
2 minggu kemudian..
Ayah ditugaskan ke luar kota selama 3 hari.
"Ayah berangkat dulu ya" pamit Ayah pada Rani, Alea dan Ibu
"Iya Ayah, jangan tinggalin sholat ya. Kalo udah sampe kabarin kita" jawab Ibu seraya mencium punggung tangan Ayah
"Iya bu, jaga anak-anak ya"
"Iya Ayah, ko ngomongnya gitu sih? kaya mau pergi jauh aja"
"Hehe yaudah assalamualaikum"
"Wa'alaikumusalam" jawab Ibu, Rani dan Alea
Beberapa jam kemudian Ayah mengabari Ibu kalau ia sudah sampai di mesh yang disediakan kantornya.
Keesokan harinya seharian Ayah tidak mengabari, tapi Ibu tetap berpikir positif mungkin Ayah sedang sibuk bekerja jadi tidak sempat memberi kabar.
Siangnya pihak kantor dinas Ayah menelpon..
"Selamat siang bu?" sapa seorang lelaki dari telpon
"Ya siang, siapa ini?" tanya Ibu
"Saya Asisten Manajer dari kantor Pak Ahmad"
"Oh iya, ada perlu apa pak?"
"Saya mau mengabari pada ibu sekeluarga, kalau Pak Ahmad.."
"Ya kenapa suami saya?" tanya Ibu lagi
"Pak Ahmad meninggal bu, beliau tadi masuk ke kamar mandi lalu terjatuh dengan cukup keras."
Air mata Ibu pun perlahan mengalir.
"Kami langsung membawa Pak Ahmad ke Rumah Sakit terdekat. Tapi sayang, saat sudah sampai di Rumah Sakit, beliau sudah tidak ada" jelas asisten manajer tersebut dengan suara menahan tangis
"Innalilahi AyaaaaaahðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜" Ibu langsung lemas mendengar kabar itu
"Bu? ibu masih disana?" tanya penelepon
"(srrkk) ya saya disini" jawab Ibu menahan tangisnya
__ADS_1
"Jenazah pak Ahmad segera kita bawa ke rumah ya bu. Mungkin butuh waktu beberapa jam. Kalau begitu saya tutup ya. Wassalamu'alaikum"
"Wa'alaikumusalam..(srrrkk)" Ibu terus menangis tak bisa lagi menahan tangisannya
"Ayah, kenapa kamu pergi ninggalin kitaðŸ˜" tangis Ibu pecah
"Assalamualaikum" Ucap Rani yang baru datang dari sekolah. "Ibu?! Ibu kenapa?" tanya Rani keheranan
"Kak, Ayah.." tahan isak tangis ibunya
"Ayah kenapa bu?" Tanya Rani bingung karna melihat ibunya menahan tangisannya untuk memberitahu Rani
"Ayah? Ayah kenapa bu?"
"Ayah (srrrkk).. Ayah meninggal kakðŸ˜"
Rani terdiam sejenak dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Tadi kantor dinas Ayah telepon Ibu dan katanya Ayah jatuh di kamar mandi. Saat dibawa ke Rumah Sakit, Ayah udah gak ketolong kak." Jawab Ibu yang sudah tidak bisa lagi menahan tangisnya sambil terisak-isak
"Innalilahi wainnailaihi raji'un Ayah.." Perlahan badan Rani lemas dan air mata pun berlinang
"Sekarang Kakak kasih tau Alea ya, dan coba hibur dia. Karna Alea paling dekat sama Ayah. Jenazah Ayah sekarang lagi diperjalanan ke rumah buat dimakamkan"
"Iya bu, tapi kenapa Ayah bisa gak ketolong buuu? Bukannya tempat dinas Ayah dan Rumah Sakit disana gak jauh?" Tanya Rani sambil mengusap air matanya yang terus mengalir
"Iya bu, Rani paham" jawab Rani yang kemudian pergi menghampiri Alea
Rani masih tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. Rani menghampiri Alea yang sedang belajar di kamarnya. Rani memberi tahu pada Alea sambil memeluk Alea.
"Dek..(srrkk) Ayah udah gak ada" ucap Rani yang juga menahan tangisnya
"Maksud kakak apa?" Tanya Alea bingung
"Ayah meninggal dek, sekarang Ayah lagi jalan pulang buat dimakamin." Jawab Rani dengan tangisannya yang tidak bisa ia tahan lagi
Alea pun menangis sejadi-jadinya. ia benar-benar putri kesayangan Ayah, mendengar berita itu Alea merasa dunianya hancur berkeping-keping.
