Transmigrasi Ke Tubuh Maya

Transmigrasi Ke Tubuh Maya
Chapter 13 : Sarapan


__ADS_3

"Hah?. " Stela terkejut, kemudian menatap makanan yang sudah tersedia di atas meja makan yang sepertinya tidak akan bisa habis 7 hari 7 malam, jika hanya dirinya dan Jonathan yang memakannya.


###


Para pelayan itupun segera pergi saat melihat Jonathan sudah tiba dan duduk di kursinya.


Stela yang masih dalam posisi terkejut setelah menyadari para pelayan itu memakan makanan sisa dari pemilik rumah merasa iba.


"Ada apa Maya?kenapa wajahmu nampak sangat terkejut seperti itu?. " Tanya Jonathan khawatir.


"Ah tidak apa-apa Tuan. " Jawab Stela, tidak ingin membuat Jonathan curiga dan justru bebalik memarahi para pelayan-pelayan itu.


"Makanlah yang banyak, hari ini kau pasti akan kelelahan karena harus mengunjungi Kasino. " Ujar Jonathan.


Stela hanya mengangguk, Jonathan kemudian meletakkan berbagai jenis makanan ke atas piring Stela.


"Ah Tian, segini saja sudah cukup, perutku yang kecil tidak akan bisa menampung seluruh makanan itu, Tuan juga makanlah secukupnya jangan terlalu berlebihan agar perut tuan tudak kembung. " Tutur Stela.

__ADS_1


Jonathan yang mendengar penuturan Stela mengerrnyitkan wajahnya karena bingung.


"Ah maksudku makanlah makanan yang bergizi dan tidak berlebihan agar tidak membuat perut tuan nanti sakit, kiat akan pergi berkunjung ke Kasino tentunya membutuhkan tenaga yang cukup, jika tuan kekeknyangan takutnya nanti sampai di Kasino, tuan tidak bisa menemaniku berkeliling. " Ujar Stela kemudian membuat alasan yang terdengar masuk akal.


"Ah seperti itu, aku senang mendengar kau sangat perhatian kepadaku Maya, baiklah kalau begitu tolong ambilkan makanan yang menurutmu bergizi itu ke piring ku. " Ujar Jonathan.


Stela dengan sigap mengambil beberapa jenis makanan seperti sayuran, telur rebus, 2 potongan daging ayam dan sedikit nasi. Tidak lupa Stela meletakkan dua buah apel ken samping piring Jonathan.


Jonathan mengangkat sebelah alisnya.


"Kurasa ini bukan makanan bergizi Maya, sepertinya kau sedang menyuruhku untuk berdiet. " Ujar Jonathan sambil tersenyum saat melihat pilihan makanan yang di letakkan di piringnya.


" Hmmm apakah termasuk saat menindihmu di atas ranjang? Sepertinya semalam kau takut karena berat badanku akhir-akhir ini memang naik secara drastis. " Goda Jonathan.


Pipi Stela sontak memerah.


"Ah bukan seperti tuan, ini semua memang untuk kesehatan Tuan. " Balas Stela, merasa sangat malu karena tujuannya mengatakan hal tersebut agar makanan-makanan yang berada di atas meja makan itu tidak mubazir.

__ADS_1


Jika berbagai jenis makanan itu di letakkan di atas piring makan Stela, otomatis dirinya tidak akan sanggup menghaniskannya dan akan sayang jika harus di buang.


Begitu pula dengan Jonathan, setelah di pikir-pikir beberapa kali Stela memperhatikan porsi makan Jonathan memang agak berlebihan dan ujung-ujungnya makanan tersebut tidak di habiskan hanya di sisakan di atas piring.


Stela merah kasian kepada para pelayan itu, pasti salah satu di antara mereka ada yang memakan makanan sisa dari piring tuannya.


"Baiklah Maya, aku akan mengikuti ucapanmu. " Ujar Jonathan kemudian.


Stela tersenyum senang mendengar suaminya itu mau menurutinya. Setidaknya para pelayan di rumah tersebut akan menikmati makanan sisa yang tidak di sentuh oleh Jonathan dan Stela.


"Selamat makan Tuan. " Ujar Stela memperlihatkan senyuman terbaiknya.


"Kau juga harus makan Maya, makanan itu jangan hanya di lihat saja, ayo di makan. " Balas Jonathan.


Stela segera mengangguk, mereka berdua pun menikmati sarapan pagi tersebut, tampan kehadiran Diana, entah kemana perginya gadis itu.


Setelah menyelesaikan makananya, Jonathan dan Stela segera berangkat menuju ke Kasino.

__ADS_1


Lokasi Kasino tersebut berada tidak jauh dari rumah bordil Nyonya Berlin. Dari gedung Kasino milik Jonathan, rumah Bordil itu bahkan bisa di lihat dengan jelas.


Bersambung...


__ADS_2