
Rani mengira rencananya untuk bisa kerja di kota bisa semulus yang dibayangkan. Tetapi akhirnya dia hanya 5 bulan kerja di perusahaan yang membuatnya pergi ke Jakarta. Selama kerja disana Rani bukannya mengirimkan uang bulanan untuk Ibunya karna sebelumnya dia ingin membantu perekonomian keluarga, tapi ia malah meminta dikirim uang karna uang simpanannya sudah tidak cukup dan itu terjadi tiap bulan.
Rani pun mencari pekerjaan lagi yang menurutnya nyaman dari berbagai aspek. sampai bertemu lah Rani dengan seorang yang menawarkan pekerjaan dengan gaji yang cukup tinggi dan akhirnya Rani tertarik untuk bergabung dengan mereka.
Ini kesempatan bagus jika benar gaji yang ditawarkan itu cukup tinggi agar bisa mengirimkan uang bulanan untuk Ibu, begitu pikir Rani.
Benar saja gajinya memang tinggi dan jabatannya setara dengan manajer, tetapi Rani harus mencari seseorang untuk gabung dengan timnya, dan targetnya adalah orang-orang menengah ke atas. Tentu saja Rani tidak bisa melanjutkan pekerjaannya itu, karna sistim kerjanya sama dengan MLM. Rani hanya bertahan 3 bulan.
Bagaimana dengan Dimas?
Dimas sendiri pun sudah mendapat pekerjaan lagi yang tempatnya tidak terlalu jauh dari kost-an Rani. Kadang Dimas mampir ke kost-an untuk sekedar bertemu Rani atau mengajak Rani jalan-jalan.
Diperjalanan pulang ke kost-an setelah mereka jalan-jalan sambil mencari makan, Rani melihat ada tulisan "Lowongan Pekerjaan" di salah satu retail dekat kost-an nya. Tanpa pikir panjang Rani segera menyiapkan berkas lamarannya.
Setelah menunggu beberapa hari, Rani dipanggil untuk wawancara kerja dan akhirnya Rani diterima kerja ditempatkan di retail dekat kost-an nya.
Rani menelpon Ibunya dan memberi kabar kalau mulai besok dia bisa kerja dan Rani janji akan mengirimkan uang bulanan hasil dari kerjanya. Rani cukup lama kerja di retail ini, meskipun kadang harus masuk sift malam karna toko retail ini buka 24 jam.
*Beberapa bulan kemudian..
"Rani, Ibu dan Alea akhir bulan ini mau ke Jakarta ya. Ibu mau jenguk kamu sekalian ngerayain tahun baru. Pasti rame disana ya kan?" ucap Ibu senang saat menelepon Rani
"Iya bu, disini rame kalau tahun baru. Nanti kita ke bundaran HI. Disana pasti rame banget"
"Yeeey, nanti kakak belanjain aku jajanan yang banyak yaa. terus ke kebun binatang juga yaa. Yaa?" sambung Alea yang mengambil alih telpon yang dipegang Ibu
"Iyaa dek,"
"Nih bu" kata anak 12 tahun itu menyerahkan handphone ke Ibunya lagi
"Nanti Rani kirim alamatnya ya bu"
"Iya Ran. Kamu jangan lupa sholat."
"Hehe iyaa bu"
"Dimas suka main gak?" tanya Ibu
"Suka bu hehe" jawab Rani cengengesan
"Jangan macem-macem ya. Ibu emang gak tau apa yang kalian lakuin, tapi Allah Maha tau"
"Iya iyaa buu"
"Yaudah ibu tutup ya telponnya, wassalamu'alaikum"
"Wa'alaikumusalam"
"Ah capek juga hari ini. Mana banyak minusan lagi tadi, huh!" ucap Rani pada dirinya sendiri
...----------------...
__ADS_1
Tinung!.
*suara notifikasi masuk pada aplikasi BBM (BlackBerry Messenger). Pesan itu dari Dimas
...----------------...
DIMAS❤️
"PING"
"PING"
"PING"
"Sayang udah pulang?"
^^^"Udah, nih baru rebahan"^^^
"Udah makan?"
^^^"Belum, kamu hari ini mau kesini gak?"^^^
"Aku kesana malem bisanya, gimana?"
^^^"Aduh aku udah laper lagi, yaudah aku beli sendiri deh ke depan nyari makan mumpung masih sore"^^^
"Yaudah sana gih"
^^^"Iyaa ini mau"^^^
...----------------...
