Trauma Menikah

Trauma Menikah
15. Lembaran Baru (2)


__ADS_3

...----------------...


Rani mengikuti langkah-langkah dari tutorial di You*ube untuk memasarkan produknya lewat e-commerce. Selain menunggu ada orderan dari aplikasi oren, Rani juga terus memasarkannya lebih luas lagi.


Setelah jatuh bangun mempertahankan usahanya, melewati masa-masa sepinya pembeli, ditipu oleh pembeli dan naik turunnya orderan membuat Rani terus mengevaluasi apa yang kurang dan harus diperbaiki agar bisa bertahan dan bersaing dengan produk lain.


Akhirnya banyak kalangan atas yang melirik produk cemilan kering Rani. Karna rasanya yang khas dan ketahanannya yang terbilang cukup lama Rani pun memberanikan diri membuka Franchise agar produknya dikenal semakin luas.


Siapa sangka ternyata pilihannya untuk membuka cabang disambut dengan baik oleh mereka yang tertarik dengan macam-macam cemilan yang diproduksi oleh Rani. Akhirnya satu persatu cabang usaha Rani berdiri, dan selama 10 bulan sejak dia serius untuk menggeluti usahanya, sudah ada 2 cabang di kotanya.


Selain menjual berbagai macam cemilan kering, Rani juga mencoba membuka usaha di bidang fashion. Tapi itu baru di toko miliknya sendiri. Dimulai dari pakaian, tas, sepatu dan fashion lainnya untuk wanita. Dengan dibantu promosi oleh Ibu, Alea dan kerabat dekat lainnya pembeli berdatangan.


Karna ditoko cemilannya masih ada space, Rani mengisi space itu untuk usaha barunya tanpa menyingkirkan yang sudah ada disana karna memang tempatnya yang cukup luas.


"Bu ini jadi tempatnya dibagi 2?" tanya karyawannya


"Iya, sebelah sini buat cemilan dan yang sebelah sana buat baju tas gitu. Kita beresin dulu yang cemilannya yaa sekalian numggu rak datang." kata Rani mengarahkan


"Oke bu." jawab ke empat karyawannya


Ditengah-tengah mereka merapikan dan menata ulang cemilan, pengantar rak dan tempat untuk menata pakaian dan lainnya datang.


"Permisi bu." ucap kurir dan menghampiri Rani. "Ini saya mau nganter barang ke toko bu Rani." ucap pria itu


"Oh iyaa simpan aja disini dulu ya mas soalnya di dalam masih diberesin." kata Rani mengarahkan untuk menyimpan didepan tokonya dahulu


"Oke bu."


**Beberapa saat kemudian..


"Bu, ini udah semua diturunin. Silahkan ibu cek dulu." ucap kurir tadi sambil memberikan invoice


"Oh iya" kata Rani mengambil invoice yang diberikan kurir itu dan Rani pun mengecek kelengkapan barang-barang yang dia pesan.


"Iya udah lengkap semuanya, makasih ya. Ini sedikit tip mas." kata Rani sambil memberikan tip untulk kurir itu


"Oh iya makasih ya bu." ucap kurir itu sambil membungkukkan badannya


"Iya sama-sama." jawab Rani dengan tersenyum dan kembali masuk ke tokonya untuk melanjutkan pekerjaannya.


...----------------...


Hari hari berlalu, sampai tak terasa kini usia Al sudah menginjak 4 tahun, dan Kia pun sudah mulai bersekolah. Perjalanan mereka tidak mudah untuk berada dititik sekarang, Rani terus jatuh bangun menjalankan bisnisnya.


Karna ketekunannya dia pun sekarang bisa menikmati hasil jerih payahnya. Walaupun begitu, Rani tetap turun tangan "dilapangan" untuk memantau meskipun sudah banyak karyawan yang bekerja padanya.


......................

__ADS_1


"Mama mau kemana? ini kan hari sabtu, bukannya Mama libur?" tanya Azkia


"Mama ada urusan kerjaan sebentar kak, kakak jaga adiknya ya. Bentar lagi nenek dateng" kata Rani pada Kia


"Iya Ma, nanti pulangnya kakak mau Chicken Steak ya Ma sama eskrim nya juga hehe" pinta Azkia


"Oke kak, Adik Al mau apa?" ucap Rani


"Al mau eskim Ma" jawab Al putra keduanya


"Oke, nanti Mama beliin ya. Adik disini main sama kakak ya. Jangan nakal oke?"


