
Setelah berbahagia karna kelahiran putri pertamanya, Dimas mendapat kabar buruk kalau perusahaan tempatnya bekerja akan ada PHK karna masalah internal.
Dimas mencari pekerjaan lagi ancang-ancang kalau dia juga kena PHK. Dia segera mencari gantinya. Dan benar saja Dimas kena PHK dengan alasan pengurangan karyawan.
Dimas bersyukur karna akhirnya dia mendapat pekerjaan dari temannya yang manajer salah satu SPBU swasta. Dimas bekerja disana dengan gaji yang lebih besar dibanding sebelumnya,
Tak cukup sampai disitu, setiap Dimas pulang ia selalu disuguhkan dengan rumah yang berantakan. Saat Rani baru melahirkan dia masih mewajarkannya dan dia inisiatif membantu membereskannya, tapi semenjak Rani mulai bekerja lagi rumah semakin berantakan sampai Dimas sendiri muak melihatnya. Dimas sadar kalau sejak zaman pacaran Rani memang kurang pandai dalam hal pekerjaan rumah, dia pikir mungkin jika sudah menikah Rani punya kesadaran untuk lebih rapih dalam beres-beres rumah.
Pada awalnya Rani memang berubah menjadi lebih rajin untuk melakukan pekerjaan rumah, tapi sampai saat ini anaknya sudah berusia 10 bulan rasanya tidak ada perubahan. Kecuali saat Mamanya atau mertuanya datang barulah Rani bersih-bersih, kadang Mamanya membantu pekerjaan rumah ketika sedang berkunjung.
Sudah hampir setahun Dimas kerja disini, kinerjanya cukup baik dan saat akan naik jabatan tiba-tiba Dimas dipecat entah apa alasannya.
Akhirnya dia memutuskan untuk pulang dan mencoba berbagai usaha, mulai dari berjualan baju distro sampai berdagang makanan pun ia pernah. Tetapi tidak ada yang bertahan lama, untuk memulai semua usaha itu dia berhutang (lagi) pada koperasi yang biasa mertuanya pinjam atas nama mertuanya.
Karna ketidakstabilan ekonomi dan Rani terlanjur resign, Dimas tidak bisa membayar hutangnya secara rutin sehingga harus mertuanya yang menalangi hutangnya.
Semakin lama Dimas semakin seenaknya karna tidak membayar hutangnya ke koperasi. Dimas meminta Rani untuk meminjam uang pada bank atas nama Rani untuk membayar hutang yang ditalangi mertuanya. Dengan banyak pertimbangan Rani meng-iyakan permintaan suaminya.
Rani meminjam dengan jumlah yang cukup besar karna saran Dimas juga agar sisanya untuk membuka usaha lagi.
Dimas membuka toko onderdil motor ditengah perkotaan. Tanpa persiapan dan ilmu berdagang yang matang dan hanya berharap untung yang besar karna melihat kakak sepupunya yang juga punya toko onderdil sukses. Tapi tokonya hanya bertahan beberapa bulan saja.
Pada akhirnya Dimas hanya menambah jumlah hutangnya saja dan mereka harus tetap membayar cicilan hutang mereka, lagi-lagi Dimas mencari pinjaman sana sini untuk menutup hutangnya sampai ia harus menggadaikan sertifikat rumah Mamanya karna dia sudah sangat bingung mencari pinjaman kemana lagi.
__ADS_1
Ditengah himpitan ekonomi nya yang sedang sulit, Dimas mendapat kabar kalau Bapaknya mempunyai istri muda ditempat rantau, Mamanya syok karna mereka sampai memiliki 1 anak, tetapi betapa tabahnya hati Mama Dimas tetap menerima suaminya yang sudah berselingkuh.
Dimas bingung harus membantu dengan cara apa, karna untuk memberi uangpun dia sendiri masih kesulitan. Akhirnya Mama Dimas pergi ke kota dan bekerja sebagai ART meskipun awalnya Dimas tidak setuju tapi ia juga tidak bisa bantu banyak.
Rani meminta izin Dimas untuk kembali bekerja di salah satu koperasi simpan pinjam. Karna pengalaman sebelumnya yang sudah jadi manajer area, Rani diterima meskipun dia sudah menikah dengan syarat target yang lebih besar dibanding pekerja lain. Rani menyetujuinya dan mendapat waktu 3 bulan untuk mencapai targetnya.
Dimas yang berharap Rani bisa terus bekerja akhirnya memilih menganggur dirumah menjaga anaknya. Mendengar hal itu, Mama Dimas marah karna seharusnya yang bekerja itu Dimas bukan Rani.
