
Rani memberi pilihan untuk tetap bersamanya atau pergi dengan wanita itu.
"Sekarang kamu pilih, mau lanjut sama aku atau sama wanita itu?!" tanya Rani menegaskan
"..." Dimas tidak menjawab dan hanya diam
"Jawab! Kamu pilih dia atau aku?!" tegas Rani lagi. "Kenapa kamu gak langsung jawab? Gak bisa pilih? Seistimewa apa sih dia sampe kamu gak bisa pilih satupun?" sambung Rani sambil mengusap air matanya
"Kamu tuh harusnya sadar diri sama kesalahan kamu!" ucap Dimas yang tiba-tiba bicara dengan nada tinggi
Rani kaget ternganga melihat Dimas yang membentaknya, "Kok aku? Kamu yang salah kenapa aku yang disalahin?"
"Iyalah! Dari dulu kamu tuh gak bisa beres-beres rumah, tiap aku pulang pasti rumah kayak kapal pecah! Pusing aku lihatnya!"
"Cuma karna itu kamu jadiin alasan selingkuh?"
"Gak! Tiap aku pulang juga kamu jarang suguhin aku! Aku tuh pulang pengen dilayanin sama istri aku. Tiap aku datang kamu kadang sibuk sendiri!" sambung Dimas dengan penuh emosi
"Ya kamu kenapa gak bilang atau emang aku lagi sibuk ya kan bisa kamu ambil sendiri!" ucap Rani membela diri
"Aku kalo sama dia, dia rajin beresin yang berantakan, dia rapihin, dia juga suguhin aku kalo main ke tempatnya. Gak kayak kamu!" ucap Dimas yang terus membanding-bandingkan Rani dengan Sasha
"Pekerjaan rumah itu gak harus selalu aku yang kerjain! kodrat wanita itu cuma haid, hamil, melahirkan sama menyusui! Beres-beres rumah itu kamu juga bisa kerjain kalo emang akunya lagi sibuk!"
"Kamu lupa kewajiban kamu sebagai istri apa? Melayani suami! Kamu ngurus suami aja gak becus makanya aku cari yang lain! Apa aku salah?" jelas Dimas
"Ya tetep salah! Kenapa kamu gak kasih tau aku dimana salahnya dan apa yang harus aku perbaiki! Bukannya malah nyari yang lain!" ucap Rani yang terus membela diri
"Ya makanya aku suruh kamu sadar diri!" kata Dimas yang tak mau kalah
Rani benar-benar kesal dan mengusir Dimas dari rumahnya lagi karna pertengkaran hebat ini. "Terus aja salahin aku! Kamu yang selingkuh, aku yang disalahin. Pergi kamu dari sini! Bawa barang-barang kamu sekalian!"
__ADS_1
"Oke! Tanpa kamu minta juga aku bakal pergi!"
Dimas pun pergi membawa semua barangnya dengan emosi yang masih meluap-luap. Rani tidak bisa mengelak karna apa yang Dimas ucapkan ada benarnya, dia memang selalu sibuk sendiri terlebih lagi setelah bekerja. Rani kurang pandai dalam mengatur dan membagi waktu antara pekerjaan dan 'mengurus' rumah tangganya.
Dimas berangkat lagi ke rutinitas sehari-harinya di Ibukota dan dia lagi-lagi tidak pulang. Beberapa minggu kemudian Rani mendengar kabar bahwa Dimas yang masih sah menjadi suaminya bertunangan dengan wanita itu. Bukan kepalang Rani kagetnya, ia tak habis pikir dengan apa yang dilakukan Dimas.
"Astaghfirullah ini orang bener-bener ya, gak habis pikir aku" kata Rani berbicara sendiri setelah melihat foto mereka di akun Facebook Sasha yang sedang memasang cincin pada jari Sasha
Ibu Ami yang melihat putri pertamanya sedang memegang handphone dengan tatapan kaget dan sedih menghampiri dan melihat apa yang membuat Rani seperti itu.
"Siapa ini?" tanya Ibu sambil terus memperhatikan foto itu untuk memastikan.
