Transmigrasi Ke Tubuh Maya

Transmigrasi Ke Tubuh Maya
Chapter 8 : Di Jebak


__ADS_3

Episode sebelumnya..


"Kecelakaan? Pertengkaran itu kesengajaan bukan kecelakaan. " Nyonya Berlin terus memojokkan Jonathan.


###


Happy Reading an Enjoy Guys.


"Bisa gawat, kalau mereka berdua sampai bertengkar gata-gara memperebutkan mu. " Ujar Widi sambil berbisik.


"Sepertinya kau harus mengambil tindakan, jika terus begini gadis bernama Maya ini benar-benar akan kembali ke rumah bordil ini. " Bagian Stela


"A-aku... "


Baru saja Stela akan mengeluarkan pendapatnya Jonathan tiba-tiba berdiri.


"Aku tidak peduli dengan apa yang kau pikirkan Nyonya Berlin, aku sudah membayar penih dengan harga yang sudah kau tentukan, jika kau masih bersikeras ingin mengambil Maya kembali dariku, maka kau harus melangkahi mayat ku yeebih dahulu. " Tegas Jonathan.


Membuat Stela dan Widi terperangah mendengarnya.


"Sepertinya laki-laki itu sungguh menyukai gadis ini. " Batin Stela


"Berani sekali kau berkata seperti itu di tempatku Tuan Jonathan!. " Nyonya Berlin ikut berdiri membalas perkataan Jonathan.


"Ah sudah-sudah, ku mohon ini semua gata-gara aku, jadi biarkan aku memilih jalan hidupku sendiri. " Ujar Stela menengahi dua orang yang sedang memperebutkan gadis yang tubuhnya sedang ia tempati saat ini.


"Maya? Berani sekali kau memotong pembicaraan orang lain!. " Bentak Nyonya Berlin.


"Hei, berani sekali kau membentak calon istriku dia bukan bagian dari rumah terkutuk mu ini. " Belas Jonathan.


"Rumah terkutuk? Kau sepertinyauoa yah? Kau sendiri yang mencari kenikmatan di rumah terkutuk ini dan membeli gadis terkutuk itu artinya kita semua sama-sama terkutuk. " Tunjuk Nyonya Berlin ke arah StelaStela sambil terus mengoceh.


"Aku tidak peduli, ini akan menjadi kali terakhir aku menginjakkan kaki di tempat terkutuk mu ini, ayo Maya kita pulang kamar kita sudah disiapkan. " Balas Jonathan, mudian mengeluarkan tangannya kepada Stela.


Stela yang baru saja akan menggaoai tangan Jonathan langsung di tarik oleh Nyonya Berlin.


"Tidak segampang itu Tuan Jonathan. " Nyonya Berlin tersenyum simpul, beberapa laki-laki kemudian keluar dari tempat persembunyiannya masing-masing memegang senjata api.


Stela yang melihat hal tersebut sontak terkejut.


"Apakah ini jebakan?. " Batin Stela melihat ke arah Widi dengan wajah mengernyit kebingungan.


Widi menunjukkan espresi merasa bersalah melihat wajah Maya yang kebingungan seperti itu.


"Kurang ajar!. " Teriak Stela tiba-tiba saja membuat semua orang yang ada disana terperangah, karena Maya bukanlah gadis yang suka berkata kasar. Stela menyadari sepertinya Widi sengaja membawanya ke rumah bordil tersebut.

__ADS_1


Stela mendorong Nyonya Berlin dan berlari ke arah Jonathan.


Beberapa orang terlihat bersiap untuk menembak. Begitu pula dengan beberapa orang pengawal Jonathan yang siap melindungi tuannya.


"Stop, stop jangan ada yang menembak jika aku belum memberikan perintah. " Teriak Nyonya Berlin.


"Maya kau tidak apa-apa? . " Jonathan memastikan keadaan Maya.


"Tidak, Tuan. " Balas Stela.


Jonathan memandangi Nyonya Berlin dengan ekspresi yang tida bisa di tebak.


"Tembak!. " Perintah Jonathan.


Dor.. Dor.. Dor..


Tanpa ragu-ragu para pengawal Jonathan menembaki orang-orang Nyonya Berlin membabi buta dengan sangat mudah dan cepat hingga tidak tersisa satu orang pun. Stela langsung bersembunyi di dalam pelukan Jonathan.


Tidak sampai satu menit kemudian, tembakan berhenti.


"Kurang ajar!. " Nyonya Berlin terlihat sangat geram dengan perlakuan Jonathan.


Jonathan tidak peduli dan segera membawa Stela berjalan ke arah mobilnya dan dengan cepat masuk ke dalam mobil para pengawal Jonathan tetap bersiaga hingga mobil tuannya meninggalkan halaman rumah Nyonya Berlin.