"Kamu itu kepala keluarga, harusnya kamu yang kerja keras bukan Rani!" kata Mama mengingatkan. "Sini berangkat lagi ke Jakarta, Mama dapet info lowongan kerja dari temen Mama, nanti Mama bilang kalo kamu mau kerja disana." sambung Mamanya lewat telepon
"Kerja apaan Ma?"
"Udah sini aja dulu, harga diri laki-laki itu bekerja apapun pekerjaannya!"
"Mama tunggu ya, nanti Mama kirim alamatnya"
"Iya Maaa"
Pada akhirnya Dimas pergi merantau lagi dan mulai bekerja ditempat teman Mamanya. Untuk mencari uang tambahannya Dimas mendaftar jadi ojek online yang saat itu sudah mulai banyak peminatnya. Dimas jadikan ojek online sebagai pekerjaan sampingannya.
2 bulan kemudian Dimas dapat kabar kalau Rani pingsan saat sedang bekerja dilapangan. Rani dibawa ke Rumah Sakit. Setelah diperiksa oleh dokter, Rani pun harus di infus dan baru bisa pulang sampai infusan nya habis. Menurut pemeriksaan dokter Rani hanya kelelahan karna terlalu keras bekerja dengan kondisi perut kosong.
Dimas yang mendengarnya lebih lega dan mengingatkan Rani untuk terus makan walaupun dia sedang kerja mengejar target.
__ADS_1
"Aku tau kita banyak cicilan buat bayar hutang, aku juga lagi usaha disini. Kalo kamu mau bantu juga gapapa tapi kamu jaga kesehatannya, jangan telat makan yaa?" kata Dimas lewat telepon
"Iya, kamu juga disana jaga kesehatan ya" jawab Rani mengingatkan Dimas juga
"Iya pasti ko"
Semenjak Dimas kerja dan jadi ojol, pendapatan mereka mulai stabil. Sedikit demi sedikit hutang mereka dibayar walaupun masih jauh dari kata lunas. Dimas dan Rani sibuk bekerja, Azkia selalu dititipkan pada mertuanya atau ibu Rani. Saat ini usianya sudah menginjak 13 bulan tetapi karna badannya yang kurus Kia belum pandai berjalan.
Sampai tiba suatu hari Azkia terus menerus poop sampai badannya lemas seperti sudah tidak ada tenaga, neneknya mengabari Rani dan segera meminta Rani untuk membawanya ke dokter. Setelah selesai dari dokter dan meminum obatnya, tapi seharian tidak ada perubahan dan Azkia semakin lemas bahkan untuk menangis saja dia tidak mampu.
Tanpa pikir panjang Ibu menyarankan untuk membawa Kia ke Rumah Sakit agar ditindak lebih lanjut, tapi Rani mengikuti kata dokter sebelumnya untuk menunggu reaksi dari obatnya.
Dimas yang sedang mendengar obrolan lewat telepon dan Ibu yang mendengar langsung marah karna apa yang dikatakan Rani. Putrinya sudah sangat lemas lunglai begitu tapi harus menunggu reaksi obat yang bahkan tidak ada perubahan sedikitpun.
"Ini anak udah lemes banget gak ada tenaga, mau poop juga gak ada yang keluar tapi kamu minta tunggu reaksi obat dulu? Gak kasian lihat anak sendiri kayak gini? Hah?!" Tanya Ibunya pada Rani dengan sangat kesal
"Tapi tadi kata dokter kan tunggu dulu reaksi obatnya, kalo masih kayak gini baru bawa ke Rumah Sakit." jawab Rani
"Rani kamu denger kata Ibu aja! Anak sampe lemes gitu badannya mau tunggu sampe besok?" tanya Dimas yang ikut kesal pada Rani
"Udah sekarang kita ke Rumah Sakit, biar ditangani sama dokter. Gapapa kalo harus di infus yang penting ada yang masuk ke badannya. Tiap makan kan Kia muntah, pengen poop juga apa yang keluarnya kalo makan aja selalu muntah lagi?"
Mendengar penjelasan ibu akhirnya Rani setuju untuk membawa Azkia ke Rumah Sakit. Dimas yang sedang diperantauan segera pulang karna mengkhawatirkan putrinya.
__ADS_1
Setelah habis 1 kantung infusan, Azkia sudah lebih fresh dan tidak selemas sebelumnya. Dokter mendiagnosis kalau pencernaan Azkia terganggu dan mengalami muntaber sehingga Kia kekurangan cairan ditubuhnya.