"Oke Ma" ucap Al mengacungkan jempolnya sambil tersenyum


Rani mengusap dan mencium lembut rambut kedua anaknya.


"Assalamualaikum" salam dari luar


"Wa'alaikumusalam" jawab Rani dan anak-anaknya


"Nenekkk..." sambut Kia dan Al saat nenek Ami datang untuk menemani mereka


"Halo cucu-cucu nenek" sapa ibu Rani yang tak lain adalah nenek Kia dan Al


"Yaudah Rani berangkat dulu ya Ma, ada meeting"


"Iya hati-hati ya bawa mobilnya"


"Wa'alaikumusalam" jawab ibu


Rani pun melajukan mobilnya untuk menjemput karyawan yang akan menemaninya ke proyek pembangunan toko yang ke 5 bertempat di kota sebelah.


"Ibuuu" sapa karyawannya saat Rani datang


Rani membalasnya dengan senyuman, "Udah ada semua kan?" tanya Rani


"Ini tinggal Sahrul aja bu, katanya dia lagi dijalan bentar lagi sampe" jawab Chika


"Oh itu datang bu" ucap Laras


"Yaudah ayo masuk" kata Rani


"Bu maaf saya telat ya?" tanya Sahrul


"Enggak ko, saya juga baru datang. Kamu katanya bisa nyetir mobil?"


"Bisa bu tapi belum lancar, belum punya SIM juga hehe"

__ADS_1


"Ohh yaudah segera dilancarin ya terus bikin SIM" jawab Rani dengan ramahnya


"Siap bu" jawab Sahrul dengan mengangkat tangannya diujung alis dengan posisi hormat


"Haha udah ayo ayo"


Mereka berempat pun berangkat dan menghabiskan waktu 1-2 jam karna perjalanan yang cukup panjang.


Sesampainya ditempat yang mereka tuju..


"Selamat pagi bu." Sapa mandor yang sedang bertugas


"Pagi, gimana pak? Ada kendala gak?" Sapa Rani dengan tersenyum


"Alhamdulillah gak ada bu" jawab mandor itu


"Syukurlah, kalau ada kendala atau butuh bantuan tambahan bilang aja ya pak"


"Oh siap bu"


Rani melihat-lihat bangunan yang sedang dibangun ini, yang akan dijadikan toko barunya. Rani memang terhitung masih baru memulai bisnisnya dibidang makanan. Karna peminatnya yang cukup banyak dan pesanan yang selalu membludak sampai akhirnya ada yang membeli paket usaha atau Franchise pada bisnisnya dan ini adalah cabangnya yang ke 5.


"Sudah datang semuanya pak?" tanya Rani pada mandor agar mengumpulkan pekerjanya untuk briefing


"Sudah bu" jawab mandor itu


"Baik saya mulai ya briefing nya"


"Ini denahnya bu" ucap Laras memberi gambar denah toko


"Untuk bagian depan ada sedikit tambahan ya pak, begini gambarannya.. terus ini begini.." ucap Rani memulai rapatnya dengan para pekerja bangunan


Waktu semakin sore, Rani yang sedari pagi disini pamit pada yang lain begitupun para karyawannya yang sudah pamit lebih dulu karna mereka berjanjian untuk pergi ke tempat yang sama.


"Bu, kita duluan ya" kata Sahrul


"Iya duluan aja"


"Maaf ya bu, kita udah janjian mau nonton film beres kerjaan hehe" ucap Chika


"Iya gapapa, hari ini kalian nikmatin weekend nya"


"Makasih bu" ucap mereka berbarengan


"Iya iyaa sama-sama"


Saat Rani akan berjalan ke arah mobilnya yang ada disebrang dia tak sengaja berpapasan dan kontak mata dengan Dimas mantan suaminya. Dimas yang melihatnya pun menghampiri Rani diikuti Sasha istri barunya yang tak lain adalah wanita yang dulu merebut Dimas darinya.

__ADS_1


Rani terhenti dan sejenak mematung, ia menahan amarah dan rasa kesalnya saat Dimas berjalan menghampirinya.


...----------------...


__ADS_2