Trauma Menikah

Trauma Menikah
17. Pencarian (1)


__ADS_3

"Oiya tadi kamu sendirian bawa mobil?" Tanya Rani yang baru ingat mobil mewah milik Haris dibiarkan disana


"Oh enggak kok, dikursi belakang ada asisten aku yang ketiduran. Nanti aku call" Kata Haris


"Ooh yaudah call sekarang aja takutnya dia pules tidurnya" saran Rani


"Iya iya, dia emang agak susah sih dibanguninnya"


"Apa kita mau balik lagi aja?" saran Rani lagi


"Hmm boleh deh, tapi kalo mereka masih ada disana gimana?" Tanya Haris


"Yaa udah kita pelan aja lihat-lihat dulu"


"Oke"


Haris adalah teman kecil Rani yang selalu ada disetiap keadaan. Tapi Haris baru berkomunikasi lagi dengan Rani saat tau ada produk makanan yang sedang naik daun dan ternyata itu adalah milik teman kecilnya. Haris pun membantu memasarkan produk Rani di berbagai media platform, karna bisa dibilang dia influencer yang cukup dikenal.


Dan seperti yang terlihat, hubungan pertemanan mereka pun baik-baik saja sampai sekarang.


...----------------...


Seiring berjalannya waktu, Rani yang setiap hari sibuk dengan pekerjaannya. Mengurus anak tetap ia lakukan walaupun masih dibantu asisten rumah tangga. Karna kesibukannya diluar rumah jadi mau tidak mau dia mempekerjakan asisten untuk dirumah agar anak-anaknya terurus dengan baik.


Meskipun kadang Ibu Rani datang untuk bertemu kedua cucunya dan ikut merawatnya. Syukurnya kedua anaknya pengertian pada sang Ibu yang harus bekerja lebih keras untuk mencukupi kebutuhan mereka.


Bagaimana dengan masalah percintaan?


Sebenarnya sudah lebih dari 5 orang yang mendekati Rani, ingin menjalin hubungan dengan Rani. Tapi kini Rani terlalu pemilih untuk mencari kekasih hati.


Semata-mata bukan sekedar pemilih, tapi karna pengalaman pahitnya lah yang membuat dia jadi pemilih.


Awalnya Rani tak mau ambil pusing masalah percintaannya, tapi semakin lama Rani juga merasakan sedikit kesepian. Akhirnya Rani mencoba membuka hati untuk orang yang ingin mengenalnya.


Berbagai macam orang yang mendekatinya, dari orang biasa sampai orang yang "luar biasa". Selagi belum ada yang "sreg" dengan visi dan misinya sekarang, ia terus mencari seseorang itu.


(Lagi) Rani didekati seorang yang 'paham agama', sebut saja Riko. Rani sudah cukup lama mengenalnya tapi ia baru sekarang mencoba untuk membuka hatinya pada lelaki itu.


Hubungan mereka cukup lancar dan berjalan berbulan-bulan sebelum Rani tau kalau ibunya Riko tidak ingin jauh dari anaknya dan meminta Riko untuk tinggal dirumahnya jika sudah menikah.


Sedangkan Rani tidak mau satu rumah dengan mertua, bukan karna takut calon mertuanya ikut campur saja tapi Rani sudah punya rumah di perkotaan sedangkan rumah orangtuanya Riko ada di pedesaan. Itu bisa menghambat kerja Rani dengan para pegawainya, dan lagi bagaimana rumah yang ditempatinya sekarang kalau Rani harus ikut ke pedesaan?. Begitu pikir Rani

__ADS_1


Akhirnya merekapun memutuskan hubungan karna ketidakcocokan itu. Rani mencoba lagi mencari seseorang untuk bersamanya dalam waktu yang lama sampai akhirnya iapun bertemu dengan Raditya,


Tetapi sayangnya Rani tidak tertarik pada Radit. Sebaliknya, Radit tertarik dengan Rani tapi ia tidak bisa memaksa Rani untuk membuka hati untuknya. Jika Radit tidak bisa bersama Rani dalam sebuah status, ia rela jadi pelarian Rani. Apapun keadaan Rani, ia menerimanya.


