
2 bulan kemudian.. Alea pergi ke Jakarta ikut suaminya yang bekerja di Ibukota.
"Bu, Lea berangkat yaa. Ibu jaga kesehatan disini. Kak Rani nanti bakal sering kesini kok. Lea juga gak tau kapan bisa pulang laginya"
"Iya nak gapapa, sekarang kamu waktunya mencari ridho suami kamu ya. Nak Putra titip Alea ya, jaga dia baik-baik jangan keseringan makan pedes. Nanti kambuh maagh-nya" titip Ibu pada Putra
"Siap bu, nanti Putra marahin kalo dia makan pedes terus" jawab Putra
"Kak, titip Ibu ya. Sering-sering ke rumah Ibu biar Ibu gak ngerasa sepi"
"Iya dek tenang aja." Jawab Rani dengan senyum tetapi Alea merasa melihat raut wajah Rani seperti sedang menyembunyikan sesuatu
"Yaudah aku berangkat ya Bu, Kak."
"Assalamualaikum" pamit Alea dan Putra
Saat ini Rani tengah mengandung anak keduanya yang menginjak usia 4 bulan. 1 bulan sebelumnya ia membeli testpack dan mengetesnya sendiri, ternyata hasilnya dua garis merah yang artinya positif hamil. Lalu Rani pergi ke bidan untuk memeriksa usia kandungannya, jika dihitung dari HPHT atau Hari Pertama Terakhir Haid usia kehamilannya sudah 3 bulan. Rani tidak menyadarinya saat pernikahan adiknya berarti dia sudah hamil 2 bulan tapi Rani menangkis pikirannya kalau dia memang sedang hamil.
Sepulang dari bidan Rani menghubungi Dimas dan memberi tahu kehamilannya, tetapi reaksi Dimas tidak seperti yang diharapkan Rani. Kehamilan keduanya ini memang tidak direncanakan tapi mungkin itu sudah rezeki mereka berdua, harusnya Dimas tetap mensyukurinya.
Di kehamilan keduanya ini Rani tidak serajin saat hamil pertama yang tiap bulan rutin untuk periksa perkembangan bayinya karna dia juga harus menemani Azkia yang sudah masuk PAUD. Rani berharap anak keduanya bisa lahir dengan sehat tanpa kekurangan apapun.
**
Kini kehamilan Rani sudah menginjak 8 bulan. Sebulan sebelum pernikahan Alea, Rani menemukan kejanggalan dari gerak gerik Dimas saat dengannya. Tapi Rani tidak terlalu memikirkannya karna mungkin itu hanya perasaan dia saja menurut dia.
Selama 2 bulan terakhir semuanya baik-baik saja. Saat Rani menyadap handphone Dimas awalnya ia hanya ingin tau kemana saja suaminya pergi ketika jauh darinya. Tetapi semenjak pernikahan Alea, Dimas tidak pulang untuk menemui Rani dan Azkia, Dimas selalu beralasan saat sudah jadwalnya pulang.
Rani pun mengecek sadapan di HP Dimas. Rani kaget melihat nama kontak baru yang dia tidak ketahui, lalu cek kemana saja Dimas selama tidak pulang. Ternyata sudah 2 kali keluar masuk penginapan dan keluar diwaktu pagi sebelum jam Dimas bekerja.
Tanpa pikir panjang, Rani minta bantuan pada Alea untuk mendatangi dan menanyakan itu pada pihak penginapan yang ternyata tidak jauh dari tempat Alea.
"Dek boleh minta tolong gak?" Tanya Rani via chat
"Tolong apa kak?"
"Tolong cek ke alamat penginapan ini, Dimas pernah kesini enggak? Terus tanyain sama siapa ke receptionisnya. Tunjukin foto cewek ini juga." kata Rani mengirim alamat dan foto seorang wanita
"Hah? Emang apaan ini?"
"Kakak sadap handphone nya Dimas udah lama, dulu pas awal-awal sadap gak ada yang mencurigakan tapi semenjak udah acara pernikahan kamu dia gak pulang-pulang. Terus kakak iseng-iseng cek sadap-an di hp nya ternyata dia chatan sama cewek dan 2 kali berhenti di penginapan itu. Mana cek-out nya pagi-pagi banget lagi, ini sih cuma kecurigaan kakak aja ya semoga sih gak terjadi apa-apa"
"Hmm udah hampir setengah tahun dong dia gak pulang ya. Yaudah nanti pulang kerja aku coba kesana sama Putra ya kak"
"Iya, makasih dek"
"Iya kak tenang aja"
"Sama ini satu lagi, kakak dapet info tempat kerja ceweknya. Coba kamu kesana dan tanya disekitar alamat ini" tambah Rani pada Lea
"Iya kak, nanti kalo udah kesana aku kabarin"
__ADS_1
Alea menelusuri semua alamat yang dikirim Rani satu persatu. Ditempat pertama Alea tidak menemukan bukti apapun kalau Dimas benar berselingkuh, karna tempat yang dicurigai tempat bekerja wanita itu adalah diperumahan yang cukup sepi. Alea bertanya pada warung yang ada disebrang tempat itu.
