
Rani terus mencari tau apakah kecurigaannya benar atau tidak. Akhirnya Rani menemukan akun media sosial wanita yang berkirim pesan dengan Dimas. Dan benar saja, Rani menemukan bukti bahwa mereka benar-benar bertemu pada saat Dimas mendatangi salah satu hotel yang dia temukan dari sadap-an hp Dimas.
Setelah mengkorek korek informasi lagi, Rani mendapatkan nomor wanita itu dan menanyakan langsung pada wanita itu apakah dia mengenal Dimas suaminya. Rani memulai percakapan dengan sopan berharap wanita itu mengaku.
Setelah Rani mengucapkan salam lewat chat, "Ini Sasha bukan?" tanya Rani
"Iya, ini siapa ya?"
"Saya Rani istrinya Dimas, kamu kenal Dimas?" tanya Rani lagi
"Dimas yang mana ya?" tanya Sasha balik
"Dimas Purnama"
"Oh iya kenal, kenapa ya?"
"Kamu ada hubungan apa sama Dimas?" tanya Rani to the point
"Ah gak ada hubungan apa-apa, saya cuma temenan biasa sama Dimas" jawab Sasha
"Mana ada perempuan sama laki-laki temenan biasa" tegas Rani
"Ya emang gitu kenyataannya kok, kalo gak percaya tanya aja sama Dimasnya" jawab Sasha dengan pd nya
Rani tidak percaya begitu saja. Rani pun menanyakan pada Dimas
"Kamu kenal Sasha?" tanya Rani lewat telepon dan bicara langsung ke intinya
"Sasha?"
"Iya, kamu kenal enggak? Katanya dia juga kenal kamu"
"Ohh, iya kenal. Kenapa kamu nanyain dia?"
"Ya gapapa, aku pengen tau aja."
"Kamu tau dia dari mana?" tanya Dimas
"Kamu ada hubungan apa sama dia?" tanya Rani tanpa menjawab pertanyaan Dimas dahulu
"Y-ya aku cuma temenan sama dia" jawab Dimas sedikit terbata-bata
__ADS_1
"Ngapain kamu temenan sama dia?" tanya Rani lagi yang terus memojokkan Dimas
"Ya emang aku gak boleh punya temen? Udah kamu gak usah gangguin dia. Aku sama dia emang cuma temenan"
Pernyataan Dimas itupun membuat Rani semakin curiga. Tapi beberapa hari kemudian Dimas jadi lebih romantis pada Rani, Rani semakin bingung karna semenjak Dimas tidak pulang dia biasa saja bahkan kadang cuek pada Rani, karna sikap Dimas yang tiba-tiba romantis itu Rani semakin curiga. Rani memeriksa sadap-an hp Dimas lagi tapi Rani tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan. Rani terus mencari tau, dia mengecek media sosial Sasha yang katanya 'teman biasa' nya Dimas.
Akhirnya Rani menemukan jawaban kenapa Dimas tiba-tiba romantis dan sangat perhatian, padahal sudah setengah tahun lebih dia tidak pulang dan bersikap biasa saja sampai cuek pada Rani.
Rani menebak Dimas tidak mendapatkan lagi apa yang dia mau dari Sasha setelah melihat status Sasha yang merasa sedih karna kecewa pada Dimas dan melihat Dimas yang dari gelagatnya saja sudah seperti kehausan ***.
Setelah tidak pulang setengah tahun lebih akhirnya Dimas pulang menemui Rani. Rani paham untuk apa dia pulang selain untuk memuaskan hasrat seksualnya. Tentu saja Rani menolak ajakan Dimas.
"Umi?" panggil Dimas pada Rani yang mengurung diri di kamar karna tidak mau melihat Dimas
tok tok tok.. Dimas terus mengetuk pintu kamar
"Buka dong pintunya, Abi kangen sama Umi"
Rani tidak menjawab..
"Umi?.."
"Apa sih?" jawab Rani dengan kesal
"Gak!"
