
Episode Sebelumnya..
Jonathan kemudian memasukkan tubuh gadis itu ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobilnya menuju ke Perumahan Bintang, tempat gadis bernama Maya yang tubuhnya saat ini sedang di pinjam oleh Stela akan tinggal untuk beberapa hari ke depan hingga hari pernikahannya tiba.
###
"Jangan pernah bertemu dengan laki-laki itu lagi. " Tegas Jonathan saat mereka berdua sudah berada di dalam kamar.
"Memangnya siapa laki-laki tadi?. " Tanya Stela dengan ekspresi yang terlihat sangat penasaran.
Jonathan mengernyitkan wajahnya dan menatap wajah polos gadis itu, lalu pergi keluar dari kamar tersebut dan pergi mengendarai mobilnya tanpa meniggalkan uang sepeserpun.
"Huhhh." Stela mengehenbuskan nafasnya dengan kasar.
Krrrrkkkk
"Aduh, lapar. " Keluh Stela sambil memegangi perutnya yang kembali keroncongan.
"Kemana laki-laki tadi pergi. " Gumam Stela berbicara dengan dirinya sendiri.
Stela sudah merasa sangat lelah hari ini, hari yang singkat namun terasa panjang untuknya, sepertinya Stela di kirim ke tubuh ini untuk menyelesaikan sesuatu namun dirinya belum mengetahui sesuatu seperti apa yang akan di hadapinya.
Stela harus mempersiapkan dirinya untuk kemungkinan paling buruk yang akan terjadi, mungkin ini adalah kesempatannya untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, tidak mungkin dirinya bisa terjebak di dalam tubuh gadis bernama Maya ini jika tidak ada sesuatu.
Stela memutuskan untuk menerima takdirnya untuk hidup di tubuh Maya, mungkin jiwa dari tibuh ini sedang membutuhkan bantuannya, dan sebagai imbalannya suatu hari gadis bernama Maya ini akan membantunya untuk kembali ke kehidupannya di masa depan, di tahun 2040. Tidak ada pilihan lain selain mengikuti alur seperti apa yang akan terjadi selanjutnya.
Pertama-tama yang harus Stela lakukan untuk bertahan hidup adalah mencari tahu siapa Maya ini sebenarnya.
Tidak lama kemudian suara mobil Jonathan sudah tiba di depan kamar Gadis itu. Perumahan Bintang ini bentuknya memang seperti rumah kontrakan yang ketika pintunya di buka akan langsung menunjukkan isi kamar, di bagian depan kamarnya pun muat untuk satu buah mobil seukuran mobil Jonathan.
__ADS_1
"Maya?. " Panggil Jonathan yang langsung membuka pintu di belakangnya ada satu orang laki-laki lagi dengan setelan pakaian rapih dan berjas putih.
Stela yang sedari tadi membaringkan tubuhnya di atas kasur berpura-pura tertidur.
"Tolong dokter, seprtinya calon istriku sedang tidak baik-baik saja, tingkah lakunya seharian ini aneh, sejak kepalanya terbentur tadi kemarin malam. " Ucao Jonathan kepada laki-laki berjas putih yang ternyata adalah seorang dokter.
"Baiklah kalau begitu saya akan memeriksanya terlebih dahulu. "
5 menit kemudian.
"Bagaimana dokter?. " Jonathan terlihat sangat tidak sabaran.
" calon istri anda memerlukan istirahat yang cukup dan makanan yang sehat, sepertinya saat ini anda sedang mengalami geger otak ringan yang membuatnya melupakan beberapa hal dalam ingatannya. "
"Maksud dokter?. "
"Calon istri anda bisa saja mengalami lupa ingatan untuk sebagian besar ingatannya, untuk lebih jelasnya lebih baik calon istri anda di bawa ke rumah sakit untuk memriksakan kepalanya yang habis terbentur itu. " Jelas dokter tersebut.
"Baiklah kalau begitu saya permisi . " Dokter itupun pergi meninggalkan Jonathan dan Stela yang berada di dalam tubuh Maya
###
Pagi harinya Steka terbangun dan kaget menyadari dirinya berada di dalam ruangan yang asing.
Stela mengumpulkan nyawanya dan memperhatikan sekelilingnya dan berlari ke arah cermin seperti yang di lakukannya kemarin saat baru tersadar bahwa dirinya terjebak di dalam tubuh Maya.