"Permisi. Bang, numpang tanya boleh?"
"Iya.."
"Pernah lihat orang ini gak bang?" tanya Alea menunjukan foto wanita itu
"Engga kak" jawab penjaga warung itu
"Dia kerja disana masa gak pernah lihat orang ini bang?"
"Enggak" jawab dia lagi
"Itu kantor bukan sih bang?" tanya Lea
"Bukan"
"Kayak rumah ya" tanya Lea lagi
"Iya emang rumah"
"Ooh, yaudah makasih ya bang"
Alea pergi ke tempat selanjutnya yang tidak jauh dari sana, yang ternyata itu sebuah wisma yang cukup sepi juga. Rani bertanya pada warung kecil didepan wisma sepi itu.
"Permisi bu, mau tanya ini tempat apa ya?" tanya Alea yang bingung karna tempatnya begitu sepi
"Ini tuh kayak tempat buat istirahat gitu neng, biasanya pendeta yang kesini." jelas ibu penjaga warung
"Iya sama-sama, lagi cari siapa emang neng?" tanya ibu itu lagi
"Oh enggak bu. Permisi ya bu" pamit Alea
"Iyaa"
Setelah menelusuri tempat-tempat yang dipinta Rani, Lea hanya mendapat 1 informasi dari pegawai yang kerja di salah satu tempat yang didatangi Dimas.
"Permisi kak, saya mau tanya"
"Iyaa mau tanya apa kak?"
"Orang ini pernah chek-in disini gak?" Tanya Alea pada receptionis
"Kurang tau kak, saya gak inget"
"Tolong dilihat lagi kak, atau orang ini pernah lihat?" Tanya Alea lagi yang menunjukan seorang wanita yang dicurigai Rani
"Enggak kak" jawab receptionis lagi
"Hmm yaudah makasih ya kak"
__ADS_1
"Iya sama-sama kak"
"Kenapa nih?" tanya salah satu karyawan yang baru masuk ke tempat itu
"Ini ada yang nanyain orang, kamu pernah lihat gak?" tanya receptionis yang tadi
"Mana coba" ucap karyawan itu
"Nih kak" ucap Alea menunjukkan foto Dimas
"Oooh yang ojol itu ya?" tanya karyawan
"Iya iyaa, kakak tau?" tanya Lea lagi
"Iya waktu itu dia pernah kesini"
"Sama siapa?"
"Berdua sih"
"Cewek apa cowok kak?" tanya Lea yang semakin penasaran
"Saya kurang inget sih kesininya sama siapa. Soalnya itu udh hampir semingguan" jelas karyawan itu
"Ini bukan?" Lea menunjukkan lagi foto wanita sebelumnya
"Gak tau kak, lupa saya"
"Ohh gitu ya, yaudah makasih ya kak" pamit Alea
"Iya sama-sama"
Alea segera menghubungi Rani dan memberitahu informasi yang dia dapatkan.
"Halo, gimana dek?" tanya Rani menelpon Alea
"Tadi aku ke tempat kerja yang kakak kasih, tapi kok diperumahan ya?"
"Terus? Kamu tanya kesana?"
"Engga, orang pintunya nutup kek sepi gitu. Aku tanya ke warung yang depan rumah itu tapi katanya dia gak pernah lihat cewek itu"
"Hmm.. terus ke penginapan itu gimana?" tanya Rani lagi
"Nah kalo disana tadi karyawannya ada yang lihat kak Dimas"
"Kamu tanyain gak sama siapa?"
"Aku tanyain tapi katanya dia gak inget, emang berdua cuma gak tau cewek apa cowok katanya. Aku tunjukin foto cewek itu juga dia gak tau soalnya udah ada semingguan jadi lupa kali dia"
"Hmm... yaudah makasih ya dek"
__ADS_1
"Iya kak, kalo ada apa-apa bilang lagi aja yah" pinta Alea yang khawatir pada kakaknya
...----------------...