Transmigrasi Ke Tubuh Maya

Transmigrasi Ke Tubuh Maya
Chapter 17 : Bukan Maya


__ADS_3

Jonathan kembali menghela nafasnya, entah mengapa hal itu justru membuat Stela semakin penasaran


###


Masih ada dua laci lagi yang belum sempat Stela buka, di lain waktu Stela bertekad akan membuka laci-laci itu lagi. Entah apa yang Jonathan sembunyikan disana.


"Tuan, boleh lah aku bertanya sesuatu kepadamu?. " Ujar Stela, setelah cukup lama mereka terdiam.


"Hmm yah, apapun itu tanyakan saja. " Balas Jonathan kini, ekspresinya sudah berubah menjadi lebih ramah lagi.


"Maaf jika aku sedikit lancang, tapi tadi aku melihat poto-poto di album yang ada di lacimu, aku sedikit penasaran apakah salah satu anak yang ada di dalam album itu adalah aku?. " Tanya Stela.


Jonathan tidak langsung menjawab, laki-laki itu nampak berpikir.

__ADS_1


"Hmmm iya album poto itu pada saat kalian kanak-kanak salah satu temanku yang berasal dari Jepang menawarkan untuk mengambil gambar menggunakan kameranya, kebetulan waktu itu kalian sedang menghadiri acara ulang tahun teman kalian dan kebetulan semua anak saat itu datang bersama orang tuanya. " Jelas Jonathan.


Stela kemudian mengangguk.


"Tapi, kenapa album itu berisi banyak potoku dan orang tuaku?. " Tanya Stela lagi.


"Ah itu karena pada tahun itu orang tuamu tidak terlalu peduli dengan poto-poto tersebut, bahkan mungkin mereka sudah lupa jadi untuk berjaga-jaga jika suatu hari mereka mengingatnya aku menyimpannya di album itu dan benar saja kau akhirnya menemukan album tersebut, aku harap itu bisa mengobati rasa rindumu kepada mereka, Maya. " Ujar Jonathan, panjang lebar.


Stela kembali mengangguk, kali ini ia merasa sedikit terharu karena Jonathan memiliki pemikiran yang manis dan nampak peduli kepada keluarga Maya.


"Sayang sekali, aku bukan Maya kasihan gadis itu. " Lirih Maya pelan.


"Hmmm apa maksudmu kau bukan Maya?. "Tanya Jonathan, yang sepertinya mendengar ucapan Stela barusan.

__ADS_1


Stela sedikit panik, namun ia berusaha mengontrol dirinya.


" Ah eh anu itu, aku merasa Maya yang ada di dalam poto itu sangat berbeda dengan Maya yang saat ini berada di hadapanmu, di poto itu aku terlihat sangat bahagia bersama orang tuaku, sementara diriku yang saat ini nampak sangat menyedihkan, tidak memiliki tujuan yang pasti dan terkatung-katung. " Oceh Stela, untungnya ia bisa dengan mudah memikirkan kalimat itu.


"Ah Maya, apa yang kau katakan? Kau membuatku sedih, padahal ada aku disini yang selalu siap untuk menjadi tempat yang akan kau tuju, apapun akan kuberikan kepadamu, bahkan jika kau meminta nyawaku saat ini juga, aku akan memberikannya Maya. " Balas Jonathan.


"Sial, sepertinya ucapanku tadi tidak benar-benar tepat. " Batin Stela.


"Bukan seperti itu Tuan, aku sangat menghargai kebaikanmu, aku percaya jika kau akan menjagaku dan merawatku dengan baik, aku hanya merasa sedih karena melihat gambar orang tuaku, Tuan. " Pekik Stela dengan nada suara putus asa, sontak Jonathan langsung memeluk gadis itu.


"Maya, maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu sedih, harusnya album itu ku sembunyikan rapat-rapat agar tidak membuatmu menjadi sedih seperti ini, maafkan aku Maya. " Ujar Jonathan lembut, menepuk-nepuk punggung Stela dengan penuh kasih sayang.


"Tidak, jangan!aku sangat menghargai usaha Tuan karena sudah menyimpan album tersebut, aku bahkan tida bisa mengingat dengan jelas bagaimana rupa orang tuaku, Terima kasih karena Tuan sudah menyimpannya selama ini. " Stela balas memeluk tubuh Jonathan untuk mengalihkan perhatian laki-laki itu.

__ADS_1


Beruntung Jonathan tidak curiga pada Stela, entah apa yang akan terjadi jika laki-laki itu tahu bahwa gadis yang ada di pelukannya saat ini itu bukanlah Maya yang asli melainkan Stela.


Bersambung...


__ADS_2