"Huhhh, sepertinya ini bukan mimpi. " Ucap Steka berbicara dengan dirinya di dalam cermin.
"Maya?. "Panggil Jonathan yang baru keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya.
__ADS_1
" Oh Tuhan, Tuan Jon kau membuatku kaget. " Stela langsung g menutup wajahnya tidak terbiasa dengan Jonathan yang berpenampilan seperti itu.
"Hei ada apa, kita sudah sering seperti ini bahkan biasanya kau lebih suka jika aku tidak mengenakan apa-apa Maya. " Ucap Jonathan dengan nada suara yang menggoda.
"Hah? Tidak mungkin. " Tegas Stela.
Gadis bernama Maya ini terlihat masih sangat muda untuk laki-laki berumur seperti Jonathan, tidak mungkin gadis cantik yang tubuhnya Stela tempati saat ini bisa dengan mudah menjatuhkan hatinya untuk Jonathan. Stela kemudian teringat bahwa gadis ini sering pergi ke rumah bordil.
"Tuan Jon, sepertinya aku memang sedikit lupa tentang hubungan seperti apa yang sebenarnya sedang kita jalani dan entah kenapa aku tidak bisa mengingat semuanya, namun aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh ini maksudku apa yang terjadi di malam saat aku pingsan dan kepalaku terbentur?. " Tanya Stela, membuat Jonathan menunjukkan ekspresi yang sepertinya sedang sangat merasa bersalah.
"Maaf Maya, sebenarnya malam itu kau dan Diana tidak sengaja bertengkar karena kita ketahuan sedang melakukan sesuatu yang tidak pantas di rumah yang akan kita tempati nanti setelah menikah. " Jonathan menjelaskan.
"Maksudnya? Aku masih belum terlalu mengerti?. " Stela semakin kebingungan dengan penjelasan Jonathan dan siaap Diana? Kenapa gadis ini bertengkar dengan orang yang bernama Diana itu?
" Ah mungkin separuu ingatanmu memang menghilang seperti kata dokter semalam, Diana adalah anakku. " Ujar Jonathan dengan nada suara yang sepertinya sedang sangat merasa bersalah.
"Hah? Anakmu? Jadi kau sudah punya anak?. " Tanya Stela tidak menyangka jika Jonathan ternyata sudah memiliki keluarga dan masih ingin menikahi gadis belia bernama Maya ini?. Stela menyipitkan matanya menatap wajah Jonathan, gadis itu merasa curiga.
Jangan-jangan gadis bernama Maya ini adalah hasil penculikan ataupun Jonathan mendapatkannya dengan cara yang tidak manusiawi misalnya dari perdagangan manusia.
"Maya, percayalah kepadaku, kita saling mencintai meskipun banyak orang yang menghalangi cinta kita dan adapula yang tidak percaya dengan hubungan kita, aku akan berusaha semaksimal mungkin membahagiakanmu, bahkan jika kau meminta nyawaku saat ini juga, aku akan memberikannya padamu. " Ucap Jonathan menatap balik wajah gadis itu dengan tatapan yang tulus dan terlihat penuh kasih.
Stela benar-benar bingung, apakah dirinya harus percaya pada laki-laki itu di tambah lagi kemarin ia di culik oleh laki-laki bernama Pras yang wajah dan postur tubuhnya hampir persis seperti suami Stela yang bernama Pram.
Apakah mungkin laki-laki bernama Pras itu adalah ayah dari Pram? tapi kenapa laki-laki itu terlihat sangat terobsesi juga dengan gadis pemilik tubuh ini? Ah entahlah Stela sendiri tidak terlalu mengingat siapa dirinya yang sebenarnya, yang Stela ingat hanyalah dirinya keluar dari rumahnya pada pukul 02.00 dini hari untuk menjemput suaminya di Bar xxx setelah di telpon oleh seorang perempuan yang Stela pikir adalah pemilik Bar xxx tersebut .
Untuk pergi ke Bar tersebut Stela mengendarai mobil dan ia melewati jalan pintas menuju ke Bar xxx itu hingga terjadi kejadian yang entah bagaimana membuatnya terbangun di tubuh gadis bernama Maya ini.
Bersambung.. .
__ADS_1
Klik like, vote, subscribe dan berikan komentar kalian yah.. .