Setelah jasad Ayahnya tiba dirumah, semua menangis dan merasa kehilangan sosok laki-laki yang penyayang keluarga dan selalu bisa diandalkan diluar atau didalam rumah.
Rangkaian bunga dukacita pun berdatangan memenuhi sekitar rumah Rani yang dikirim dari rekan-rekan kerja Ayahnya.
Alea yang sedari tadi memandangi wajah almarhum Ayahnya tak berhenti menangisi kepergian sang Ayah.
"Ayaaaaaah 😠kenapa Ayah tinggalin Lea, Ayah kan udah janji buat ajak Lea jalan-jalan lagi, Ayah udah janji mau beliin apapun yang Lea mau😠tapi kenapa Ayah pergi 😠Lea gak mau ditinggalin Ayah😠Ayah jangan pergi!!ðŸ˜" ucap Alea pada almarhum ayahnya dan menggoyangkan badan Ayah
__ADS_1
Dan Ibu pun tak berhenti menangis meskipun dia sedang membacakan surat yasin,
Rani sendiri begitu terpuruk tetapi dia tidak menunjukkannya karna dia lebih khawatir pada Alea.
Almarhum ayah pun dikebumikan, Rani dan Ibu ikut memakamkan. Tapi tidak dengan Alea, Lea pingsan saat Ayahnya akan dibawa ke pemakaman.
Alea benar-benar banyak bengong dan tidak mau makan sampai akhirnya badan Lea jadi kurus dan lemah.
Ibu meminta Rani untuk memanggil dokter agar Alea diperiksa dan dapat vitamin atau obat.
Dokter pun tiba dan menghampiri Alea yang sedang terbaring.
"Alea? Emang gak sakit perutnya dikosongin gitu?" tanya Dokter
"Sakit" jawab Lea lirih dengan mata yang sayu dan sembab
"Nah kan, pak dokter kasih vitamin ya biar Alea kuat lagi. Alea jangan sedih terus dong, nanti Ayahnya ikutan sedih lihat kamu nangis mulu" ucap Dokter menenangkan sambil memeriksa Alea dengan stetoskop nya
"Kamu mau Ayah sedih?" sambung Dokter
"Enggak" jawab Lea dengan mata berkaca-kaca
"Yaudah jangan bengong lagi ya, sebelum minum vitamin sama obatnya kamu makan dulu yaa"
"Iya Pak Dokter" jawab Alea
"Bu, turut berdukacita ya. semoga almarhum ditempatkan ditempat terbaik Allah. aamiin" kata Dokter keluarga ini pada Ibu
"Iya pak Dokter, terima kasih. Gimana Alea dok?" kata ibu yang sudah mulai tenang
"Alea terkena Maagh. Dia belum makan apa-apa ya?" tanya Dokter lagi
"Iya belum pak" jawab Rani yang sedang ikut duduk disamping Ibu. "Dia dari tadi bengong terus tiba-tiba nangis, bengong lagi, nangis lagi gitu aja terus"
"Kalau bisa jangan dibiarkan dia bengong ya, kasian takutnya nanti malah mentalnya yang keganggu. Terus dibujuk supaya mau makan, ini obat untuk perutnya yang sakit diminum sesudah makan dan ini vitamin untuk menambah nafsu makan. kalau sudah habis obatnya saya buatkan resep ya biar bisa beli ke apotek." ucap Dokter sambil menuliskan resep obat
"Iya Dok, makasih" ucap Rani sambil mengambil resep dari Dokter
"Iya sama-sama, kalau gitu saya pamit ya Bu, Nak Rani. Alea habis ini makan ya, inget apa kata pak Dokter? kalau Lea sedih nanti Ayah disana lebih sedih lihat Lea sakit begini. Lea gak mau Ayah sedih kan? Jadi harus makan ya, terus diminum obat sama vitaminnya." ucap Dokter dengan lembut
"Iya pak" jawab Alea lemas
Rani begitu terpuruk tetapi dia tidak menunjukkannya karna dia lebih khawatir pada Alea. Dan Rani tidak lupa mengabari Dimas mengenai Ayahnya.
Mendengar kabar itu, malamnya Dimas pun mengadakan do'a bersama untuk Ayahnya Rani yang kebetulan dia sedang di pondok dengan teman-temannya.
__ADS_1
......................