
Di tambah, Jonathan sudah tidak ada di sampingnya saat Stela terbangun entah pergi kemana laki-laki itu.
###
Beberapa waktu kemudian, saat Stela baru saja selesai membersihkan dirinya dan sedang berpakaian, Jonathan tiba-tiba saja sudah berada di belakangnya.
"Maya..... " Panggil Jonathan memeluk tubuh gadis itu dari belakang.
"Ah Tuan, membuatku kaget saja. " Balas Stela melepaskan tangan Jonathan.
"Maaf Maya, aku pikir kamu merasakan kehadiranku tadi. " Ujar Jonathan berjalan ke arah ranjang lalu duduk di tepian ranjang tersebut.
"Tuan dari mana saja?. " Tanya Stela kemudian.
"Aku mendapatkan telepon, jika ada razia di salah satu cabang tempat judi yang di kelola anak buahku, jadi aku segera kesana dan tidak sempat berpamitan denganmu karena tidurmu terlihat sangat pulas. " Jelas Jonathan panjang lebar.
"Oh begitu, hmmm bolehkah aku berkunjung ke kasino mu nanti?. " Tanya Stela, sebuah ide tiba-tiba saja muncul dalam benaknya.
Jika, semua orang di kota ini mengenal gadis bernama Maya ini pasti orang-orang yang datang ke Kasino itu juga akan mengenali Maya.
Stela i gin mencari tahu lebih banyak tentang Maya di Kasino tersebut.
"Untuk apa Maya?. " Tanya Jonathan bpak keberatan.
Stela duduk di samping Jonathan.
"Aku akan bosan jika tinggal di rumah seharian, hidupku pasti sangat berat beberapa tahun ke belakang karena harus terkurung di rumah bordil itu, apakah tuan membebaskanku dari sana hanya untuk mengurung ku lagi di rumah mewah mu ini? " Tanya Stela penuh selidik.
__ADS_1
Sepertinya pertanyaan itu cukup membuat Jonathan akan langsung menyetujui permintaannya.
"Ah tidak seperti itu Maya, baiklah kita akan pergi ke Kasino bersama-sama, tunggulah aku akan mandi terlebih dahulu. " Ujar Jonathan, benar saja laki-laki itu langsung setuju.
"Benarkah? Terima kasih Tuan, kau memang yang terbaik!. " Puji Stela memperlihatkan senyumnya yang manis.
Cup
Jonathan mencium bibir gadis itu, hingga membuat Stela langsung terdiam karena terkejut.
Stela tidak membalas ciuman tersebut, namun dirinya hanya pasrah tidak seperti semalam saat dirinya menolak mentah-mentah ajakan Jonathan untuk menyentuh tubuhnya.
Saat tangan Jonathan semakin berani menyentuh bagian dada Stela, gadis itu seketika tersadar dan langsung berdiri.
"Ah T-tuan, sepertinya aku lapar, sebaiknya Tuan segera mandi aku akan menunggu di meja makan. " Tutur Stela gugup.
Sesampainya di dapur, Stela mendapati makanan sudah di hidangkan di atas meja oleh beberapa pelayan yang terlihat sibuk kesana kemari.
"Ah selamat pagi Nyonya. " Ujar salah satu pelayan di ikuti oleh enam pelayan yang lain, mereka sontak membuat barisan saat melihat Stela berjalan ke arah mereka.
"Ah selamat pagi, kalian sepertinya sangat sibuk. " Ujar Stela, sedikit heran saat melihat para pelayan tersebit langsung berhenti bekerja saat melihatnya.
Stela merasa tidak terbiasa dengan keadaan seperti itu.
Meskipun kehidupannya di masa depan termasuk dalam golongan orang-orang yang memiliki uang yang banyak, tetap saja Stela tidak akan memiliki cukup banyak uang untuk membayar pelayan sebanyak ini.
"Tidak nyonya, kami sudah selesai menyelesaikan pekerjaan kami, maaf jika pekerjaan kami kurang memuaskan dan lambat. " Ujar pelayan yang sepertinya sudah senior di antara pelayan yang lain itu.
__ADS_1
"Tidak usah memanggilku nyonya, panggil saya aku Stel, eh maksudku Maya. " Ujar Stela hampir saja menyebutkan namanya sendiri, u tungnya ia segera tersadar.
"Nyonya sudah menjadi istri tuan Jonathan, jadi otomatis panggilan tersebut akan meluat di nama Nyonya, kami tidak berani memanggil Nyonya dengan nama, tuan Jonathan akan langsung memecat kami, jika melakukan kesalahan. " Tutur pelayan senior itu.
"Hmmm tapi bukankah panggilan Nyonya terdengar sangat tua?. " Tanya Stela kemudian merasa aneh dirinya di panggil nyomya dengan bentuk fisiknya yang masih sangat muda.
"Ah maafkan kami, kami tidak bermaksud untuk menyinggung. " Ujar pelayan itu lagi.
Stela tersenyum menanggapinya, sepertinya para pelayan itu sangat patuh dan tunduk terhadap perintah Tuan Jonathan.
"Ah tidak apa-apa terserah kalian saja ingin memanggilku apa, yang penting kalian nyaman. " Ujar Stela mengalah kepada para pelayan itu meskipun tetap merasa aneh jika dirinya di panggil Nyonya.
"Baik Nyonya. " Sahut para pelayan itu.
"Kalian sudah makan? Ayo kita makan bersama-sama. " Ajak Stela.
Pelayan-pelayan itu terlihat shock dengan ajakan makan Stela barusan.
"Ah tidak usah Nyonya kami akan makan di belakang saja, setelah Tuan dan Nyonya menyelesaikan makanan. " Ujar pelayan senior itu cepat.
"Maksud kalian? Kalian menunggu makanan sisa dari ku dan Tuan Jonathan?. " Tanya Stela sedikit kebingungan mendengar ucapan pelayan itu.
Pelayan-pelayan itu serentak mengangguk.
"Hah?. " Stela terkejut, kemudian menatap makanan yang sudah tersedia di atas meja makan yang sepertinya tidak akan bisa habis 7 hari 7 malam, jika hanya dirinya dan Jonathan yang memakannya.
Bersambung...
__ADS_1