Trauma Menikah

Trauma Menikah
8. Kecurigaan Rani (1)


__ADS_3

Rani kembali bekerja atas izin Dimas, karna keadaan ekonomi mereka yang sulit mau tidak mau Rani kembali bekerja di salah satu koperasi simpan pinjam yang tidak jauh dari rumahnya. Rani diterima dengan syarat target yang lebih besar dibanding pekerja lain. Rani setuju dan ia hanya berpikir untuk segera melunasi hutangnya dan untuk membeli keperluan anaknya.


Rani terlalu keras bekerja sampai dia pingsan saat sedang kerja dilapangan, rekan kerjanya pun membawa Rani ke Rumah Sakit. Setelah mendapat penanganan dari dokter, Rani diminta untuk istirahat sampai kantung infusannya habis. Selama istirahat Rani mengabari Dimas kalau dia sedang dirumah sakit, setelah menjelaskan apa yang terjadi Dimas memintanya untuk menjaga kesehatan dan jangan sampai telat makan hanya karna bekerja terlalu keras.


Sebulan kemudian Rani mendapat kabar dari Ibunya kalau Azkia sakit dan harus segera dibawa ke dokter. Rani yang sedang bersiap pergi ke lapangan atau ke desa pedalaman untuk mencari nasabah segera meminta izin pada atasannya. Sesampainya dirumah mereka langsung membawa Azkia ke dokter.


"Gejala yang ditunjukkan dek Kia ini muntaber ya bu.Tapi dia masih mau makan?" tanya Dokter


"Mau, tapi tiap makan dimuntahin lagi pak" jawab Ibu Ami atau ibunya Rani


"Kalau susu masih mau?" tanya dokter lagi


"Sama aja pak, dia muntahin lagi"


"Kalau gitu saya resepkan obat untuk menambah nafsu makannya dan untuk meredakan sakit diperutnya ya."


"Iya pak, kalo masih sama aja gimana pak?" tanya Ibu


"Ditunggu aja dulu reaksi obatnya, kalo masih sama aja silahkan bawa ke Rumah Sakit buat ditangani lebih lanjut "


"Oh iya iyaa, makasih pak"


"Sama-sama, semoga cepat sembuh ya"


Mereka pulang dan segera meminumkan obatnya pada Kia, setelah diobat Kia tertidur. Setelah bangun tidur Kia masih saja lemas, Kia ingin buang air besar tetapi tidak ada yang keluar karna makan pun selalu Kia muntahkan. Ibu menyarankan Rani untuk membawa Kia ke Rumah Sakit saja. Tapi Rani terlalu manut pada dokter karna pikirnya lebih baik mendengarkan apa kata dokter dulu. Dimas menelepon dan menanyakan bagaimana sekarang keadaan Kia, Ibu menjelaskan dan kembali menyarankan pada Dimas untuk membawa Kia ke Rumah Sakit karna mungkin Rani akan lebih mendengar suaminya.


"Rani kamu denger kata Ibu aja! Anak sampe lemes gitu badannya mau tunggu sampe besok?" tanya Dimas yang ikut kesal pada Rani

__ADS_1


"Udah sekarang kita ke Rumah Sakit, biar ditangani sama dokter. Gapapa kalo harus di infus yang penting ada yang masuk ke badannya. Tiap makan kan Kia muntah, pengen poop juga apa yang keluarnya kalo makan aja selalu muntah lagi?"


Mendengar penjelasan ibu akhirnya Rani setuju untuk membawa Azkia ke Rumah Sakit. Dimas yang sedang diperantauan segera pulang karna mengkhawatirkan putrinya.


Setelah Kia dirawat inap selama 3 hari 2 malam, Rani dan Dimas kembali bekerja tetapi semenjak Dimas berangkat lagi ke Jakarta, ia jadi jarang pulang meskipun tetap memberi uang bulanan pada Rani. Sudah 4 bulan Dimas tidak pulang dan pulang saat lebaran saja. Setelah lebaran pun Dimas tetap tidak pulang dan uang bulanan juga tidak rutin diberikan bahkan harus ditagih dulu.


Beberapa bulan kemudian Rani terpaksa resign karna alasan pribadi, kini Rani hanya mengandalkan uang bulanan yang diberikan Dimas.


