
Happy Reading and Enjoy Guys
Stela kembali pasrah, yang terpenting saat ini adalah dirinya sudah aman.
###
Stela terbangun dari tidurnya, dirinya berada di ruangan yang sangat gelap. Saat ini dirinya sedang duduk di atas kursi, tangannya terikat ke belakang, matanya seperti sengaja di tutup dengan sebuah kain.
Stela merasa panik. Baru saja beberapa jam yang lalu dirinya merasa aman di dalam pelukanTuan Jonathan, kenapa tiba-tiba dirinya berada di ruangan gelap itu lagi.
Ruangan gap yang pernah ada di dalam mimpinya.
"Tuan?. " Panggil Stela.
"Tuan Jonathan? Tolong!. " Pekik Stela.
Ruangan gelap itu terasa sangat sepi.
Tik...
Tik...
Tik...
Suara tetesan air entah dari mana asalnya tiba-tiba saja terdengar.
"Apakah ada orang disini? Hei tolong aku! Tukang Jonathan?. " Teriak Stela.
__ADS_1
Namun, nihil tidak ada jawaban.
Sedetik kemudian Stela merasakan ada banyak serangga yang berjalan di telapak kakinya, menyatakan perasaan Stela semakin gelisah.
"Ah apa itu?. " Batin Stela.
Serangga-serangga itu seakan-akan sedang menggerogoti telapak kakinya, hingga Stela merasa kesakitan saat merasakan serangga itu merobek kulitnya dan menggigit daging-daging telapak kaki Stela.
Stela yang semakin kesakitan, mulai berteriak tidak karuan berharap ada orang lain yang akan mendengarnya.
"Tolong, tolong, tolong aku! Aku belum mau mati! Tolongggggg. " Teriak Stela.
Wusshhh
Pyurrrr
Stela tiba-tiba saja membuka matanya, saat merasakan guyuran air yang sepertinya dengan sengaja di siramkan ke wajahnya.
Stela memperhatikan sekeliling ruangan kamar oengantinnya, masih sama. Yang berubah hanya Jonathan sudah tidak ada lagi di sampingnya.
"Kamu sudah bangun? Aku mendengarmu teriak meminta tolong dan mencoba membangunkanmu, namun karena kamu tidak kunjung bangun dan terus meminta tolong aku mengguyurmu dengan air ini, maaf. " Ujar Diana memegang sebuah gayung kosong karena isinya sudah di siramkan ke wajah Stela.
"Ah Terima kasih sudah membantuki bangun, aku bermimpi buruk. " Ujar Stela.
"Kau baik-baik saja?. " Tanya Diana terlihat khawatir.
Stela mengangguk. Namun, dalam benaknya Stela sedikit bingung melihat perlakuan Diana kepadanya.
__ADS_1
Dua hari yang lalu gadis itu nampak sangat dingin, namun hari ini Diana terlihat sangat perhatian kepadanya.
"Aku baik-baik saja Diana, sekali lagi terimakasih karena kau sudah mengkhawatirkan ku. " Balas Stela.
Raut wajah Diana yang tadinya khawatir seketika berubah menjadi datar kembali.
"Baguslah kalau begitu, sebaiknya kau harus segera memulihkan keadaanmu dan segera pergi dari sini. " Ujar Diana kemudian.
Stela sebenarnya tidak mengerti kenapa gadis itu terus menyuruhnya pergi. Padahal Diana dan gadis bernama Maya yang tubuhnya sedang di huni oleh jiwa Stela saat ini, mereka berteman baik, bahkan menurut informasi yang Stela dengar mereka sudah seperti saudara.
"Apakah kau membenciku karena menikahi ayahmu?. " Tanya Stela, rasa penasarannya tidak bisa di bendung lagi.
Diana yang sudah beranjak dari hadapan Stela, Diana kemudian kembali berbalik menatap wajah Stela lekat-lekat.
"Lebih dari itu, aku hanya ingin kau bisa hidup dengan tenang dan jauh dari kota ini, kau sudah mencobanya berkali-kali Maya, namun kenapa kau malah memilih menikah dengan ayahku dan tetap tinggal di kota ini, aku hanya takut kau tidak selamat karena para pembantai orang tuamu itu suatu hari akan kembali dan mencarimu. " Ujar Diana.
"Apakah kau mengenal mereka? Tolong beritahu aku Diana, aku benar-benar tidak mengingat apapun tentang kejadian di masa lalumu. " Pinta Stela.
"Mungkin akan lebih baik kau tidak usah mengetahuinya sama sekali Maya, Berhati-hatilah! Jangan terlalu percaya pada orang lain termasuk ayahku. " Tutur Diana.
"Apa maksudmu.... "
Stela belum menyelesaikan pertanyaannya, Diana sudah berlalu pergi meninggalkannya.
Rasa penasaran di dalam pikiran Stela justru semakin bertambah setelah mendengar penuturan Diana tadi.
Baru saja Stela merasa sedikit nyaman dan aman berada di dalam lingkungan Jonathan, Stela kembali merasa was-was kepada laki-laki itu.
__ADS_1
Di tambah, Jonathan sudah tidak ada di sampingnya saat Stela terbangun entah pergi kemana laki-laki itu.
Bersambung...