Belum sempat Rani menjawab, Ibu sudah bisa menebaknya. "Dimas?" sambung Ibu menanyakan pada Rani
"Iyaa bu" jawab Rani yang tanpa sadar ia tiba-tiba menangis dan memeluk Ibunya
"Ya Allah" kata Ibu mengusap punggung Rani dan menahan air matanya yang hendak jatuh
Rani terus menangis dipelukan Ibu, ia benar-benar merasa sangat sakit hati. Begitupun Ibunya yang ikut sakit hati karna putri yang ia sangat sayangi diduakan oleh suaminya dan dipatahkan hatinya.
Rani mengirim pesan pada Dimas dan meminta penjelasan apa yang dimaksud foto itu. Malamnya Dimas menjawab pesan Rani, bukannya penjelasan yang Rani dapatkan tapi hanya perkataan kasar yang Rani terima.
...----------------...
Abi Azkia
^^^"Apa maksud foto ini?"^^^
^^^[Foto]^^^
"Ya sesuai ya lo liat"
__ADS_1
^^^"Ko tega sih kamu? Kamu masih suami aku kenapa kamu tunangan sama wanita lain?!"^^^
"Lo mau cerai? Oke!"
^^^"Gak waras ya kamu?! Aku tuh lagi hamil anak kamu! Bukannya mikirin keluarga sendiri malah nyari keluarga baru!"^^^
"HEH! NGAPAIN GUA PERTAHANIN RUMAH TANGGA SAMA LO! LAGIAN ANAK ITU JUGA BELUM TENTU ANAK GUA! BISA AJA LO JUGA 'MAIN' SAMA YANG LAIN!"
^^^"Astaghfirullah, sebejad-bejadnya pun aku gak bakal sampe selingkuh! Jangan samain aku sama kamu ya!"^^^
"Halah udah ngaku aja lo juga pasti selingkuh, dan anak itu pasti bukan anak gue!"
^^^"Ya Allah jahat banget kamu ya nuduh-nuduh aku kayak gitu! Ceraiin aku silahkan! Aku gak sudi punya suami tukang selingkuh kayak kamu!"^^^
"Gue emang mau ceraiin lo tanpa lo minta!"
...----------------...
Karna peraturan pemerintah, Rani tidak bisa menggugat cerai suaminya. Alasannya karna dia sedang mengandung, mau tidak mau harus menunggu anaknya lahir agar bisa melanjutkan gugatannya.
Ibu yang terus mengkhawatirkan putrinya terus berada disamping Rani, terlebih lagi Rani sedang hamil besar dan akan melahirkan dalam waktu dekat. Selama ini Rani tidak menceritakan apa yang terjadi pada rumah tangganya pada Ibu karna Rani khawatir pada Ibunya jika tahu kalau menantunya mengecewakan kepercayaan mereka.
Tapi akhirnya Rani tidak bisa menyembunyikannya lagi, Rani pun menceritakan semuanya dari awal sampai saat ini. Ibu yang selama ini tidak tau keadaan rumah tangga putrinya merasa sangat bersalah pada Rani yang tidak bisa menceritakan sedari awal hanya karna lebih mengkhawatirkan dia.
"Maafin Ibu ya kak.." kata Ibu yang terus menangis setelah mendengar cerita putrinya
"Ibu kenapa minta maaf? Ibu gak salah, mungkin emang ada kesalahan juga di diri Rani makanya Dimas kayak gitu" kata Rani yang mulai pasrah dengan keadaan rumah tangganya
"Selama ini kenapa kakak lebih pilih sembunyiin masalah kakak dibanding ceritain ke Ibu? Kakak gak perlu khawatirin Ibu, justru Ibu yang lebih khawatir sama kakak" ucap Ibunya sambil tersedu-sedu
"...." Rani yang mencoba kuat dan menahan air matanya agar tak jatuh kalah dengan rasa sakit yang terus menusuk hatinya karna apa yang Dimas lakukan padanya, Rani menangis lagi dipelukan Ibu.
__ADS_1
"Ayah maafin Rani, heeeuu.. Rani gagal pertahanin rumah tangga Rani sama Dimas" ucap Rani yang terus tersedu-sedu. "Padahal Ayah udah percaya sama Dimas tapi Rani sendiri yang ngelakuin kesalahan sampe ini terjadi" sambung Rani "Maaf Ayaaaah"
...----------------...