Hari ini adalah hari ulang tahun putrinya yang ke tiga, Dimas tidak pulang juga dan hanya mengirimkan paket yang berisi boneka beruang berukuran besar. Azkia sedikit kecewa karna Abinya tidak pulang dan merayakan ulang tahunnya. Dimas berjanji akan pulang untuk mengajak Azkia jalan-jalan sebagai gantinya, Kia tidak sabar menunggu hari itu tiba.


Semakin lama Rani merasa curiga kenapa Dimas jadi jarang pulang. Saat Dimas pulang Rani mencoba untuk menyadap handphone Dimas.


"Kamu ngapain?" Tanya Dimas yang tiba-tiba masuk kamar melihat Rani sedang memegang handphone nya


"Ah, enggak. Ini tadi aku cabut charger hp kamu, batrenya udah penuh" jawab Rani sedikit panik


"Ohh, yaudah kamu cepet siap-siap gih. Aku sama Kia nunggu diluar" kata Dimas yang kemudian mengambil hp nya dan berjalan keluar menghampiri Kia yang sudah semangat untuk pergi jalan-jalan


"Bi, kamu kenapa sih sekarang jarang pulang?Ya walaupun gak sebulan sekali minimal 2 bulan sekali juga gapapa. Emang sesusah itu ya mau pulang?" tanya Rani


"Mi, tempat kerja Abi sekarang lagi ada masalah gitu jadi kadang gaji juga gak dikasih full langsung. Terus ngojol juga sekarang agak sepi karna makin banyak yang jadi mitra ojol, yang jadi ojeknya tuh banyak.Otomatis saingan jadi ojol juga banyak" jelas Dimas


"Yaudah gapapa kasih seadanya dulu, sekarang kan aku udah gak kerja. Terus pulang kalo waktunya pulang, Kia suka nanyain kenapa Abi gak pulang katanya." keluh Rani


"Kan bisa videocall"


"Emang kamu gak kangen sama Kia? sama aku?" tanya Rani lagi

__ADS_1


"Yaudah nanti aku usahain rutin pulang lagi" jawab Dimas tanpa menjawab pertanyaan Rani


Lusa pun Dimas berangkat lagi ke Jakarta, Dimas menepati janjinya untuk pulang rutin meskipun hanya 2 bulan sekali. Tapi setiap pulang, Dimas selalu menjauhkan handphone nya dari jangkauan Rani. Dimas seperti menyembunyikan sesuatu, setiap Rani ingin pinjam Dimas selalu menolak dengan berbagai alasan.


Tetapi sejauh ini Rani mengecek hasil sadapannya tidak ada yang mencurigakan. Setelah hari itu Dimas kembali tidak pulang lagi, hal itu membuat Rani semakin curiga dan bertanya-tanya apa yang terjadi pada Dimas.


**


Hari pernikahan Alea tinggal menghitung hari lagi.


Alea menikah dengan Saputra Dirgantara yang seorang kakak kelasnya semasa sekolah.


Semua keluarga hadir, begitupun keluarga Rani dan Dimas. Alea sering ke rumah Rani untuk mengajak Azkia keponakannya bermain bersama dengan dia dan Putra.


Saat semua keluarga sedang mempersiapkan acara, Rani menghampiri Alea yang sedang istirahat dikamarnya.


"Dek, gimana deg-degan enggak?"


"Bukan lagi kak, aku sampe keringet dingin nih. Oiya kak Dimas udah pulang?" tanya Lea


"Udah, ada dirumah lagi istirahat. Mungkin sore kesini. Oekk!" Kata Rani disambung mualnya


"Eh kenapa kak?" Tanya Alea khawatir


"Enggak enggak, gapapa. Kakak keluar dulu ya"


"Iya kak."

__ADS_1


Rani pulang ke rumah untuk mengambil barang yang tertinggal, Rani mual-mual lagi tapi ia tidak berpikir kalau dia hamil dan mungkin saja karna dia salah makan. Jadi Rani menganggap biasa saja, begitupun dengan Dimas yang mendengar mualan Rani. Dimas berharap Rani memang tidak hamil.


...----------------...


__ADS_2