Trauma Menikah

Trauma Menikah
13. Perpisahan (2)


__ADS_3

"Iya saya pacar Sasha sebelum dia tunangan dengan Dimas"


^^^"Ada perlu apa ya?"^^^


"Apa kamu bisa bujuk Dimas buat batalin pertunangannya?"


^^^"Kalau bisa mungkin sekarang mereka gak bakal tunangan"^^^


"Hahh saya gak paham tiba-tiba dia ngajak putus terus beberapa hari kemudian dia posting foto tunangan sama Dimas. Pas saya cari tau ternyata Dimas udah punya anak dan istri, kok bisa gitu dia tunangan sama laki-laki yang sudah beristri. Padahal dulu dia anaknya polos-polos gitu sampai saya rasanya pengen ngelindungin dia."


^^^"Dia udah dibutakan oleh cinta Mas, relain aja perempuan kayak dia. Mas pantes dapet yang lebih baik dari dia."^^^


"Gak bisa gitu bujuk suaminya?"


^^^"Enggak, dia juga udah buta sama cinta. Gak ada yang bisa saya harapin lagi dari dia, padahal saya waktu itu udah pernah kasih tau Sasha problemnya Dimas tapi dia tutup mata buat lihat kenyataan yang saya kasih tau."^^^


"Problem apa emang kalo boleh tau?"


^^^"Dimas itu banyak hutang, hutangnya ada dimana-mana, pinter berbohong lagi. Dia juga gak pernah ada niatan buat bayar. Akhirnya saya juga yang bayar sama Ibu saya tapi yang hanya atas nama saya aja. Kalo yang atas nama dia sih saya gak mau, biarin aja itu urusan dia sama yang hutangin."^^^


"Waduhhh... serius? Beneran sih ini mah dia udah dibutakan cinta"


^^^"Yaa, makanya kamu beruntung putus dari dia. Karna saya kayanya tau alasan dia mutusin kamu"^^^


"Apa emang?"


^^^"Udah kamu gak perlu tau, yang penting kamu harus bersyukur udah putus dari dia"^^^


"Hmm oke. Maaf udah ganggu waktunya ya kak🙏🏻 dan makasih udah kasih tau saya"


^^^"Ya sama-sama"^^^


"Kalau saya berhak dapat yang lebih baik dari Sasha, kak Rani juga berhak banget dapat yang lebih baik dari Dimas."


^^^"Aamiin, tentu saja. Makasih"^^^

__ADS_1


...----------------...


**H-7 syukuran..**


Beberapa hari sebelumnya Rani meminta Dimas untuk memberi nama pada putra kedua mereka, bukan semata-mata untuk memberi Dimas kewenangan pada putranya, Rani hanya berharap setidaknya Dimas bertanggungjawab atas pemberian nama pada putranya.


'Aqlan Purnama' adalah nama yang diberikan Dimas untuk putranya. Rani menerima nama itu, awalnya semua baik-baik saja sampai tiba suatu hari Dimas yang tidak sabar menunggu surat itu memaksa Rani dengan berbagai ancaman yang bersangkutan dengan putranya.


Entah karna apa dia melakukan itu. Dimas terus mendesak Rani dengan menelpon berkali-kali dan mengirim pesan terus menerus seperti spam. Sampai Rani pun muak dan akhirnya ia menandatangani surat gugatan perceraiannya setelah terus mencoba berpikir jernih dan berusaha mengikhlaskan apa yang terjadi pada rumah tangganya.


Karna rasa kecewanya pada Dimas berperilaku seperti itu, Rani mengubah nama putranya jadi 'Alfath Dwi Rizky'. Rani tidak ingin putranya berhubungan dengan ayah biologisnya, ia takut Al diperlakukan tidak baik jika mereka bertemu sampai akhirnya Rani selalu menghalangi Dimas untuk bertemu dengan Al.


**H-2 syukuran..


Bapak mertua Rani datang karna diminta Dimas untuk mengambil surat gugatan itu untuk segera diberikan ke pengadilan agama.


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumusalam, masuk dulu pak" jawab Rani dan mempersilahkan Bapak mertuanya untuk mampir dulu


"Diminum dulu pak" kata Rani menyuguhkan minum


"Iya, kapan acaranya?" tanya Bapak yang sudah tahu akan diadakan syukuran kelahiran cucunya


"Lusa pak, bapak datang ya."