"Hhh.." Helaan nafas Dimas "yaudah"
Dimas menghampiri Azkia yang sedang bermain sendiri. "Kia lagi apa?" tanya Dimas
"Lagi main boneka-bonekaan Bi" jawab Kia
"Yuk main sama Abi." kata Dimas lalu memangku Azkia dipangkuannya
Dimas benar-benar diluar kendali, entah sadar atau tidak tapi perbuatannya benar-benar keji. Dengan bod*hnya Dimas mengelus-elus ******** Azkia darah dagingnya sendiri, Rani yang sedang dikamar pun keluar dengan amarah yang meluap-luap melihat perlakuan Dimas pada Azkia melalui cctv.
"PLAK!!" suara tamparan dari pipi Dimas
"Gila kamu ya?! Hah?! Tega banget kamu ngelakuin hal keji gitu ke anak sendiri! Pergi kamu!" Rani mengusir Dimas yang telah berbuat senonoh pada putrinya
Dimas tidak bisa mengelak dan langsung pergi meninggalkan Rani dan Kia dengan tatapan kosong. Dia pergi ke rumah orangtuanya, dan menyadari apa yang telah ia lakukan pada putri kecilnya.
__ADS_1
"Kia? Kamu gapapa kan?" tanya Rani sambil memeluk Azkia yang tidak mengerti dengan apa yang barusan dia lihat
"Maafin Umi dek" ucap Rani merasa bersalah karna apa yang terjadi pada Kia
Kia memeluk balik Rani, dia tidak mengerti apa yang terjadi padanya tetapi melihat Uminya menangis Kia paham bahwa ada yang membuatnya sedih.
Rani memutuskan untuk menjauhkan Kia dari Abinya, Rani juga mengabaikan semua pesan dan telepon dari Dimas. Dimas yang menyesal berusaha untuk terus meminta maaf pada Rani karna apa yang telah dia perbuat. Dimas datang ke rumah Rani dan mengaku ia lepas kendali sampai tidak sadar apa yang dia lakukan, ia berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya itu.
Melihat ketulusan Dimas meminta maaf, Rani pun memaafkannya dan mereka pun berbaikan meskipun Rani masih tetap kesal pada Dimas.
Sorenya..
Rani membuka ponsel Dimas saat Dimas sedang mandi, lalu ada notifikasi masuk dari nomor yang diberi nama laki-laki memberi foto testpack garis dua pada Dimas yang berarti positif hamil.
Belum lama mereka berbaikan, sudah ada lagi masalah yang muncul. Tanpa ba-bi-bu Rani menanyakan pada Dimas apa maksud chat ini.
Dimas yang baru keluar dari kamar mandi langsung disodorkan pertanyaan dari Rani, "Ini apa maksudnya?" tanya Rani
Dimas terlihat kaget "Ah ini mah temen aku iseng aja kali" ucap Dimas berusaha menutupi kepanikannya
"Mana ada iseng bawa-bawa testpack! Nama cowok lagi yang ngirimnya!" ucap Rani
"Beneran itu temen aku, dia emang suka iseng orangnya" ujar Dimas yang membela diri
"Gak mungkin! Coba sekarang kamu tanya ke dia apa maksud dia kirim ini kalo emang bercanda!" Pinta Rani sambil memberikan Hp nya pada Dimas
"Udahlah ngapain ditanggepin, biarin ajaa" Kata Dimas yang terus mengelak
"Yaudah biar aku yang nanya, sini Hp!" pinta Rani lagi
"Yaudah yaudah aku tanyain nih"
Setelah di desak terus menerus oleh Rani, Dimas pun mengaku kalau dia berhubungan dengan wanita itu.
"Iya aku emang berhubungan sama dia" kata Dimas yang pasrah, "tapi semenjak kamu chat dia tuh, aku udah gak kontakan lagi sama dia. Dia juga ngejauhin aku." sambung Dimas
Rani yang mendengar pengakuan Dimas tidak bisa menahan tangisannya dan membiarkan air matanya mengalir begitu saja.
"Namanya Sasha kan?" tanya Rani
"...Iya" jawab Dimas yang diam dulu sebelum menjawab
__ADS_1
Tangisan Rani semakin kencang dan terdengar sangat sakit. Bagaimana tidak? Lelaki yang dia cintai selama ini menduakannya bahkan saat dirinya sedang mengandung anak keduanya.
...----------------...