Mereka pun memutuskan untuk berteman atau mungkin Radit menanggap Rani seperti adik karna umurnya yang lebih tua dari Rani. Radit selalu perhatian pada Rani, dia selalu menerima semua keluh kesah Rani, curhatan Rani baik masalah kerjaan atau bahkan masalah percintaan.


Rani pun percaya pada Radit yang kini menjadi teman curhatnya, ia selalu meminta pendapat pada Radit jika ada yang mendekatinya. Tidak hanya itu, Radit pun dekat dengan anak kedua Rani yaitu Al.


Karna dasarnya Al kehilangan figur seorang ayah, Radit datang pada mereka. Al selalu menempel dengan Radit, mereka sudah seperti anak dan ayah. Al dan Azkia juga sering berjalan-jalan dengan Radit bahkan kadang membelikan mainan untuk kedua anak Rani.


"Om, Al mau ini boleh?" tanya Al pada Radit


"Boleh dong, mau apa lagi? Kakak mau beli apa?" tanya Radit pada Kia


"Hmm kakak nanti main bareng aja sama Al" jawab Kia


"Loh kenapa? Ayo ambil aja mau beli mainan yang mana?" kata Radit menawarkan lagi


"Gapapa om, mainan kakak udah banyak dirumah"


"Yaampun pinter banget jawabnya Kia" kata Radit


"Yaudah Kia mau makan gak? Atau mau beli es krim?" tawar Radit


"Boleh dong, kan om yang nawarin"


"Yaudah Kia mau es krim aja" kata Kia


"Al juga mau om" rengek Al


"Kalo gitu ayo kita beli"


"Ayoooo" jawab Kia dan Al bersemangat


Kia sudah cukup besar dan dia sedikit sungkan pada Radit, sebisa mungkin Kia tidak terlalu banyak meminta. Rani juga berpesan pada Kia dan Al jangan terlalu banyak meminta pada Radit, walau sudah dekat bagaimanapun juga Radit hanya orang lain bagi mereka. Tapi Al tidak bisa mengontrol dirinya kalau sudah bertemu mainan dia lupa dengan nasihat Ibunya.


"Mamaaaa" panggil Al saat sudah sampai rumah


"Adek, kakaknya mana?" tanya Rani


"Ada tuh lagi jalan kesini"

__ADS_1


Kia masuk ke rumah diiringi dengan Radit


"Ma, aku pulang" ucap Kia mencium tangan Ibunya


"Mas Radit makasih ya udah ajak anak-anak jalan" kata Rani


"Sama-sama Ran, kebetulan aku juga lagi libur jadi daripada bete mending ajak mereka main"


"Pasti repot kan bawa mereka main? Aku gak enak sama kamu apalagi bawa Al yang doyan beli mainan padahal mainan banyak juga"


"Gakpapa kok, aku juga seneng lihat mereka seneng"


"Syukurlah. Eh mas masih inget gak sama cowok yang waktu itu aku ceritain?"


"Yang mana? cowok yang kamu ceritain kan gak cuma satu" jawab Radit dengan tawanya


"Ih yang ituloh..."


Rani bercerita lagi tentang laki-laki yang mendekatinya..


"Kesel banget deh, mana kerjaan aku juga lagi banyak. Dia maksa-maksa aku buat kirim uang katanya hp dia ilang lah, ibunya sakitlah" dumelnya


"Untung kamu cerita dulu ke aku, kalo enggak bisa-bisa kamu kena tipu tanpa sadar" kata Radit


"Hahhh gak habis pikir bisa-bisanya aku kenal cowok begitu"


"Ya kamu jangan asal mau acc kalo ada yang add kamu di ig atau di sosmed manapun"


"Iya iyaa ah. Btw usaha baru Mas lancar gak?"


"Yaa lumayanlah, agak repot sih buka jasa ekspedisi ditempat pedalaman. Modalnya juga gak sedikit"


"Pasti sih, padahal aku udah bilang jangan dipedalaman. Kan bisa di perkotaannya"


"Diperkotaan kan udah banyak, nah dipedalaman agak susah dan pasti lama nyampenya gitu."


"Iya iya deh semoga sukses ya Mas"


"Aamiin, yaudah aku pulang dulu dah udah sore ini"


"Yaudah, sekali lagi makasih ya udah ajak anak-anak main"

__ADS_1


"Santai aja lah"


...****************...


__ADS_2