"Insyaallah ya, kebetulan bapak lagi bantu-bantu paman siapin pesenan seragam sekolah gitu"


"Ohh iya iya"


"Dimas udah bilang kan?" tanya Bapak memberi tahu tujuannya datang


"Udah, bentar Rani ambil dulu" kata Rani yang paham apa maksud mertuanya. "Nih pak" sambung Rani memberi amplop coklat


"Kalau ini yang terbaik buat kalian bapak gak bisa bantu apa-apa, bapak cuma bisa berdo'a semoga kamu diberi ketabahan dan kekuatan buat jadi ibu sekaligus ayah buat anak-anak kamu." kata Bapak mengharapkan hal baik untuk menantunya

__ADS_1


"Aamiin pak, mungkin Rani sama Dimas jodohnya cuma sampe sini aja. insyaa Allah Rani juga terima dengan lapang dada." ucap Rani


"Aamiin. Yaudah bapak pergi ya. Assalamualaikum." pamit bapak


"Iya pak, wa'alaikumusalam" jawab Rani sembari mencium punggung tangan mertuanya


1 bulan kemudian datang surat panggilan sidang dari pengadilan agama untuk Rani dan Dimas agar hadir setelah 3 hari dari surat itu datang.


** 3 hari kemudian di pengadilan..


Sidang pun dimulai dan Dimas sengaja tidak datang, ia diwakilkan oleh Bapaknya sebagai wali dan adiknya sebagai saksi. Rani datang dengan Ibu dan sepupunya sebagai saksi.


Putusan sidang pun dibuat, yaitu Rani mendapat hak asuh kedua anaknya, dan Dimas harus tetap menafkahi kedua anaknya.


Rani pun pulang membawa surat pernyataan cerai dan menyimpannya. Setelah banyak yang ia lalui, pada akhirnya mereka harus berpisah karna merasa sudah tidak cocok lagi dan memang cukup sampai disini.


Kini prioritas Rani kedepannya adalah kedua anaknya, mereka yang jadi alasan untuk Rani tetap bertahan dalam kondisi sekarang. Rani berjanji pada dirinya sendiri untuk memberi kehidupan yang layak dan membuat mereka bahagia walau tanpa sosok ayah disamping mereka.


"Udah puas sekarang?" tanya Rani via chat pada Dimas


"Udah, sekarang gua gak ada alasan lagi buat terus hubungin lo!" kata Dimas


"Oke, tapi kamu jangan lupa sama kewajiban kamu buat nafkahin anak-anak." kata Rani mengingatkan


"Ya ya yaaa" jawab Dimas seolah menyepelekan


** 5 bulan kemudian...**


Hari ini adalah hari pernikahan sepupu Rani yang berbarengan dengan hari pernikahan Dimas dan Sasha. Meskipun Rani sudah mulai mengikhlaskan Dimas, kadang Rani melihat-lihat akun Facebook Sasha dengan akun palsunya. Ia ingin tau dengan kehidupan mereka sekarang, apakah lebih baik atau lebih buruk?


Rani mengetahui bahwa ternyata selama ini Sasha tidak hamil, testpack yang dulu ia kirim pada Dimas adalah foto testpack orang lain. Rani paham betul alasan Sasha mengirim foto testpack itu, Sasha ingin Dimas menikahinya karna ia sudah bersetubuh dengannya sampai ia lupa kalau Dimas sudah mempunyai anak dan istri. Entah lupa atau memang Sasha sengaja yang jelas dia tidak peduli dengan keluarga Dimas, dia hanya ingin Dimas menjadi miliknya seorang.


Rani mengetahui satu hal lagi kalau ternyata keluarga besar Dimas ikut mengantar Dimas ke pernikahannya yang beda kota. Rani kadang tidak habis pikir pada keluarga Dimas, apakah mereka mendukung pernikahan kedua Dimas atau apa?


Jelas-jelas Dimas menikah dengan selingkuhannya dan tunangan sebelum cerai dengannya. Semakin dipikirkan semakin membuat Rani sakit kepala sampai akhirnya Rani tau apa alasan mereka begitu 'welcome' pada Sasha, adik iparnya memberitahu kalau Sasha diberi warisan oleh keluarganya dengan jumlah yang cukup besar karna Sasha anak bungsu.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2