
Mutia adalah istri dari adik iparnya, Mutia pun belum tau permasalahan dikeluarga besar suaminya yang biasa dipanggil Dul. Karna sama-sama ipar mereka cukup dekat, sebelum menikah Mutia juga sering menghubungi Rani karna yang ia tau Rani adalah kakak iparnya.
Saat hari H pernikahan Mutia dan Dul, Rani enggan datang meskipun Mutia sudah mengundangnya. Hanya Azkia yang datang itupun dijemput kakak iparnya, ia tidak mau bertemu dengan Dimas yang bisa saja hadir dengan Sasha.
"Aku denger kak Dimas banyak hutang ya kak?." tanya Mutia lewat telepon
"Iya." jawab Rani pada Mutia yang baru satu bulan menikah dengan adik Dimas jadi ia belum mengetahui alasan Dimas menikah lagi.
"Aku denger-denger sih katanya istri kak Dimas ini dikasih warisan sama keluarganya, mungkin itu salah satu alasannya mereka welcome sama istrinya kak Dimas. Biar kak Dimas bisa bayar hutang atau semacamnya kali ya?." kata Mutia
"Kamu ngomongnya kok begitu?." tanya Rani tiba-tiba dengan nada tinggi
"Hah, aku salah ya kak? Maaf kak aku bukan bermaksud gak sopan." Ucap Mutia gelisah
"Bisa aja bener apa yang kamu bilang, haha yaudahlah cukup tau aja kakak mah." kata Rani yang tiba-tiba menjawab dengan santai dan diiringi sedikit tertawa mengusili adik iparnya
"Kak Rani gak marah?." tanya Mutia hati-hati
"Enggak ko, tadi becanda aja. Untung kamu ngomong gitu sama kakak, kalo sama yang lain bisa habis kamu. Tapi emang bener sih kata kamu tadi, dan bisa aja dugaan kamu juga bener."
"Ah syukurlah, aku kira kakak marah. Yaa aku juga gak berani ngomong gitu ke yang lain hehe."
"Iya jangan sampe ya, kamu baru jadi bagian keluarga mereka masa mau langsung 'ditendang'?." ucap Rani mengingatkan
"Eh ya janganlah kak."
"Iya pokonya jaga ucapannya yaa."
"Aku mau tanya kak, maaf nih kalo lancang. Kakak udahan sama kak Dimas karna apa kak?." tanya Mutia
"Kamu tanya aja ke Dul, dia juga pasti tau." saran Rani
"Dul gak ngasih tau kak."
"Yaaa mungkin emang belum waktunya kamu tau."
__ADS_1
"Hmm iya deh kak, Kia nya kemana kak?."
"Ada tuh lagi main sama adiknya."
Saat ini perlahan Rani bisa mengikhlaskan dan melupakan semua kenangan saat bersama Dimas. Menurutnya pengkhianat dan penggoda memang pantas bersatu, seorang wanita pembohong dan lelaki pembohong sangat cocok disandingkan.
Cukup lama Rani menyembuhkan luka dihatinya. Hari berganti hari, bulan berganti bulan akhirnya ia pun menerima semua kejadian yang menimpanya dengan legowo. Meskipun awalnya sulit tapi Rani perlahan bisa menerimanya,
Kini dia harus kuat untuk bisa menghidupi kedua anaknya. Berbagai macam usaha dia lakukan karna tidak mungkin jika harus bekerja pada orang lain mengingat kedua anaknya masih kecil.
Dengan niat dan tekadnya yang kuat, Rani membuat berbagai macam makanan ringan dan memasarkannya lewat media sosial juga ke warung-warung terdekat. Selain makanan ringan dengan daya tahan lama, ia juga mencoba berbagai resep makanan yang lebih enak dimakan hari itu juga.
Mulai dari makanan manis, asin bahkan pedas. Rani terus mencoba menyempurnakan resep cemilan-cemilannya agar dapat rasa yang pas dan bisa dipasarkan.
