Travelers System: I Escaped To One Piece

Travelers System: I Escaped To One Piece
Eps.11 Berita Tersebar


__ADS_3

Kemunculan Zeno di kapal membuat awak kapal merasa damai dan tenang juga takut secara bersamaan, karena Wakil Kapten ini berbeda dengan Kapten mereka. Ya dia kejam tidak sebaik kapten.


Jelas munculnya Zeno di kapal membuat beberapa kapal di kejauhan yang ingin mendekat ataupun serangan meriam? sangat tidak masuk akal menyerang dengan serangan meriam ketika ada seseorang di kapal.


Bisa jadi dia marah dan membantai seluruh kapal angkatan laut. Sepertinya yang di lakukan sebelumnya saat melawan Letnan sebelum Bone Fist.


Lagipula sosok kecil di kapal yang senyumannya tidak berbahaya bagi manusia dan hewan ini ternyata serigala di balik kawanan domba.


"200.000.000 Akatsuki Zeno! Aku tidak berharap East Blue memunculkan karakter yang begitu kuat selama beberapa tahun terakhir" Seorang pria tua yang ada di tengah jalan menatap Zeno dengan tatapan tajam, pria ini adalah kawan dekat Roger yang membuka bar di Loguetown.


Di Grand Line Paruh pertama ataupun kedua, semua orang terkejut dengan berita baru yang di keluarkan.


Di kedalaman Alabasta Kingdom, Sesosok menggunakan Jas yang rapi dengan rambut di sisir di belakang dan rokok di mulutnya, di sekelilingnya penuh rumah kaca yang di penuhi buaya atau Crocodile, Pria itu berkata "Orang ini" Sementara Asisten wanitanya yang cantik itu berkata "Ya, Musuh alami pengguna buah Iblis"


Di dunia baru....


"Gurararara," Tawa unik terdengar di seluruh kapal, dia memegang koran kecil di tangannya dan tertawa terbahak-bahak.


"Kapten kapten, Lihat" Seseorang yang berambut kuning gelap dengan tembakan Laras panjang di belakangnya memberi sebuah koran kepada pria berambut merah didepannya.


"Ini?" Shanks mengambil koran itu dan membacanya, Tak selang beberapa lama dia tertawa terbahak-bahak "Hahahahhahhaha Akhirnya musuh alami buah iblis muncul"


Zeno tidak tahu peperangannya semalam menarik perhatian dari seluruh dunia karena teknik anehnya, tapi walaupun dia tau dia tidak terlalu peduli.


Memegang kunai dan shuriken di tangannya, Zeno melemparkan ke kapal musuh untuk memutuskan layar mereka. Kecepatan Shuriken dan Kunai ini sangat cepat. Layar angkatan laut di sekitarnya telah roboh dan mereka kehilangan besar dalam mobilitas untuk mengejarnya ke dunia baru.


Setelah menyelesaikan urusannya Zeno melihat pertengkaran antara Isuka dan Ace, "Aku bingung mengapa mereka tidak bisa saling menyukai? Apakah Ace menyukai Yamato?" Zeno menopang dagunya dengan tangannya dan menatap pertarungan Ace dengan malas.

__ADS_1


Setelah beberapa saat seluruh senjata telah habis terbakar, jadi Ace dan Zeno dengan mudah melewati rintangan angkatan laut karena tindakan Zeno sebelumnya.


"Apa kau siap Ace?" Zeno memandang Ace dengan tatapan bersemangat.


"Hahaha aku sangat siap" Lalu Zeno mengeluarkan sebuah benda berbentuk lonjong dan panjang, benda ini adalah petasan penanda yang digunakan banyak angkatan laut namun ada beberapa yang di modifikasi jadi cahayanya tidak hanya merah namun warna warni.


Menyalakan kembang api yang sangat mahal dan langkah dibeli ini, Ace dan Zeno serta awak kapal lainnya sangat bersemangat, bahkan Deuch yang selama ini menulis buku menatap juga ikut bersemangat.


Sebuah benda menuju ke langit.


Bahkan penduduk Loguetown bisa melihat benda ini dengan tatapan bingung di banyak wajah mereka bahkan Isuka dan lainnya menatap benda yang melayang di langit dengan bingung.


Darrrr..


Pecah petasan itu membuat langit di sekitarnya menjadi warna warni bahkan warga Loguetown bisa melihat dengan jelas petasan ini.


"Hahahaha baiklah" Suara lain juga muncul sama seperti suara sebelumnya tidak keras namun terdengar di setiap warga Loguetown.


