku benar-benar sudah memilikimu seutuhnya Maya. " Ujar Jonathan penuh kegembiraan.
Stela hanya terdiam karena tidak tau harus merespon seperti apa. Sementara Jonathan terus memeluknya.
"Kesini Maya. " Ujar Jonathan menarik lembut tangan Stela.
Stela tidak punya pilihan lain selain menuruti keinginan Jonathan, apalagi malam ini adalah malam pertama mereka.
Tentu saja, Jonathan akan menyentuh tubuh gadis itu malam ini. Benar saja, baru saja Stepa membaringkan kepalanya di atas bantal, tangan Jonathan langsung menarik pinggangnya yang ramping.
Sehingga, tubuh mereka berdua saat ini begitu dekat. Bahkan degup jantung Jonathan bisa Stela dengar dengan jelas dalam posisi itu.
"A-apakah kita akan melakukannya malam ini Tuan?. " Tanya Stela polos, padahal sudah jelas sekali Jonathan menginginkan tubuhnya malam ini.
__ADS_1
Meskipun sudah berumah tangga pada kehidupannya di masa depan, tetap saja laki-laki yang ada di depannya ini adalah orang asing bagi Stela dan sejujurnya Stela merasa sangat risih saat tangan tuan Jonathan meremas pantatnya dengan sedikit kasar.
"Aw." Pekik Stela.
"Kau suka Maya?. " Tanya Jonathan.
Stela mengernyit tidak mengerti.
"Saat kencan kita yang kedua kalinya, malam itu kau memintaku untuk meremas bokongmu dengan keras, katamu itu sangat seksi. " Ujar Jonathan dengan nada menggoda.
"Hah?. " Stela sontak terkejut. Dirinya yang tiba-tiba saja masuk ke tubuh gadis bernama Maya ini tidak menyangka, ternyata gadis itu lumayan agresif juga.
Cup
Satu ciuman mendarat di bibir Stela yang kemudian sontak menjauhkan tubuhnya dari Jonathan.
"Ah pasti kau lupa betapa liarnya kita saat di ranjang, maaf Maya harusnya aku membantumu untuk beristirahat apalagi seharian ini kau pasti lelah, bukannya memaksamu untuk melakukannya malam ini. " UJar Jonathan, ekspresi wajahnya menunjukkan perasaan bersalah.
"Ahahaha, kau memang orang yang paling mengerti diriku Tuan Jonathan, yah aku sebenarnya sangat kelelahan hari ini, jika di izinkan bolehkan aku langsung beristirahat saja?. " Ujar Stela, kali ini dirinya memiliki kesempatan untuk menghindari hubungan fisik dengan Jonathan.
"Baiklah Maya, kita akan melakukannya lain kali saat kau sudah benar-benar pulih, tidurlah dalam pelukanku jangan ada jarak di antara kita, aku tidak ingin kau membuat jarak denganku Maya, mendekatlah kepadaku. " Ujar Jonathan menarik pinggang Stela mendekat kembali ke tubuh laki-laki itu.
Stela kembali pasrah, yang terpenting saat ini adalah dirinya sudah aman.
__ADS_1
Bersambung...