"Assalamualaikum, bu ini titipan saya. Nanti sore saya kesini lagi ya." Kata Rani pada ibu penjaga warung
"Wa'alaikumusalam, ada berapa bungkus neng?" tanya ibu yang berjualan di warung dekat sekolah
"Ada 20 bungkus ya bu."
"Oh iya neng simpen aja disitu"
Rani mencari warung-warung dan kantin sekolah yang bisa dititipi cemilan yang dia buat, ia memperluas pemasarannya bukan hanya sekitar saja tapi Rani juga coba ke yang lebih jauh sekiranya banyak peminatnya.
Setiap sorenya Rani mengambil hasil penjualan dan sisa cemilan yang tidak terjual. Sayangnya tidak semua jualannya laku, tapi Rani tidak patah semangat. Ia mencari cara agar cemilan yang dia buat setidaknya bertahan sampai besok.
Selain sibuk memperbaiki resepnya, Rani juga tetap membuat cemilan yang bertahan lama dan memasarkannya secara online dan offline. Setidaknya jika online susah mendapat customer, masih ada pemasaran secara offline yang barangnya ada dan terlihat secara langsung oleh calon pembeli. Begitu pikir Rani.
*Beberapa bulan kemudian..*
Penjualan cemilan yang bertahan lama atau cemilan kering meningkat pesat sampai akhirnya Rani harus terus menyetok agar saat pemasokan tidak perlu lama menunggu. Sedangkan cemilan 'basah' atau yang paling lama bertahan hanya 2 hari mengalami penurunan, itupun sudah alot.
Akhirnya Rani memilih untuk fokus pada pembuatan cemilan kering dan memasarkannya lebih luas lagi agar produk cemilannya bisa lebih banyak dikenal orang. Hampir setiap hari Rani membuat cemilan kering itu sendiri, dari mulai menyiapkan bahannya sampai mengepaknnya.
Setiap satu minggu sekali Rani memasok cemilannya ke warung-warung dan kantin sekolah. Karna banyaknya peminat kadang cemilan keringnya habis sebelum waktunya ia memasok sehingga dia harus lebih awal atau menyetok lebih dari biasanya ke warung itu.
__ADS_1
Rani pun memperbanyak jenis cemilan keringnya agar calon pembeli tidak bosan dan bisa memilih cemilan yang lain. Ia terus mengembangkan usahanya dibidang makanan ini, semakin hari pembeli semakin bertambah. Calon pembeli dari luar daerah juga berdatangan dan tertarik melihat promosi Rani di akun media sosialnya.
Orderan pertama yang harus dikirim lewat kurir memang baru sedikit, tapi Rani berharap itu awal dari keberhasilannya agar bisa menembus pasar luar kota. Rani pun mengepaknya sebaik mungkin supaya cemilan keringnya bisa sampai tanpa rusak luar dan dalamnya.
"A, saya mau ngirim ke alamat ini." ucap Rani pada admin jasa kirim
"Oh boleh, tulis aja disini ya nanti saya cek lagi. Bentar ya." kata admin yang sedang sibuk itu
Rani menulis ulang dikertas yang diberikan, ia menunggu adminnya selesai. Karna ini orderan pertamanya Rani memastikan agar paketnya bisa sampai ke customer dengan selamat.
"Oh ini makanan ya?." tanya admin
"Iya A."
"Ongkirnya 20ribu kak."
"Lumayan yaa.." ucap Rani menyayangkan
"Gimana?." tanya admin lagi
"Iya gapapa A."
"Kalo mau murah coba dijualnya lewat e-commerce, biasanya suka ada potongan ongkir gitu" saran admin
"E-commerce? Ohh kayak Sh*pee gitu ya?." tanya Rani memastikan
"Iyaa kayak gitu, lumayan potongannya juga."
"Oh iya iya, nanti saya coba deh."
"Ini kak resinya." ucap admin memberikan hasil print resi pengiriman
"Oh iya, makasih ya A."
"Iya sama-sama."
__ADS_1
Sepulang dari gerai jasa kirim, Rani mencoba saran dari admin tadi. Ia instal aplikasi oren itu, login dan coba membuat toko di aplikasi itu kemudian menambahkan foto produknya.
...----------------...