"Ibuu" sambut Rani pada ibunya yang baru datang dijemput Dimas
"Sehat kan sayang?" tanya Ibu
"Alhamdulillah bu, gimana perjalanannya?"
"Macet tau kak ihh" jawab Alea
"Yaudah masuk ayo"
"Mau minum apa? Mau es atau yang anget-anget?" tanya Rani menawarkan pada ibu dan Alea
"Aku mau es dong kak"
"Yaudah bentar kakak beli dulu ke depan ya"
"Udah biar aku aja yang beli" kata Dimas menawarkan diri
"Yaudah, mau es apa dek?"
__ADS_1
"P*p ice rasa coklat aja deh" jawab Lea
"Ibu mau es apa?" tanya Rani
"Udah satu aja buat Lea" ucap Ibu yang tidak mau merepotkan anaknya
"Beliin rasa alpukat buat Ibu ya" kata Rani sedikit berbisik pada Dimas
"Oiyah sama cemilannya juga yaa"
"Siap" kata Dimas
"Luas juga ya kost-an nya" kata Ibu
"Iya lumayan bu"
"Kak kapan kita ke Ragunan?" tanya Alea yang bersemangat
"Maunya kapan? Deket ini mau kapanpun bisa hehe" jawab Rani
"Hmm nanti aja abis Tahun baruan gimana?" tanya Lea lagi
"Rame nanti mah, besok aja"
"Yeeey!"
Keesokan harinya mereka pun pergi ke Ragunan yang bertempat di Jakarta Selatan. Alea sangat senang bisa melihat berbagai macam binatang yang biasanya dia hanya bisa lihat dari layar televisi.
Rani, Alea, dan Ibu bergantian diantar Dimas ke Ragunan. Karna jarak dari kost-an cukup dekat ke Taman Margasatwa Ragunan itu.
Malam tahun baru tiba dan mereka pergi ke tempat-tempat yang ramai orang berkumpul untuk merayakan tahun baru 2013.
** 6 bulan kemudian.. **
Rani memutuskan untuk keluar dari toko retail itu, dan mencari lowongan kerja lain. yang akhirnya kerja di toko retail juga hanya beda nama saja.
Ditoko retail sekarang Rani bertahan cukup lama juga, setelah bosan dia resign dan mencari pekerjaan lain. Siklus seperti itu terus berulang, entah untuk menambah pengalaman atau karna dia selalu bosan.
Sampai akhir tahun 2014 tiba, Rani masih saja mencari pekerjaan, setelah diterima dia bekerja kemudian beberapa bulan dia resign. Terus seperti itu, Dimas yang melihatnya pun menyarankan untuk mencari pekerjaan di kotanya saja supaya tidak banyak mengeluarkan uang karna pasti biaya hidupnya lebih besar jika terus berpindah-pindah tempat kerja.
Saran Dimas jadi pertimbangan untuk Rani, Rani menelpon Ibu dan meminta saran bagaimana baiknya. Ibu setuju apa yang disarankan Dimas, lebih baik Rani bekerja disini karna lebih terpantau juga oleh ibu, begitu pikir Ibu.
Di pertengahan tahun 2015 Rani mencoba untuk berjualan tas secara online yang dia pasarkan di market place facebook mengikuti Dimas yang menjual spare part motor untuk kerja sampingannya sejak tahun 2014 akhir.
Usaha Rani berjualan tas tidak berlangsung lama, dia mencari peruntungan lain lagi tetapi hasilnya sama. Akhirnya dia mencari pekerjaan lagi dan mendapat pekerjaan di bank simpan pinjam yang cukup dikenal di kalangan ibu-ibu.
Hubungannya dengan Dimas juga tidak selalu harmonis tetapi setiap mereka bertengkar pasti cepat berbaikan. Mereka sudah ada niat untuk melanjutkan hubungannya ke jenjang yang lebih serius.
Selama Dimas bekerja dan melakukan pekerjaan sampingan, dia tidak cukup banyak mengumpulkan uang untuk biaya pernikahannya karna uangnya selalu terpakai untuk membeli stok sparepart.
Semakin lama kerjaan sampingannya menurun sampai akhirnya dia harus membanting harga supaya stok yang sudah dia beli terjual untuk bisa segera meminang Rani menjadi istrinya. Tetapi uang yang dia kumpulan masih kurang, Dimas menceritakannya kekurangan dananya untuk pernikahan mereka pada Rani, dan meminta bantuan pada Ibu Rani untuk meminjam uang pada Bank.
__ADS_1
Ibu menyetujuinya dan akhirnya mereka pun menikah pada awal tahun 2016.
...----------------...