Nyonya Berlin nampak sangat kesal, melihat kepergian Maya yang di bawa oleh Jonathan.


Plak


Sebuah tamparan menganai wajah Widi. Ia menjadi tempat pelampiasan Nyonya Berlin.


"Dasar tidak becus!. " Bentak Nyonya Berlin.


"Aku sudah membawa Maya kesini, harusnya itu sudah bukan tugasku lagi untuk membuatnya tetap bertahan di tempatmu ini. " Balas Widi meninggalkan Nyonya Berlin sambil memegangi pipinya yang perih akibat tamparan dari bibinya.


"Mau kemana kau? Dasar bodoh! Pantasnya kau ku jadikan pelacur saja untuk memuaskan para hidung belang itu! Jika bukan karena ayahmu adalah adik kandungku sudah ku jual kau kepada germo tua itu. " Teriak Nyonya Berlin melihat Widi pergi meninggalkan rumahnya.


Nyonya Berlin kemudian mengingat saat dirinya di dorong oleh Maya tadi, ia tidak habis pikir gadis lugu itu sudah berani melawannya apalagi sampai berteriak kasar.


"Lupa ingatan? Atau mungkin itu adalah dirinya yang sesungguhnya?. " Lirih Nyonya Berlin.


Selama setahun lebih Maya tinggal di rumah bordil tersebut gadis itu tidak pernah berkata kasar sekalipun ia berkali-kali mencoba melarikan diri dari rumah bordil Nyonya Berlin ini, hingga akhirnya Jonathan datang untuk membelinya.


Ada banyak pria hidung belang yang menginginkan Maya, gadis muda dengan bentuk tubuh yang seksi dan parasnya yang polos membuat siapa saja ingin memiliki gadis lugu itu. Namun, hanya Jonathan yang berhasil menawarnya dengan harga tertinggi.


###

__ADS_1


"Aku sudah mengatakan kepadamu untuk jangan pernah pergi ke rumah bordil itu lagi. " Ujar Jonathan, kini mereka sudah berada di dalam rumah mewah Jonathan.


Steka tidak menghiraukan ucapan Jonathan dan terus berjalan memperhatikan isi rumah mewah itu.


"Kau mendengarku?. " Jonathan tiba-tiba saja menarik tangan Stela.


"Hmm." Stela menganggukkan kepalanya.


"Pernikahan kita akan di adakan besok, kau akan dipilihkan gaun yang akan kau kenakan untuk acara pernikahan kita." Ujar Jonathan


"Hah? Hampir saja aku lupa, tuan bisakah aku memilih baju pengantin ku sendiri. " Pinta Stela, ia tidak ingin di atur, sepertinya gadis bernama Maya ini sering gdi atur oleh orang lain. Stela akan merubah itu.


"Sendiri? Baiklah kalau itu kemauan ku, tapi aku mungkin tidak akan bisa menemanimu karena ada urusan yang harus kukerjakan setelah ini. " Ujar Jonathan


Stela nampak sedikit kecewa.


"Kasian sekali Gadis ini, di hari pernikahannya, laki-laki yang katanya sangat mencintainya ini bahkan tidak mau menemani dirinya untuk mencoba pakaian pengantin. " Bagi Stela.


"Ada apa Maya?. " Tanya Jonathan.


"Aku tidak ingin menikah!. " Tegas Stela.


"Hah? Maksudmu?. " Jonathan terkejut.


"Aku tidak akan menikah denganmu Tuan, jika kau tidak pergi denganku untuk mencoba pakaian pengantin yang akan kita kenalan besok. " Jelas Stela.


Mendengar hal itu Jonathan tersenyum kecil.


"Baiklah kita akan pergi bersama jika itu adalah kehendakmu. " Balas Jonathan mengalah.


Stela tersenyum senang.


"Nah kalau begitu aku mau. " Ujar Stela.


"Kalau begitu aku akan menelpon terlebih dahulu untuk menyuruh orang lain menggantikan pekerjaanku hari ini. " Ucap Jonathan meninggalkan Stela di ruang tamu rumah itu sendirian.


Stela sekali lagi memperhatikan seisi ruangan, pandangannya kemudian fokus pada sebuah photo berukuran besar yang menunjukkan gambar Jonathan dan seorang gadis yang seusia dengan Maya.


"Apakah itu Diana?. " Lirih Stela.


Saat sedang asik memperhatikan gambar tersebut tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangannya menuju ke sebuah ruangan yang berada tidak jauh dari ruang tamu.


"Ah apa-apaan. " Stela baru saja akan mengomelmengomel namun langsung terdiam setelah melihat siapa orang yang menariknya.


Bersambung...

__ADS_1


Klik like vote subscribe dan komen yah guys untuk membantu perkembangan author


__ADS_2