"Portgas D Ace, aku ingin mencari kebebasan dan sesuatu!!" Suara ini sangat keras namun tidak menyakitkan telinga mereka.


"Shiranui Zeno, Aku ingin menjadi Ninja Terkuat di Dunia" Suara lain membuat beberapa reporter berita terkejut untungnya mereka sudah merekam rekaman suara dan Vidio mereka.


Setelah berpesta yang melelahkan, Zeno dan Ace sampai di reverse mountain jalan menuju paruh pertama Grand Line.


Untungnya kecelakaan tidak terjadi dan walaupun navigator kapal tidak sebaik Nami namun keberuntungan berpihak kepada mereka, perjalanan berlangsung lancar tanpa ada bencana alam sekalipun.


Tiba di Grand Line, Zeno dan Ace berhenti sejenak pada pengawas menara bernama Crocus, Sebagai seseorang yang pernah menjadi dokter di kapal Roger, Kakek Crocus juga bagian dari kru Roger dalam artian.

__ADS_1


"Hei paus besar! Aku bilang bisakah kamu tidak bisa berhenti memukul Red Line? Itu menyakitimu" Ace berteriak dengan bodoh kepada Paus Besar di depannya..


"Dia Laboon selama berpuluh-puluh tahun ini dia telah menunggu seseorang yang telah dia anggap temannya, jadi karena teman-temannya tidak kembali dia akan memukul Red Line ketika merindukan mereka" Mendengar penjelasan Crocus, Ace merasa tercekik dan kasihan.


"Sungguh paus yang malang" Zeno menggelengkan kepalanya dan menghembuskan nafas panjang, Ace juga berkata hal yang sama seakan mereka bisa memahami perasaan yang ada di Paus Besar bernama Laboon itu.


Ace yang termenung karena sedih tiba tiba tercerahkan, dia pergi ke Laboon dan memukul Laboon dengan Tinju Apinya. Hal itu tentu tidak memiliki banyak efek terhadap Laboon dia hanya menatap Ace dan berteriak dengan marah.


"Heiiiiii! Kau namamu Laboon kan?" Ace bertanya, Laboon yang mendengar itu hanya meraung sebagai bukti.


"Jika kau terus menunggu temanmu? Mengapa kau tidak membuat teman lain! Aku yakin teman temanmu sangat senang mengetahui kalau kamu memiliki banyak teman yang peduli kepadamu" Laboon yang mendengar ini terdiam dia menatap Ace dengan mata besarnya.


"Ada apa kau tidak percaya? Aku tidak tahu apakah nasib mereka disana namun aku tahu mereka juga memiliki perasaan yang sama seperti mu percayalah!! Aku yakin mereka juga mengkhawatirkanmu.. Jadi jika kau terus melukai dirimu bukankah itu akan menyakitkan hati mereka!!" Laboon yang mendengar itu bergetar matanya yang penuh air bergetar.


"Jadi apakah kau menjadi temanku? Dan jika aku pergi beberapa tahun lagi akan ada seseorang yang mungkin ingin menjadikan mu teman! Dia menggunakan Topi Jerami namanya Luffy percayalah kepadanya dia seseorang yang bisa dijadikan teman" Ace Merentangkan tangannya membuat Laboon di kejauhan bergetar dan menangis.


Sementara Zeno yang melihat ini terkejut juga senang dia terkejut karena Ace mempelajari jurus terkuat dari Naruto, Ceramah No Jutsu dan juga senang karena mereka memiliki teman baru dan yang bisa dibilang Teman. (Yok coba apa artinya?)


"Hahahah" Crocus dan Zeno di kejauhan tertawa senang termasuk Ace.


Beberapa lama kemudian mereka akan pergi, Laboon mulai merasa sedih namun mendengar kata kata Ace dan Zeno yang meyakinkan jadi dia mulai menunggu saat itu beberapa tahun lagi untuk menunggu teman berikutnya.


"Hei kakek apakah kau memiliki Log Pose permanen ke Alabasta?" Zeno bertanya dengan ceria.


"Hahaha sayangnya aku tidak memilikinya! Ngomong-ngomong apakah kalian memiliki Log Pose? Tanpa Log Pose tidak mungkin untuk bepergian di Grand Line?" Crocus menatap bingung kearah Zeno.


"Tenang saja kek aku sudsh menyiapkannya" Zeno menunjukkan Log Pose di tangannya.

__ADS_1


__ADS_2